Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 2 Maqolah 28 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 2
BAB 2 MAQOLAH 28

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 2 Maqolah 28 : Dua Kidung Penawar Qolbu

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّامِنَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (عَنْ أَبِي بَكْرٍ) دَلْفِ بْنِ جَحْدَرٍ (الشِّبْلِيِّ رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى) بَغْدَادِيِّ الْمَوْلِدِ وَالْمَنْشَأِ, صَحِبَ الْجُنَيْدَ وَمَنْ فِي عَصْرِهِ مَالِكِيِّ الْمَذْهَبِ عَاشَ سَبْعًا وَثَمَانِيْنَ سَنَةً وَمَاتَ سَنَةَ أَرْبَعٍ وَثَلَاثِينَ وَثَلَاثِمِائَةٍ وَقَبْرُهُ بِبَغْدَادٍ (وَهُوَ مِنْ عُظَمَاءِ الْعَارِفِيْنَ) بِاللّٰهِ تَعَالَى (قَالَ) فِى مُنَاجَاتِهِ (إلَهِيْ إنِّي أُحِبُّ أَنْ أَهَبَ لَكَ جَمِيْعَ حَسَنَاتِيْ مَعَ فَقْرِيْ) أَيْ احْتِيَاجِيْ لِلْحَسَنَاتِ (وَضُعْفِيْ) أَيْ عَجْزِيْ عَنْ إِكْثَارِ الْعِبَادَاتِ (فَكَيْفَ لَا تُحِبُّ سَيِّدِيْ) بِحَذْفِ حَرْفِ النِّدَاءِ (أَنْ تَهَبَ لِيْ) أَيْ تَسْمَحَ لِيْ (جَمِيْعَ سَيِّئَاتِيْ مَعَ غِنَاكَ مَوْلَايَ عَنِّيْ) أَيْ عَذَابِيْ فَإِنَّ سَيِّئَاتِيْ لَا تَضُرُّكَ وَحَسَنَاتِيْ لَا تَنْفَعُكَ،

Maqolah yang ke dua puluh delapan (Dari Abu bakar) dalf bin jahdar (As-Syibli rahimahullahu Ta'ala) Bagdad kelahirannya dan tempat ia dibesarkan, Imam Syibli bersahabat dengan Imam junaid dan ulama di zamannya, maliki madhabnya. Imam Syibli hidup selama 87 tahun dan beliau mati di tahun 334 H dan kuburannya ada di bagdad (Dia adalah pembesar dari kalangan orang orang yang ma'rifat) kepada Allah Ta'ala (Telah berkata Abu Bakar As-Syibli) Dalam munajatnya (Wahai tuhanku Sesungguhnya aku ingin menghadiahkan kepadamu semua kebaikan-kebaikan saya meskipun saya fakir) Maksunya meskipun saya butuh pada kebaikan-kebaikan (Meskipun saya lemah) Maksudnya lemahnya saya dari memperbanyak ibadah (Maka bagaimana kau tidak suka wahai tuanku) Lafadz سَيِّدِيْ dengan membuang huruf nida (Menghibahkan kepadaku) Maksudnya engkau memaafkan kepadaku (Pada semua dosa-dosaku meskipun engkau tidak butuh wahai tuanku kepadaku) Maksudnya tidak butuh mengadabku, Karena sesungguhnya dosa-dosaku tidak akan membahayakanmu dan kebaikan-kebaikanku tidak bermanfaat padamu.

وَقَدْ أَجَازَنِيْ بَعْضُ الْفُضَلَاءِ أَنْ أَقْرَأَ بَعْدَ صَلَاةِ الْجُمُعَةِ سَبْعَ مَرَّاتٍ هَذِهِ الْأَبْيَاتِ الثَّلَاثَةَ [مِنْ بَحْرِ الْوَافِرِ] :

وَلَا أَقْوَى عَلَى نَارِ الْجَحِيْمِ * إِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلًا
فَإِنّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيمِ * ْفَهَبْ لِي زَلَّتِيْ وَاغْفِرْ ذُنُوبِي
وَثَبِّتْنِيْ عَلَى النَّهْجِ الْقَوِيْمِ * وَعَامِلْنِي مُعَامَلَةَ الْكَرِيْمِ

Telah mengijazahkan kepadaku sebagian dari para ulama supaya saya membaca sesudah sholat jum'at tujuh kali tiga bait ini [dari bahar wafir]

Wahai tuhanku tidaklah aku untuk surga firdaus sebagai orang yang layak * Dan aku tidak kuat pada neraka jahim
Semoga engkau membebaskan untukku kesalahanku dan semoga engkau mengampuni dosa-dosaku * Maka sesungguhnya engkau adalah dzat yang mengampuni dosa yang besar.
Semoga engkau memperlakukan aku dengan amalan-amalan yang mulia * Dan semoga engkau menetapkanku pada manhaj yang lurus

(حِكَايَةٌ) قَدِمَ الشِّبْلِيُّ عَلَى ابْنِ مُجَاهِدٍ فَعَانَقَهُ ابْنُ مُجَاهِدٍ وَقَبَّلَ بَيْنَ عَيْنَيْهِ فَسُئِلَ عَنْ ذٰلِكَ، فَقَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى النَّوْمِ وَقَدْ أَقْبَلَ الشِّبْلِيُّ، فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إلَيْهِ وَقَبَّلَ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللّٰهِ أَتَفْعَلُ هَذَا بِالشِّبْلِيِّ؟ قَالَ نَعَمْ إنَّهُ لَمْ يُصَلِّ فَرِيْضَةً إلَّا وَهُوَ يَقْرَأُ خَلْفَهَا {لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ} إِلَى آخِرِ الْآيَتَيْنِ, وَيَقُوْلُ: صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدُ، فَسَأَلْتُ الشِّبْلِيَّ عَمَّا يَقُوْلُهُ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَكَرَ مِثْلَهُ.

(Kisah) Telah menghadap Imam Syibli kepada Ibnu Mujahid kemudian Ibnu mujahid merangkul Imam syibli kemudian ia mengecup di antara dua matanya Imam Syibli kemudian Ibnu Mujahid ditanya tentang perbuatannya maka Ibnu mujahid menjawab : Aku melihat Nabi dalam mimpi. Sungguh telah menghadap Imam Syibli kemudian berdiri Nabi di hadapan Imam Syibli kemudian Nabi mengecup di antara dua mata Imam Syibli, kemudian saya berkata : Wahai Rasulullah kenapa engkau melakukan ini kepada Imam Syibli ? maka Nabi bersabda ya sesungguhnya Abu bakar As-Syibli tidaklah ia menunaikan sholat yang fardhu kecuali ia membaca sesudah sholat {لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ} sampai akhir dua ayat,kemudian ia membaca : صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدُ. Kemudian aku bertanya kepada Imam Syibli tentang perkara yang selalu ia baca sesudah sholat maka bercerita Imam Syibli tentang hal semisal itu.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan