(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ وَالْعِشْرُونَ (عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا قَالَ: مَنْ صَلَّى عَلَى النَّبِيِّ ﷺ مَرَّةً وَاحِدَةً صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ عَشْرًا، وَمَنْ سَبَّهُ) ﷺ (مَرَّةً سَبَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ عَشْرَ مَرَّاتٍ،
Maqolah yang kedua puluh lima (Dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma berkata: Barang siapa bersholawat kepada Nabi ﷺ satu kali maka pasti Allah akan memberi rahmat kepadanya sepuluh kali, dan barang siapa yang memaki Nabi) ﷺ (Sekali maka pasti Allah akan mencaci kepada orang tersebut sepuluh kali
أَلَا تَرَى) أَيْ تَنْظُرُ (فِي قَوْلِهِ تَعَالَى لِلْوَلِيْدِ بْنِ الْمُغِيْرَةِ لَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَيْهِ حِيْنَ سَبَّ النَّبِيَّ ﷺ مَرَّةً سَبَّهُ اللّٰهُ عَشْرَ مَرَّاتٍ
Tidakkah kamu melihat) Yakni Kamu melihat (Mengenai firman Allah Ta'ala tentang Walid bin Mughiroh La'natullahi Alaihi ketika dia memaki Nabi ﷺ sekali maka Allah memakinya sepuluh kali
فَقَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:) لِنَبِيِّهِ (﴿وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ﴾ [القلم: الآية ١٠]) أَيْ كَثِيرِ الْحَلَفِ (﴿مَّهِينٍ﴾ [القلم: الآية ١٠]) أَيْ حَقِيرٍ فِي التَّدْبِيرِ
Telah berfirman Allah Subhanahu Wata'ala:) Kepada Nabinya (﴾Janganlah kamu patuhi setiap orang yang suka bersumpah﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 10]) Maksudnya orang yang banyak janji (﴾Berkepribadian hina﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 10]) Maksudnya orang yang rendah dalam mengelola
(﴿هَمَّازٍ﴾ [القلم: الآية ١١]) أَيْ كَثِيرُ الْغِيبَةِ (﴿مَّشَآمٍ بِنَمِيْمٍ﴾ [القلم: الآية ١١]) أَيْ كَثِيْرِ نَقْلِ الْكَلَامِ مِنْ قَوْمٍ إِلَى قَوْمٍ عَلَى وَجْهِ الْإِفْسَادِ بَيْنَهُمْ
(﴾Suka mencela﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 11]) Maksudnya banyak mengumpat (﴾Berjalan kesana-kemari menyebar fitnah﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 11]) Maksudnya banyak menukil perkataan orang lain dari satu kaum kepada kaum yang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka
(﴿مَّنَّاعٍ لِلْخَيْرِ﴾ [القلم: الآية ١٢]) أَيْ كَثِيْرِ الْمَنْعِ لِلنَّاسِ مِنَ الدُّخُوْلِ فِي دِيْنِ الْإِسْلَامِ (﴿مُعْتَدٍ﴾ [القلم: الآية ١٢]) أي ظَلُوْمٍ (﴿أَثِيمٍ﴾ [القلم: الآية ١٢]) أَيْ مُبَالِغٍ فِي الْإِثْمِ
(﴾Merintangi segala yang baik﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 12]) Maksudnya banyak menghalangi manusia untuk masuk ke dalam agama Islam (﴾Melampaui batas﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 12]) Maksudnya dzolim (﴾Banyak Dosa﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 12]) Maksudnya berlebih-lebihan dalam berbuat dosa
(﴿عُتُلٍّ﴾ [القلم: الآية ١٣]) أي مُتَكَبِّرٍ (﴿بَعْدَ ذٰلِكَ﴾ [القلم: الآية ١٣]) أي مَعَ ذٰلِكَ تِلْكَ الْعُيُوْبِ (﴿زَنِيمٍ﴾ [القلم: الآية ١٣]) أَيْ دَعِيٍّ مَنْسُوْبٍ إِلَی غَيْرِ الْأَبِ،
(﴾Bertabiat kasar﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 13]) Yakni sombong (﴾Setelah itu﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 13]) Maksudnya beserta aib-aib tersebut (﴾Anak Zanim﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 13]) Maksudnya anak angkat yang dinisbatkan kepada selain ayahnya
فَالْوَلِيْدُ اِدَّعَاهُ الْمُغِيرَةُ بِأَنَّهُ وَلَدُهُ وَالْحَالُ أَنَّهُ وَلَدُ الرَّاعِي بِطَرِيقِ الزِّنَا
Adapun Walid, Al-Mughiroh telah mengklaim walid bahwasannya walid adalah anaknya padahal walid adalah anak seorang pengembala dengan jalan perzinahan
([القلم: الْآية ١٤] ﴾أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَّبَنِيْنَ﴿) وَهٰذَا مُتَعَلِّقٌ بِمَا دَلَّ عَلَيْهِ مَا بَعْدَهُ، أَيْ أَنَّ الْمَوْصُوفَ بِمَا ذُكِرَ كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرَ لِأَجْلِ كَوْنِهِ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ،
(﴾Karena dia kaya dan mempunyai banyak anak﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 14]) Ini berkaitan dengan ayat yang menunjukkan pada ayat tersebut ayat setelahnya. Yakni bahwa yang disifati dengan sifat-sifat yang telah disebutkan dia menjadi kafir pada ayat-ayat kami dan dia menjadi sombong karena keadaan dia yang memiliki harta dan banyak anak.
أَوْ مُتَعَلِّقٌ بِمَا قَبْلَهُ، أَيْ لَا تُطِعْ مَنْ ذُكِرَ لِأَجْلِ كَوْنِهِ كَثِيرَ الْمَالِ وَالْأَوْلَادِ. وَكَانَ مَالُ الْوَلِيدِ مِقْدَارَ تِسْعَةِ آلَافِ مِثْقَالٍ مِنْ فِضَّةٍ وَبَنُوهُ عَشَرَةٌ
Atau ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya, yakni janganlah kamu patuhi orang yang telah disebutkan karena keadaan dia yang banyak harta dan banyak anak. Dan ada hartanya walid adalah kira-kira sembilan ribu mitsqol dari perak dan anak-anaknya itu ada sepuluh
([القلم: الآية ١٥] ﴾إذَا تُثْلَى عَلَيْهِ ءَايٰتُنَا قَالَ أَسٰطِيْرُ الْأَوَّلِيْنَ﴿) أَيْ هِيَ أَعَاجِيبُ أَحَادِيثِ الْأَوَّلِينَ
(﴾Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata: Ini adalah dongengan orang-orang terdahulu.﴿ [Q.S Al-Qolam: Ayat 15]) Maksudnya yaitu keanehan-keanehan dari cerita-cerita orang-orang terdahulu
(يَعْنِي) أَيْ يَقْصِدُ ذَلِكَ الْمَوْصُوفُ بِمَا ذُكِرَ بِهَذَا الْقَوْلِ أَنَّهُ (يُكَذِّبُ بِالْقُرْآنِ) وَلَعَلَّ مُرَادَ سَيِّدِنَا ابْنِ عَبَّاسٍ عَشْرَ مَرَّاتٍ مَعَ عَدِّ هٰذَا الْقَوْلِ.
(Artinya) Yakni bermaksud orang yang disifati dengan sifat-sifat yang telah disebut dengan ucapan ini sesungguhnya dia (Mendustakan Al-Qur'an) Dan mungkin yang dimaksud tuan kita Ibnu Abbas dengan sepuluh kali adalah beserta menghitung ucapan ini.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi