Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 6 Maqolah 5 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 6
BAB 6 MAQOLAH 5

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 6 Maqolah 5

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ (قَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: إِنَّ الْمُؤْمِنَ) يَنْبَغِيْ أَنْ يَكُوْنَ مَاشِيًا (فِى سِتَّةِ أَنْوَاعٍ مِنَ الْخَوْفِ).

Maqolah yang kelima (Telah berkata Utsman Radhiallahu Anhu: Sesungguhnya orang yang beriman) Penting agar ia berjalan (Dalam enam perkara dari rasa takut)

(أَحَدُهَا) أَنْ يَّخَافَ (مِنْ قِبَلِ اللّٰهِ أَنْ يَأْخُذَ مِنْهُ الْإِيْمَانَ) وَقْتَ النَّزْعِ. رُوِيَ أَنَّ ابْنَ مَسْعُوْدٍ دَعَا بِهٰذَا الدُّعَاءِ: اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ وَنَعِيْمًا لَا يَنْفَدُّ وَقُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ وَمُرَافَقَةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ﷺ فِى أَعْلَى جَنَانِ الْخُلْدِ.

(Yang pertama dari enam perkara itu) Adalah agar ia takut (Dari arah Allah yang dapat mengambil darinya keimanan) Di waktu sekarat. Diriwayatkan sesungguhnya Ibnu Mas'ud berdoa dengan doa ini: Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadamu keimanan yang tidak akan murtad keimanan itu dan kenikmatan yang tidak akan habis kenikmatan itu dan kesenangan hati yang tidak akan terputus-putus kesenangan hati itu dan menemani Nabi-Mu Muhammad ﷺ di paling atasnya surga yang abadi

(وَالثَّانِى) أَنْ يَخَافَ (مِنْ قِبَلِ الْحَفَظَةِ) أَيْ اَلْكَاتِبِيْنَ لِأَعْمَالِ الْعِبَّادِ (أَنْ يَكْتُبُوْا عَلَيْهِ مَا يَفْتَضِحُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ) عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: [فُضُوْحُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ فُضُوْحِ الْآخِرَةِ] رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ عَنِ الْفَضْلِ.

(Dan yang kedua) Adalah agar ia takut (Dari arah Malaikat hafadzoh) Maksudnya para malaikat yang menuliskan amal-amal para hamba (Yang dapat menulis atas orang yang beriman pada sesuatu yang akan membuka aib baginya di hari kiamat) Dari Nabi ﷺ bersabda: [Terbukanya aib di dunia itu lebih ringan dibandingkan terbukanya aib di akhirat]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam At-Thobroni dari Fadli

قَالَ الْمَنَاوِيُّ: أَيْ اَلْعَارُ الْحَاصِلُ لِلنَّفْسِ مِنْ كَشْفِ الْعَيْبِ فِى الدُّنْيَا بِقَصْدِ التَّنَصُّلِ مِنْهُ أَهْوَنُ مِنْ كِتْمَانِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَنْتَشِرَ وَيَشْتَهِرَ فِى الْمَوْقِفِ اهـ.

Imam Al-Manawi berkata: Artuinya rasa malu yang timbul pada diri sendiri karena terbukanya aib di dunia dengan niat melepaskan diri dari aib itu lebih ringan dibandingkan menutupi aib sampai hari kiamat sehingga menyebar dan terkenal aib itu di padang mahsyar.

وَلِذَا لَمَّا وَقَعَ بَعْضُ الصَّحَابَةِ فِى الزِّنَا وَعَرَفَ هٰذَا الْحَدِيْثَ أَقَرَّ بِذٰلِكَ لَهُ ﷺ لِيَحُدَّهُ وَلَمْ یَرْجِعْ عَنِ الْإِقْرَارِ مَعَ تَعْرِيْضِهِ ﷺ لَهُ بِالرُّجُوْعِ لِعِلْمِهِ بِأَنَّ فَضِيْحَتَهُ فِى الدُّنْيَا بِإِقَامَةِ الْحَدِّ أَهْوَنُ مِنْ فَضِيْحَةِ الْآخِرَةِ.

Oleh karena itu tatkala terjerumus salah seorang sahabat dalam perbuatan zina dan dia mengetahui hadits ini maka dia mengakui atas perbuatan zina itu di hadapan Nabi ﷺ supaya Nabi mengukumnya dan dia tidak mau mencabut pernyataan dari pengakuannya serta berpalingnya Nabi ﷺ dari sahabat itu supaya dia menarik kembali pengakuannya. Karena dia tahu sesungguhnya terbukanya aibnya di dunia dengan menegakkan hukuman itu lebih ringan dibandingkan terbukanya aib di akhirat

(وَالثَّالِثُ) أَنْ يَخَافَ (مِنْ قِبَلِ الشَّيْطَانِ أَنْ يُبْطِلَ عَمَلَهُ) الصَّالِحَ.

(Dan yang ketiga) Adalah agar ia takut (Dari arah setan yang dapat membatalkan amalnya) Yang sholeh

(وَالرَّابِعُ) أَنْ يَخَافَ (مِنْ قِبَلِ مَلَكِ الْمَوْتِ أَنْ يَأْخُذَهُ) أَيْ يُقْبِضُ رُوْحَهُ حَالَ كَوْنِهِ (فِى غَفْلَةٍ) عَنِ اللّٰهِ تَعَالَى (بَغْتَةً) أَيْ فَجْأَةً مِنْ غَيْرِ تَقَدُّمِ سَبَبِ الْمَوْتِ.

(Dan yang keempat) Adalah agar ia takut (Dari arah malakal maut yang dapat mengambilnya) Maksudnya yang dapat mencabut ruhnya dalam keadaan ia (Dalam kelalaian) Jauh dari Allah (Secara tiba-tiba) Maksudnya tiba-tiba tanpa didahului sebab kematian

(وَالْخَامِسُ) أَنْ يَخَافَ (مِنْ قِبَلِ الدُّنْيَا) أَيْ مَتَاعِهَا وَزِيْنَتِهَا (أَنْ يَغْتَرَّ) أَيْ يَطْمَئِنَّ (بِهَا وَتُشْغِلُهُ عَنِ الْآخِرَةِ) وَيَنْسَى أَهْوَالَهَا.

(Dan yang kelima) Adalah agar ia takut (Dari arah dunia) Maksudnya dari kenikamatan dunia dan dari hiasan dunia (Yang ia tertipu) Maksudnya ia merasa tenang (Karena dunia dan dunia menyibukkannya jauh dari akhirat) Dan ia lupa pada keributan akhirat

(وَالسَّادِسُ) أَنْ يَخَافَ (مِنْ قِبَلِ الْأَهْلِ وَالْعِيَالِ) وَهُمْ مِنْ يَمُوْنِهِمْ (أَنْ يَشْتَغِلَ بِهِمْ فَیُشْغِلُوْنَهُ عَنْ ذِکْرِ اللّٰهِ تَعَالَی) وَعَنْ طَاعَتِهِ .

(Dan yang keenam) Adalah agar ia takut (Dari arah keluarga dan orang yang menjadi tanggungan) Dan mereka dari orang terdekatnya (Ia menjadi sibuk karena keluarga sehingga keluarganya menyibukkan dia jauh dari mengingat Allah Ta'ala) Dan jauh dari keta'atan kepada Allah.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan