(وَ) الْمَقالَةُ الرَّابِعَةَ عَشْرَةَ (عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ الْأَنْطاكِيِّ رَحِمَهُ اللّٰهُ)
Maqolah yang ke empat belas (Dari Abdullah Al-Anthoki Rahimahullah)
قالَ: (خَمْسٌ هُنَّ مِنْ دَواءِ الْقَلْبِ) عِنْدَ قَسْوَتِهِ وَهٰذِهِ الْخَمْسَةُ مَأْخُوْذَةٌ مِنْ كَلَامِ السَّيِّدِ الْجَلِيْلِ إِبْرَاهِيْمَ الْخَوَّاصِ كَمَا ذَكَرَهُ النَّوَوِيُّ فِي التِّبْيَانِ،
Ia berkata: (Lima perkara ini adalah sebagaian dari obat-obat hati) Ketika kerasnya hati dan lima perkara ini diambil dari kalam tuan yang mulia Ibrahim Al-Khowwas sebagaimana Imam Nawawi telah menyebutkannya dalam kitab At-Tibyan
وَزَادَ بَعْضُهُمْ عَلَى هٰذِهِ الْخَمْسَةِ أَشْيَاءَ كَثِيْرَةً لٰكِنَّ بَعْضُهَا يَدْخُلُ فِيْهَا
Dan sebagian Ulama telah menambahkan pada lima perkara ini lebih banyak akan tetapi sebagian darinya masuk dalam lima perkara ini
(مُجَالَسَةُ الصَّالِحِيْنَ) أَيْ أَهْلِ الْخَيْرِ: أَيْ حُضُوْرُ مَجَالِسِ الْوَعْظِ وَأَخْبَارِ الصَّالِحِيْنَ، وَيَدْخُلُ فِي ذٰلِكَ الصَمْتُ وَالْعُزْلَةُ عَنِ الْخَائِضِيْنَ فِى الْبَاطِلِ
(Duduk bersama orang-orang sholeh) Maksudnya ahli kebaikan: Maksudnya menghadiri majelis-majelis pengajian dan perkataan orang-orang sholeh, dan termasuk dalam hal itu diam dan mengasingkan diri dari orang yang masuk ke dalam kebatilan
(وَقِراءَةُ القُرْآنِ) بِالتَّدَبُّرِ فِي الْمَعْنَى
(Dan membaca Al-Qur'an) Dengan merenung pada ma'nanya
(وَإِخْلَاءُ الْبَاطِنِ) بِتَعَاطِى الْقَلِيْلِ مِنَ الْحَلَالِ فَإِنَّ أَكْلَ الْحَلالِ رَأْسُ الْكُلِّ لِأَنَّهُ يُنَوِّرُ الْقَلْبَ فَتَنْجَلِي مِرْآةُ الْبَصِيْرَةِ مِنَ الصَّدَإِ الْمُوْرِثِ لِلْقَسْوَةِ.
(Dan mengosongkan perut) Dengan memakan sedikit dari yang halal karena sesungguhnya halal adalah pangkal dari segalanya karena sesungguhnya halal itu akan menerangi hati sehingga mengkilat cermin mata hati dari karat yang mengakibatkan kerasnya hati.
وَفِى الْحَدِيْثِ الْمَرْفُوْعِ: [ثَلَاثُ خِصَالٍ تُوْرِثُ الْقَسْوَةَ فِي الْقَلْبِ: حُبُّ الطَّعَامِ وَحُبُّ النَّوْمِ وَحُبُّ الرَّاحَةِ].
Dan di dalam hadits yang marfu: [Tiga perkara yang dapat mengakibatkan keras dalam hati: Suka makan dan suka tidur dan suka bersantai]
(وَقِيَامُ اللَّيْلِ) أَيْ صَلَاةُ النَّافِلَةِ بَعْدَ الْإِسْتِيْقَاظِ مِنَ النَّوْمِ
(Dan sholat malam) Maksudnya sholat sunnah sesudah bangun dari tidur
(وَالتَّضَرُّعُ عِنْدَ الصَّبَاحِ) أَيْ عِنْدَ قُرْبِهِ، أَيْ تَضَرُّعُ الْبَاكِى فِي أَوَاخِرِ اللَّيْلِ لِأَنَّهُ وَقْتُ التَّجَلِّيَاتِ وَنُزُوْلِ الرَّحْمَاتِ.
(Dan bermunajat di pagi hari) Maksudnya ketika dekatnya waktu pagi, maksudnya bermunajatnya orang yang menangis di akhir malam karena sesungguhnya akhir malam adalah waktu munculnya hidayah dari Allah dan waktu turunnya rahmat-rahmat
وَزَادَ بَعْضُهُمْ: كَثْرَةُ الْاِسْتِغْفَارِ وَذِكْرُ الْمَوْتِ وَزِيَارَةُ الْقُبُوْرِ مُعْتَبِرًا بِحَالِ سُكَّانِهَا وَمُشَاهَدَةُ مَنْ فِى النَّزَعِ.
Dan sebagian ulama menambahkan: Banyak beristigfar dan mengingat mati dan berziarah qubur dengan mengambil pelajaran atas keadaan para penghuni qubur dan menyaksikan orang yang dalam keadaan sekarat
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi