Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 5 Maqolah 17 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 5
BAB 5 MAQOLAH 17

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 5 Maqolah 17

 

(و) الْمَقَالَةُ السَّابِعَةَ عَشْرَةَ (عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: النَّجْوَى تُحَصِّنُ الْأَسْرَارَ) أَيْ الْمُسَارَرَةُ تَحْفَظُ الْأُمُوْرَ الْمَكْتُوْمَةِ, فَكِتْمَانُ الْأَسْرَارِ أَقْوَى أَسْبَابِ النَّجَاحِ,

Maqolah yang ke tujuh belas (Dari Nabi ﷺ: Berbisik-bisik itu dapat membentengi rahasia-rahasia) Maksudnya berbisik-bisik itu dapat menjaga urusan yang disimpan. Maka menyimpan rahasia-rahasia adalah paling kuatnya sebab kesuksesan.

رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: [اِسْتَعِيْنُوْا عَلَى الْحَاجَاتِ بِالْكِتْمَانِ فَإِنَّ كُلَّ ذِيْ نِعْمَةٍ مَحْسُوْدٌ].

Diriwayatkan dari Nabi ﷺ sesunngguhnya Nabi bersbda: [Minta tolonglah kalian semua atas kebutuhan dengan cara menyembunyikan karena sesungguhnya setiap yang memiliki nikmat akan dihasud].

(وَالصَّدَقَةُ تُحَصِّنُ الْأَمْوَالِ) رُوِيَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ: [مَا مِنْ يَوْمٍ غَرَبَتْ فِيْهِ شَمْسُهُ إِلَّا وَمَلكَانِ يُنَادِيَانِ: اَللّٰهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَمُمْسِكًا تَلَفًا وَأُنْزِلَ فِى ذَالِكَ الْقُرْآنُ: فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ ٥ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ ٦ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ ٧] [الليل: الآية ٥-٧]

(Dan sedekah itu akan menjaga harta-harta) Diriwayatkan dari Abu Darda ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: [Tidak ada satu haripun yang mataharinya terbenam di dalamnya melainkan dua malaikat berseru: Ya Allah semoga engkau memberikan kepada orang yang berinfak pengganti dan semoga engkau memberikan kepada orang yang pelit kerusakan. Dan diturunkan Al-Quran dalam makna seperti itu: Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, (5) dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, (6) maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (7) ]. [Q.S Al-Lail: Ayat 5-7]

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عنهُمَا: أَيْ مَنْ أَعْطَى فِيْمَا أُمِرَ وَاتَّقَىٰ فِيْمَا حَضَرَ وَصَدَّقَ بِالْخَلَفِ مِنْ عَطَائِهِ فَسَنُهَيِّئُهُ لِلْخَصْلَةِ الَّتِيْ تُؤَدِّي إِلَى رَاحَةٍ.

Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma berkata: Maksudnya orang yang memberikan hartanya pada perkara yang ia telah diperintah dan ia berhati-hati pada harta yang ada dan ia membenarkan pada balasan dari pemberiannya maka kami akan menjadikan ia berseri-seri karena kebiasaan yang mendorong kebiasaan itu pada ketenangan.

(وَالْإِخْلَاصُ يُحَصِّنُ الْأَعْمَالِ) فَأَعْلَى مَرَاتِبِ الْإِخْلَاصِ تَصْفِيَةُ الْعَمَلِ عَنْ مُلَاحَظَةِ الْخَلْقِ بِأَنْ لَا يُرِيْدَ بِعِبَادَتِهِ إِلَّا إِمْتِثَالَ أَمْرِ اللّٰهِ وَالْقِيَامَ بِحَقِّ الْعُبُوْدِيَّةِ دُوْنَ إِقْبَالِ النَّاسِ عَلَيْهِ بِالْمَحَبَّةِ وَالثَّنَاءِ وَالْمَالِ وَنَحْوِ ذَالِكَ.

(Dan Ikhlas itu dapat menjaga amal-amal) Maka paling tingginya tingkatan-tingkatan ikhalas adalah memurnikan amal dari perhatian manusia dengan tidak mengharapkan atas ibadahnya kecuali menjalankan perintah Allah dan mendirikan kewajiban ibadah bukan karena supaya manusia menghapad padanya dengan cinta dan pujian dan harta dan semisal dari itu semua.

وَالْمَرْتَبَةُ الثَّانِيَةُ: أَنْ يَعْمَلَ لِلّٰهِ لِيُعْطِيَهُ الْحُظُوْظَ الْأُخْرَوِيَةَ كَالْبُعَادِ عَنِ النَّارِ وَإِدْخَالِهِ الْجَنَّةَ وََتَنْعِيْمِهِ بِأَنْوَاعِ مَلَاذِهَا.

Dan tingkatan yang kedua: Adalah beramal karena Allah supaya Allah memberi kepadanya bagian keakhiratan seperti dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga dan diberikan kenikmatan kenikmatan dengan berbagai warna kenikmatan surga.

وَالْمَرْتَبَةُ الثَّالِثَةُ: أَنْ يَعْمَلَ لِلّٰهِ لِيُعْطِيَهُ حَظًّا دُنْيَوِيًا كَتَوْسِعَةِ الرِّزْقِ وَدَفْعِ الْمُؤْذِيَاتِ وَمَا عَدَا ذَالِكَ رِيَاءُ مَذْمُوْمٍ.

Dan tingkatan ikhlas yang ketiga: Adalah beramal karena Allah supaya Allah memberi kepadanya bagian duniawi seperti diluaskannya rizki dan dicegah dari hal-hal yang menyakitkan. Dan perkara yang selain itu semua adalah ria yang tercela.

(وَالصِّدْقُ) فِى الْمَقَالِ (يُحَصِّنُ الْأَقْوَالَ) فَالْكَاذِبُ غَيْرُ مَقْبُوْلٍ كَلَامُهُ عِنْدَ اللّٰهِ وَعِنْدَ الْخَلْقِ.

(Dan jujur) Dalam perkataan (Itu dapat membentengi berbagai perkataan) Maka orang yang berbohong itu tidak diterima ucapannya di sisi Allah dan di sisi Makhluk.

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا فِى قَوْلِهِ تَعَالَى: [وَلَا تَلْبِسُوْا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ]. [البقرة: الآية ٤٢]. أَيْ لَا تُخَلِّطُوْا الصِّدْقَ بِالْكَذِبِ.

Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma berkata mengenai firman Allah Ta'ala: [Janganlah kalian saling mencampuradukkan kebenaran dengan kebathilan]. [Q.S Al-Baqoroh: Ayat 42]. Maksudnya janganlah kalian mencampuradukkkan kejujuran dengan kedustaan.

وَقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: اَلْخَرْسُ خَيْرٌ مِنَ الْكَذِبِ وَصِدْقُ اللِّسَانِ أَوَّلُ السَّعَادَةٍ.

Sebagian orang-orang bijaksana berkata: Bisu itu lebih baik daripada bohong dan jujurnya perkataan adalah awal kebahagiaan.

وَقَالَ بَعْضُ الْبُلَغَاءِ: اَلصَّادِقُ مُصَانٌ خَلِيْلٌ وَالْكَاذِبُ مُهَانٌ ذَلِيْلٌ.

Sebagian ulama ahli balaghoh berkata: Orang yang jujur itu dijaga dikasihi dan orang yang berbohong itu terhina lagi rendah

(وَالْمَشُوْرَةُ) فِى الْأُمُوْرِ (تُحَصِّنُ الْآرَاءَ) أَيْ اَلتَّدْبِيْرَاتِ فَالْمَشُوْرَةُ سَبَبُ نَجَاةٍ مِنْ سِهَامِ الظُّلْمِ.

(Musyawarah) di dalam berbagai perkara (Itu dapat membentengi berbagai pendapat) Maksudnya berbagai pemikiran karena musyawarah adalah sebab keselamatan dari berbagai anak panah kedzoliman

رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: [اَلْمَشُوْرَةُ حِصْنٌ مِنَ النَّدَامَةِ وَأَمَانٌ مِنَ الْمَلَامَةِ].

Diriwayatkan dari Nabi ﷺ sesungguhnhya Nabi bersabda: [Musyawarah adalah benteng dari penyesalan dan pengaman dari balabencana].

وَقَالَ عَلِيُّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ كَرَّمَ اللّٰهُ وَجْهَهُ وَرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: نِعْمَ الْمَوَازِرَةُ الْمُشَاوَرَةُ, وَبِئْسَ الْاِسْتِعْدَادُ الْاِسْتِبْدَادُ.

Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu Waradhiallahu Anhu berkata: sebaik baiknya memberi bantuan itu dengan bermusyawarah dan sejelek jeleknya persiapan adalah semena-mena.

وَالْمَشُوْرَةُ بِسُكُوْنِ الشِّيْنِ وَفَتْحِ الْوَاوِ أَوْ بِضَمِّ الشِّيْنِ وَسُكُوْنِ الْوَاوِ.

Lafadz المشورة itu dengan mensukunkan huruf ش dan memfathahkan huruf و atau dengan mendhommahkan huruf ش dan mensukunkan huruf و.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan