(وَ) الْمَقَالَةُ السَّابِعَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (قَالَ الشَّاعِرُ:) مِنْ بَحْرِ الْكَامِلِ الْمَجْزُوِّ :
| قَدْ غَرَّهُ طُوْلُ الْأَمَلِ | * | (يَا مَنْ بِدُنْيَاهُ اشْتَغَلْ |
| حَتّى دَنَا مِنْهُ الْأَجَلُ | * | أَوْ لَمْ يَزَلْ فِى غَفْلَةٍ |
| وَالْقَبْرُ صُنْدُوْقُ الْعَمَلِ | * | الْمَوْتُ يَأْتِي بَغْتَةً |
| لَا مَوْتَ إِلَّا بِالْأَجَلِ) | * | إِصْبِرْ عَلَى أَهْوَالِهَا |
Maqolah yang ke dua puluh tujuh (Telah berkata seorang penyair :) Dari bahar kamil yang dikurangi satu wazan.
| (Wahai orang yang sibuk dengan urusuan dunia | * | Telah menipu kepadanya panjang angan angan |
| Atau orang yang tidak henti hentinya lalai | * | Sampai dekat kepadanya ajal |
| Maut akan datang secara serentak | * | Dan qubur adalah petinya amal |
| Engkau harus bersabar atas kengerian mati | * | Tidak ada kematian kecuali sebab adanya ajal |
وَرَوَى الدَّيْلَمِيُّ أَنَّهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "تَرْكُ الدُّنْيَا أَمَرُّ مِنَ الصَّبْرِ وَأَشَدُّ مِنْ حَطْمِ السُّيُوْفِ فِى سَبِيْلِ اللّٰهِ، وَلَا يَتْرُكُهَا أَحَدٌ إلَّا أَعْطَاهُ اللّٰهُ مِثْلَ مَا يُعْطِي الشُّهَدَاءَ، وَتَرْكُهَا قِلَّةُ الْأَكْلِ وَالشَّبْعِ وَبُغْضُ الثَّنَاءِ مِنْ النَّاسِ، فَإِنَّهُ مَنْ أَحَبُّ الثَّنَاءَ مِنَ النَّاسِ أَحَبَّ الدُّنْيَا وَنَعِيْمَهَا وَمَنْ سَرَّهُ النَّعِيْمُ كُلَّ النَّعِيْمِ فَلْيَدَعِ الدُّنْيَا وَالثَّنَاءَ مِنَ النَّاسِ".
Telah meriwayatkan Imam Ad-dailimi sesungguhnya Nabi ﷺ telah bersabda :"Meninggalkan dunia itu lebih pahit dibandingkan dengan sabar dan lebih berat dibandingkan dengan goresan pedang dalam berperang di jalan Allah, Tidak ada yang meninggalkan dunia seorangpun kecuali Allah akan memberi kepadanya pada semisal perkara yang telah diberikan kepada orang-orang yang mati syahid. Meninggalkan dunia adalah sedikit makan dan kenyang dan membenci pujian dari manusia. Sesungguhnya orang yang mencintai pujian dari manusia adalah orang yang mencintai dunia dan kenikmatannya dan orang yang telah menyenangkannya sebuah kenikmatan atas segala kenikmatan maka ia harus meninggalkan dunia dan pujian dari manusia".
وَرَوَى ابْنُ مَاجَهْ أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "مَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الْآخِرَةَ جَمَعَ اللَّهُ شَمْلَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا رَاغِمَةً، وَمَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُّنْيَا فَرَّقَ اللّٰهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ".
Telah meriwayatkan Ibnu Majah Sesungguhnya Nabi ﷺ telah bersabda : "Barang siapa yang ada niatnya pada akhirat maka pasti Allah akan mengumpulkan urusannya dan Allah akan menjadikan rasa cukup dalam hatinya dan datang kepadanya dengan hina, dan barang siapa yang ada niatnya pada dunia maka pasti Allah akan memecah kepadanya segala urusannya dan pasti Allah akan menjadikan kefakirannya berada di antara dua matanya dan tidak akan datang kepadanya dari dunia kecuali perkara yang telah ditetapkan untuknya".
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi