(وَ) الْمَقَالَةُ السَّابِعَةُ (عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: [مَا زَالَ چِبْرِیْلُ یُوصِیْنِيْ بِالْجَارِ) أَيْ جَارِ الدَّارِ لَا جَارِ الْمَسْجِدِ أَوِ الرِّبَاطِ أَوِ الْمَدْرَسَةِ
Maqolah yang ke tujuh (Dari Jabir Bin Abdillah Al-Anshori Radhiallahu Anhu dari Nabi ﷺ [Tiada henti Malaikat Jibril berwasiat kepadaku berbuat baik pada tetangga) Maksudnya tetangga rumah bukan tetangga masjid dan bukan tetangga pondok dan bukan tetangga madrasah
(حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ يَجْعَلُهُ وَارِثًا) مِنْ جَارِهِ بِأَنْ يَأْمُرَنِيْ عَنِ اللّٰهِ تَعَالَى بِجَعْلِ سَهْمٍ لَهُ فِى مَالِ جَارِهِ فَيُطْلَبُ مُرَاعَاةُ الْجَارِ وَالْقَرِيْبُ أَشَدُّ مِنَ الْبَعِيْدِ بِأَنْ يَنْصَحَهُ فِى دِيْنِهِ وَيُوَاسِيَهُ فِى دُنْيَاهُ
(Hingga aku menyangka bahwasannya Jibril akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris) Dari tetangganya dengan cara Jibril memerintahkan kepadaku dari Allah Ta'ala dengan memberikan bagian kepada tetangga dari harta warisan tetangganya. Maka diperintah memperhatikan tetangga dan tetangga yang dekat itu lebih utama daripada tetangga yang jauh dengan cara memberi nasihat kepada tetangga tentang agamanya dan membantu tetangga dalam urusan dunianya
(وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِيْ بِالنِّسَاءِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُحَرِّمُ طَلَاقَهُنَّ وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِيْ بِالْمَمْلُوْكِيْنَ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيَجْعَلُ لَهُمْ وَقْتًا) إِذَا بَلَغَهُمْ (يَعْتِقُوْنَ فِیْهِ) أَيْ فِى ذٰلِكَ الْوَقْتِ مِنْ غَیْرِ إِعْتَاقٍ
(Dan tiada henti Malaikat Jibril berwasiat kepadaku berbuat baik dengan perempuan hingga aku menyangka bahwasannya Jibril akan mengharamkan menceraikan perempuan. Dan tiada henti Malaikat Jibril berwasiat kepadaku berbuat baik dengan para budak hingga aku menyangka bahwasannya Jibril akan menjadikan untuk para budak batas waktu) Jika telah tiba waktu itu kepada mereka (Mereka bisa merdeka dalam waktu itu) Maksudnya pada waktu itu tanpa harus dimerdekakan
(وَما زَالَ یُوْصِیْنِيْ بالسِّوَاكِ حَتَی ظَنَنْتُ أَنَّهُ فَرِيْضَةٌ وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِيْ بِالصَّلَاةِ فِى الْجَمَاعَةِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ لَا يَقْبَلُ اللّٰهُ تَعَالَى صَلَاةً إِلَّا فى الْجَمَاعَةِ وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِيْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ) أَيْ بِصَلَاةِ التَّهَجُّدِ بَعْدَ النَّوْمِ
(Dan tiada henti Malaikat Jibril berwasiat kepadaku tentang siwak hingga aku menyangka bahwasannya siwak itu wajib dan tiada henti Malaikat Jibril berwasiat kepadaku tentang sholat berjamaah hingga aku menyangka sesungguhnya Allah tidak akan menerima sholat kecuali dengan berjamaah dan tiada henti Malaikat Jibril berwasiat kepadaku tentang qiyamul lail) Maksudnya dengan sholat tahajud sesudah tidur
(حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ لَا نَوْمَ بِاللَّيْلِ وَمَا زَالَ يُوْصِيْنِيْ بِذِكْرِ اللّٰهِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ لَا يَنْفَعُ قَوْلٌ إِلَّا بِهِ) أَيْ بِذِكْرِ اللّٰهِ.
(Hingga aku menyangka sesungguhnya tidak boleh tidur pada waktu malam dan tiada henti Malaikat Jibril berwasiat kepadaku tentang berdzikir kepad Allah hingga aku menyangka sesungguhnya tidak akan bermanfaat suatu ucapan kecuali dengannya]) Maksudnya dengan berdzikir kepada Allah.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi