(وَ) الْمَقَالَةُ الْحَادِيَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الدَّوْرِيِّ) رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى (شَقِيَ إِبْلِيْسُ بِخَمْسَةِ أَشْيَاءَ: لم يُقِرَّ بِالذَّنْبِ) أَيْ لَمْ يَعْتَرِفْ بِهِ عَلَى نَفْسِهِ (وَلَمْ يَنْدَمْ) أَيْ لَمْ يَحْزَنْ عَلَى ذَنْبِهِ (وَلَمْ يَلُمْ نَفْسَهُ) عَلَى فِعْلِهِ (وَلَمْ يَعْزِمْ عَلَى التَّوْبَةِ، وَقَنِطَ) مِنْ بَابِ ضَرَبَ وَتَعِبَ (مِنْ رَحْمَةِ اللّٰهِ. وَسَعِدَ آدَمُ) عَلَيْهِ السَّلَامُ
Maqolah yang ke dua puluh satu (Muhammad bin Dauri berkata) Rahimahullahu Ta'ala (Iblis telah celaka karena lima perkara: Ia tidak mengakui atas dosanya) Maksudnya ia tidak mengakui dosa itu atas dirinya (Dan ia tidak menyesal) Maksudnya ia tidak bersedih atas dosanya (Dan ia tidak mencela dirinya) Karena perbuatannya (Dan ia tidak niat untuk bertaubat, dan ia berputus asa) lafadz قنط itu dari bab wazan ضَرَبَ dan dari bab wazan تَعِبَ (Dari rahmat Allah. Dan Nabi Adam telah bahagia) Alaihis Salam
(بِخَمْسَةِ أَشْيَاءَ: أَقَرَّ بِالذَّنْبِ) وَقَالَ: [رَبَّنَا َظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ] [الأعرَاف: الآية ٢٣].
(Karena lima perkara: Ia mengakui atas dosanya) Dan ia berkata: [Tuhan kami kami telah mendzolimi diri kami dan jika engkau tidak memberikan ampunan untuk kami dan jika engkau tidak menyayangi kami sungguh kami benar-benar akan menjadi termasuk dari golongan orang orang yang rugi] [Q.S Al-A'rof: Ayat 23]
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا: [إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا اعْتَرَفَ بِذَنْبِهِ ثُمَّ تَابَ تَابَ اللّٰهُ عَلَيْهِ] رَوَاهُ الشَّيْخَانِ
Dan dari Aisyah Radhiallahu Anha: [Sesungguhnya seorang hamba ketika ia mengakui atas dosanya kemudian ia bertaubat maka pasti Allah akan menerima tobat atasnya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Bukhari dan Imam Muslim
(وَنَدِمَ عَلَيْهِ) أَيْ اَلذَّنْبِ. وَعَنْ عَبْدِ اللّٰهِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ : [مَنْ أَخْطَأَ خَطِيْئَةً أَوْ أَذْنَبَ ذَنْبًا ثُمَّ نَدِمَ فَهُوَ كَفَّارَتُهُ] رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ.
(Dan ia menyesal atasnya) Maksudnya dosa. Dan dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu Anhuma berkata. Nabi ﷺ bersabda: [Barang siapa yang melakukan kesalahan atau melakukan dosa kemudian ia menyesal maka penyesalan itu menjadi penghapus dosanya] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Al-Baihaqi
(وَلَامَ نَفْسَهُ) عَلَى فِعْلِ ذٰلِكَ الْخَطَأِ (وَأَسْرَعَ فِى التَّوْبَةِ) بِتَعَاِطِي أَسْبَابِهَا (وَلَمْ يَقْنَطْ مِنْ رَحْمَةِ اللّٰهِ).
(Dan ia mencaci dirinya) karena melakukan kesalahan itu (Dan ia bersegera dalam bertaubat) Dengan cara memenuhi sebab-sebab taubat (Dan ia tidak berputus asa dari mengharapkan rahmat Allah).
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi