(و) الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (عَنْ بَعْضِ الْحُكَمَاءِ أَنَّهُ قَالَ: اَلزُّهْدُ خَمْسُ خِصَالٍ) مَحْمُوْدَةٍ (اَلثِّقَةُ بِاللّٰهِ) أَيْ مَعَ حُبِّ الْفَقْرِ كَمَا قَالَهُ عَبْدُ اللّٰهِ بْنُ الْمُبَارَكِ وَشَقِيْقُ الْبَلَخِيُّ وَيُوْسُفُ بْنُ أَسْبَاطٍ، وَهٰذَا مِنْ أَمَارَاتِ الزُّهْدِ فَإِنَّهُ لَا يَقْوَى الْعَبْدُ عَلَى الزُّهْدِ إِلَّا بِالثِّقَةِ بِاللّٰهِ تَعَالَى
Maqolah yang ke dua puluh empat (Dari sebagian orang-orang yang bijaksana sesungguhnya mereka berkata: Zuhud itu ada lima perkara) Yang terpuji (Yakin kepada Allah) Maksudnya disertai sikap mencintai kefakiran sebagaimana telah berkata tentangnya Abdullah bin Mubarok dan Syakik Al-Balkhi dan Yusuf bin Asbat, Dan ini termasuk tanda tanda kezuhudan karena sungguh tidaklah kuat seorang hamba untuk zuhud kecuali dengan yakin kepada Allah Ta'ala.
(وَالتَّبَرِّيْ عَنِ الْخَلْقِ) وَهُوَ كَمَا قَالَ أَبُوْ سُلَيْمَانَ الدَّارَانِي: اَلزُّهْدُ تَرْكُ مَا يُشْغِلُ عَنِ اللّٰهِ تَعَالَى (وَالْإِخْلَاصُ فِى الْعَمَلِ) وَهُوَ كَمَا قَالَ يَحْيَى بْنُ مُعَاذٍ: لَا يَبْلُغُ أَحَدٌ حَقِيْقَةَ الزُّهْدِ حَتَّى يَكُوْنَ فِيْهِ ثَلَاثُ خِصَالٍ: عَمَلٌ بِلَا عِلَاقَةٍ، وَقَوْلٌ بِلَا طَمَعٍ، وَعِزٌّ بِلَا رِيَاسَةٍ
(Dan berlepas diri dari makhluk) Yaitu sebagaimana telah berkata Abu Sulaiman Ad-Darani: Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang menyibukkannya dari Allah Ta'ala (Dan Ikhlas dalam beramal) Yaitu sebagaimana telah berkata Yahya bin Mu'ad: Tidaklah seseorang mencapai hakikat zuhud hingga ada dalam dirinya tiga sifat: Amal perbuatan tanpa pamrih dan berucap tanpa toma' dan mulia tanpa menjadi pemimpin.
(وَاحْتِمَالُ الظُّلْمِ). عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: [اَلزَّهَادَةُ فِى الدُّنْيَا لَيْسَتْ بِتَحْرِيْمِ الْحَلَالِ وَلَا إِضَاعَةِ الْمَالِ وَلٰكِنَّ الزَّهَادَةَ فِي الدُّنْيَا أَنْ لَا تَكُوْنَ بِمَا فِي يَدِكَ أَوْثَقَ مِنْكَ بِمَا فِى يَدِ اللّٰهِ وَأَنْ تَكُوْنَ فِى ثَوَابِ الْمُصِيْبَةِ إِذَا أَنْتَ أُصِبْتَ بِهَا أَرْغَبَ مِنْكَ فِيْهَا لَوْ أنَّهَا أُبْقِيَتْ لَكَ] رَوَاهُ التُّرْمُذِيُّ وَابْنُ مَاجَه عَنْ أَبِى ذَرٍّ.
(Dan menahan kedzoliman) Dari Nabi ﷺ sesungguhnya Nabi bersabda: [Zuhud di dunia itu bukan dengan mengharamkan pada yang halal dan bukan menyia-nyiakan harta akan tetapi zuhud di dunia itu adalah hendaknya kamu tidak terbukti dengan harta yang ada di tanganmu lebih meyakinkan dirimu dari pada harta kekayaan yang ada di tangan Allah dan hendaknya kamu ada dalam meraih pahala musibah ketika kamu tertimpa dengan musibah itu lebih disukai olehmu daripada musibah itu sendiri andai benar-benar musibah itu ditetapkan padamu]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah dari Abu Dzar.
(وَالْقَنَاعَةُ بِمَا فِى الْيَدِ) وَهُوَ كَمَا قَالَ الْجُنَيْدُ: اَلزُّهْدُ خُلُوُّ الْقَلْبِ عَمَّا خَلَتْ مِنْهُ الْيَدُ. وَقَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ: اَلزُّهْدُ فِى الدُّنْيَا قَصْرُ الْأَمَلِ لَيْسَ بِأَكْلِ الْغَلِيْظِ وَلَا بِلُبْسِ الْعَبَاءِ وَهٰذَا مِنْ أَمَّارَاتِ الزُّهْدِ وَالْأَسْبَابِ الْبَاعِثَةِ عَلَيْهِ فَالزَّاهِدُ لَا يَفْرَحُ بِمَوْجُوْدٍ مِنَ الدُّنْيَا وَلَا يَتَأَسَّفُ عَلَى مَفْقُوْدٍ مِنْهَا .
(Dan Qona'ah atas harta yang ada di tangan) Yaitu sebagaimana Imam Junaid telah berkata: Zuhud adalah kosongnya hati dari perkara yang kosong darinya oleh tangan. Dan Sufyan Ats-Tsauri berkata: Zuhud di dunia adalah memendekkan lamunan bukan dengan memakan makanan yang kasar-kasar dan bukan dengan memakai jubah dan ini hanyalah sebagin dari tanda tanda zuhud dan ini termasuk sebab-sebab yang mendorong pada zuhud. Orang yang zuhud tidak bergembira pada yang ada di dunia dan tidak sedih atas sesuatu yang hilang darinya.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi