(و) الْمَقَالَةُ التَّاسِعَةُ وَالْعِشْرُونَ (قَالَ وَهْبُ بْنُ مُنَبِّهٍ) رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى (مَكْتُوبٌ فِى التَّوْرَاةِ) هٰذِهِ الْمَوَاعِظُ السَّبْعَةُ وَالْعِشْرُوْنَ، الْأَوَّلُ: (مَنْ تَزَوَّدَ فِى الدُّنْيَا) لِسَفَرِ الْآخِرَةِ بِالتَّقْوَى وَهُوَ اِجْتِنَابُ كُلِّ مَا يُخَافُ مِنْهُ ضَرَرٌ فِي الدِّينِ (صَارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَبِيْبَ اللّٰهِ).
Maqolah yang kedua puluh sembilan (Telah berkata Wahb bin Munabbih) Rahimahullah Ta'ala: (Tertulis dalam Taurat) Nasihat-nasihat yang berjumlah dua puluh tujuh ini. Pertama: (Barangsiapa yang berbekal di dunia) Untuk perjalanan akhirat dengan ketakwaan, yaitu menjauhi segala sesuatu yang dikhawatirkan darinya marabahaya di dalam agama, (Maka jadilah dia pada hari kiamat kekasih Allah).
(وَ) الثَّانِي (مَنْ تَرَكَ الْغَضَبَ صَارَ فِي جِوَارِ اللّٰهِ) قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: [لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرْعَةِ إنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ]. وَرُوِيَ أَنَّهُ قَالَ: [مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ كَفَّ اللّٰهُ عَنْهُ عَذَابَهُ].
(Dan) Yang kedua: (Barangsiapa yang meninggalkan kemarahan, maka dia akan berada dalam perlindungan Allah) Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam pertarungan, sesungguhnya orang yang kuat itu hanya orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah]. Dan diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: [Barangsiapa yang menahan kemarahannya, maka Allah akan menahan dari orang tersebut Adzab-Nya].
(وَ) الثَّالِثُ (مَنْ تَرَكَ حُبَّ الْعَيْشِ) أَيْ الْحَيَاةِ (فِي الدُّنْيَا) بِأَنْ لَا يُحِبَّ التَّمَتُّعَ فِيهَا (صَارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا) أَيْ سَالِمًا مِنْ عَذَابِ اللّٰهِ.
(Dan) Yang ketiga: (Barangsiapa yang meninggalkan kecintaan terhadap kehidupan) Yaitu kehidupan (Di dunia) Dengan tidak mencintai kenikmatan di dalamnya (Maka dia akan menjadi pada hari Kiamat) Yakni dia selamat dari adzab Allah.
(و) الرَّابِعُ (مَنْ تَرَكَ الْحَسَدَ صَارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَحْمُودًا عَلَى رُؤُوسِ الْخَلَائِقِ) قَالَ ﷺ: [وَإِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ ابْنَيْ آدَمَ إنَّمَا قَتَلَ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ حَسَدًا].
(Dan) Yang keempat: (Barangsiapa yang meninggalkan hasad maka jadilah dia pada hari Kiamat orang yang dipuji di hadapan seluruh makhluk). Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Hindarilah oleh kalian hasad, karena sesungguhnya dua putra Adam telah membunuh salah satu dari keduanya pada saudaranya sendiri karena hasad].
(وَ) الْخَامِسُ (مَنْ تَرَكَ حُبَّ الرِّيَاسَةِ) أَيْ اَلْمَشْيٍ الْحَسَنِ (صَارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَزِيزًا عِنْدَ الْمَلِكِ الْجَبَّارِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَا مِنْ رَجُلٍ يَتَعَاظَمُ فِي نَفْسِهِ وَيَخْتَالُ فِي مِشْيَتِهِ إلَّا لَقِيَ اللّٰهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ] رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالْبُخَارِيُّ وَالْحَاكِمُ.
(Dan) Yang kelima: (Barangsiapa yang meninggalkan kecintaan terhadap kepemimpinan) Yakni perjalanan hidup yang baik (Maka jadilah dia pada hari Kiamat mulia di sisi Allah Sang Raja Yang Maha Perkasa). Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: [Tidak ada seorang pun yang merasa agung dalam dirinya dan angkuh dalam cara berjalannya melainkan dia akan bertemu Allah dan Allah kepada orang tersebut benar-benar marah]. Telah meriwayatkan pada Hadits ini Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Hakim.
(وَ) السَّادِسُ (مَنْ تَرَكَ الْفُضُولَ) فِي الدُّنْيَا مِنَ الْكَلَامِ وَالْمَالِ وَالْجَاهِ وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنْ الْمُبَاحَاتِ الَّتِي تُوْقِعُ فِي الْمَعْصِيَةِ وَالْغَفْلَةِ (صَارَ نَاعِمًا فِي الْأَبْرَارِ) أَيْ مُتَوَسِّعًا فِي الْأَطْعِمَةِ مَعَ الْأَبْرَارِ .
(Dan) Yang keenam: (Barangsiapa yang meninggalkan hal-hal yang berlebihan) Di dunia, seperti perkataan, harta, kedudukan, dan hal-hal lainnya dari perkara-perkara mubah yang dapat menjerumuskan ke dalam kemaksiatan dan kelalaian (Maka jadilah dia orang yang berbahagia bersama orang-orang yang berbakti) Yakni Orang yang leluasa menikmati berbagai makanan bersama orang-orang yang berbakti.
(وَ) السَّابِعُ (مَنْ تَرَكَ الْخُصُومَةَ فِي الدُّنْيَا صَارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ) أَيْ النَّاجِيْنَ وَالظَّافِرِيْنَ بِالْخَيْرِ.
(Dan) Yang ketujuh: (Barangsiapa yang meninggalkan pertikaian di dunia maka jadilah dia pada hari Kiamat termasuk dari orang-orang yang beruntung) Yakni orang-orang yang selamat dan orang-orang yang memperoleh pada kebaikan.
قَالَ ﷺ: [مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُبْطِلٌ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي رُبْضِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ تَرَكَهُ وَهُوَ مُحِقٌّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي وَسَطِهَا، وَمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي أَعْلَاهَا].
Rasulullah ﷺ bersabda: [Barangsiapa yang meninggalkan debat dan dia salah maka akan dibangunkan baginya rumah di pinggiran surga. Barangsiapa yang meninggalkan debat padahal dia benar, akan dibangunkan baginya rumah di tengah surga. Dan barangsiapa yang baik akhlaknya, akan dibangunkan baginya rumah di surga yang paling tinggi].
(وَ) الثَّامِنُ (مَنْ تَرَكَ الْبُخْلَ فِي الدُّنَىا صَارَ مَذْكُورًا عِنْدَ رُؤُوسِ الْخَلَائِقِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [لَا يَجْتَمِعُ الْإِيمَانُ وَالْبُخْلُ فِي قَلْبِ رَجُلٍ مُؤْمِنٍ أَبَدًا] رَوَاهُ ابْنُ سَعْدٍ. وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [وَأَيُّ دَاءٍ أَدْوَأُ مِنْ الْبُخْلِ] رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.
(Dan) Yang kedelapan: (Barangsiapa yang meninggalkan sifat kikir di dunia, maka jadilah dia orng yang disebut-sebut di hadapan seluruh makhluk). Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: [Tidak akan berkumpul keimanan dan kekikiran dalam hati seorang mukmin selamanya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Sa'ad. Dan diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: [Mana ada penyakit yang lebih parah daripada penyakit kikir] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim.
(وَ) التَّاسِعُ (مَنْ تَرَكَ الرَّاحَةَ فِي الدُّنْيَا) بِأَنْ أَتْعَبَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللّٰهِ تَعَالَى (صَارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَسْرُورًا) فِي دَارِ السَّلَامِ.
(Dan) Yang kesembilan: (Barangsiapa yang meninggalkan kenyamanan di dunia) Dengan bersusah payah pada dirinya dalam ketaatan kepada Allah Ta'ala (Maka jadilah dia bergembira pada hari Kiamat) di negeri keselamatan.
(وَ) الْعَاشِرُ (مَنْ تَرَكَ الْحَرَامَ) فِي الْمَآكِلِ وَالْمَشَارِبِ وَالْمَلَابِسِ وَالْأَقْوَالِ وَالْأَفْعَالِ (صَارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي جِوَارِ الْأَنْبِيَاءِ) عَلَيْهِمْ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ.
(Dan) Yang kesepuluh: (Barangsiapa yang meninggalkan perkara yang haram) Dalam makanan-makanan, minuman-minuman, pakaian-pakaian, perkataan-perkataan, dan perbuatan-perbuatan (Maka jadilah dia pada hari Kiamat berada di dekat para Nabi) Alaihis Sholat Was-Salam.
(وَ) الْحَادِيَ عَشَرَ (مَنْ تَرَكَ النَّظَرَ فِي الْحَرَامِ فِي الدُّنْيَا أَفْرَحَ اللّٰهُ عَيْنَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الْجَنَّةِ) بِنَظَرِ مَا يَسُرُّهُ مِمَّا لَمْ تَرَ عَيْنٌ وَلَمْ تَسْمَعْ أُذُنٌ وَلَمْ يَخْطُرْ بِبَالٍ
(Dan) Kesebelas: (Barangsiapa yang meninggalkan pandangan kepada yang haram di dunia, maka Allah akan menyenangkan kedua matanya pada hari Kiamat di dalam surga) Dengan melihat sesuatu yang menyenangkannya, dari keindahan-keindahan yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam pikiran.
(وَمَنْ تَرَكَ الْغِنَى فِي الدُّنْيَا وَاخْتَارَ الْفَقْرَ بَعَثَهُ اللّٰهُ تَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ الْوَلِيِّينَ وَالنَّبِيِّينَ).
(Dan barangsiapa yang meninggalkan kekayaan di dunia dan dia memilih kemiskinan, maka Allah Ta'ala akan membangkitkannya pada hari Kiamat bersama para Wali dan Nabi).
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إنْ كُنْتَ تُحِبُّنِي فَأَعِدَّ لِلْفَقْرِ تِجْفَافًا فَإِنَّ الْفَقْرَ أَسْرَعُ إلَى مَنْ يُحِبُّنِي مِنَ السَّيْلِ إلَى مُنْتَهَاهُ] رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ.
Dan diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: [Jika engkau terbukti mencintaiku, maka persiapkanlah dirimu menghadapi kefaqiran seperti Tijfaf, karena kemiskinan lebih cepat kepada orang yang mencintaiku daripada aliran air yang mencapai tujuannya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi.
1.
تِجْفَفًا dengan harokat kasrah pada huruf ت bermakna kain tebal yang digunakan untuk melindungi kuda dalam peperangan.
2.
Pelindung Kuda: Sebuah kain tebal atau lapisan pelindung yang diletakkan pada kuda untuk melindunginya dari tusukan senjata seperti tombak, pedang, atau panah selama peperangan.
3.
Simbol Kesiapan: Secara kiasan, kata ini digunakan untuk menggambarkan kesiapan menghadapi kesulitan atau tantangan, seperti kemiskinan atau ujian hidup.
(وَ) الثَّانِيَ عَشَرَ (مَنْ قَامَ بِحَوَائِجِ النَّاسِ فِي الدُّنْيَا قَضَى اللّٰهُ حَوَائِجَهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ) قَالَ ﷺ: [مَنْ قَضَى لِأَخِيهِ الْمُسْلِمِ حَاجَةً كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ كَمَنْ حَجَّ وَاعْتَمَرَ]،
(Dan) Yang kedua belas: (Barangsiapa yang membantu pada kebutuhan-kebutuhan orang lain di dunia maka Allah akan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya di dunia dan akhirat). Telah bersabda Nabi ﷺ: [Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya sesama Muslim, maka ada baginya pahala seperti orang yang menunaikan haji dan umrah].
وَقَالَ ﷺ: [مَنْ قَضَى لِأَخِيهِ الْمُسْلِمِ حَاجَةً كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ كَمَنْ خَدَمَ اللّٰهَ عُمُرَهُ] أَيْ كَمَنْ أَطَاعَهُ كَمَا قَالَهُ الْحِفْنِيُّ: أَيْ كَمَنْ صَلَّى طُولَ عُمُرِهِ فَإِنَّ الصَّلَاةَ هِيَ خِدْمَةُ اللّٰهِ فِي الْأَرْضِ، كَمَا قَالَهُ الْعَزِيْزِيُّ.
Dan Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya sesama Muslim, maka ada baginya pahala seperti orang yang mengabdi kepada Allah sepanjang umurnya]. Maksudnya, seperti orang yang taat kepada Allah, sebagaimana telah mengatakan tentangnya Imam Hifni: Maksudnya, seperti orang yang shalat sepanjang umurnya, karena sesungguhnya shalat adalah pengabdian kepada Allah di bumi, sebagaimana telah mengatakan tentangnya Imam Al-'Azizi.
(وَ) الثَّالِثَ عَشَرَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ لَهُ فِي قَبْرِهِ مُؤْنِسٌ فَلْيَقُمْ فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ وَلْيُصَلِّ صَلَاةَ النَّافِلَةِ وَلَوْ رَكْعَةً).
(Dan) Yang ketiga belas: (Barangsiapa yang ingin ada baginya di dalam kuburnya teman yang menghibur, maka hendaklah dia bangun di kegelapan malam dan melaksanakan shalat sunnah, meskipun hanya satu rakaat).
(وَ) الرَّابِعَ عَشَرَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ فِي ظِلِّ عَرْشِ الرَّحْمٰنِ فَلْيَكُنْ زَاهِدًا) أَيْ مُعْرِضًا بِقَلْبِهِ عَنِ الدُّنْيَا. قَالَ ﷺ: [نَجَا أَوَّلُ هٰذِهِ الْأُمَّةِ بِالزُّهْدِ وَالْيَقِيْنِ وَسَيَهْلِكُ آخِرُهَا بِالْحِرْصِ وَطُولِ الْأَمَلِ].
(Dan) Yang keempat belas: (Barangsiapa yang ingin supaya dia dapat berada di dalam naungan Arsy Ar-Rahman, maka hendaklah dia menjadi seorang zahid) Yaitu orang yang berpaling dengan hatinya dari dunia. Telah bersabda Nabi ﷺ: [Pasti akan selamat generasi awal umat ini karena zuhud dan keyakinan, dan akan binasa generasi akhir umat ini karena ketamakan dan panjang angan-angan].
(وَ) الْخَامِسَ عَشَرَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ حِسَابُهُ يَسِيرًا فَلْيَكُنْ نَاصِحًا لِنَفْسِهِ وَإِخْوَانِهِ) رُوِيَ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّهُ قَالَ: [مَنْ لَمْ يَزْدَدْ يَوْمًا بِيَوْمٍ خَيْرًا فَذَلِكَ رَجُلٌ تَجَهَّزَ إلَى النَّارِ عَلَى بَصِيرَةٍ] رَوَاهُ الْعَسْكَرِيُّ.
(Dan) Yang kelima belas: (Barangsiapa yang ingin agar hisabnya menjadi ringan, maka hendaklah dia menjadi orang yang tulus bagi dirinya sendiri dan saudara-saudaranya). Diriwayatkan dari Utsman bin Affan sesungguhnya dia berkata: [Barangsiapa yang tidak bertambah dari hari ke hari kebaikannya, maka dia itu adalah orang yang bersiap-siap menuju neraka dengan penuh kesadaran]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Askari.
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ لِأَخِيهِ نُصْحًا فِي نَفْسِهِ فَلْيَذْكُرْهُ لَهُ] رَوَاهُ ابْنُ عَدِيٍّ.
Dan diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: [Jika menemukan salah seorang dari kalian untuk saudaranya suatu kebaikan dalam dirinya, maka hendaklah dia menyebutkan kebaikan itu kepada saudaranya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Adi.
(وَ) السَّادِسَ عَشَرَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ الْمَلَائِكَةُ زَائِرِيْنَ لَهُ فَلْيَكُنْ وَرِعًا) فَالْوَرَعُ شَرْطٌ فِي اسْتِقَامَةِ الدِّينِ فَأَدْنَى الْوَرَعِ وَرَعُ الْعُدُوْلِ الْمَذْكُورُ فِي الشَّهَادَاتِ وَأَعْلَاهُ وَرَعُ الصَّدِّيقِينَ. قَالَ ﷺ: [خَيْرُ دِينِكُمْ الْوَرَعُ].
(Dan) Yang keenam belas: (Barangsiapa yang ingin agar malaikat menjadi tamu baginya, maka hendaklah dia menjadi seorang wara'). Wara' adalah syarat dalam istiqamah beragama. ؛Paling rendahnya tingkat wara' adalah wara'nya orang-orang adil yang disebutkan dalam bab persaksian, Dan paling tingginya tingkat wara' adalah wara'nya orang-orang shiddiqin. Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Sebaik-baik agama kalian adalah wara].
(وَ) السَّابِعَ عَشَرَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَسْكُنَ فِي بُحْبُوحَةِ الْجَنَّةِ) أَيْ وَسَطِهَا (فَلْيَكُنْ ذَاكِرًا لِلّٰهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ)
(Dan) Yang ketujuh belas: (Barangsiapa yang ingin tinggal di tengah-tengah surga) Yakni tengah-tengahnya (Maka hendaklah dia menjadi orang yang selalu berdzikir kepada Allah pada waktu siang dan malam).
قَالَ الْقُشَيْرِيُّ: لَا يَصِلُ عَبْدٌ الَى اللّٰهِ تَعَالَى إلَّا بِدَوَامِ الذِّكْرِ وَالذِّكْرُ عَلَى ضَرْبَيْنِ: ذِكْرُ اللِّسَانِ وَذِكْرُ الْقَلْبِ، فَذِكْرُ اللِّسَانِ بِهِ يَصِلُ الْعَبْدُ إلَى اسْتِدَامَةِ ذِكْرِ الْقَلْبِ وَالتَّأْثِيرُ لِذِكْرِ الْقَلْبِ فَإِذَا كَانَ الْعَبْدُ ذَاكِرًا بِلِسَانِهِ وَقَلْبِهِ فَهُوَ الْكَامِلُ فِي وَصْفِهِ فِي حَالِ سُلُوكِهِ.
Telah berkata Imam Al-Qusyairi: Tidak akan sampai seorang hamba kepada Allah kecuali dengan terus-menerus berdzikir. Dzikir itu terbagi menjadi dua jenis: Dzikir lisan dan dzikir hati. Dzikir lisan dengannyalah bisa mencapai seorang hamba pada keteguhan dzikir hati dan pengaruh itu pada dzikir hati. Jika terbukti seorang hamba berdzikir dengan lisannya dan hatinya, maka dia adalah orang yang sempurna dalam sifatnya dalam kondisi perjalanan spiritualnya.
(وَ) الثَّامِنَ عَشَرَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ فَلْيَتُبْ إلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَصُوحًا) قَالَ الْقُشَيْرِيُّ: التَّوْبَةُ أَوَّلُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ السَّالِكِينَ وَأَوَّلُ مَقَامٍ مِنْ مَقَامَاتِ الطَّالِبِينَ.
(Dan) Yang kedelapan belas: (Barangsiapa yang ingin masuk surga tanpa hisab, maka hendaklah dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang tulus). Telah berkata Imam Al-Qusyairi: Taubat adalah tingkatan pertama dari tingkatan-tingkatan orang yang menempuh jalan menuju ridho Allah dan maqam pertama dari maqam-maqam para murid.
قَالَ أَهْلُ الْمَعْرِفَةِ: اغْسِلُوا أَرْبَعًا بِأَرْبَعٍ وُجُوهَكُمْ بِمَاءِ أَعْيُنِكُمْ، وَأَلْسِنَتَكُمْ بِذِكْرِ خَالِقِكُمْ، وَقُلُوبَكُمْ بِخَشْيَةِ رَبِّكُمْ، وَذُنُوبَكُمْ بِالتَّوْبَةِ إلَى مَوْلَاكُمْ.
Telah berkata orang-orang ahlul ma'rifah: Basuhlah oleh kalian empat hal dengan empat hal: wajah-wajah kalian dengan air mata kalian, lidah-lidah kalian dengan dzikir kepada Pencipta kalian, hati-hati kalian dengan rasa takut kepada Tuhan kalian, dan dosa-dosa kalian dengan taubat kepada Tuhan kalian.
(وَ) التَّاسِعَ عَشَرَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ غَنِيًّا فَلْيَكُنْ رَاضِيًا بِمَا قَسَمَ لَهُ اللّٰهُ وَلِغَيْرِهِ مِنَ الْمَالِ وَالْجَاهِ وَغَيْرِ ذٰلِكَ) قَالَ عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زَيْدٍ: اَلرِّضَا بَابُ اللّٰهِ الْأَعْظَمُ وَجَنَّةُ الدُّنْيَا.
(Dan) Yang kesembilan belas: (Barangsiapa yang ingin menjadi kaya, maka hendaklah dia itu ridha dengan apa yang telah Allah bagikan untuknya dan untuk orang lain, dari harta, kedudukan, atau yang lainnya). Telah berkata Abdul Wahid bin Zaid: Ridha adalah pintu Allah yang paling besar dan surga dunia.
(و) الْعِشْرُونَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ مَعَ اللّٰهِ فَقِيهًا فَلْيَكُنْ خَاشِعًا) فِي أُمُورِ دِينِهِ ، أَيْ مُنْقَادًا فِيْهَا لِلْحَقِّ قَابِلًا لَهُ مِنْ أَيِّ قَائِلٍ كَانَ.
(Dan) Kedua puluh: (Barangsiapa yang ingin agar dia terbukti kepada Allah benar-benar faham, maka hendaklah dia menjadi orang yang khusyuk) Dalam urusan-urusan agamanya, Yakni patuh dalam urusan-urusan agama untuk kebenaran seraya menerima pada kebenaran dari siapa pun yang mengatakannya.
(وَ) الْحَادِي وَالْعِشْرُونَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ حَكِيمًا فَلْيَكُنْ عَالِمًا) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَنْ غَدَا أَوْ رَاحَ وَهُوَ فِي تَعْلِيمِ دِيْنِهِ وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ] رَوَاهُ أَبُو نُعَيْمٍ.
(Dan) Yang kedua puluh satu: (Barangsiapa yang ingin agar dia menjadi orang yang bijaksana, maka hendaklah dia menjadi orang yang berilmu). Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: [Barangsiapa yang pergi pagi atau sore hari dan dia itu dalam rangka mempelajari agamanya, maka dia itu berada di surga]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Abu Nu'aim
وَهَذَا مَا يُقَالُ عِنْدَ الْقِيَامِ مِنَ الدَّرْسِ مِنَ الشَّيْخِ عَلِيٍّ الْمَغْرِبِيِّ قَدَّسَ سِرَّهُ: اَللّٰهُمَّ إنِّيْ اِسْتَوْدَعْتُكَ مَا قَرَأْتُهُ فَارْدُدْهُ إلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إلَيْهِ .
Dan inilah sesuatu yang diucapkan ketika bangkit dari pelajaran dari Syaikh Ali Al-Maghribi, Qoddasa Sirrohu: Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan kepada-Mu ilmu-ilmu yang aku telah membaca ilmu tersebut, maka kembalikanlah ilmu itu kepadaku ketika aku butuh pada ilmu tersebut.
(وَ) الثَّانِي وَالْعِشْرُونَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ سَالِمًا مِنَ النَّاسِ) أَيْ مِنْ شُرُورِهِمْ (فَلَا يَذْكُرْ أَحَدًا مِنْهُمْ إلَّا بِخَيْرٍ وَلْيَعْتَبِرْ فِيهَا) أَيْ فِي نَفْسِهِ (مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خُلِقَتْ) فَهِيَ مَخْلُوقَةٌ مِنْ نُطْفَةٍ قَذِرَةٍ (وَلِمَاذَا خُلِقَتْ) فَهِي مَخْلُوقَةٌ لِطَاعَةِ اللّٰهِ تَعَالَى.
(Dan) Yang kedua puluh dua: (Barangsiapa yang ingin agar dia selamat dari manusia) Yakni dari kejahatan manusia (Maka janganlah dia menyebut seorang pun dari mereka kecuali dengan kebaikan, dan hendaklah dia merenungkan padanya) Yakni pada dirinya (Dari apa dia diciptakan) maka dia itu diciptakan dari air mani yang kotor (Dan untuk apa dia diciptakan) maka dia itu diciptakan untuk beribadah kepada Allah Ta'ala.
رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إيَّكَ وَنَارَ الْمُؤْمِنِ لَا تُحْرِقُكَ وَإِنْ عَثَرَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ يَمِينَهُ بِيَدِ اللّٰهِ إذَا شَاءَ أَنْ يُنْعِشَهُ أَنْعَشَهُ] رَوَاهُ الْحَكِيْمُ.
Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: [Berhati-hatilah terhadap api seorang mukmin agar api itu tidak membakarmu, meskipun dia terjatuh setiap hari tujuh kali. Sesungguhnya, tangan kanannya itu berada dalam pertolongan Allah jika Allah menghendaki untuk membangkitkannya, maka Allah akan membangkitkannya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Hakim.
(وَ) الثَّالِثُ وَالْعِشْرُوْنَ (مَنْ أَرَادَ الشَّرَفَ) أَيْ الْعُلُوَّ (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَخْتَرِ الْآخِرَةَ عَلَى الدُّنْيَا) بِأَنْ يُلَازِمَ الْعِبَادَاتِ فِي جَمِيعِ أَوْقَاتِهِ حَسْبَمَا يُطِيقُ.
(Dan) Yang kedua puluh tiga: (Barangsiapa yang ingin meraih kemuliaan) Yakni ketinggian derajat (Di dunia dan akhirat, maka hendaklah dia memilih akhirat daripada dunia) Dengan cara dia senantiasa melaksanakan berbagai ibadah di semua waktunya sebatas yang dia mampu.
(وَ) الرَّابِعُ وَالْعِشْرُونَ (مَنْ أَرَادَ الْفِرْدَوْسَ) وَهُوَ أَعْلَى الْجِنَانِ (وَالنَّعِيمَ الَّذِي لَا يَفْنَى) وَهُوَ نَعِيمُ الْجَنَّةِ (لَا يُضَيِّعْ عُمُرَهُ فِي فَسَادِ الدُّنْيَا) بِفِعْلِ الْمَعَاصِي.
(Dan) Yang kedua puluh empat: (Barangsiapa yang menginginkan Firdaus) Yaitu tingkatan paling tinggi dari surga-surga (Dan kenikmatan yang tidak akan sirna) Yaitu kenikmatan surga (Maka janganlah dia menyia-nyiakan umurnya dalam kerusakan dunia) Dengan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan.
(و) الْخَامِسُ وَالْعِشْرُونَ (مَنْ أَرَادَ الْجَنَّةَ) أَيْ السُّرُورَ (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِالسَّخَاوَةِ لِأَنَّ السَّخِيَّ قَرِيبٌ إلَى الْجَنَّةِ وَبَعِيدٌ مِنَ النَّارِ)
(Dan) Yang kedua puluh lima: (Barangsiapa yang menginginkan surga) Yakni kebahagiaan (Di dunia dan akhirat, maka hendaklah dia bersikap dermawan, karena sesungguhnya orang yang dermawan itu dekat dengan surga dan jauh dari neraka).
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ: [السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى قَرِيبٌ مِنَ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنَ الْجَنَّةِ بَعِيدٌ مِنَ النَّارِ ، وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى بَعِيدٌ مِنَ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنَ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنَ النَّارِ، وَالْجَاهِلُ السَّخِيُّ أَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ تَعَالَى مِنَ الْعَابِدِ الْبَخِيلِ].
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah Ta'ala, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, jauh dari neraka. Orang yang kikir itu jauh dari Allah Ta'ala, jauh dari manusia, jauh dari surga, dekat dengan neraka. Orang bodoh yang dermawan itu lebih dicintai oleh Allah Ta'ala daripada ahli ibadah yang kikir].
وَمِنْ حِكَايَاتِ الْكُرَمَاءِ: أَنَّ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَعَبْدَ اللّٰهِ بْنَ جَعْفَرٍ خَرَجُوا لِلْحَجِّ، فَفَاتَهُمْ أَثْقَالُهُمْ، فَجَاعُوا وَعَطِشُوا، فَمَرُّوا بِخِبَاءِ عَجُوزٍ فِيهِ شَاةٌ، فَسَأَلُوهَا فَسَقَتْهُمْ لَبَنَهَا ثُمَّ ذَبَحَتْهَا لَهُمْ،
Dari sebagian kisah-kisah orang yang dermawan: Sesungguhnya Hasan, Husain, dan Abdullah bin Ja'far itu mereka keluar untuk menunaikan haji. kemudian hilang dari mereka barang bawaan mereka, sehingga mereka kelaparan dan kehausan. Kemudian Mereka melewati sebuah kemah milik seorang wanita tua yang di dalamnya ada seekor kambing kemudian mereka meminta bantuan kepada wanita tua tersebut, kemudian wanita tua itu memberi mereka susu kambingnya, lalu menyembelih kambing itu untuk mereka.
فَبَعْدَ مُدَّةٍ رَآهَا الْحَسَنُ بِالْمَدِينَةِ فَعَرَفَهَا، فَأَعْطَاهَا أَلْفَ شَاةٍ وَأَلْفَ دِينَارٍ، ثُمَّ أَرْسَلَهَا لِأَخِيهِ الْحُسَيْنِ، فَأَعْطَاهَا مِثْلَهُ، ثُمَّ أَرْسَلَهَا لِابْنِ جَعْفَرٍ الطَّيَّارِ، فَأَعْطَاهَا أَلْفَيْ شَاةٍ وَأَلْفَيْ دِينَارٍ، وَقَالَ: لَوْ بَدَأَتْ بِي لَأَتْعَبَتْهُمَا،
Setelah beberapa waktu, Hasan melihat wanita itu di Madinah dan hasan mengenali wanita tua tersebut. Kemudian hasan memberi wanita tua tersebut seribu ekor kambing dan seribu dinar. Kemudian, Hasan mengirim wanita tua itu kepada saudaranya, Husain, kemudian husain memberinya sama seperti pemberian hasan. Lalu, Husain mengirimnya kepada Abdullah bin Ja'far Atthoyyar, kemudian Abdullah bin Ja'far memberinya dua ribu ekor kambing dan dua ribu dinar. Abdullah bin Ja'far berkata: Jika wanita tua itu memulai dariku, pasti dia akan membuat Hasan dan Husain bersusah payah.
فَرَجَعَتْ بِأَرْبَعَةِ آلَافِ شَاةٍ وَأَرْبَعَةِ آلْآفِ دِينَارٍ
Kemudian wanita tua itu kembali dengan membawa empat ribu ekor kambing dan empat ribu dinar.
(و) السَّادِسُ وَالْعِشْرُونَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يُنَوِّرَ قَلْبَهُ بِالنُّورِ التَّامِّ فَعَلَيْهِ بِالتَّفَكُّرِ وَالِاعْتِبَارِ) أَيْ بِالتَّفَكُّرِ فِي عَظَمَةِ اللّٰهِ تَعَالَى وَالْاِتِّعَاظِ بِالْمَوْتِ.
(Dan) Yang kedua puluh enam: (Barangsiapa yang ingin menerangi hatinya dengan cahaya yang sempurna, maka hendaklah dia merenung dan mengambil pelajaran) Yakni dengan merenungkan keagungan Allah Ta'ala dan mengambil pelajaran dari kematian.
(وَ) السَّابِعُ وَالْعِشْرُوْنَ (مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُونَ لَهُ بَدَنٌ صَابِرٌ وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ وَقَلْبٌ خَاشِعٌ فَعَلَيْهِ بِكَثْرَةِ الْاِسْتِغْفَارِ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ)
(Dan) Yang kedua puluh tujuh: (Barangsiapa yang ingin ada baginya tubuh yang sabar, lisan yang selalu berdzikir, dan hati yang khusyuk, maka hendaklah dia memperbanyak istighfar untuk kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat).
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: [مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كَتَبَ اللّٰهُ لَهُ بِكُلِّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ حَسَنَةً] رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ.
Telah bersabda Nabi ﷺ: [Barangsiapa yang memohonkan ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat, maka Allah akan mencatat untuknya atas setiap mukmin dan mukminah satu kebaikan]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ath-Thabarani dari Ubadah bin Ash-Shamit.
وَقَالَ ﷺ: [مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً كَانَ مِنَ الَّذِينَ يُسْتَجَابُ لَهُمْ وَيُرْزَقُ بِهِمْ أَهْلُ الْأَرْضِ] رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ.
Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Barangsiapa yang memohonkan ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat setiap hari sebanyak dua puluh tujuh kali, maka jadilah dia dari sebagian orang-orang yang doanya dikabulkan bagi mereka dan akan diberi rizqi karena istighfar mereka para penduduk bumi]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Ath-Thabarani dari Abu Darda'
وَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: [عَشْرٌ تَمْنَعُ عَشْرًا: سُورَةُ الْفَاتِحَةِ تَمْنَعُ غَضَبَ الرَّبِّ، وَسُورَةُ يٰسٍ تَمْنَعُ عَطَشَ الْقِيَامَةِ، وَسُورَةُ الدُّخَانِ تَمْنَعُ أَهْوَالَ الْقِيَامَةِ، وَسُورَةُ الْوَاقِعَةِ تَمْنَعُ الْفَقْرَ، وَسُورَةُ الْمُلْكِ تَمْنَعُ عَذَابَ الْقَبْرِ،
Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Ada sepuluh perkara yang dapat mencegah sepuluh perkara: Surah Al-Fatihah itu dapat mencegah kemurkaan Allah, Surah Yasin itu dapat mencegah dahaga pada hari Kiamat, Surah Ad-Dukhan itu dapat mencegah kengerian-kengerian hari Kiamat, Surah Al-Waqi'ah itu dapat mencegah kemiskinan, Surah Al-Mulk itu dapat mencegah adzab kubur,
وَسُورَةُ الْكَوْثَرِ تَمْنَعُ خُصُومَةَ الْخُصَمَاءِ، وَسُورَةُ الْكَافِرُوْنَ تَمْنَعُ الْكُفْرَ عِنْدَ النَّزْعِ، وَسُورَةُ الْإِخْلَاصِ تَمْنَعُ النِّفَاقَ، وَسُورَةُ الْفَلَقِ تَمْنَعُ حَسَدَ الْحَاسِدِينَ، وَسُورَةُ النَّاسِ تَمْنَعُ الْوَسْوَاسَ].
Surah Al-Kautsar itu dapat mencegah tuntutan dari orang-orang yang menuntut, Surah Al-Kafirun itu dapat mencegah kekufuran saat sakaratul maut, Surah Al-Ikhlas itu dapat mencegah kemunafikan, Surah Al-Falaq mencegah hasad dari orang-orang yang hasad, dan Surah An-Nas mencegah bisikan hati yang jahat)].
وَأَخْتِمُ هٰذَا الْكِتَابَ بِهٰذَا الْحَدِيثِ تَبَرُّكًا بِهِ، وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَعَلَى جَمْيْعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Dan saya menutup buku ini dengan hadits ini sebagai bentuk tabarruk dengannya. Semoga Allah melimpahkan tambahan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga, kepada seluruh sahabatnya, dan kepada semua nabi dan rasul. Segala puji adalah milik Allah, Dzat yang mengurus mengatur seluruh alam.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi