(وَ) الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةُ (قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ) وَجَزَاهُ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ﷺ خَيْرًا (إِنَّ اللّٰهَ كَتَمَ سِتَّةً) مِنَ الْخِصَالِ (فِى سِتَّةِ) مِنَ الْأَشْيَاءِ
Maqolah yang ke empat (Telah berkata Umar Radhiallahu Anhu) Semoga Allah membalas kepada Umar dari Umat Muhammad ﷺ kebaikan (Sesungguhnya Allah itu menyembunyikan enam) Dari perkara (Dalam enam) Dari perkara
(كَتَمَ الرِّضَا فِى طَاعَةٍ) مِنَ الطَّاعَاتِ لِيَجْتَهِدَ النَّاسُ فِى جَمِيْعِ الطَّاعَاتِ رَجَاءً أَنْ يُصَادِفُوْهَا فَلَا يَجُوْزُ لَنَا أَنْ نُحْقِرَ طَاعَةً وَلَوْ صَغِيْرَةً جِدًّا لِأَنَّهُ رُبَّمَا كَانَ رِضَاهُ تَعَالَى فِيْهَا
(Allah Menyembunyikan ridho dalam keta'atan) Dari keta'atan-keta'atan supaya manusia bersungguh sungguh dalam semua jenis keta'atan dengan harapan mereka menemukan ridho itu. Maka tidak boleh bagi kita meremehkan suatu keta'atan meskipun itu sangat kecil karena sesungguhnya kadang-kadang ada ridho Allah Ta'ala di dalamnya
(وَكَتَمَ الْغَضَبَ فِى مَعْصِيَةٍ) مِنَ الْمَعَاصِيْ لِيُجَنِّبَهَا النَّاسُ خَشْيَةَ الْوُقُوْعِ فِيْهِ فَلَا يَجُوْزُ لِشَخْصٍ أَنْ يُحَقِّرَ مَعْصِيَةً وَإِنْ دَقَّتْ جِدًّا لِأَنَّهُ لَا يُعْلَمُ أَنَّهُ قَدْ يَكُوْنُ فِيْهَا غَضَبُهُ تَعَالُى
(Dan Allah menyembunyikan marah dalam kemaksiatan) Dari kemaksiatan-kemaksiatan supaya manusia menjauhi kemaksiatan kemaksiatan itu karena takut terjatuh dalam kemarahan Allah. Maka tidak boleh bagi seseorang meremehkan kemaksiatan-kemaksiatan meskipun sangat lembut karena seseorang tidak tahu sesungguhnya terkadang ada dalam kemaksiatan kecil itu murkanya Allah Ta'ala.
(وَكَتَمَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ) لِيَجْتَهِدَ النَّاسُ فِى إِحْيَاءِ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانَ بِالْعِبَادَةِ فَإِنَّ أَجْرَ النَّفْلِ كَأَجْرِ الْفَرْضِ فِى غَيْرِهِ كَمَا فِى الْحَدِيْثِ، بَلْ قَالَ النَّخَعِيُّ: رَكْعَةٌ فِيْهِ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ رَكْعَةٍ فِى غَيْرِهِ وَتَسْبِيْحَةٌ فِيْهِ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ تَسْبِيْحَةٍ فِى غَيْرِهِ.
(Dan Allah menyembunyikan malam Lailatul Qodar di bulan Ramadhan) Supaya manusia bersungguh-sungguh dalam menghidupkan seluruh bulan Ramadhan dengan ibadah karena sesungguhnya pahala amal kesunahan seperti pahala amal fardu di selain bulan Ramadhan sebagai mana dalam hadits. Bahkan telah berkata Imam An-Nakho'i: Satu raka'at di bulan Ramadhan itu lebih utama dari seribu raka'at di selain bulan Ramadhan dan satu bacaan tasbih di bulan Ramadhan itu lebih utama dari seribu bacaan tasbih di selain bulan Ramadhan
وَلِيَجْتَهِدُوْا فِى إِحْيَاءِ لَيَالِيْهِ رَجَاءً أَنْ يُصَادِفُوْا لَيْلَةَ الْقَدَرِ فَإِنَّهَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ وَهِيَ ثَلَاثُ وَثَمَانُوْنَ سَنَةً وَأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ .
Dan supaya mereka bersungguh sungguh dalam menghidupkan malam Ramadhan karena mengharapkan agar mereka menemukan Lailatul Qodar karena sesungguhnya Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan seribu bulan itu delapan puluh tiga tahun lebih empat bulan.
وَفِى حَدِيْثِ الطَّبْرَانِى مَرْفُوْعًا إِلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ: [إِنَّ مَنْ زَنَا فِيهِ أَوْ شَرَبَ خَمْرًا لَعَنَهُ اللّٰهُ ومَنْ فِى السَّماوَاتِ إِلَى مِثْلِهِ مِنَ الحَوْلِ الثَّانِيي]،
Dan dalam hadits riwayat Imam Thobroni marfu kepada Rasulullah ﷺ:[sungguh orang yang berzina di bulan Ramadhan atau meminum arak maka akan melaknat kepadanya Allah dan orang yang ada di langit sampai datang bulan yang sama dari tahun yang kedua]
فإنَّ مَنْ مَاتَ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَ رَمَضَانَ فَلَيْسَتْ لَهُ عِنْدَ اللّٰهِ حَسَنَةٌ يَتَّقِيْ بِهَا النَّارَ فَاتَّقُوْا اللّٰهَ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ فإنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيْهِ مَا لَا تُضَاعَفُ فِيْمَا سِوَاهُ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ.
Sungguh orang yang mati sebelum menemukan bulan Ramadhan maka tidak ada baginya di sisi Allah kebaikan yang ia bisa menghindari dengan kebaikan itu pada neraka. Maka takutlah kamu kepada Allah di bulan Ramadhan karena sesungguhnya amal amal kebaikan akan dilipat gandakan di bulan Ramadhan tidak seperti dilipat gandakannya kebaikan itu di bulan-bulan selain Ramadhan dan demikian dilipat gandakan pula amal-amal keburukan.
(وََكَتَمَ أَوْلِيَاءَهُ فِيْمَا بَيْنَ النَّاسِ) كَيْ لَايَحْتَقِرُوْا أَحَدًا مِنْهُمْ وَكَيْ يَطْلُبُوْا الدُّعَاءَ مِنْهُمْ رَجَاءً أَنْ يُصَادِفُوْا الْوَلِيَّ فَلَا يَجُوْزُ لِشَخْصٍ أَنْ يُحْقِرَ أَحَدًا مِنَ النَّاسِ لِأَنَّهُ لَا يَدْرِيْ رُبَّمَا هُوَ مِنْ أَوْلِيَائِهِ تَعَالَى
(Dan Allah menyembunyikan wali-walinya di antara manusia) Supaya manusia tidak menghina seseorang di antara mereka dan supaya manusia meminta doa dari kalangan mereka karena berharap supaya mereka menemukan seorang wali maka tidak boleh bagi seseorang meremehkan satu orangpun dari manusia karena sesungguhnya dia tidak tahu barangkali orang itu termasuk dari wali-walinya Allah Ta'ala
(وَكَتَمَ الْمَوْتَ فِى الْعُمُرِ) فَيَنْبَغِي حِيْنَئِذٍ لِكُلِّ أَحَدٍ أَنْ يَسْتَعِدَ لِلْمَوْتِ فِى كُلِّ وَقْتٍ بِالْعِبَادَاتِ فَرُبَّمَا يَفْجَأُهُ الْمَوْتُ
(Dan Allah menyembunyikan kematian dalam umur) Maka penting pada waktu itu bagi setiap orang untuk bersiap-siap menghadapi kematian di setiap waktu dengan melakukan ibadah-ibadah karena barangkali akan datang kepadanya kematian.
(وَكَتَمَ الصَّلَاةَ الْوُسْطَى) أَيْ اَلْفَضْلَى (فِى الصَّلَوَاتِ) أَيْ الْخَمْسِ لِيَتَحَرِّيَ النَّاسُ جَمِيْعَهَا،
(Dan Allah menyembunyikan Sholat wustho) Maksudnya yang paling utama (Dalam sholat-sholat) Maksudnya yang lima waktu supaya manusia bersungguh-sungguh pada semua sholat
وَأَخْفَى اللّٰهُ اِسْمَهُ الْأَعْظَمَ فِى جَمِيْعِ أَسْمَائِهِ لِيَجْتَهِدَ النَّاسُ فِى الدُّعَاءِ بِجَمِيْعِهَا رَجَاءً أَنْ يُصَادِفُوْهُ،
Dan Allah menyembunyikan nama-namanya yang paling agung di semua nama-namanya supaya manusia bersungguh-sungguh dalam berdoa dengan semua nama Allah karena berharap supaya mereka menemukan ismul A'dhom
وَأَخْفَى سَاعَةَ الْإِجَابَةِ فِى يَوْمِ الْجُمْعَةِ لِيَجْتَهِدَ النَّاسُ بِالدُّعَاءِ فِيْهِ،
Dan Allah menyembunyikan waktu ijabah di hari Jum'at supaya manusia bersungguh-sungguh dalam berdoa di hari jum'at
وَأَخْفَى السَّبْعَ الْمَثَانِى فِى جُمْلَةِ سُوَرِ الْقُرْآنِ لِيَجْتَهِدَ النَّاسُ فِى قِرَاءَةِ جَمِيْعِهَا .
Dan Allah menyembunyikan tujuh ayat yang di ulang-ulang dalam keseluruhan surat Al-Qur'an supaya manusia bersungguh-sunguh dalam membaca keseluruhan Al-Qur'an.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi