Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 2 Maqolah 26 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 2
BAB 2 MAQOLAH 26

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 2 Maqolah 26 : Dua Perbuatan Tercela

 

(وَ) الْمَقَالَةُ السَّادِسَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (قِيْلَ: كُفْرَانُ النِّعْمَةِ لُؤْمٌ) أَيْ عَدَمُ شُكْرِ لِلنِّعْمَةِ دَلِيلٌ عَلَى دَنَاءَةِ النَّفْسِ (وَصُحْبَةُ الْأَحْمَقِ) وَهُوَ وَاضِعُ الشَّيْءِ فِي غَيْرِ مَحَلِّهِ مَعَ الْعِلْمِ بِقُبْحِهِ (شُؤمٌ) أَيْ غَيْرُ مُبَارَكٍ، كَمَا رَوَى الطَّبَرَانِيُّ عَنْ بَشِيْرٍ أَنَّهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "اِصْرِمِ الْأَحْمَقَ" بِكَسْرِ الْهَمْزَةِ وَالرَّاءِ أَيْ اِقْطَعْ وُدَّهُ، وَالْمَعْنَى لَا تُصَاحِبْهُ لِقُبْحِ حَالَتِهِ وَلِأَنَّ الطِّبَاعَ سَرَّاقَةٌ وَقَدْ يَسْرِقُ طَبْعُكَ مِنْهُ.

Maqolah yang ke dua puluh enam (Dikatakan : Mengkufuri nikmat adalah kehinaan) Maksudnya tidak adanya rasa mensyukuri nikmat menjadi tanda atas kehinaan diri (Dan menemani orang bodoh) Ahmak adalah orang yang menempatkan satu perkara pada selain tempatnya bersamaan dengan pengetahuan tentang jeleknya perkara itu (Adalah kesialan) Maksudnya tidak diberkahi, Sebagai mana telah meriwayatkan Imam At-Thobroni dari Basyir Sesungguhnya Nabi ﷺ telah bersabda : "Putuskanlah hubunganmu dengan orang yang bodoh" Lafadz اِصْرِمْ dengan mengkasroh hamzah dan ro Maksudnya putuskanlah rasa suka padanya. Ma'nanya adalah kamu jangan menemaninya sebab jelek tingkah lakunya dan karena sesungguhnya karakter itu gampang mencuri dan terkadang mencuri tabiatmu darinya.

وَرَوَى التِّرْمِذِيُّ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "خَصْلَتَانِ مَنْ كَانَتَا فِيْهِ كَتَبَهُ اللّٰهُ شَاكِرًا صَابِرًا، وَمَنْ لَمْ تَكُوْنَا فِيْهِ لَمْ يَكْتُبْهُ اللّٰهُ شَاكِرًا وَلَا صَابِرًا: مَنْ نَظَرَ فِى دِيْنِهِ إلَى مَنْ هُوَ فَوْقَهُ فَاقْتَدَى بِهِ وَنَظَرَ فِى دُنْيَاهُ إلَى مَنْ هُوَ دُوْنَهُ فَحَمِدَ اللّٰهَ عَلَى مَا فَضَّلَهُ بِهِ عَلَيْهِ كَتَبَهُ اللّٰهُ شَاكِرًا صَابِرًا، وَمَنْ نَظَرَ فِى دِيْنِهِ إلَى مَنْ هُوَ دُوْنَهُ وَنَظَرَ فِى دُنْيَاهُ إلَى مَنْ هُوَ فَوْقَهُ فَأَسِفَ عَلَى مَا فَاتَهُ لَمْ يَكْتُبْهُ اللّٰهُ شَاكِرًا وَلَا صَابِرًا" اهْ. هَذَا الْحَدِيْثُ جَامِعٌ لِجَمِيْعِ أَنْوَاعِ الْخَيْرِ.

Telah meriwayatkan Imam Tirmidzi dari Ibnu Umar bahwa sesungguhnya Nabi ﷺ telah bersabda : "Dua perkara barang siapa yang ada dua perkara itu dalam dirinya maka pasti Allah akan menuliskannya sebagai orang yang bersyukur dan orang yang sabar. Barang siapa yang tidak ada dua perkara itu dalam dirinya maka Allah tidak akan menuliskannya sebagai orang yang bersyukur dan tidak pula sebagai orang yang sabar : Barang siapa yang melihat dalam agamanya kepada orang yang lebih tinggi darinya maka ia mengikutinya dan ia melihat dalam masalah dunianya kepada orang yang lebih rendah darinya kemudian ia memuji kepada Allah atas perkara yang Allah telah melebihkan kepadanya dengan dunia di atas orang itu maka pasti Allah akan menuliskannya sebagai orang yang bersyukur dan sebagai orang yang sabar. Barang siapa melihat dalam urusan agamanya kepada orang yang lebih rendah darinya dan melihat dalam urusan dunia kepada orang yang di atasnya kemudian ia menyesal atas perkara yang telah luput darinya maka Allah tidak akan menuliskannya sebagai orang yang bersyukur dan tidak juga sebagai orang yang bersabar". Hadist ini merangkum pada seluruh macam kebaikan.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan