(وَ) الْمَقَالَةُ السَّادِسَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (عَنْ شَقِيْقِ الْبَلْخِيِّ أَنَّهُ قَالَ: كَانَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَدْهَمَ يَمْشِي فِي أَسْوَاقِ الْبَصْرَةِ فَاجْتَمَعَ النَّاسُ إلَيْهِ قَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَدْهَمَ حِينَ سَأَلُوهُ عَنْ قَوْلِهِ تَعَالَى: ﴿أُدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ﴾ [غافر: الْآيَةُ ٦٠]: وَإِنَّا) مُنْذُ دَهْرٍ (نَدْعُو فَلَمْ يُسْتَجَبْ لَنَا،
Maqolah yang kedua puluh enam (Dari Syaqiq Al-Balkhi sesungguhnya dia berkata: Ada Ibrahim bin Adham dia berjalan di pasar-pasar Basroh kemudian berkumpullah manusia kepadanya. Berkatalah Ibrahim Bin Adham ketika manusia bertanya kepadanya tentang firman Allah Ta'ala ﴾Berdoalah kalian kepadaku niscaya akan aku ijabah untuk kalian [Q.S Ghofir: Ayat 60]﴿ Dan sesungguhnya kami) Sejak waktu yang lama (Berdoa tapi tidak di ijabah untuk kami
فَقَالَ:) أَيْ إِبْرَاهِيمُ: يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ لِأَنَّهُ قَدْ (مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ عَشَرَةِ أَشْيَاءَ) فَكَيْفَ يُسْتَجَابُ دُعَاؤُكُمْ: أَوَّلُهَا أَنَّكُمْ (عَرَفْتُمُ اللّٰهَ) أَنَّهُ خَالِقُكُمْ وَرَازِقُكُمْ (وَلَمْ تُؤَدُّوا حَقَّهُ) بِأَنْ لَمْ تَعْبُدُوهُ كَمَا أَمَرَكُمْ.
Maka berkata:) Maksudnya Ibrahim: Wahai Ahlul Basroh Karena sesungguhnya benar-benar (Telah mati hati kalian sebab sepuluh perkara) Maka bagaimana diijabah do'a kalian?: Yang pertama dari sepuluh adalah sesungguhnya kalian (Mengenal kepada Allah) Sesungguhnya Allah adalah dzat yang menciptakan kalian dan dzat yang memberi rizqi kepada kalian (sedangkan kalian tidak menunaikan kewajiban kepada Allah) dengan cara kalian tidak menyembah Allah sebagaimana Allah telah perintahkan kepada kalian
(وَ) الثَّانِي أَنَّكُمْ (قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللّٰهِ وَلَمْ تَعْمَلُوا بِهِ) أَيْ بِمَضْمُونِهِ.
(Dan) Yang kedua, sesungguhnya kalian (Membaca Kitabullah sedangkan kalian tidak mengamalkannya) Maksudnya dengan kandungan Al-Qur'an
(وَ) الثَّالِثُ: أَنَّكُمْ (اِدَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ إبْلِيسَ وَوَالَيْتُمُوهُ) أَيْ تَابَعْتُمُوهُ فِي أَوَامِرِهِ.
(Dan) Yang ketiga: Sesungguhnya kalian (Mengklaim memusuhi iblis sedangkan kalian berkawan kepadanya) Maksudnya kalian mengikutinya dalam perintah-perintahnya
(وَ) الرَّابِعُ: أَنَّكُمْ (اِدَّعَيْتُمْ حُبَّ الرَّسُولِ وَتَرَكْتُمْ أَثَرَهُ) أَيْ عَمَلَهُ (وَسُنَّتَهُ) أَيْ طَرِيقَتَهُ فَلَمْ تَقْتَدُوا بِهِ.
(Dan) Yang keempat: Sesungguhnya kalian (Mengklaim cinta Rasul sedangkan kalian meninggalkan atsarnya) Maksudnya amalannya (Dan sunnahnya) Maksudnya cara hidupnya sehingga kalian tidak mengikutinya
(وَ) الْخَامِسُ: أَنَّكُمْ (اِدَّعَيْتُمْ حُبَّ الْجَنَّةِ وَلَمْ تَعْمَلُوا لَهَا) أَيْ لَمْ تَعْمَلُوا الْعَمَلَ الْمُوصِلَ إِلَيْهَا .
(Dan) Yang kelima: Sesungguhnya kalian (Mengklaim cinta surga sedangkan kalian tidak beramal untuknya) Maksudnya kalian tidak mengerjakan amalan yang dapat menghantarkan pada surga
(وَ) السَّادِسُ: أَنَّكُمْ (اِدَّعَيْتُمْ خَوْفَ النَّارِ وَلَمْ تَنْتَهُوا عَنِ الذُّنُوبِ) أَيْ الْمُوْقِعَاتِ فِي النَّارِ.
(Dan) Yang keenam: Sesungguhnya kalian (Mengklaim takut neraka sedangkan kalian tidak berhenti dari dosa-dosa) Maksudnya yang menjerumuskan ke dalam neraka
(وَ) السَّابِعُ: أَنَّكُمْ (اِدَّعَيْتُمْ) أَيْ اعْتَقَدْتُمْ (أَنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ) أَيْ وَاقِعٌ لَا بُدَّ مِنْهُ (وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ) أَيْ لَمْ تَتَأَهَّبُوا بِإِتْيَانِ الْعَمَلِ الصَّالِحِ لِأَجْلِهِ.
(Dan) Yang ketujuh: Sesungguhnya kalian (Mengklaim) Yakni kalian mengitikadkan (Bahwa kematian adalah nyata) Yakni terjadi yang tidak dapat dihindari daripadanya (Sedangkan kalian tidak bersiap-siap untuknya) Maksudnya kalian tidak mempersiapkan diri dengan melakukan amal sholih untuk menghadapi kematian
(وَ) الثَّامِنُ: أَنَّكُمْ (اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ غَيْرِكُمْ) بِالِاغْتِيَابِ (وَتَرَكْتُمْ عُيُوبَ أَنْفُسِكُمْ) بِأَنْ لَمْ تُحَاوِلُوا فِي تَطْهِيرِهَا.
(Dan) Yang kedelapan: Sesungguhnya kalian (Sibuk dengan aib-aib orang lain) Dengan cara mengumpat (Sedangkan kalian meninggalkan aib-aib pada diri kalian sendiri) Dengan cara kalian tidak berusaha dalam mensucikan diri
(وَ) التَّاسِعُ: أَنَّكُمْ (تَأْكُلُونَ رِزْقَ اللّٰهِ وَلَا تَشْكُرُونَهُ) فَشُكْرُ الْعَبْدِ لِلّٰهِ تَعَالَى ثَنَاؤُهُ عَلَيْهِ بِذِكْرِ إحْسَانِهِ إلَيْهِ ثُمَّ طَاعَتُهُ لِلَّهِ تَعَالَى.
(Dan) Yang kesembilan: Sesungguhnya kalian (Memakan rizki dari Allah sedangkan kalian tidak bersyukur kepada Allah) Syukurnya seorang hamba kepada Allah Ta'ala adalah memujinya seorang hamba kepada Allah dengan menyebut kebaikan-kebaikan Allah kepadanya tersebut kemudian dia taat kepada Allah Ta'ala
(وَ) الْعَاشِرُ: أَنَّكُمْ (تَدْفِنُونَ مَوْتَاكُمْ) مَرَّةً بَعْدَ مَرَّةٍ (وَلَا تَعْتَبِرُونَ) أَيْ لَا تَتَّعِظُوْنَ (بِهِمْ) وَلَا تَتَذَكَّرُونَ فَإِنْ كُنْتُمْ تَتَذَكَّرُونَ فَتَرْغَبُونَ بِمَا فِي أَهْلِ الْخَيْرِ وَتَرْهَبُونَ بِمَا فِي أَهْلِ الشَّرِّ.
(Dan) Yang kesepuluh: Sesungguhnya kalian (Mengubur orang-orang mati di antara kalian) Satu persatu (Sedangkan kalian tidak mengambil pelajaran) Maksudnya kalian tidak mengambil nasihat (Dengan orang-orang mati) Dan kalian tidak sadar. Jika kalian sadar maka kalian akan menginginkan dengan apa yang ada pada ahli kebaikan dan kalian akan takut dengan apa yang ada pada ahli keburukan
وَعَنِ ابْنِ أَبِي حَاتِمٍ: [أنَّ جِبْرِيْلَ قَالَ لِلنَّبِيِّ ﷺ: مَا بُعِثْتُ إِلَى أَحَدٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْكَ أَفَلَا أُعَلِّمُكَ دُعَاءً اِخْتَبَأْتُهُ لَكَ لَمْ أُعَلِّمْهُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ تَدْعُو بِهِ فِي الرَّغْبَةِ وَالرَّهْبَةِ
Dan dari Ibnu Abi Hatim [Sesungguhnya Jibril berkata kepada Nabi ﷺ: Tidaklah aku diutus kepada salah seorang nabi yang lebih disukai olehku daripadamu tidakkah aku beritahukan kepadamu sebuah doa yang telah aku sembunyikan doa tersebut untukmu tidaklah aku beritahukan doa tersebut kepada seorangpun sebelum dirimu. Kamu dapat berdoa dengan doa tersebut dalam keadaan berharap dan dalam keadaan takut
قُلْ: يَا نُورَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَيَا قَيُّومَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَيَا صَمَدَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَيَا زَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَيَا جَمَالَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَيَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ، وَيَا غَوْثَ الْمُسْتَغِيثِينَ وَمُنْتَهَى رَغْبَةِ الْعَابِدِينَ وَمُنَفِّسَ الْكُرَبِ عَنِ الْمَكْرُوبِينَ وَمُفَرِّجَ الْغَمِّ عَنِ الْمَغْمُومِينَ وَصَرِيخَ الْمُسْتَصْرِخِينَ وَمُجِيْبَ سُؤَالِ الْعَابِدِينَ، ثُمَّ تَسْأَلُ اللّٰهَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ].
Ucapkanlah olehmu: Wahai Allah Dzat yang menerangi seluruh langit dan bumi, wahai Allah Dzat yang mendirikan seluruh langit dan bumi, wahai Allah Dzat yang menopang seluruh langit dan bumi, wahai Allah Dzat yang menghiasai seluruh langit dan bumi, wahai Allah Dzat yang memperindah seluruh langit dan bumi, wahai Allah Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Allah Dzat yang menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan, wahai Allah Dzat yang menjadi puncak harapan orang-orang yang ahli ibadah, Wahai Allah Dzat yang melonggarkan berbagai kesusahan dari orang-orang yang menerima kesusahan, wahai Allah Dzat yang menghilangkan kesedihan dari orang-orang yang berduka, wahai Allah Dzat yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan, wahai Allah Dzat yang mengabulkan permintaan orang-orang yang ahli ibadah. kemudian kamu meminta kepada Allah kebutuhan dari kebutuhan-kebutuhan dunia dan akhirat].
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi