(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّامِنَةُ وَالْعِشْرُونَ (عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ لِإِبْلِيسَ عَلَيْهِ اللَّعْنَةُ: [كَمْ أَحِبَّاؤُكَ مِنْ أُمَّتِيْ؟
Maqolah yang kedua puluh delapan (Dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma sesungguhnya dia berkata: Telah bersabda Nabi ﷺ pada suatu hari kepada Iblis Alaihi La'nat: [Berapa banyak kekasih-kekasihmu dari umatku?
قَالَ) أَيْ إِبْلِيسُ: أَحِبَّائِي (عَشَرَةُ نَفَرٍ أَوَّلُهُمْ: الْإِمَامُ الْجَائِرُ) أَيْ اَلظَّالِمُ لِرَعِيَّتِهِ، قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ: [مَنْ دَعَا لِظَالِمٍ بِالْبَقَاءِ فَقَدْ أَحَبَّ أَنْ يُعْصَى اللَّهُ فِي أَرْضِهِ].
Dia berkata) Yakni Iblis: Kekasih-kekasihku (Itu ada sepuluh golongan, yang pertama dari sepuluh golongan tersebut: Adalah Imam yang dzolim) Yakni pemimpin yang dzolim kepada rakyatnya. Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Barang siapa yang berdoa untuk pemimpin yang dzolim agar langgeng maka dia benar-benar lebih senang agar Allah didurhakai di buminya].
(وَالْمُتَكَبِّرُ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذُّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ يُسَاقُونَ إلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُوْلُسَ يُسْقُونَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ] رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ.
(Orang sombong,) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Akan dikumpulkan orang-orang sombong pada hari kiamat seperti semut kecil dalam wujud manusia, menutupi kepada orang-orang sombong kehinaan dari segala tempat, mereka digiring menuju penjara di dalam neraka jahannam yang dinamakan bulus, mereka diberi minuman dari perasan keringat para penduduk neraka] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi
(وَالْغَنِيُّ الَّذِي لَا يُبَالِي مِنْ أَيْنَ يَكْتَسِبُ الْمَالَ وَفِي مَاذَا يُنْفِقُ،
(Orang kaya yang tidak peduli dari mana dia mendapatkan harta dan ke mana dia membelanjakannya,
وَالْعَالِمُ الَّذِي صَدَّقَ الْأَمِيرَ عَلَى جَوْرِهِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَتْهُ مَلَائكَةُ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ] رَوَاهُ ابْنُ عَسَاكِرَ.
Orang alim yang membenarkan seorang pemimpin atas kedzolimannya,) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Barang siapa yang berfatwa tanpa ilmu maka pasti akan melaknat kepadanya malaikat langit dan bumi] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Asakir
(وَالتَّاجِرُ الْخَائِنُ) فِي الْمِكْيَالِ أَوِ الْمِيزَانِ أَوْ فِي غَيْرِ ذٰلِكَ
(Pedagang yang berkhianat) Pada takaran atau pada timbangan atau pada selain itu
(وَالْمُحْتَكِرُ) بِأَنْ يَشْتَرِيَ الْقُوتَ وَمَا يُعِينُ عَلَيْهِ كَاللَّحْمِ وَقْتَ الْغَلَاءِ فَيَحْبِسُهُ لِيَبِيعَهُ بِأَغْلَى مِنْ ذَلِكَ وَقْتَ اشْتِدَادِ حَاجَةِ النَّاسِ إِلَيْهِ.
(Orang yang menimbun,) Dengan cara dia membeli makanan pokok dan membeli apa yang mendukung makanan itu seperti daging pada waktu mahal lalu dia menahan makanan tersebut untuk dia jual makanan tersebut dengan harga yang lebih mahal dari pembeliannya pada waktu sangat mendesaknya kebutuhan manusia pada makanan tersebut.
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: [مَنِ احْتَكَرَ طَعَامًا أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَقَدْ بَرِئَ مِنَ اللّٰهِ وَبَرِئَ اللّٰهُ مِنْهُ]،
Telah bersabda Nabi ﷺ: [Barang siapa yang menimbun makanan empat puluh hari maka benar-benar dia telah berlepas diri dari Allah dan Allah berlepas diri darinya].
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: [مَنِ احْتَكَرَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ طَعَامَهُمْ ضَرَبَهُ اللّٰهُ بِالْجُذَامِ وَالْإِفْلَاسِ].
Dan telah bersabda Nabi ﷺ: [Barang siapa yang menimbun atas umat Islam pada makanan-makanan mereka maka pasti Allah akan menimpakan kepadanya dengan penyakit kusta dan kebangkrutan]
(وَالزَّانِي) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إيَّاكُمْ وَالزِّنَا فَإِنَّ فِيهِ أَرْبَعَ خِصَالٍ: يُذْهِبُ الْبَهَاءَ مِنَ الْوَجْهِ وَيَقْطَعُ الرِّزْقَ وَيُسْخِطُ الرَّحْمٰنَ وَيَسْتَوْجِبُ الْخُلُودَ فِي النَّارِ] رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ.
(Orang yang berzina,) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Jauhilah oleh kalian zina karena sungguh di dalamnya ada empat perkara: Zina menghilangkan cahaya dari wajah, memutus rezeki, Menjadikan Allah murka dan mengharuskan kekekalan di neraka] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam At-Thobroni
(وَآكِلُ الرِّبَا) وَرَدَ فِي الْحَدِيثِ: [إنَّ آكِلَ الرِّبَا يُعَذَّبُ مِنْ حِينِ يَمُوتُ إلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ بِالسِّبَاحَةِ فِي بَحْرٍ أَحْمَرَ مِثْلَ الدَّمِ وَأَنَّهُ يُلْقَمُ الْحِجَارَةَ كُلَّمَا أُلْقَمَ حَجَرًا سَبَّحَ بِهِ ثُمَّ عَادَ فَاغِرًا فَاهُ فَيُلْقَمُ آخَرُ وَهٰكَذَا إلَى الْبَعْثِ] وَقَالَ قَتَادَةُ: إنَّ آكِلَ الرِّبَا يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَجْنُونًا.
(Pemakan riba,) Telah datang dalam sebuah hadits: [Sesungguhnya orang yang memakan riba itu akan diadzab dari waktu dia mati samapai hari kiamat dengan berenang di dalam lautan yang merah seperti darah dan sesungguhnya orang yang memakan riba diberi makan batu, setiap kali dia diberi makan batu dia menelannya kemudian dia kembali seraya membuka kedua bahamnya kemudian dia diberi makan batu yang lain dan begitu seterusnya hingga hari kebangkitan] Dan telah berkata imam Qotadah: Sesungguhnya orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila.
(وَالْبَخِيلُ الَّذِي لَا يُبَالِي مِنْ أَيْنَ يَجْمَعُ الْمَالَ) قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ: [مَا تَلِفَ مَالٌ فِي بَرٍّ وَلَا بَحْرٍ إِلَّا بِمَنْعِ الزَّكَاةِ].
(Orang pelit yang tidak peduli darimana dia mengumpulkan harta,) Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Tidaklah menjadi rusak suatu harta di daratan dan tidak juga di lautan kecuali dengan sebab menolak zakat].
(وَشَارِبُ الْخَمْرِ الْمُدْمِنُ عَلَيْهَا) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَنْ شَرِبَ خَمْرًا خَرَجَ نُورُ الْإِيمَانِ مِنْ جَوْفِهِ] رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ.
(Dan orang yang meminum arak yang kecanduan atasnya) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Barangsiapa yang meminum khomr maka pasti keluar cahaya keimanan dari hatinya] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam At-Thobroni.
(ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ) لِإِبْلِيسَ (فَكَمْ أَعْدَاؤُكَ مِنْ أُمَّتِي؟ قَالَ) أَيْ إِبْلِيسُ لِرَسُولِ اللّٰهِ ﷺ: أَعْدَائِي (عِشْرُونَ نَفَرًا أَوَّلُهُمْ أَنْتَ يَا مُحَمَّدُ، فَإِنِّي أُبْغِضُكَ) أَيْ وَأَبْغِضُ أَهْلَ بَيْتِكَ
(Kemudian bersabda Nabi ﷺ:) Kepada Iblis (Berapa banyak musuh-musuhmu dari umatku? Berkata) Yakni Iblis kepada Rasulullah ﷺ: Musuh-musuhku (Itu ada dua puluh golongan yang pertama dari dua puluh golongan tersebut adalah kamu wahai Muhammad, Karena sesungguhnya aku membencimu) Yakni dan aku membenci keluargamu
(وَالْعَالِمُ الْعَامِلُ بِالْعِلْمِ) أَيْ وَسَائِرُ الْأَبْرَارِ
(Dan orang berilmu yang beramal dengan ilmu,) Yakni dan seluruh orang-orang yang berbuat baik
(وَحَامِلُ الْقُرْآنِ) أَيْ حَافِظُهُ (إذَا عَمِلَ بِمَا فِيهِ) قَالَ ﷺ: [حَمَلَةُ الْقُرْآنِ عُرَفَاءُ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالشُّهَدَاءُ قُوَّادُ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَالْأَنْبِيَاءُ سَادَةُ أَهْلِ الْجَنَّةِ].
(Penghafal Al-Qur'an) Yakni orang yang menghafalkan Al-Qur'an (Apabila dia beramal dengan apa yang terkandung di dalamnya,) Telah bersabda Nabi ﷺ: [Para penghafal Al-Qur'an adalah orang-orang yang terkenal di antara ahli surga pada hari kiamat dan para Syuhada adalah komandan-komandan ahli surga dan para Nabi adalah pemimpin-pemimpin ahli surga]
(وَالْمُؤَذِّنُ لِلّٰهُ فِي خَمْسِ صَلَوَاتٍ) قَالَ ﷺ: [اَلْمُؤَذِّنُ الْمُحْتَسِبُ كَالشَّهِيدِ الْمُتَشَحِّطِ فِي دَمِهِ إذَا مَاتَ لَمْ يُدَوَّدْ فِي قَبْرِهِ]
(Orang yang adzan karena Allah pada lima sholat,) Telah bersabda Nabi ﷺ: [Orang yang adzan yang ikhlas itu seperti orang mati syahid yang berlumuran dengan darah ketika dia mati maka dia tidak akan dimakan ulat di dalam kuburnya ].
أَيْ اَلْمُؤَذِّنُ الَّذِي أَرَادَ بِأَذَانِهِ وَجْهَ اللّٰهِ لَهُ أَجْرٌ كَأَجْرِ الشَّهِيدِ وَلَا تَأْكُلُهُ الْأَرْضُ
Yakni orang yang adzan yang dia mengharapkan dengan adzannya pada keridhoan Allah baginya adalah pahala seperti pahala orang mati syahid dan tidak akan memakan padanya bumi.
(وَمُحِبُّ الْقُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْيَتَامَى) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [اَلْجُلُوسُ مَعَ الْفُقَرَاءِ مِنَ التَّوَاضُعِ وَهُوَ مِنْ أَفْضَلِ الْجِهَادِ] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ.
(Orang yang mencintai orang-orang fakir, orang-orang miskin, dan anak-anak yatim,) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Duduk bersama orang-orang fakir adalah sebagian dari sifat tawadhu, dan itu sebagian dari paling utamanya jihad] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ad-Dailami
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [لِكُلِّ شَيْءٍ مِفْتَاحٌ وَمِفْتَاحُ الْجَنَّةِ حُبُّ الْمَسَاكِينِ وَالْفُقَرَاءِ] رَوَاهُ ابْنُ لَآلِ.
Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Bagi segala sesuatu itu ada kunci dan kunci surga adalah mencintai orang-orang miskin dan orang-orang fakir] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Laali
(وَذُو قَلْبٍ رَحِيمٍ) فِي جَمِيعِ أُمُورِ عِبَادِ اللّٰهِ لَا سِيَّمَا أَهْلُ الْمَعَاصِي
(Orang yang memiliki hati yang penyayang,) Pada semua urusan-urusan hamba-hamba Allah terutama orang-orang ahli maksiat
(وَالْمُتَوَاضِعِ لِلْحَقِّ) قَالَ الْقُشَيْرِيُّ: وَالتَّوَاضُعُ هُوَ الِاسْتِسْلَامُ لِلْحَقِّ وَتَرْكُ الْاِعْتِرَاضِ عَلَى الْحُكْمِ
(Orang yang tawadhu terhadap kebenaran,) Telah berkata Al-Qusyairi: Rendah hati adalah berserah diri pada kebenaran dan meninggalkan sifat menentang terhadap hukum
(وَشَابٌّ نَشَأَ فِي طَاعَةِ اللّٰهِ تَعَالَى) أَيْ شَابٌّ مُطِيعٌ لِلّٰهِ مِنَ الصِّغَرِ إلَى الْكِبَرِ
(Pemuda yang tumbuh dalam keta'atan kepada Allah Ta'ala,) Yakni seorang pemuda yang taat kepada Allah kecil hingga besar
(وَآكِلُ الْحَلَالِ) قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: لَا يَقْبَلُ اللّٰهُ صَلَاةَ امْرِىءٍ فِي جَوْفِهِ لُقْمَةُ حَرَامٍ
(Orang yang memakan makanan halal,) Telah berkata Ibnu Abbas: Allah tidak akan menerima sholat seseorang yang di dalam perutnya ada satu suap dari makanan haram
(وَالشَّابَّانِ الْمُتَحَابَّانِ فِي اللّٰهِ) أَيْ إلَى أَنْ يَمُوتَا
(Dua anak muda yang saling mencintai karena Allah,) Yakni hingga keduanya mati
(وَالْحَرِيصُ) أَيْ الْمُحَافِظُ (عَلَى الصَّلَاةِ فِي الْجَمَاعَةِ) قَالَ ﷺ: [صَلُّوا خَلْفَ كُلِّ بَرٍّ وَفَاجِرٍ].
(Orang yang bersemangat) Yakni orang yang menjaga (Pada sholat berjamaah,) Telah bersabda Nabi ﷺ: [Sholatlah kalian di belakang setiap orang baik maupun jelek]
(وَاَلَّذِي يُصَلِّي بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ) قَالَ ﷺ: [صَلُّوا مِنَ اللَّيْلِ وَلَوْ أَرْبَعًا صَلُّوا وَلَوْ رَكْعَتَيْنِ مَا مِنْ أَهْلِ بَيْتٍ تُعْرَفُ لَهُمْ صَلَاةٌ مِنَ اللَّيْلِ إلَّا نَادَاهُمْ مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الْبَيْتِ قُومُوا لِصَلَاتِكُمْ].
(Orang yang sholat di waktu malam sedangkan manusia tidur,) Telah bersabda Nabi ﷺ: [Sholatlah kalian di malam hari walaupun empat rokaat, sholatlah kalian walaupun dua rokaat. Tiada suatu penghuni rumah yang dikenal bagi mereka sholat di waktu malam melainkan memanggil kepada mereka malaikat yang menjadi juru penyeru: Wahai penghuni rumah bangunlah kalian untuk melaksanakan shalat kalian]
(وَاَلَّذِي يُمْسِكُ نَفْسَهُ عَنِ الْحَرَامِ) فِي الْأَقْوَالِ وَالْأَفْعَالِ
(Orang yang menahan diri dari yang haram,) Dalam ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan
(وَاَلَّذِي يَنْصَحُ) وَفِي رِوَايَةٍ يَدْعُو (لِلْإِخْوَانِ وَلَيْسَ فِي قَلْبِهِ شَيْءٌ) أَيْ مِنَ الْغِشِّ وَالْحِقْدِ وَالْخِدَاعِ.
(Orang yang tulus) Dan dalam satu riwayat, orang yang berdoa (Untuk saudara-saudaranya, dan tidak ada di dalam hatinya sesuatu,) Yakni dari tipu daya, dendam, dan kemunafikan.
قَالَ بِشْرُ بْنُ الْحَرِثِ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ، فَقَالَ: [يَا بِشْرُ أَتَدْرِي لِمَ رَفَعَكَ اللّٰهُ تَعَالَى مِنْ بَيْنِ أَقْرَانِكَ ؟ فَقُلْتُ: لَا، قَالَ: بِاتِّبَاعِكَ لِسُنَّتِيْ وَخِدْمَتِكَ الصَّالِحِيْنَ وَنُصْحِكَ لِإِخْوَانِكَ وَمَحَبَّتِكَ لِأَصْحَابِيْ وَأَهْلِ بَيْتِيْ هٰذَا الَّذِي بَلَّغَكَ مَنَازِلَ الْأَبْرَارِ].
Telah berkata Bisyr Bin Harits: Aku melihat Nabi kemudian Nabi bersabda: [Wahai Bisyr apakah kamu tahu kenapa Allah Ta'ala mengangkat derajatmu di antara teman-temanmu ? kemudian aku berkata: Tidak, kemudian Nabi bersabda: Karena kamu mengikuti sunnahku, karena pengabdianmu kepada orang-orang sholeh, karena ketulusanmu kepada teman-temanmu, dan karena kecintaanmu kepada sahabatku dan ahli baitku inilah yang menghantarkan kamu kepada kedudukan-kedudukan orang-orang yang berbuat baik].
(وَاَلَّذِي يَكُونُ أَبَدًا عَلَى وُضُوءٍ) قَالَ ﷺ: [مَنْ تَوَضَّأَ عَلَى طُهْرٍ كُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ]. قَالَ الشَّيْخُ الْحِفْنِيُّ: أَيْ مَنْ تَوَضَّأَ وُضُوءًا مُصَاحِبًا لِطُهْرٍ كُتِبَ لَهُ عَشْرُ وُضُوءَاتٍ وَالْوُضُوءُ بِسَبْعِمِائَةِ حَسَنَةٍ،
(Dan orang yang terbukti senantiasa dalam keadaan berwudhu,) Telah bersabda Rasulullah ﷺ : [Barangsiapa berwudhu dalam keadaan suci, ditulis baginya sepuluh kebaikan]. Telah berkata Syaikh Al-Hifni: Yakni, barangsiapa berwudhu dengan wudhu yang disertai dengan keadaan suci, ditulis baginya sepuluh wudhu, dan setiap wudhu bernilai tujuh ratus kebaikan.
لِأَنَّ أَقَلَّ الْمُضَاعَفَةِ سَبْعُمِائَةٍ زِيَادَةً عَلَى الْعَشْرِ الْمَذْكُورِ فِي قَوْله تَعَالَى: ﴿مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا﴾ [الْأَنْعَامِ: الْآية ١٦٠] عَلَى أَحَدِ الْأَقْوَالِ،
Karena minimalnya penggandaan adalah tujuh ratus, sebagai tambahan atas sepuluh kali yang disebutkan dalam firman Allah Ta'ala: ﴾Barangsiapa yang datang dengan membawa kebaikan, maka baginya sepuluh kali yang semisalnya﴿ [QS. Al-An'am: 160], menurut salah satu dari sekian banyak pendapat.
فَالْوُضُوءُ حَسَنَةٌ فَيُضَاعَفُ بِعَشْرَةٍ ثُمَّ كُلُّ وَاحِدٍ مِنَ الْعَشْرِ يُضَاعَفُ بِسَبْعِمِائَةٍ فَيَنْبَغِي الْمُلَازَمَةُ عَلَى هٰذَا الْأَجْرِ الْعَظِيمِ.
Wudhu adalah satu kebaikan, lalu digandakan sepuluh kali, kemudian setiap satu dari sepuluh itu digandakan lagi dengan tujuh ratus kali. maka sepatutnya istiqomah pada pahala yang sangat besar ini.
(وَسَخِيٌّ) فَمَنْ أَعْطَى الْبَعْضَ وَأَبْقَى الْبَعْضَ فَهُوَ صَاحِبُ سَخَاءٍ، وَمَنْ بَذَلَ الْأَكْثَرَ وَأَبْقَى لِنَفْسِهِ شَيْئًا فَهُوَ صَاحِبُ جُودٍ، وَاَلَّذِي قَاسَى الضَّرُورَةَ وَآثَرَ غَيْرَهُ بِالْبُلْغَةِ فَهُوَ صَاحِبُ إِيْثَارٍ، قَالَهُ الْقُشَيْرِيُّ.
(Orang yang dermawan,) Barangsiapa yang memberikan sebagian dan menyisakan sebagian maka dia adalah orang yang memiliki sifat sakhā'. Barangsiapa yang memberikan lebih banyak dan menyisakan untuk dirinya sedikit maka dia adalah orang yang memiliki sifat jūd. Dan barangsiapa yang menahan diri dari kebutuhan yang mendesak dan dia lebih mendahulukan orang lain dengan sesuatu yang mencukupi, dia adalah orang yang memiliki sifat ītsār." Telah mengatakan pada hal ini Imam Al-Qusyairi.
(وَحَسَنُ الْخُلُقِ) وَهُوَ بَسْطُ الْوَجْهِ وَكَفُّ الْأَذَى وَبَذْلُ النَّدَى، وَقِيلَ: هُوَ هَيْئَةٌ لِلنَّفْسِ تَصْدُرُ عَنْهَا الْأَفْعَالُ الْجَمِيلَةُ عَقْلًا وَشَرْعًا بِسُهُولَةٍ مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ إِلَى فِكْرٍ.
(Orang yang bagus akhlaknya,) Yaitu orang yang ceria wajahnya, menahan diri dari menyakiti dan memberikan kebaikan, dan dikatakan: Akhlak yang baik adalah sifat dalam hati yang akan muncul darinya perbuatan-perbuatan yang indah menurut akal dan menurut syari'at dengan mudah tanpa perlu berfikir
(وَالْمُصَدِّقُ رَبَّهُ بِمَا ضَمِنَ اللّٰهُ لَهُ) مِنَ الرِّزْقِ. قَالَ فِي رُوحِ الْبَيَانِ: اِتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى أَنَّ أَرْبَعَةً لَا تَقْبَلُ التَّغَيُّرَ أَصْلًا: الْعُمْرُ وَالرِّزْقُ وَالْأَجَلُ وَالسَّعَادَةُ وَالشَّقَاوَةُ
(Orang yang membenarkan Tuhannya atas apa yang telah Allah jamin baginya,) Dari rezeki. Telah berkata Imam dalam kitab Ruhul Bayan: Telah bersepakat Para ulama bahwa sesungguhnya empat hal itu tidak akan menerima pada perubahan sama sekali: umur, rezeki, ajal, kebahagiaan dan kesengsaraan.
(وَالْمُحْسِنُ إلَى مَسْتُوْرَاتِ الْأَرَامِلِ) أَيْ اَلْمُحْسِنُ بِالْعَطَاءِ وَغَيْرِهِ لِلنِّسَاءِ الَّتِي لَا أَزْوَاجَ لَهُنَّ وَهُنَّ فَقِيرَاتٌ مَسْتُوْرَاتٌ لَا يَظْهَرْنَ لِلرِّجَالِ.
(Orang yang berbuat baik kepada janda-janda yang tersembunyi,) Yakni orang yang berbuat baik dengan memberi dan selainnya kepada para wanita yang tiada suami bagi mereka, dan mereka miskin, hidup tersembunyi dan mereka tidak menampakkan diri di hadapan laki-laki.
رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إنَّ السَّاعِيَ عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللّٰهِ أَوِ الْقَائِمِ اللَّيْلِ الصَّائِمِ النَّهَارَ] رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.
Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sesungguhnya orang yang berusaha membantu janda-janda dan orang-orang miskin itu seperti orang yang berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang shalat malam dan berpuasa di siang hari]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Muslim.
(وَالْمُسْتَعِدُّ لِلْمَوْتِ) بِإِتْيَانِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ.
(Dan orang yang bersiap untuk menghadapi kematian) Dengan cara melakukan amal-amal sholeh.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi