(وَ) الْمَقَالَةُ السَّادِسَةَ عَشْرَةَ (عَنْ بَعْضِ الْحُكَمَاءِ) رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى (بَيْنَ يَدَيِ التَّقْوَى) أَيْ أَمَامَ التَّقْوَى (خَمْسُ عَقَبَاتٍ) أَيْ مَصَاعِدَ (مَنْ جَاوَزَهَا) أَيْ تِلْكَ الْخَمْسَ (نَالَ التَّقْوَى) وَهِيَ: تَرْكُ مُرَادَاتِ النَّفْسِ, وَمُجَانَبَةُ نَهْيِ اللّٰهِ تَعَالَى.
Maqolah yang ke enam belas (Dari sebagian orang-orang yang bijaksana) Rahimahullahu Ta'ala (Di hadapan takwa) Maksudnya di hadapan takwa (Ada lima rintangan) Maksudnya tanjakan (Barang siapa yang menempuh pada lima rintangan itu) Maksudnya lima tanjakan itu (Maka pasti ia akan memperoleh takwa) Takwa yaitu: Meninggalkan perkara-perkara yang diinginkan oleh nafsu dan menjauhi larangan dari Allah Ta'ala.
(أَوَّلُهَا: اِخْتِيَارُ الشِّدَّةِ) أَيْ الثِّقَلِ (عَلَى النِّعْمَةِ) أَيْ التَّمَتُّعِ.
(Yang pertama dari lima rintangan itu: Adalah memilih kesulitan) Maksudnya beban berat (Di atas kenikmat) Maksudnya kesenangan.
(وَثَانِيْهَا: اِخْتِيَارُ الْجَهْدِ) بِفَتْحِ الْجِيْمِ أَيْ الْمَشَقَّةِ (عَلَى الرَّاحَةِ) أَيْ زَوَالِ التَّعَبِ.
(Dan yang kedua dari lima rintangan itu: Adalah memilih bekerja keras) Lafadz الْجَهْدُ dengan memfathahkan ج Maksudnya bersusah payah (Dari pada bernyaman-nyaman) Maksudnya hilangnya susah payah.
(وَثَالِثُهَا: اِخْتِيَارُ الذِّلِّ) أَيْ الضَّعْفِ (عَلَى الْعِزِّ) أَيْ الْقُوَّةِ وَالْغَلَبَةِ.
(Dan yang ketiga dari lima rintangan itu: Adalah memilih hina) Maksudnya lemah (Di atas kemulyaan) Maksudnya kekuatan dan kemenangan.
(وَرَابِعُهَا: اِخْتِيَارُ السُّكُوْتِ عَلَى الْفُضُوْلِ) وَهُوَ مَا لَا خَيْرَ فِيْهِ مِنَ الْكَلَامِ.
(Dan yang keempat dari lima rintangan itu: Adalah memilih diam dari pada beromong kosong) Beromong kosong adalah sesuatu yang tidak ada kebaikan di dalamnya dari ucapan.
(وَخَامِسُهَا: اِخْتِيَارُ الْمَوْتِ عَلَى الْحَيَاةِ) وَالْمَوْتُ عِنْدَ أَهْلِ اللّٰهِ تَعَالَى قَمْعُ هَوَى النَّفْسِ, فَمَن مَاتَ عَنْ هَوَاهُ فَقَدْ حَيَّى بِهٰذِهِ.
(Dan yang kelima: Adalah memilih mati di atas kehidupan) Dan mati menurut wali Allah adalah hancurnya kesenangan nafsu, Maka barang siapa yang mati dari hawa nafsunya maka benar benar ia telah hidup dalam pengertian ini.
ثُمَّ الْمَوْتُ يَنْقَسِمُ أَرْبَعَةَ أَقْسَامٍ: مَوْتٌ أَحْمَرُ وَهُوَ مُخَالَفَةُ النَّفْسِ,
Kemudian mati terbagi pada empat bagian: Yang pertama adalah mati merah yaitu menyelisihi nafsu
وَمَوْتٌ أَبْيَضُ وَهُوَ الْجُوْعُ لِأَنَّهُ يُنَوِّرُ الْبَاطِنَ وَيُبَيِّضُ وَجْهَ الْقَلْبِ فَمَنْ مَاتَ شَبْعُهُ حَيِيَتْ فَطَنَتُهُ
Dan yang kedua adalah mati putih yaitu lapar karena sesungguhnya lapar itu dapat menerangi batin dan memutihkan wajah hati. Barang siapa yang mati rasa kenyangnya maka pasti hidup kecerdasannya
وَمَوْتٌ أَخْضَرُ وَهُوَ لُبْسُ الْمُرَقَّعِ مِنَ الْخِرَقِ الْمُلْقَاةِ الَّتِيْ لَا قِيْمَةَ لَهَا لِانْقِطَاعِهِ وَشِدَّتِهِ بِالْقَنَاعَةِ
Dan yang ketiga adalah mati hijau yaitu pakaian bertambal dari serpihan-serpihan yang dibuang yang tidak ada nilai baginya karena sifat zuhudnya dan karena sifat sangatnya pada qona'ah.
وَمَوْتٌ أَسْوَدُ وَهُوَ اِحْتِمَالُ أَذَى الْخَلْقِ وَهُوَ الْفَنَاءُ فِى اللّٰهِ لِشُهُوْدِ الْأَذَى مِنْهُ بِرُؤْيَةِ فَنَاءِ الْأَفْعَالِ فِى فِعْلِ مَحْبُوْبِهِ.
Dan yang keempat adalah mati hitam yaitu menanggung rasa sakit dari makhluk. Makhluk adalah fana menurut Allah karena menyaksikan rasa sakit dari Allah dengan melihat perbuatan-perbuatan fana (makhluk) dalam perbuatan dzat (Allah) yang dicintainya.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi