Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 5 Maqolah 20 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 5
BAB 5 MAQOLAH 20

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 5 Maqolah 20

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الْعِشْرُوْنَ (عَنْ حَاتِمِ الْأَصَمِّ رَحِمَهُ اللّٰهُ أَنَّهُ قَالَ: اَلْعَجَلَةُ) أَيْ اَلْإِسْرَاعُ فِى الْأُمُوْرِ (مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا فِى خَمْسِ مَوَاضِعَ فَإِنَّهَا) أَيْ اَلْعَجَلَةَ فِيْهَا (مِنْ سُنَنِ رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ : إِطْعَامُ الضَّيْفِ) بِمَا لَا يَتَكَلَّفُ عِنْدَ الْمُضِيْفِ (إِذَا نَزَلَ) أَيْ اَلضَّيْفُ فِى مَنْزِلِهِ.

Maqolah yang ke dua puluh (Dari Hatim Al-Ashom Rahimahullah sesungguhnya ia berkata: Terburu-buru) Maksudnya tergesa gesa dalam suatu urusan (Itu dari setan kecuali dalam lilma tempat karena sesungguhnya terburu-buru) Maksudnya terburu-buru dalam lima tempat (Itu termasuk sunah sunah Rasulullah ﷺ: Memberi makan tamu) Dengan makanan yang tidak memberatkan bagi tuan rumah (Ketika singgah) Maksudnya tamu ke dalam rumahnya tuan rumah.

وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ ﷺ قَالَ: [مَنْ أَظْعَمَ أَخَاهُ المُسْلِمَ شَهْوَتَهُ حَرَّمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى عَلَى النَّارِ] أَخْرَجَهُ الْبَيْهَقِيُّ.

Dan dari Abu Huroiroh Radhiallahu Anhu: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: [Barang siapa memberi makan kepada saudaranya yang muslim yang menjadi kesenangannya maka Allah mengharamkan padanya masuk neraka] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Al-Baihaqi.

وَعَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ قَالَ: [مَنْ أَطْعَمَ أَخَاهُ مِنَ الْخُبْزِ حَتَّى يُشْبِعَهُ وسَقَاهُ مِنَ الْمَاءِ حَتَّى يُرْوِيَهُ بَعُدَ مِنَ النَّارِ سَبْعَ خَنَادِقَ كُلُّ خَنْدَقٍ مَسِيرَةُ سَبْعِمِائَةِ عَامٍ] أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ وَالطَّبْرَانِيُّ وَالْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiallahu Anhuma sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: [Barang siapa yang memberi makan saudaranya roti samapi ia mengenyangkannya dan ia memberi minum saudaranya air sampai ia menyegarkannya maka ia menjadi jauh dari neraka tujuh jurang setiap jurangnya itu perjalanan tujuh ratus tahun]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam An-Nasai dan Imam Thabrani dan Imam Hakim dan Imam Al-Baihaqi

(وَتَجْهِيْزُ الْمَيْتِ) بِالْغُسْلِ وَالتَّكْفِيْنِ وَالصَّلَاةِ عَلَيْهِ وَالدَّفْنِ (إِذَا مَاتَ) يَقِيْنًا.

(Dan mengurus orang mati) Dengan cara memandikan dan mengkafani dan mensholati atasnya dan mengurubkan (Ketika mati) Secara yakin.

رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إِنَّ أَوَّلَ مَا يُجَازَى الْمُؤْمِنُ بَعْدَ مَوْتِهِ أَنْ يُغْفَرَ لِجَمِيعِ مَنْ تَبِعَ جَنَازَتَهُ] رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ.

Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sesungguhnya perkara yang pertama kali di balas kepada orang mu'min setelah kematiannya adalah diampuni bagi semua orang yang mengikuti jenazahnya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Al-Baihaqi.

وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إِذَا مَاتَ الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ اسْتَحْيَا اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُعَذِّبَ مَنْ حَمَلَهُ وَمَنْ تَبِعَهُ ومَنْ صَلَّى عَلَيْهِ] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ.

Diriwayatkan sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: [Ketika mati seorang lelaki dari Ahli surga maka Allah Azza Wajalla malu untuk mengadzab kepada orang yang membawanya dan kepada orang yang mengikutinya dan kepada orang yang mensholati atasnya].Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Al-Baihaqi

(وَتَزْوِيْجُ الْبِنْتِ إِذَا بَلَغَتْ) عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ قَالَ: [مَنْ زَوَّجَ بِنْتًا تَوَّجَهُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجَ الْمُلُوكِ] أَخْرَجَهُ ابْنُ شَاهِيْنِ.

(Dan menikahkan anak perempuan ketika telah baligh) Dari Aisyah Radhiallahu Anha Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: [Barang siapa yang menikahkan anak perempuan maka Allah pasti akan memberikan mahkota kepadanya pada hari kiamat dengan mahkota para raja] Telah meriwayatkan pada hadits ini Ibnu Syahin.

(وَقَضَاءُ الدَّيْنِ إِذَا وَجَبَ) كَأَنْ جَاءَ أَجَلُهُ (وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ إِذَا فَرَطَ) بِوَزْنِ قَتَلَ أَيْ تَقَدَّمَ، وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا: [إنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ فِى الْمَجْلِسِ يَقُوْلُ: رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الغَفُورُ مِائَةَ مَرَّةٍ] رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُوْ دَاوُدَ.

(Dan membayar hutang ketika sudah wajib) Seperti telah datang temponya (Dan bertaubat dari dosa ketika telah melakukannya) Lafadz فَرَطَ dengan wazan قَتَلَ Maksudnya telah berlalu. Dari Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma: [Sungguh kami benar-benar menghitung kepada Rasulullah ﷺ dalam sekali duduk, beliau membaca: Ya Tuhanku, semoga engkau mengampuniku dan semoga engkau menerima taubatku sesungguhnya engkau maha penerima taubat dan maha pengampun, seratus kali.] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi dan Imam Abu Daud.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan