Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 6 Maqolah 6 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 6
BAB 6 MAQOLAH 6

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 6 Maqolah 6

 

(وَ) الْمَقَالَةُ السَّادِسَةُ (عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ وَكَرَّمَ وَجْهَهُ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ جَمَعَ سِتَّةَ خِصَالٍ لَمْ يَدَعْ) أَيْ لَمْ يَتْرُكْ (لِلْجَنَّةِ مَطْلَبًا وَلَا عَنِ النَّارِ مَهْرَبًا) أَيْ هٰذِهِ السِّتَّةُ مَفَاتِيْحُ الْجَنَّةِ وَمَغَالِيْقُ النَّارِ

Maqolah yang keenam (Dari Ali Radhiallahu Anhu Wakarrama Wajhahu sesungguhnya ia berkata: Barang siapa yang mengumpulkan enam perkara maka ia tidak akan meninggalkan) Maksudnya ia tidak akan meninggalkan (Dari Surga sebagai tempat pencarian dan ia tidak akan meninggalkan dari neraka sebagai tempat kabur) Maksudnya enam perkara ini adalah kunci pembuka surga dan gembok neraka

(أَوَّلُهَا: عَرَفَ اللّٰهَ تَعَالَى) بِأَنَّهُ خَالِقُهُ وَرَازِقُهُ وَمُحْيِيْهِ وَمُمِيْتُهُ (فَأَطَاعَهُ) أَيْ فَوَافَقَهُ فِى أَوَامِرِهِ

(Yang pertama dari enam perkara itu: Adalah ia mengetahui Allah Ta'ala) Bahwa sesungguhnya Allah adalah dzat yang telah menciptakannya dan dzaat yang memberikan rizki padanhya dan dzat yang menghidupkannya dan dzat yang mematikannya (Kemudian ia taat kepada Allah) Maksudnya Ia setuju kepada Allah dalam perintah-perintah-Nya

(وَعَرَفَ الشَّيْطَانَ) بِأَنَّهُ عَدُوُّهُ (فَعَصَاهُ) أَيْ خَالَفَ أَمْرَهُ

(Dan ia mengetahui setan) Bahwa sesungguhnya ia adalah musuhnya (Kemudian ia menentang kepadanya) Maksudnya ia menyelisihi perintah setan

(وَعَرَفَ الْآخِرَةَ) بِأَنَّهَا دَارُ الْبَقَاءِ (فَطَلَبَهَا) بِاسْتِعْدَادِ الزَّادِ لَهَا

(Dan ia mengetahui akhirat) Bahwa sesungguhnya akhirat adalah tempat yang kekal (Kemudian ia mencarinya) Dengan cara menyiapkan bekal untuk akhirat

(وَعَرَفَ الدُّنْيَا) بِأَنَّهَا فَانِيَةٌ وَأَنَّهَا دَارُ الْمَمَرِّ (فَرَفَضَهَا) أَيْ تَرَكَهَا وَلَمْ يَأْخُذْ مِنْهَا إِلَّا بِقَدْرِ زَادِهِ لِلْآخِرَةِ

(Dan ia mengetahui dunia) Bahwwa sesungguhnya dunia itu akan sirna dan sesungguhnya dunia itu adalah tempat melewat (Kemudian ia menolak dunia) Maksudnya ia meninggalkan dunia dan ia tidak mengambil darinya kecuali hanya sebatas bekalnya untuk akhirat

(وَعَرَفَ الْحَقَّ) أَيْ اَلصَّوَابَ مِنَ الْأَحْكَامِ (فَاَتْبَعَهُ) وَعَمِلَهُ

(Dan ia mengetahui kebenaran) Maksudnya kebenaran dari hukum-hukum (Kemudian ia mengikuti kebenaran itu) Dan ia mengamalkannya

(وَعَرَفَ الْبَاطِلَ) أَيْ غَيْرَ الصَّحِيْحِ (فَاجْتَنَبَهُ) وَلَمْ يَعْمَلْهُ.

(Dan ia mengetahui kebatilan) Maksudnya yang tidak benar (Kemudian ia menjauhi kebatilan itu) Dan ia tidak mengamalkannya.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan