(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (عَنْ بَعْضِ الْحُكَمَاءِ: طَلَبْتُ عَشَرَةً) مِنَ الْخِصَالِ (فِي عَشَرَةِ مَوَاطِنَ) أَيْ مَوَاضِعَ (فَوَجَدْتُهَا) أَيْ الْخِصَالَ الْعَشَرَةَ (فِي عَشَرَةٍ أُخْرَى) أَيْ فِي عَشَرَةٍ غَيْرِ الْعَشَرَةِ الَّتِي طَلَبْتُهَا.
Maqolah yang kedua puluh tiga (Dari sebagian orang-orang yang bijaksana: Aku mencari sepuluh) Dari perkara-perkara (Di sepuluh tempat) Yakni tempat-tempat (Kemudian aku menemukannya) Yakni sepuluh perkara (Pada sepuluh yang lain) Maksudnya pada sepuluh tempat selain sepuluh tempat yang aku cari darinya
(طَلَبْتُ الرِّفْعَةَ) أَيْ رِفْعَةَ الدَّرَجَاتِ (فِي التَّكَبُّرِ) وَهُوَ رُؤْيَةُ قِيْمَةِ النَّفْسِ (فَوَجَدْتُهَا فِي التَّوَاضُعِ) وَهُوَ كَمَا قَالَ الْفُضَيْلُ أَنْ تَخْضَعَ لِلْحَقِّ وَتَنْقَادَ لَهُ وَتَقْبَلَهُ مِمَّنْ قَالَهُ
(Aku mencari kemuliaan) Yakni keluhuran derajat (Di dalam kesombongan) Yaitu melihat nilai diri (Kemudian sayah menemukan kemuliaan itu di dalam tawadhu) Yaitu sebagaimana telah berkata Al-Fudhoil: Hendaknya kamu tunduk pada kebenaran dan hendaknya kamu patuh pada kebenaran dan hendaknya kamu menerima kebenaran dari orang yang mengatakannya
(وَطَلَبْتُ الْعِبَادَةَ) أَيْ غَايَةَ التَّعْظِيمِ لِلّٰهِ (فِي الصَّلَاةِ فَوَجَدْتُهَا) أَيْ الْعِبَادَةَ (فِي الْوَرَعِ). قَالَ إبْرَاهِيمُ بْنُ أَدْهَمَ: اَلْوَرَعُ تَرْكُ كُلِّ شُبْهَةٍ وَتَرْكُ الْفُضُلَاتِ.
(Aku mencari Ibadah) Yakni puncak pengagungan kepada Allah (Dalam sholat kemudian aku menemukannya) Maksudnya ibadah (Di dalam wara') Telah berkata Ibrahim bin Adham: Wara' adalah meninggalkan setiap perkara syubhat dan meninggalkan berlebih-lebihan
(وَطَلَبْتُ الرَّاحَةَ) لِلْقَلْبِ وَالْبَدَنِ (فِي الْحِرْصِ) بِكَسْرِ الْحَاءِ أَيْ اَلْاجْتِهَادِ فِي طَلَبِ الْأَمْوَالِ (فَوَجَدْتُهَا فِي الزُّهْدِ) وَهُوَ تَرْكُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ. قَالَهُ عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زَيْدٍ.
(Aku mencari kenyamanan) Untuk hati dan badan (Dalam kerakusan) Lafadz الحرص dengan kasrah pada huruf ح yakni bersungguh sungguh dalam mencari harta (Kemudian aku menemukannya dalam zuhud) Yaitu meninggalkan dinar dan dirham. Telah berkata padanya Abdul Wahid bin Zaid
(وَطَلَبْتُ نُورَ الْقَلْبِ فِي صَلَاةِ النَّهَارِ جَهْرًا) أَيْ فِي ظُهُورِ النَّاسِ (فَوَجَدْتُهُ) أَيْ ذٰلِكَ النُّوْرُ (فِي صَلَاةِ اللَّيْلِ سِرًّا) أَيْ مَكْتُومًا مِنَ النَّاسِ.
(Aku mencari cahaya hati dalam sholat siang terang-terangan) Maksudya di hadapan mausia (Kemudian akn menemukannya) Maksudnya cahaya itu (Dalam sholat malam sembunyi-sembunyi) Maksudnya ditutupi dari manusia
رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ الْعَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخَرِ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللّٰهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ] رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَالْحَاكِمُ،
Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sedekat-dekatnya Allah dari hamba adalah di tengah malam yang akhir. Maka jika engkau mampu untuk menjadi bagian dari orang yang mengingat Allah pada waktu tersebut, maka lakukanlah.] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam At-Tirmidzi, Imam An-Nasai dan Imam Hakim
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا ابْنُ آدَمَ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخَرِ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَفَرَضْتُهُمَا عَلَيْهِمْ] رَوَاهُ ابْنُ نَصْرٍ.
Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Dua rakaat yang melakukan pada dua rakaat tersebut anak adam di tengah malam akhir itu lebih baik baginya daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya. Andai aku tidak khawtir memberatka n pada umatku pasti aku akan wajibkan dua rakaat itu pada umatku] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Nashr
(وَطَلَبْتُ نُورَ الْقِيَامَةِ فِي الْجُودِ وَالسَّخَاوَةِ فَوَجَدْتُهُ فِي الْعَطَشِ فِي الصَّوْمِ)
(Aku mencari terangnya hari kiamat dalam kemurahan hati dan kedermawanan kemudian aku menemukannya dalam rasa haus pada puasa).
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: [إنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ، فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ] رَوَاهُ الشَّيْخَانِ.
Dari Sahl bin Sa‘d radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ bersabda: [Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Akan masuk pada pintu itu orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat, tidak dapat masuk pada pintu itu seorangpun selain mereka. kelak dikatakan : Di manakah orang-orang yang berpuasa? kemudian mereka pun berdiri. Tidak ada yang dapat masuk pada pintu itu selain mereka. Ketika mereka telah memasukinya, pintu itu ditutup, sehingga tidak ada lagi yang bisa memasuk pada pintu itu seorangpun]." Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Bukhari Dan Imam Muslim.
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ: [مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ فِى سَبِيلِ اللّٰهِ إِلَّا بَاعَدَ اللّٰهُ بِذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا] رَوَاهُ الشَّيْخَانِ.
Dari Abu Sa'id Radhiallahu Anhu dia berkata: Terlah bersabda Rasulullah ﷺ: [Tidaklah seorang hamba dia berpuasa di jalan Allah melainkan pasti Allah akan menjauhkan sebab puasa itu pada diri orang itu dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Bukhari dan Imam Muslim
(وَطَلَبْت الْجَوَازَ) أَيْ الْمُرُورَ (عَلَى الصِّرَاطِ فِي أُضْحِيَةٍ فَوَجَدْتهُ فِي الصَّدَقَةِ)
(Aku mencari kemudahan lewat) Maksudnya lewat (Di atas shirot dalam berkurban kemudian aku mendapatkannya dalam sedekah)
ذَكَرَ السُّيُوطِيُّ أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ: وَاحِدَةٌ بِعَشَرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيحِ الْجِسْمِ وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِينَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيهٍ.
Telah menyebutkan Imam As-Suyuti bahwa pahala sedekah itu ada lima macam: Satu sedekah banding sepuluh yaitu sedekah kepada orang yang sehat jasmani, satu sedekah banding sembilan puluh yaitu sedekah kepada orang yang buta dan orang yang sedang diuji, satu sedekah banding sembilan ratus yaitu sedekah kepada kerabat yang membutuhkan, satu sedekah banding seratus ribu yaitu sedekah kepada kedua orang tua dan satu sedekah banding sembilan ratus ribu yaitu sedekah kepada orang yang berilmu atau kepada ahli fiqih
(وَطَلَبْتُ النَّجَاةَ مِنَ النَّارِ) أَيْ جَهَنَّمَ (فِي الْمُبَاحَاتِ) أَيْ فِي نَيْلِهَا (فَوَجَدْتُهَا فِي تَرْكِ الشَّهَوَاتِ) قَالَ أَبُو سُلَيْمَانَ الدَّارَانِيُّ: لَأَنْ أَتْرُكَ مِنْ عَشَائِي لُقْمَةً أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ أَنْ أَقُومَ اللَّيْلَ إلَى آخِرِهِ.
(Aku mencari keselamatan dari neraka) Yakni neraka Jahannam (Dalam perkara-perkara mubah) Yakni dalam kecondongannya (Kemudian aku menemukannya dalam meninggalkan syahwat) Telah berkata Abu Sulaiman Ad-Daroni: Sungguh andai aku meninggalkan dari makan malamku satu suapan itu lebih dicintai olehku daripada aku mendirikan sholat malam sampai akhir malam
(وَطَلَبْتُ حُبَّ اللّٰهِ تَعَالَى فِي الدُّنْيَا) أَيْ فِي تَرْكِهَا (فَوَجَدْتُهُ فِي ذِكْرِ اللّٰهِ تَعَالَى) قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: [الذِّكْرُ خَيْرٌ مِنَ الصَّدَقَةِ وَالذِّكْرُ خَيْرٌ مِنَ الصِّيَامِ] رَوَاهُ أَبُو الشَّيْخِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ.
(Aku mencari cinta Allah Ta'ala pada dunia) Maksudnya dalam meninggalkan dunia (Kemudian aku menemukannya dalam berdzikir kepada Allah Ta'ala) Telah bersabda Nabi Alaihis-Salam: [Dzikir itu lebih baik daripada sedekah dan dzikir itu lebih baik daripada puasa] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Abu Syaikh dari Abu Huroiroh
وَالْمَعْنَى ذِكْرُ اللّٰهِ بِنَحْوِ تَهْلِيلٍ وَتَسْبِيحٍ وَتَحْمِيدٍ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةِ النَّفْلِ وَالذِّكْرُ أَكْثَرُ ثَوَابًا وَأَنْفَعُ مِنَ الصِّيَامِ.
Maknanya adalah berdzikir kepada Allah dengan semisal membaca tahlil, tasbih dan tahmid itu lebih baik daripada sedekah sunnah dan dzikir itu lebih banyak pahalanya dan lebih bermanfaat daripada puasa
(وَطَلَبْتُ الْعَافِيَةَ فِي الْمَجَامِعِ) أَيْ مَجَامِعِ النَّاسِ (فَوَجَدْتُهَا فِي الْعُزْلَةِ) قَالَ الْقُشَيْرِيُّ: وَالْعُزْلَةُ فِي الْحَقِيقَةِ اعْتِزَالُ الْخِصَالِ الْمَذْمُومَةِ فَالتَّأْثِيرُ لِتَبْدِيلِ الصِّفَاتِ لَا لِلتَّنَائِي عَنِ الْأَوْطَانِ.
(Aku mencari keselamatan dalam perkumpulan) Yakni perkumpulan manusia (Kemudian aku menemukannya dalam menyendiri) Telah berkata Al-Qusyairi: Uzlah dalam hakikatnya adalah mengasingkan diri dari sifat-sifat yang tercela Maka pengaruhnya adalah untuk perubahan sifat, bukan untuk menjauh dari tanah air.
وَقَالَ أَبُو عَلِيٍّ الدَّقَّاقُ رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى: اِلْبَسْ مَعَ النَّاسِ مَا يَلْبَسُوْنَ وَتَنَاوَلْ مِمَّا يَأْكُلُونَ وَانْفَرِدْ عَنْهُمْ بِالسِّرِّ.
Telah berkata Abu Ali Ad-Daqoq Rahimahullahu Ta'ala: Pakailah olehmu bersama manusia apa yang mereka pakai dan makanlah dari apa yang mereka makan dan menyendirilah dari mereka dalam hal rahasia
(وَطَلَبْتُ نُورَ الْقَلْبِ فِي الْمَوَاعِظِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فَوَجَدْتُهُ فِي التَّفَكُّرِ) فِي عِظَمِ مَخْلُوقَاتِ اللّٰهِ تَعَالَى وَفَنَاءِ الدُّنْيَا وَأَهْوَالِ الْآخِرَةِ وَسَائِرِ أُمُورِهِمَا وَتَقْصِيْرِ النَّفْسِ وَتَهْذِيبِهَا وَحَمْلِهَا عَلَى الْاِسْتِقَامَةِ (وَالْبُكَاءِ) وَقْتَ السَّحَرِ.
(Aku mencari terangnya hati dalam nasihat-nasihat dan membaca Al-Qur'an kemudian aku menemukannya dalam bertafakkur) Tentang agungnya ciptaan Allah Ta'ala, tentang akan sirnanya dunia, tentang kengerian-kengerian akhirat, tentang semua urusan dunia dan akhirat, tentang kekurangan diri, tentang penyucian diri dan tentang membawa diri untuk istiqomah (Dan dalam tangisan) Pada waktu sahur
قَالَ بَعْضُهُمْ: وَقَفْتُ عَلَى عَابِدٍ وَهُوَ يَبْكِي فَقُلْتُ: مِمَّ بُكَاؤُكَ، فَقَالَ: رَوْعَةً يَجِدُهَا الْخَائِفُونَ فِي قُلُوبِهِمْ، فَقُلْتُ لَهُ: وَمَا الرَّوْعَةُ ؟ قَالَ: رَوْعَةُ النِّدَاءِ بِالْعَرْضِ عَلَى اللّٰهِ تَعَالَى.
Telah berkata sebagian ulama: Aku berhenti pada seorang ahli ibadah dan dia sedang menangis kemudian aku berkata: karena apa tangisanmu? kemudian dia berkata: karena ketakutan yang mendapati pada ketakutan itu orang-orang yang ada rasa takut di dalam hati mereka. Kemudian aku berkata: Ketakutan apakah itu? Dia berkata: Takutnya dipanggil untuk menghadap Allah Ta'ala.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi