Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 21 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 10
BAB 10 MAQOLAH 21

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 21

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الْحَادِيَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: [اَلصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّيْنِ) أَيْ قِوَامُ الدِّيْنِ كَمَا أَنَّ الْعَمُوْدَ قِوَامُ الْبَيْتِ

Maqolah yang ke dua puluh satu (Dari Abu Hurairoh Radhiallahu Anhu dari Nabi ﷺ: Sholat adalah tiang agama) Maksudnya pondasi agama sebagaimana bahwa tiang adalah pondasi rumah

(وَفِيْهَا) أَيْ الصَّلَاةِ (عَشْرُ خِصَالٍ: زَيْنُ الْوَجْهِ وَنُورُ الْقَلْبِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [صَلَاةُ الرَّجُلِ نُوْرٌ فِى قَلْبِهِ فَمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ فَلْيُنَوِّرْ قَلْبَهُ] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ.

(Dan di dalamnya) Maksudnya Shalat (Ada sepuluh perkara: Keindahan wajah, Cahaya hati,) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Shalat seseorang adalah cahaya di hatinya. Barang siapa yang menghendaki dari kalian hendaklah dia menerangi hatinya] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ad-Dailami

(وَرَاحَةُ الْبَدَنِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [قُمْ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ شِفَاءٌ] رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ . وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إنَّ اللّٰهَ إذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الْأَرْضِ صَرَفَهَا عَنْ عُمَّارِ الْمَسْجِدِ] رَوَاهُ الْعَسْكَرِيُّ.

(Kenyamanan tubuh,) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Berdirilah kalian kemudian shalatlah karena sesungguhnya shalat adalah penyembuhan] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah. Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sesungguhnya Allah ketika menurunkan bencana dari langit kepada penduduk bumi Allah memalingkannya dari orang-orang yang memakmurkan masjid]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Al-'Askari

(وَأُنْسٌ فِى الْقَبْرِ ، وَمَنْزِلُ الرَّحْمَةِ، وَمِفْتَاحُ السَّمَاءِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [اَلصَّلَاةُ قُرْبَانُ كُلِّ تَقِيٍّ] رَوَاهُ الْقَضَاعِيُّ عَنْ عَلِيٍّ.

(Ketenangan di dalam kubur, tempat turunnya rahmat, kunci langit,) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Shalat adalah cara mendekatkan diri bagia setiap orang yang bertakwa] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Al-Qudho'i dari Ali

(وَثِقَلُ الْمِيْزَانِ، وَمَرْضَاةُ الرَّبِّ) رُوِيَ أَنَّهُ قَالَ: [مَا مِنْ حَالَةٍ يَكُونُ عَلَيْهَا الْعَبْدُ أَحَبُّ إلَى اللّٰهِ تَعَالَى مِنْ أَنْ يَرَاهُ سَاجِدًا يَعْفِرُ وَجْهُهُ فِى التُّرَابِ] رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ.

(Beratnya timbangan, keridhoan Allah,) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Tiada suatu kondisi yang mana seorang hamba ada dalam kondisi itu yang lebih disukai oleh Allah daripada ketika Allah melihat hamba tersebut dalam keadaan sujud berdebu wajahnya karena tanah] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam At-Thobroni

(وَثَمَنُ الْجَنَّةِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إنَّ الْمُصَلِّيَ لَيَقْرَعُ بَابَ الْمَلِكِ وَإِنَّهُ مَنْ يُدِمْ قَرْعَ الْبَابِ يُوْشِكُ أَنْ يُفْتَحَ لَهُ] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ.

(Harga surga,) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sungguh orang yang sholat dia benar-benar mengetuk pintu sang Raja dan sungguh barang siapa yang melanggengkan mengetuk pintu maka hampir saja pintu itu dibuka baginya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ad-Dailami

(وَحِجَابٌ مِنَ النَّارِ) قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: [اَلصَّلَاةُ مِيْزَانٌ فَمَنْ أَوْفَى اسْتَوْفَى] رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ. وَالْمَعْنَى: اَلصَّلَاةُ مِيْزَانُ الْإِيْمَانِ فَمَنْ أَوْفَى بِهَا بِحِفْظِ وَاجِبَاتِهَا وَمَنْدُوْبَاتِهَا اسْتَوْفَى مَا وَعَدَ اللّٰهُ بِهِ مِنَ الْفَوْزِ بِدَارِ الثَّوَابِ وَالنَّجَاةِ مِنْ أَلِيْمِ الْعِقَابِ.

(Dan penutup dari neraka) Telah bersabda Nabi ﷺ: [Shalat adalah timbangan. Barang siapa yang memenuhi timbangan maka dia berhak mendapatkan] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas. Maknanya: Sholat adalah timbangan keimanan. Barang siapa yang memenuhi shalat dengan menjaga kewajiban-kewajibannya dan kesunahan kesunahannya maka dia berhak mendapatkan apa yang telah Allah janjikan dengannya yakni keberuntungan dengan tempat pahala dan keberuntungan dengan keselamatan dari pedihnya siksa.

(فَمَنْ أَقَامَهَا) أَيْ الصَّلَاةَ (فَقَدْ أَقَامَ الدِّيْنَ وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنَ])

(Barang siapa benar-benar menegakkannya) Maksudnya shalat (Maka dia benar-benar telah menegakkan agama dan barang siapa meninggalkannya maka dia benar-benar telah merobohkan agama])

رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [خَمْسُ صَلَوَاتٍ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهِنَّ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ لَمْ تَكُنْ لَهُ نُوْرًا وَلَا بُرْهَانًا وَلَا نَجَاةً وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ فِرْعَوْنَ وَقَارُوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ] رَوَاهُ ابْنُ نَصْرٍ.

Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Lima shalat, barang siapa yang menjaga padanya maka jadilah lima shalat itu baginya cahaya, bukti keimanan dan keselamatan pada hari kiamat dan barang siapa tidak memelihara lima shalat itu maka tidak akan menjadi lima shalat itu baginya cahaya dan tidak menjadi bukti dan tidak menjadi keselamatan dan dia ada pada hari kiamat bersama Fir'aun, Haman dan Ubai bin Kholaf] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Nashr.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan