Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 19 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 10
BAB 10 MAQOLAH 19

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 19

 

(وَ) الْمَقَالَةُ التَّاسِعَةَ عَشْرَةَ (قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: [عَشَرَةُ نَفَرٍ لَنْ يَقْبَلَ اللّٰهُ تَعَالَى صَلَاتَهُمْ: رَجُلٌ صَلَّى وَحِيْدًا) أَيْ مُنْفَرِدًا (بِغَيْرِ قِرَاءَةٍ) وَاتَّفَقَ الْإِمَامُ أَبُو حَنِيْفَةَ وَأَصْحَابُهُ وَالْإِمَامُ مَالِكٌ وَالْإِمَامُ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ عَلَى صِحَّةِ صَلَاةِ الْمَأْمُوْمِ بِغَيْرِ قِرَاءَتِهِ شَيْئًا مِنَ الْفَاتِحَةِ.

Maqalah yang kesembilan belas (Telah bersabda Nabi ﷺ: [Sepuluh golongan yang Allah Ta'ala tidak akan menerima sholat mereka: Orang yang sholat sendirian) Maksudnya Munfarid (tanpa membaca Al-Fatihah,). Dan telah bersepakat Imam Abu Hanifah, sahabat-sahabatnya, Imam malik dan Imam Ahmad bin Hambal Radhiallahu Anhum atas sahnya sholat makmum tanpa dia membaca sedikitpun dari surat al-Fatihah

(وَرَجُلٌ لَا يُؤَدِّي الزَّكَاةَ) أَيْ لَا يُخْرِجُ مَا يَجِبُ إخْرَاجُهُ مِنَ الْأَمْوَالِ الزَّكَوِيَّةِ إِلَى مُسْتَحِقِّيْهِ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: ﴿وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِيْنَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْتُوْنَ الزَّكَوٰةَ﴾ [فصلت: الآية ٧] فَسَمَّاهُمُ اللّٰهُ مُشْرِكِيْنَ.

(Seorang laki-laki yang tidak menunaikan zakat,) Maksudnya tidak mengeluarkan zakat yang wajib mengeluarkannya dari harta-harta zakat kepada para mustahiknya. Allah Ta'ala berfirman: ﴾Celakalah bagi orang-orang musyrik yang tidak menunaikan zakat﴿ [Fussilat: ayat 7], maka Allah menyebut mereka sebagai orang-orang musyrik.

(وَرَجُلٌ يَؤُمُّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُوْنَ) قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: [ثَلَاثَةٌ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمْ آذَانَهُمْ اَلْعَبْدُ الْآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ، وَإِمَامٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُوْنَ].

(Seorang laki-laki yang menjadi imam bagi suatu kaum, sedangkan kaum tersebut kepada lelaki itu membenci,) Telah bersabda Nabi Alaihis Sholatu Wassalam: [Tiga golongan yang tidak melewati pahala shalat mereka pada telinga mereka: Seorang budak yang melarikan diri sampai ia kembali, seorang wanita yang bermalam sedangkan suaminya marah padanya, dan seorang imam yang mengimami suatu kaum sedangkan kaum tersebut kepada imam itu membenci].

(وَرَجُلٌ مَمْلُوْكٌ آبِقٌ) أَيْ شَخْصٌ رَقِيْقٌ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى هَارِبٌ مِنْ سَيِّدِهِ. قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: [إذَا أَبَقَ الْعَبْدُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ، وَفِى رِوَايَةٍ فَقَدْ كَفَرَ حَتَّى يَرْجِعَ].

(Seorang budak yang melarikan diri,) Maksudnya seseorang yang berstatus budak, baik laki-laki maupun perempuan, yang melarikan diri dari tuannya. Telah bersabda Nabi ﷺ: [Jika melarikan diri seorang budak, maka tidak diterima shalatnya, dan dalam riwayat lain: Maka benar-benar dia telah kufur sampai ia kembali].

(وَرَجُلٌ شَارِبُ الْخَمْرِ مُدْمِنٌ) قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: [اِجْتَنِبُوْا الْخَمْرَ فَإِنَّهَا أُمُّ الْخَبَائِثِ].

(Seorang laki-laki yang pecandu minuman keras) Telah bersabda Nabi Alaihis Sholatu Wassalam: [Jauhilah minuman keras, karena minuman keras itu adalah induk segala kejahatan].

(وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا سَاخِطٌ عَلَيْهَا) قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: [ثَلَاثَةٌ لَا يَقْبَلُ اللّٰهُ لَهُمْ صَلَاةً وَلَا تَصْعَدُ لَهُمْ إلَى السَّمَاءِ: اَلسَّكْرَانُ حَتَّى يَصْحُوَ وَالْمَرْأَةُ السَّاخِطُ عَلَيْهَا زَوْجُهَا وَالْعَبْدُ الْآبِقُ عَلَى مَوْلَاهُ حَتَّى يَرْجِعَ فَيَضَعَ يَدَهُ فِى يَدِّ مَوَالِيْهِ].

(Seorang wanita yang bermalam sedangkan suaminya marah padanya) Telah bersabda Nabi Alaihis Sholatu Wassalam: [Tiga golongan yang Allah tidak menerima shalat mereka dan tidak diangkat pahala shalat mereka ke langit: orang yang mabuk sampai ia sadar, seorang wanita yang suaminya marah padanya, dan seorang budak yang melarikan diri dari tuannya sampai ia kembali dan meletakkan tangannya di tangan tuannya].

(وَامْرَأَةٌ حُرَّةٌ تُصَلِّي بِغَيْرِ خِمَارٍ) وَهُوَ ثَوْبٌ تُغَطِّي بِهِ الْمَرْأَةُ رَأْسَهَا

(Seorang wanita merdeka yang shalat tanpa mengenakan khimar) yaitu pakaian yang dapat menutupi dengan pakaian itu seorang perempuan pada kepalanya.

(وَآكِلُ الرِّبَا) قَالَ بَعْضُهُمْ: وَرَدَ أَنَّ أَكَلَةَ الرِّبَا يُحْشَرُوْنَ فِى صِفَةِ الْكِلَابِ وَالْخَنَازِيْرِ مِنْ أَجْلِ حِيْلَتِهِمْ عَلَى أَكْلِ الرِّبَا كَمَا مُسِخَ أَصْحَابُ السَّبْتِ حَتَّى تَحَيَّلُوْا عَلَى اصْطِيَادِ الْحِيْتَانِ الَّتِيْ نَهَاهُمُ اللّٰهُ عَنِ اصْطِيَادِهَا يَوْمَ السَّبْتِ

(Pemakan riba,) Sebagian dari ulama berkata: "Telah sampai riwayat bahwa para pemakan riba akan dikumpulkan dalam rupa anjing dan babi karena mereka mengakali untuk memakan riba, sebagaimana telah dirubah Ashabus Sabat karena mereka mengakali untuk tetap menangkap ikan-ikan yang mana Allah telah melarang mereka untuk mengakap ikan ikan itu di hari sabtu."

فَحَفَرُوْا لَهَا حِيْضَانَا تَقَعُ فِيْهَا يَوْمَ السَّبْتِ حَتَّى يَأْخُذُوْهَا يَوْمَ الْأَحَدِ فَلَمَّا فَعَلُوْا ذٰلِكَ مَسَخَهُمُ اللّٰهُ قِرَدَةً وَخَنَازِيْرَ، وَهٰكَذَا الَّذِيْنَ يَتَحَيَّلُوْنَ عَلَى الرِّبَا بِأَنْوَاعِ الْحِيَلِ فَإِنَّ اللّٰهَ تَعَالَى لَا يَخْفَى عَلَيْهِ حِيَلُ الْمُحْتَالِيْنَ، كَذَا نُقِلَ مِنَ الزَّوَاجِرِ.

Lalu mereka menggali untuk memburu ikan-ikan itu kolam-kolam yang akan jatuh ke dalamnya pada hari Sabtu, lalu mereka mengambilnya pada hari Ahad. Ketika mereka melakukan itu, Allah mengubah wujud mereka menjadi kera dan babi. Demikian pula orang-orang yang mengakal-ngakali atas transaksi riba dengan macam-macam tipu daya, Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak ada samar bagi-Nya dari tipu daya orang-orang yang menipu daya, Demikian ini dinukil dari kitab Az-Zawajir.

(وَالْإِمَامُ الْجَائِرُ) عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ ﷺ يَقُوْلُ: [يُجَاءُ بِالْوَالِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُنْبَذُّ بِهِ عَلَى جِسْرِ جَهَنَّمَ فَيَرْتَجُّ بِهِ الْجِسْرُ ارْتِجَاجَةً لَا يَبْقَى مِنْهُ مَفْصَلٌ إلَّا زَالَ عَنْ مَكَانِهِ فَإِنْ كَانَ مُطِيعًا لِلّٰهِ فِى عَمَلِهِ مَضَى وَإِنْ كَانَ عَاصِيًا انْخَرَقَ بِهِ الْجِسْرُ فَيَهْوَى بِهِ فِى جَهَنَّمَ مِقْدَارَ خَمْسِيْنَ أَلْفَ عَامٍ].

(Seorang imam yang zalim) Dari Abu Dzar, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: [Akan didatangkan seorang penguasa pada hari kiamat, lalu ia akan dilemparkan ke atas jembatan Jahannam, maka akan berguncang jembatan itu bersamanya dengan guncangan yang dahsyat sehingga tidak ada satu sendi pun yang tersisa Kecuali sudah bergeser dari tempatnya. Jika ia taat kepada Allah dalam pekerjaannya, maka ia akan melintas, dan jika ia berdosa, maka akan runtuh jembatan itu bersamanya sehingga jembatan itu jatuh bersamanya ke dalam Jahannam selama lima puluh ribu tahun].

(وَرَجُلٌ لَا تَنْهَاهُ صَلَاتُهُ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لَا يَزْدَادُ مِنَ اللّٰهِ إلَّا بُعْدًا) نُقِلَ عَنِ الْعَارِفِ الْمُرْسِي: اَلْعَمَلُ يَنْشَأُ مِنَ الْعَبْدِ عَلَى صُوْرَةِ اللُّقْمَةِ حِلًّا وَحُرْمَةً.

(Seorang laki-laki yang tidak mencegah kepadanya sholatnya dari perbuatan keji dan mungkar tidaklah dia bertambah dari Allah melainkan semakin jauh). Dinukil dari Arif al-Mursi: Amal perbuatan itu akan timbul pada seorang hamba berdasarkan satu suap makanan, baik halal maupun haram.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan