(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةُ (قَالَ أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: اَلْعِبَادُ ثَلَاثَةُ أَصْنَافٍ) أَيْ أَنْوَاعٍ
Maqolah yang kedua (Telah berkata Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu Anhu: Para hamba itu ada tiga golongan) Maksudnya macam.
(لِكُلِّ صِنْفٍ ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ يُعْرَفُوْنَ بِهَا) أَيْ بِتِلْكَ الْعَلَامَاتِ (صِنْفٌ يَعْبُدُوْنَ اللّٰهَ عَلَى سَبِيْلِ الْخَوْفِ) مِنْ عَذَابِ اللّٰهِ تَعَالَى
(Bagi setiap golongan itu ada tiga tanda yang mereka bisa diketahui dengan tiga tanda) Maksudnya dengan tanda-tanda tersebut (Satu golongan mereka menyembah kepada Allah di atas jalan rasa takut) Dari Adzab Allah Ta'ala.
(وَصِنْفٌ يَعْبُدُوْنَ اللّٰهَ عَلَى سَبِيْلِ الرَّجَاءِ) لِرَحْمَةِ اللّٰهِ تَعَالَى
(Dan satu golongan mereka menyembah kepada Allah di atas jalan harapan) Pada rahmat Allah Ta'ala
(وَصِنْفٌ يَعْبُدُوْنَ اللّٰهَ عَلَى سَبِيْلِ الْحُبِّ) فِى اللّٰهِ حَتَّى يَصِيْرَ اللّٰهُ أَحَبَّ إلَيْهِمْ مِمَّا سِوَاهُ بَلْ حَتَّى لَا يَكُوْنَ لَهُمْ مَحْبُوْبٌ إلَّا اللّٰهُ تَعَالَى،
(Dan ada satu golongan mereka menyembah kepada Allah di atas jalan cinta) Karena Allah. Hingga Allah menjadi yang paling dicintai oleh mereka daripada apapun selain Allah bahkan hingga tidak ada bagi mereka yang dicintai kecuali Allah Ta'ala
وَسَبَبُ وُجُوْدِ الْحُبِّ مِنْ جِهَةِ الْمَحْبُوْبِ إمَّا وُجُوْدُ كَمَالٍ فِيْهِ أَوْ حُصُوْلُ نَوَالٍ مِنْهُ،
Dan sebab adanya rasa cinta kepada pihak yang dicintai ada kalanya adanya kesempurnaan pada yang dicintai atau hasilnya pemberian dari yang dicintai
فَإِنْ كُنْتَ مِمَّنْ يُحِبُّ لِأَجْلِ الْجَمَالِ فَهُوَ لِلّٰهِ وَحْدَهُ وَمَا يَلُوْحُ عَلَى الْمَوْجُوْدَاتِ مِنْ مَعْنَى كَمَالٍ وَمَا يَبْدُوْ عَلَيْهَا مِنْ رَوْنَقِ جَمَالٍ فَهُوَ تَعَالَى الْمُكَمِّلُ لَهَا وَالْمُجَمِّلُ لِأَنَّهُ الْمُوْجِدُ لَهَا،
Maka jika kamu terbukti termasuk orang yang cinta karena keindahan maka keindahan itu hanya milik Allah dan sesuatu yang tampak pada makhluk dari makna kesempurnaan dan sesuatu yang nampak pada makhluk dari pesona keindahan maka Allah ta'ala adalah yang menyempurnakannya dan yang memperindahnya karena sesungguhnya Allah adalah dzat yang mengadakannya.
وَإِنْ كُنْتَ مِمَّنْ يُحِبُّ الْمَحْبُوْبَ لِأَجْلِ النَّوَالِ فَلَسْتَ تَرَى إحْسَانًا وَلَا إكْرَامًا وَلَا تُبْصِرُ إنْعَامًا عَلَيْكَ وَعَلَى سَائِرِ الْخَلْقِ إلَّا وَاللّٰهُ تَعَالَى هُوَ الْمُتَفَضِّلُ بِجَمِيْعِ ذٰلِكَ بِمَحْضِ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ.
Dan jika kamu terbukti termasuk orang yang cinta pada yang dicintai karena pemberian maka engkau tidak akan melihat kebaikan dan kemuliaan dan engkau tidak akan melihat kenikmatan kepadamu dan kepada seluruh makhluk kecuali hanya Allah Ta'ala dzat yang memberikan anugerah atas semua itu dengan murninya kemurahan dan kedermawanan.
وَاعْلَمْ أَنَّ النَّاسَ ثَلَاثَةُ أَنْوَاعٍ: عَبْدٌ قَدْ غَلَبَ عَلَيْهِ التَّخْلِيْطُ وَالتَّفْرِيْطُ فَاللَّائِقُ بِهِ غَلَبَةُ الْخَوْفِ عَلَيْهِ لِيَنْزَجِرَ عَنِ الْمَعَاصِى إلَّا عِنْدَ الْمَوْتِ فَيَنْيَغِى أَنْ يَكُوْنَ رَجَاؤُهُ غَالِبًا عَلَى خَوْفِهِ، وَقَدْ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: [لَا يَمُوْتُ أَحَدُكُمْ إلَّا وَهُوَ حَسَنُ الظَّنِّ بِاللّٰهِ].
Dan ketahuilah olehmu sesungguhnya manusia itu ada tiga jenis: Seorang hamba yang benar-benar telah mendominasi padanya keburukan dan kelalaian, maka yang layak baginya adalah mendominasinya rasa takut kepada Allah agar dia berhenti dari berbagai kemaksiatan, kecuali ketika hendak meninggal, maka seharusnya ada harapannya lebih besar dari rasa takutnya. Dan benar-benar telah bersabda Nabi ﷺ: [Janganlah mati salah seorang di antara kalian kecuali dia itu berbaik sangka kepada Allah].
وَعَبْدٌ لَا يَأْمَنُ عَلَى نَفْسِهِ مِنَ التَّرْكِ لِلْمَأْمُوْرَاتِ وَالسُّكُوْنِ إلَى الْمَحْظُوْرَاتِ فَيَنْبَغِى لِهٰذَا الْعَبْدِ اسْتِوَاءُ الْخَوْفِ وَالرَّجَاءِ حَتَّى يَكُوْنَا كَجَنَاحَيْ الطَّائِرِ. قَالَ ﷺ: [لَوْ وُزِنَ خَوْفُ الْمُؤْمِنِ وَرَجَاؤُهُ لَاعْتَدَلَا] وَهٰذَا حَالُ أَكْثَرِ الْمُؤْمِنِيْنَ.
Dan seorang hamba yang tidak merasa aman terhadap dirinya dari meninggalkan perintah-perintah dan cenderung kepada larangan-larangan, maka patut bagi hamba ini seimbang antara rasa takut dan harapan, sehingga ada keduanya seperti dua sayap burung. Telah bersabda Nabi ﷺ: [Sekiranya ditimbang rasa takut seorang mukmin dan harapannya, maka keduanya pasti akan seimbang]. Dan ini adalah keadaan kebanyakan mukminin.
وَعَبْدٌ قَدْ أَنَابَ إلَى رَبِّهِ وَاطْمَأَنَّتْ نَفْسُهُ بِهِ وَانْقَشَعَتْ ظُلُمَاتُ شَهْوَتِهِ بِإِشْرَاقِ أَنْوَارِ قُرْبِهِ فَلَمْ تَبْقَ لَهُ لَذَّةٌ إلَّا فِى مُنَاجَاتِهِ وَلَا رَاحَةٌ إلَّا فِى عِبَادَتِهِ فَصَارَ رَجَاؤُهُ شَوْقًا وَمَحَبَّةً وَخَوْفُهُ تَعْظِيْمًا وَهَيْبَةً، أَفَادَ ذٰلِكَ سَيِّدِيْ الشَّيْخُ عَبْدُ اللّٰهِ بْنُ عَلَوِيٍّ الْحَدَّادُ رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى.
Dan seorang hamba yang telah kembali kepada Tuhannya dan benar-benar telah tenang dirinya karena tuhannya, serta benar-benar telah lenyap kegelapan-kegelapan syahwatnya karena terang-benderangnya cahaya-cahaya kedekatannya kepada tuhan. Maka tidak tersisa baginya kenikmatan kecuali dalam munajat kepada tuhan, dan tidak tersisa baginya ketenangan kecuali dalam beribadah kepada tuhan. Sehingga berubahlah harapannya menjadi kerinduan dan cinta, dan rasa takutnya berubah menjadi mengagungkan tuhan dan kewibawaan tuhan. Telah memberikan keterangan pada hal ini tuanku, Asy-Syaikh Abdullah bin Alawi Al-Haddad, Rahimahullahu Ta'ala.
(فَلِلْأَوَّلِ) وَهُوَ الَّذِيْ يَعْبُدُ اللّٰهَ تَعَالَى عَلَى سَبِيْلِ الْخَوْفِ (ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ: يَسْتَحْقِرُ نَفْسَهُ) أَيْ يَرَى أَنَّ نَفْسَهُ لَا مِقْدَارَ لَهَا (وَيَسْتَقِلُّ حَسَنَاتِهِ) أَيْ يَرَى أَنَّ حَسَنَاتِهِ قَلِيْلَةٌ (وَيَسْتَكْثِرُ سَيِّئَاتِهِ) أَيْ يَرَى أَنَّ سَيِّئَاتِهِ كَثِيْرَةٌ.
(Maka bagi golongan yang pertama) Yaitu orang yang beribadah kepada Allah Ta’ala di atas jalan takut (Terdapat tiga tanda: dia menganggap rendah dirinya sendiri) Maksudnya dia memandang bahwa dirinya tidak memiliki nilai apa-apa baginya (Dia menganggap sedikit amal-amal baiknya) Maksudnya dia melihat bahwa kebaikannya itu sedikit (Dan dia menganggap banyak dosa-dosanya) Maksudnya dia memandang bahwa dosa-dosanya sangat banyak.
(وَلِلثَّانِى) وَهُوَ الَّذِي يَعْبُدُ اللّٰهَ تَعَالَى عَلَى سَبِيْلِ الرَّجَاءِ (ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ: يَكُوْنُ قُدْوَةَ النَّاسِ فِى جَمِيْعِ الْحَالَاتِ) أَيْ أَنَّ النَّاسَ يَقْتَدُوْنَ بِهِ فِى جَمِيْعِ حَالَاتِهِ (وَيَكُونُ أَسْخَى النَّاسِ كُلِّهِمْ بِالْمَالِ زُهْدًا فِى الدُّنْيَا وَيَكُوْنُ حَسَنَ الظَّنِّ بِاللّٰهِ فِى الْخَلْقِ كُلِّهِمْ).
(Dan bagi golongan yang kedua) Yaitu orang yang beribadah kepada Allah Ta’ala di atas jalan harapan (Terdapat tiga tanda: dia menjadi teladan bagi manusia dalam segala keadaan) Maksudnya sesungguhnya manusia mencontoh dirinya dalam semua keadaannya (Dan dia menjadi orang yang paling dermawan kepada seluruh manusia dengan hartanya karena zuhud terhadap dunia dan dia memiliki prasangka baik kepada Allah terhadap makhluk seluruhnya).
(وَلِلثَّالِثِ) وَهُوَ مَنْ يَعْبُدُ اللّٰهَ عَلَى سَبِيْلِ الْحُبِّ (ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ) أَوَّلُهَا (يُعْطِى مَا يُحِبُّهُ) وَمَا يُعِزُّ عَلَيهِ لِيَنَالَ الْبِرَّ (وَلَا يُبَالِى بَعْدَ أَنْ يَرْضَى رَبُّهُ) كَمَا قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى ﴿لَنْ تَنَالُوْا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ﴾
(Dan bagi golongan yang ketiga) Yaitu orang yang beribadah kepada Allah di atas jalan cinta (Terdapat tiga tanda) Yang pertama dari tiga tanda itu (Adalah dia memberikan sesuatu yang dia cinta pada sesuatu itu) Dan memberikan sesuatu yang sangat berharga baginya agar dia dapat memperoleh kebajikan (Dan dia tidak peduli setelah Tuhannya meridhai) Sebagaimana firman Allah Ta’ala: ﴾Kalian tidak akan memperoleh kebajikan hingga kalian menginfaqkan sebagian harta yang kalian cintai﴿
(وَ) ثَانِيْهَا (يَعْمَلُ بِسُخْطِ نَفْسِهِ) كَأَعْمَالِ الْبِرِّ (وَلَا يَحْتِمُّ بِهِ بَعْدَ أَنْ يَرْضَى رَبَّهُ) فَالْبِرُّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ وَمَسْخَطَةٌ لِلشَّيْطَانِ كَمَا فِى الْحَدِيْثِ [ أَعُوْذُ باللّٰهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ إِلَّا بَلَاءٌ فِيْهِ عَلَاءٌ] أَىْ عُلُوُّ مَنْزِلَةٍ عِنْدَ اللّٰهِ
(Dan) yang kedua dari tiga tanda (Adalah dia beramal dengan sesuatu yang tidak disukai nafsunya), Seperti amal-amal kebaikan (Dan dia tidak merasa keberatan setelah Tuhannya ridha kepadanya). Karena kebaikan itu adalah keridhaan milik Tuhan dan kebencian bagi setan, sebagaimana yang terdapat dalam hadis: [Aku berlindung kepada Allah dari bala, kecuali bala yang di dalamnya mengandung ketinggian derajat] Maksudnya tingginya kedudukan di sisi Allah.
(وَ) ثَالِثُهَا (يَكُوْنُ فِى جَمِيْعِ الْحَالَاتِ مَعَ سَيِّدِهِ) وَهُوَ اللّٰهُ تَعَالَى (فِى أَمْرِهِ وَنَهْيِهِ) فَلَا يَكُوْنُ مُخَالِفًا لِذٰلِكَ.
(Dan) Yang ketiga dari tiga tanda (Adalah dia selalu berada dalam segala keadaan bersama Tuannya), Yaitu Allah Ta’ala (Dalam mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya), Sehingga dia tidak terbukti menyelisihi hal tersebut.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi