(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةُ (قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: مَنْ كَثُرَ ضَحْكُهُ قَلَّتْ هَيْبَتُهُ) فَلَا يَهَا بُهُ النَّاسُ وَلَا يُعَظِّمُهُ. عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ الْغِفَارِي قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ: [إيَّاكَ وَكَثْرَةَ الضَّحِكِ فإِنَّهُ يُمِيْتُ الْقَلْبَ وَيَذْهَبُ بِنُوْرِ الْوَجْهِ]
Maqolah yang ke tiga (Telah berkata Umar Radhiallahu Anhu: Barang siapa banyak tertawanya maka berkuranglah wibawanya) Sehingga tidak akan memuliakan kepadanya manusia dan mengagungkannya. Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiallhuanhu berkata: Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Jauhilah olehmu banyak tertawa karena sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah].
(وَمَنْ اِسْتَخَفَّ بِالنَّاسِ اُسْتُخِفَّ بِهِ) وَقَدْ رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: [اَلْمُزَاحُ اِسْتِدْرَاجٌ مِنَ الشَّيْطَانِ واخْتِدَاعٌ مِنَ الْهَوَى] وَقَالَ عُمَرُ ابْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى: اِتَّقُوْا الْمِزَاحَ فَإِنَّهُ حَمَقَةٌ تُوْرِثُ ضَغِيْنَةً. وَقَالَ الْمَاوَرْدِيُّ:
(Dan barang siapa yang meremehkan manusia maka ia akan diremehkan oleh manusia) Dan benar-benar telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ bersabda: [Bercanda adalah tipu daya dari setan dan tipuan dari hawa nafsu]. Dan telah berkata Umar bin Abdul Aziz Rahimahullahu Ta'ala: Hindari olehmu bercanda karena sesungguhnya bercanda itu adalah kebodohan yang menimbulkan dendam. Dan Imam Al-Mawardi berkata:
| لَكِنَّمَا آخِرُهُ عَدَاوَةٌ | * | إِنَّ الْمِزَاحَ بَدْؤُهُ حَلَاوَةٌ |
| Sungguh guyonan itu awalnya manis | * | Akan tetapi akhirnya adalah permusuhan |
| وَيَجْتَرِي بَِسخْفِهِ السَّخِيْفُ | * | يَحْتَدُّ مِنْهُ الرَّجُلُ الشَّرِيْفُ |
| Menjadi marah karena guyonan itu orang yang mulia | * | Dan lancang merendahkan kepada orang mulia itu rakyat jelata |
قَوْلُهُ: يَحْتَدُّ أَيْ يَغْضَبُ وَالسَّخِيْفُ نَاقِصُ الْعَقْلِ
Ucapan penyair: Lafadz يَحْتَدُّ maksudnya adalah marah dan lafadz اَلسَّخِيْفُ adalah orang yang kurang akalnya
(ومَنْ أَكْثَرَ مِنْ شَيْءٍ عُرِفَ بِهِ) أَيْ اِشْتَهَرَ بَيْنَ النَّاسِ بِذٰلِكَ الشَّيْءِ كَمَا قَالَ عَلِيٌّ كَرَّمَ اللّٰهُ وَجْهَهُ: قِيْمَةُ الْمَرْءِ مَا كَانَ يُحْسِنُهُ. (وَمَنْ كَثُرَ كَلَامُهُ كَثُرَ سَقَطُهُ) بِفَتْحَتَيْنِ أَيْ خَطَؤُهُ مِنَ الْقَوْلِ وَالْفِعْلِ.
(Dan barangsiapa banyak melakukan sesuatu maka ia pasti dikenal karena sesuatu itu) Maksudnya ia terkenal di antara manusia karena sesuatu itu sebagaimana telah berkata Ali Karramallahu Wajhah: Nilai seseorang adalah sesuatu yang dia bisa mengerjakan sebaik-baiknya (Dan barang siapa banyak omongannya maka banyak pula salahnya) Lafadz سقط dengan dua fathah maksudnya adalah kesalahannya dari ucapan dan perbuatan.
رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ ذُنُوْبًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ كَلَامًا فِيْمَا لَا يَعْنِیْهِ] رَوَاهُ ابْنُ نَصْرٍ.
Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sungguh manusia yang paling banyak dosa-dosanya pada hari kiamat adalah yang paling banyak di antara mereka ucapannya dalam hal yang tidak bermanfaat baginya] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Nasr
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [يُعَذَّبُ اللِّسَانُ بِعَذَابِ لَا يُعَذّبُ بِهِ شَيءٌ مِنَ الْجَوَارِحِ فَيَقُوْلُ: يَا رَبِّ لِمَ عَذَّبْتَنِيْ بِعَذَابٍ لَمْ تُعَذِّبْ بِهِ شَيْئًا مِنَ الْجَوَارِحِ
Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Akan diadzab lisan dengan suatu adzab yang tidak akan diadzab dengan adzab tersebut sesuatu apapun dari anggota-anggota badan yang lain kemudian lisan berkata: Ya Rabb kenapa engkau mengadzabku dengan suatu adzab yang tidak akan diadzab dengan adzab tersebut sesuatu apapun dari anggota-anggota badan yang lain ?
فَيُقَالُ لَهُ: خَرَجَتْ مِنْكَ كَلِمَةٌ بَلَغَتْ مَشَارِقَ الْأَرْضِ ومَغَارِبَهَا فَسُفِكَ بِهَا الدَّمُ الْحَرَامُ وأُخِذَ بِهَا الْمَالُ الْحَرَامُ وَانْتُهِكَ بِهَا الْفَرْجُ الحَرَامُ فَوَعِزَّتِيْ لِأُعَذِّبَنَّكَ بِعَذَابٍ لَا أُعَذِّبُ بِهِ شَيْئًا مِنَ الْجوَارِحِ] رَوَاهُ أَبُوْ نُعَیْمٍ.
Maka dikatakan kepada lisan: Telah keluar darimu perkataan yang sampai ke belahan timur dan barat sehingga ditumpahkan sebab perkataanmu itu darah yang haram dan dirampas karena perkataanmu itu harta yang haram dan dilanggar sebab perkataanmu itu farji wanita yang haram. Demi kemuliaanku benar-benar aku akan mengadzabmu dengan suatu adza yang aku tidak akan mengadzab dengannya suatu apapun dari anggota badan] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Abu Nu'aimin.
(وَمَنْ كَثُرَ سَقَطُهُ قَلَّ حَيَاؤُهُ) قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: مَنْ كَسَاهُ الْحَيَاءُ ثَوْبُهُ لَمْ يَرَ النَّاسُ عَيْبَهُ. وَقَالَ بَعْضُ الْبُلَغَاءِ: حَيَاةُ الْوَجْهِ بِحَيَائِهِ كَمَا أَنَّ حَيَاةَ الْغَرْسِ بِمَائِهِ. قَالَ صَالِحُ بْنُ عَبْدِ الْقُدُّوْسِ مِنْ بَحْرِ الطَّوِيْلِ :
(Dan barang siapa yang banyak kesalahan ucapannya maka sedikitlah rasa malunya) Telah berkata sebagian dari para hukama: Barang siapa yang menutup rasa malu sebagai bajunya maka manusia tidak akan melihat aibnya. Dan telah berkata sebagian ahli bahasa: hidupnya wajah itu bergantung sifat malunya sebagaimana sesungguhnya hidupnya tanaman itu bergantung airnya. Telah berkata Sholih Bin Abdul Quddus dari bahar towil
| وَلَا خَيْرَ فِى وَجْهٍ إِذَا قَلَّ مَاؤُهُ | * | إِذَا قَلَّ مَاءُ الْوَجْهِ قَلَّ حَيَاؤُهُ |
| Jika sedikit air wajah maka sedikit rasa malunya | * | Dan tidak ada kebaikan pada wajah jika sedikit airnya |
| يَدُلُّ عَلَى فِعْلِ الْكَرِيْمِ حَيَاؤُهُ | * | حَيَاءُكَ فَاحْفَظْهُ عَلَيْكَ وَإِنَّمَا |
| Rasa malumu jagalah dia olehmu karena sesungguhnya | * | Akan menunjukkan pada perbuatan orang yang mulia rasa malunya |
(وَمَنْ قَلَّ حَيَاؤُهُ قَلَّ وَرَعُهُ) وَهُوَ اجْتِنَابُ الشُّبُهَاتِ خَوْفًا مِنَ الْوُقُوْعِ فِى الْمُحَرَّمَاتِ (وَمَنْ قَلَّ وَرَعُهُ مَاتَ قَلْبُهُ) فَلَمْ يَقْبَلِ الْمَوَاعِظَ فَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى قَلْْبٌ قَاسٍ.
(Dan barang siapa yang sedikit rasa malunya maka sedikitlah sifat wara'nya) Wara' adalah menjauhi perkara-perkara syubhat karena takut terjerumus dalam perkara-perkara yang diharamkan (Dan barang siapa yang sedikit sifat wara'nya maka matilah hatinya) Sehingga tidak menerima pada nasihat. Sungguh manusia yang paling jauh dari Allah Adalah hati yang keras.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi