(وَ) الْمَقَالَةُ السَّابِعَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: [مَا مِنْ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ دَعَا بِهٰذَا الدُّعَاءِ فِي لَيْلَةِ عَرَفَةَ أَلْفَ مَرَّةٍ وَهِيَ عَشْرُ كَلِمَاتٍ) أَيْ تَسْبِيحَاتٍ
Maqolah yang kedua puluh tujuh (Telah bersabda Nabi ﷺ: [Tidaklah dari seorang hamba laki-laki atau hamba perempuan berdoa dengan doa ini pada malam Arafah seribu kali dan doa tersebut itu ada sepuluh kalimat) Yakni Tasbih-tasbih
(لَمْ يَسْأَلِ اللّٰهَ شَيْئًا) مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ بَعْدَهَا (إلَّا أَعْطَاهُ سُؤَالَهُ مَا لَمْ يَدْعُ بِقَطِيعَةِ رَحِمٍ أَوْ مَأْثَمٍ، أَوَّلُهَا: سُبْحَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ) أَيْ فِي جِهَةِ الْعُلُوِّ (عَرْشُهُ) فَإِنَّ الْعَرْشَ فَوْقَ الْكُرْسِيِّ وَهُوَ فَوْقَ السَّمَاوَاتِ
(Maka tidaklah dia meminta kepada Allah sesuatupun) Dari kebutuhan-kebutuhan dunia dan akhirat setelah membaca sepuluh tasbih tersebut (Melainkan Allah pasti akan memberi padanya permintaan-permintaannya selama dia tidak berdoa untuk memutuskan silaturrahmi atau untuk berbuat dosa. Yang pertama dari sepuluh kalimat tersebut: Adalah Maha suci Allah Dzat yang berada dilangit) Maksudnya di arah yang tinggi (Arsynya) Karena sesungguhnya Arsy itu di atas Kursi dan Kursi di atas seluruh langit
1.
Maksudnya adalah maha suci Allah yang arsynya berada di atas langit.
(سُبْحَانَ الَّذِي فِي الْأَرْضِ مُلْكُهُ وَقُدْرَتُهُ) فَإِنَّ ظُهُورَ مُلْكِهِ تَعَالَى لَنَا فِي الْأَرْضِ
(Maha suci Allah Dzat yang berada di bumi kerajaannya dan kekuasaannya) Karena sesungguhnya nampaknya kerajaan Allah Ta'ala bagi kita itu berada di bumi
1.
Yakni Maha suci Allah yang kerajaan dan kekuasaannya berada di bumi
(سُبْحَانَ الَّذِي فِي الْبَحْرِ سَبِيلُهُ) اَلَّتِي تُوْصِلُ الْعِبَادَ إِلَى جَمِيعِ الْجِهَاتِ لِأَسْبَابِ مَعَايِشِهِمْ
(Maha suci Allah Dzat yang berada di lautan jalannya) Jalan yang bisa menghubungkan hamba-hamba pada semua arah untuk memenuhi sebab-sebab kebutuhan hidup mereka
1.
Yakni Maha suci Allah Dzat yang jalannya berada di laut
(سُبْحَانَ الَّذِي فِي الْهَوَاءِ رَوْحُهُ) فَإِنَّ الرِّيحَ مُسَخَّرٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَمَعْدِنُهُ فِي الْأَرْضِ الثَّالِثَةِ الرَّوحُ بِالْوَاوِ أَصْلٌ لِلرِّيحِ بِالْيَاءِ وَيُصَغَّرُ عَلَى رُوَيْحَةَ وَجَمْعُهُ أَرْوَاحٌ وَرِيَاحٌ
(Maha suci Allah Dzat yang berada di awang-awang anginnya) Karena sesungguhnya angin itu ditundukkan di antara langit dan bumi dan sumbernya angin itu di dalam bumi ke tiga. Lafadz اَلرَّوْحُ dengan و adalah asal bagi lafadz اَلرِّيْحُ dengan huruf ي dan ditashghir lafadz اَلرَّوْحُ dengan wazan رُوَيْحَة. Jamak dari lafadz اَلرَّوْحُ adalah أَرْوَاحٌ dan lafadz رِيَاحٌ
(سُبْحَانَ الَّذِي فِي النَّارِ سُلُطَانُهُ) وَلِذَلِكَ لَا يَجُوزُ لِأَحَدٍ مِنَ الْمَخْلُوقِينَ أَنْ يُعَذِّبَ أَحَدًا مِنَ الْحَيَوَانَاتِ بِالنَّارِ
(Maha suci Allah Dzat yang berada pada api kekuasaannya) Oleh karena itu tidak boleh bagi seseorang dari makhluk-makhluk untuk menyiksa salah satu dari hewan-hewan dengan api.
1.
Yakni Api adalah simbol kekuasaan Allah
(سُبْحَانَ الَّذِي فِي الْأَرْحَامِ عِلْمُهُ) فَلَا يَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ إِلَّا اللّٰهُ تَعَالَى
(Maha suci Allah Dzat yang berada di dalam rahim-rahim ilmunya) Tidaklah mengetahui apa yang ada di dalam rahim-rahim kecuali Allah Ta'ala
(سُبْحَانَ الَّذِي فِي الْقُبُورِ قَضَاؤُهُ) فَلَا يَحْكُمُ مَنْ فِي الْقُبُورِ بِالنِّعْمَةِ وَالنِّقْمَةِ إِلَّا اللّٰهُ تَعَالَى
(Maha suci Allah yang berada di dalam seluruh kubur qodhonya) Maka tidaklah bisa menghukumi kepada orang yang berada di dalam kubur dengan nikmat dan dengan siksa kecuali Allah Ta'ala
(سُبْحَانَ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاءَ بِغَيْرِ عَمَدٍ) كَمَا هُوَ مَرْئِيٌّ لَنَا
(Maha suci Allah Dzat yang mengangkat langit tanpa tiang) Sebagaimana langit tersebut itu terlihat oleh kita
(سُبْحَانَ الَّذِي وَضَعَ الْأَرْضَ) أَيْ بَسَطَ الْأَرْضَ (عَلَى الْمَاءِ فَجَمَدَ،
(Maha suci Allah Dzat yang menempatkan bumi) Yakni membentangkan bumi (Di atas air sehingga menjadi keras)
سُبْحَانَ الَّذِي لَا مَلْجَأَ) أَيْ لَا اعْتِصَامَ (وَلَا مَنْجَا) أَيْ لَا مَخْلَصَ (مِنْهُ) أَيْ مِنْ عَذَابِ اللّٰهِ (إِلَّا إِلَيْهِ تَعَالَى).
Maha suci Allah Dzat yang tidak ada tempat perlindungan) Yakni tidak ada tempat bergantung (Dan tidak ada tempat selamat) Yakni tidak ada tempat untuk terlepas (Darinya) Yakni dari adzab Allah.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi