(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: رَأَيْتُ جَمِيْعَ الْأَخِلَّاءِ) أَيْ اَلْأَصْدِقَاءِ (فَلَمْ أَرَ خَلِيْلًا أَفْضَلَ مِنْ حِفْظِ اللِّسَانِ) وَكَمْ بَيْنَ عَبْدٍ سَكَتَ تَصَاوُنًا عَنِ الْكَذِبِ وَالْغِيْبَةِ وَبَيْنَ عَبْدٍ سَكَتَ لِاسْتِيْلَاءِ سُلْطَانِ الْهَيْبَةِ عَلَيْهِ
Maqolah yang ke dua puluh tiga (Telah berkata Umar Radhiallahu Anhu: Aku melihat seluruh teman) Maksudnya teman-teman (Maka aku tidak melihat teman yang lebih utama dari pada menjaga lisan) Dan betapa banyak di antara seorang hamba diam untuk menjaga diri dari kebohongan dan gibah dan betapa banyak di antara seorang hamba diam karena begitu dominannya wibawa pada orang itu.
(وَرَأَيْتُ جَمِيْعَ اللِّبَاسِ فَلَمْ أَرَ لِبَاسًا أَفْضَلَ مِنَ الْوَرَعِ) قَالَ إِبْرَاهِيْمُ بْنُ أَدْهَمَ: اَلْوَرَعُ تَرْكُ كُلِّ شُبْهَةٍ أَمَّا تَرْكُ مَا لَا يَنْفَعُكَ فَهُوَ تَرْكُ الْفُضَلَاتِ. قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ لِأَبِيْ هُرَيْرَةَ: [كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ].
(Dan aku melihat seluruh pakaian maka aku tidak melihat pakaian yang lebih utama dari pada wara') Telah berkata Ibrahim bin Adham: Wara adalah meninggalkan setiap syubhat adapun meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat untukmu maka itu adalah meninggalkan sampah. Telah bersabda Rasulullah ﷺ kepada Abu Huroiroh: [Jadilah engkau bersifat wara maka pasti kau akan menjadi manusia yang paling banyak pahala ibadahnya].
(وَرَأَيْتُ جَمِيْعَ الْمَالِ فَلَمْ أَرَ مَالًا أَفْضَلَ مِنَ الْقَنَاعَةِ) وَهِيَ تَرْكُ التَّطَلَُع إِلَى الْمَفْقُوْدِ وَالْاِسْتِغْنَاء بِالْمَوْجُوْدِ. قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ: [كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ وَگُنْ قَنِعًا تَگُنْ اَشْگَرَ النَّاسِ، واَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَگُنْ مُؤْمِنًا، وَأَحْسِنْ مُجَاوَرَةَ مَنْ جَاوَرَكَ تَكُنْ مُسْلِمًا، وَأَقِلَّ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَ].
(Dan aku melihat seluruh jenis harta maka aku tidak melihat harta yang lebih utama dari qona'ah) Qona'ah adalah meninggalkan dari mengharapkan pada sesuatu yang tidak ada dan merasa cukup pada perkara yang ada. Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Jadilah kamu orang yang wara' maka pasti kamu akan menjadi manusia yang paling banyak pahala ibadahnya dan jadilah kamu orang yang qona'ah maka pasti kamu akan menjadi manusia yang paling bersyukur, dan cintailah olehmu manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri maka pasti kamu akan menjadi orang yang beriman, berbuat baiklah kamu dengan tetangga yang menjadi tetanggamu maka pasti kamu akan menjadi seorang muslim, dan sedikitlah tertawa karena sesungguhnya banyak tertawa itu dapat mematikan hati].
(وَرَأَيْتُ جَمِيْعَ الْبِرِّ فَلَمْ أَرَ بِرًّا أَفْضَلَ مِنَ النَّصِيْحَةِ) هِيَ الصِّدْقُ فِى الْعَمَلِ اهـ.
(Dan aku melihat seluruh kebaikan maka aku tidak melihat kebaikan yang lebih utama dari ketulusan) Ketulusan adalah jujur dalam beramal.
وَالْبِرُّ نَوْعَانِ: صِلَةٌ وَمَعْرُوْفٌ، فَالصِّلَةُ تَبَرُّعٌ بِبَذْلِ الْمَالِ فِى الْجِهَاتِ الْمَحْمُوْدَةِ لِغَيْرِ عِوَضٍ مَطْلٌوْبٍ. قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ : [جُبِلَتِ الْقُلُوْبُ عَلَى حُبِّ مَنْ أَحْسَنَ إِلَيْهَا وَبُغْضِ مَنْ أَسَاءَ إِلَيْهَا]. فَفِى الْبِرِّ رِضَا النَّاسِ وَفِى التَّقْوَى رِضَا اللّٰهِ تَعَالَى وَمَنْ جَمَعَ بَيْنَهُمَا فَقَدْ تمَّتْ سَعَادَتُهُ وَعَمَّتْ نِعْمَتُهُ.
Dan kebaikan itu ada dua macam: Silah dan ma'ruf. Silah adalah bersuka rela dengan mengeluarkan harta untuk tujuan yang terpuji tanpa imbalan yang di harapkan. Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Hati diberi sifat untuk mencintai orang yang berbuat baik padanya dan membenci orang yang berbuat jahat padanya]. Maka dalam kebaikan ada keridhoan manusia dan dalam ketakwaan ada keridhoan Allah Ta'ala dan barang siapa yang mengumpulkan keduanya maka benar benar menjadi sempurna kebahagiaannya dan menjadi merata kenikmatannya.
وَالْمَعْرُوْفُ نَوْعَانِ: قَوْلٌ وَعَمَلٌ، فَالْقَوْلُ هُوَ طِيْبُ الْكَلَامِ وَحُسْنُ الْبِشْرِ وَالتَّوَدُّدُ بِجَمِيْلِ الْقَوْلِ، وَالْعَمَلُ هُوَ بَذْلُ الْجَاهِ وَالْإِعَانَةُ بِالنَّفْسِ فِى النَّائِبَةِ.
Dan ma'ruf itu ada dua macam: Ucapan dan Amal. Maka kema'rufan yang berupa ucapan adalah baiknya ucapan dan bagusnya keceriaan wajah dan berusaha dicintai orang lain dengan perkataan yang indah. Dan kema'rufan yang berupa amal adalah mengunakan kedudukannhya dan menolong orang lain dengan nyawa sekalipun dalam bencana.
(وَرَأَيْتُ جَمِيْعَ الْأَطْعِمَةِ فَلَمْ أَرَ طَعَامًا أَلَذَّ مِنَ الصَّبْرِ) وَالصَّبْرُ ثَلَاثَةُ أَرْكَانٍ: حَبْسُ النَّفْسِ عَنِ السُّخْطِ بِالْقَضَاءِ، وَحَبْسُ اللِّسَانِ عَنِ الْقَوْلِ السَّيْئِ، وَحَبْسُ الْجَوَارِحِ عَنْ نَحْوِ لَطْمٍ وَشَقِّ جَيْبٍ وَصِيَاحٍ وَتَسْوِيْدِ وَجْهٍ وَوَضْعِ نَحْوِ تُرَابٍ عَلَى نَحْوِ رَأْسٍ.
(Dan aku melihat seluruh makanan maka aku tidak melihat makanan yang lebih lezat dari kesabaran) Dan sabar itu ada tiga rukun: menjaga nafsu dari marah pada qodho dan menjaga lisan dari berkata buruk dan menjaga anggota badan dari seumpama memukul dan merobek kerah baju dan menjerit dan menghitam-hitamkan wajah dan meyimpan semisal tanah di atas semisal kepala.
فَمَنْ قَامَ بِهٰذِهِ الْأَرْكَانِ جَازَ فَضِيْلَةَ الصَّبْرِ الَّذِيْ هُوَ نِصْفُ الْإِيْمَان وَصَارَتِ الْبَلِيَّةُ مَحْضَ إِحْسَانٍ.
Maka barang siapa yang mendirikan tiga rukun ini maka dia pasti meraih keutamaan sabar yang keutamaan sabar itu adalah setengah dari keimanan dan pasti sebuah ujian akan menjadi kebaikan yang murni.
ثُمَّ الصَّبْرُ عَلَى أَقْسَامٍ: صَبْرٌ عَلَى مَا هُوَ كَسْبٌ لِلْعَبْدِ، وَصَبْرٌ عَلَى مَا لَيْسَ بِكَسْبٍ. فَالصَّبْرُ عَلَى الْمُكْتَسَبِ عَلَى قِسْمَيْنِ: صَبْرٌ عَلَى مَا أَمَرَ اللّٰهُ تَعَالَى بِهِ وَصَبْرٌ عَلَى مَا نُهِيَ عَنْهُ
Dan sabar itu ada beberapa bagian: Sabar atas sesuatu yang sesuatu itu adalah wilayah ikhtiar untuk seorang hamba. Dan sabar atas sesuatu yang bukan termasuk wilayah ikhtiar hamba. Dan sabar atas wilayah ikhtiar manusia itu ada dua bagian: Sabar atas sesuatu yang telah Allah perintahkan dengannya dan sabar atas sesuatu yang telah dilarang darinya
وَأمَّا الصَّبْرُ عَلَى مَا لَيْسَ بِمُكْتَسَبٍ لِلْعَبْدِ فَصَبْرُهُ عَلَى مُقَاسَاةِ مَا يَتَّصِلُ بِهِ مِنْ حُكْمِ اللهِ فِيْمَا يَنَالُهُ فِيْهِ مَشَقَّةٌ.
Dan adapun sabar atas sesuatu yang bukan termasuk wilayah ikhtiar hamba yakni sabarnya hamba atas kerasnya sesuatu yang menimpa kepadanya dari takdir Allah dalam perkara yang ia peroleh di dalamnya ada kesengsaraan.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi