(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (عَنْ بَعْضِ الْعُبَّادِ أَنَّهُ قَالَ فِى الْمُنَاجَاةِ) فِى اللَّيْلِ (إِلٰهِىْ طُوْلُ الْأَمَلِ غَرَّنِيْ) أَىْ خَدَعَنِيْ وَقَدْ ذَمَّ اللّٰهُ الْأَمَلَ بِقَوْلِهِ تَعَالَى [ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ]
Maqolah yang ke dua puluh lima (Dari sebagian dari orang-orang yang ahli beribadah mereka berkata di dalam munajat) Di waktu malam (Wahai tuhanku panjangnya angan-angan telah menipuku) Maksudnya menipuku dan sungguh Allah telah mencela pada panjangnya angan-angan dengan firman Allah Ta'ala [Biarkanlah mereka makan dan bersenang-senang dan akan melalaikan mereka panjangnya angan-angan, Sehingga kelak mereka akan mengetahui]
(وَحُبُّ الدُّنْيَا أَهْلَكَنِيْ) أَىْ أَوْقَعَنِيْ فِى الْمَهْلَكَةِ، رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ [مَنْ أُشْرِبَ قَلْبُهُ حُبَّ الدُّنْيَا اِلْتَاطَ مِنْهَا بِثَلاَبٍ: شَقَاءٍ لاَ يَنْفَدُ عَنَاهُ وَحِرْصٍ لاَ يَبْلُغُ غِنَاهُ وَأَمَلٍ لاَ يَبْلُغُ مُنْتَهَاهُ] رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ
(Dan cinta dunia telah membinasakanku) Maksudnya telah membawaku ke dalam kebinasaan. Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Barang siapa yang telah diberi minum hatinya dengan cinta dunia maka melekat dari dunia itu tiga perkara: Kecelakaan yang tidak akan selesai sulitnya dan keserakahan yang tidak akan sampai kecukupannya dan panjang angan-angan yang tidak akan sampai ujungnya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Thabrani.
(وَالشَّيْطَانُ أَضَلَّنِىْ) أَىْ أَوْقَعَنِيْ فِى طَرِيْقِ مَعْوَجٍ (وَالنَّفْسُ الْأَمَّارَةُ بِالسُّوْءِ) أَىْ اَلَّتِيْ تَأْمُرُ بِاللَّذَاتِ وَالشَّهَوَاتِ الْحِسِّيَّةِ وَتُجْذِبُ الْقَلْبَ إِلَى مَأْوَى الشُّرُوْرِ وَمَنْبَعِ الْأَخْلَاقِ الذَّمِيْمَةِ (عَنِ الْحَقِّ) أَىْ اَلطَّرِيْقِ الْحَقِّ (مَنَعَتْنِيْ)
(Dan setan telah menyesatkanku) Maksudnya ia telah menempatkanku ke dalam jalan yang sesat (Dan nafsu yang memerintah pada keburukan) Maksudnya nafsu yang memerintahkan pada kenikmatan materi dan pada syahwat yang buruk dan menarik pada hati pada tempat buruk dan pada sumber akhlak-akhlak yang tercela (Dari kebenaran) Maksudnya dari jalan kebenaran (Telah menghalangiku)
قَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِيْ طَالِبٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: أَخَافُ عَلَيْكُمْ اِثْنَيْنِ اِتِّبَاعَ الْهَوَى وَطُوْلَ الْأَمَلِ فَاِنَّ اتِّبَاعَ الْهَوَى يَصُدُّ عَنِ الْحَقِّ وَطُوْلَ الْأَمَلِ يُنْسِى الْآخِرَةَ. وَقَالَ أَبُوْ سُلَيْمَانَ الدَّارَانِى: أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ خِلَافُ هَوَى النَّفْسِ
Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu telah berkata: Aku mengkhawatirkan kalian pada dua hal: mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan, karena sesungguhnya mengikuti hawa nafsu membuat seseorang menjauh dari kebenaran, dan panjangnya angan-angan itu dapat membuat seseorang melupakan akhirat. Abu Suleiman Al-Daraani berkata: Sebaik-baik amalan adalah yang bertentangan dengan hawa nafsu.
(وَقَرِيْنُ السُّوْءِ عَلَى الْمَعْصِيَةِ أَعَانَنِيْ) قَالَ عَدِيُ بْنُ زَيْدٍ مِنْ بَحْرِ الطَّوِيْلِ:
(Dan teman yang jahat atas kemaksiatan dia mendukung saya) Telah berkata Adi bin Zaid dari Bahar Thowil:
| فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْمُقَارَنِ يَقْتَدِى | * | عَنِ الْمَرْءِ لَا تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ |
| وَلَا تَصْحَبِ الْأَرْدَى فَتَرْدَى مَعَ الرَّدَّى | * | إِذَا كُنْتَ فِى قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِيَارَهُمْ |
| Kamu jangan bertanya tentang seseorang tapi tanyakan tentang siapa teman dekatnya | * | Karena setiap teman dekat terhadap yang didekati akan meniru |
| Ketika kamu berada di suatu kaum maka bersahabatlah dengan yang paling baik dari mereka | * | Dan janganlah kamu bersahabat dengan yang rendah sehingga kamu menjadi rendah bersama orang yang rendah |
(فَأَغِثْنِيْ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ فَاِنْ لَمْ تَرْحَمْنِيْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَرْحَمُنِيْ غَيْرَكَ)
.
(Maka tolonglah aku wahai Allah dzat yang menolong orang-orang yang meminta pertolongan maka jika Engkau tidak berbelas kasih kepadaku maka siapa lagi orang yang mau berbelas kasih kepadaku selain dirimu).
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi