(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّامِنَةَ عَشْرَةَ (قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ تَعَالَى عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: [عَشَرَةُ أَصْنَافٍ) أَيْ أَنْوَاعٍ (مِنْ أُمَّتِيْ لَا يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إلَّا مَنْ تَابَ، أَوَّلُهُمُ الْقَلَّاعُ) بِفَتْحِ الْقَافِ وَتَشْدِيْدِ اللَّامِ
Maqolah yang kedelapan belas (Telah berkata Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma dari Nabi ﷺ: "Sepuluh golongan) Maksudnya macam (Dari umatku mereka tidak akan masuk surga kecuali orang yang bertobat. Yang pertama adalah al-Qalla',) Lafadz اَلْقَلَّاعُ dengan memfathahkan huruf ق dan mentasydid huruf ل
(وَالْجَيُّوْفُ) وَيُقَالُ الْجَيَّافُ بِفَتْحِ الْجِيمِ وَتَشْدِيدِ الْيَاءِ كَمَا فِى الْقَامُوسِ (وَالْقَتَّاتُ وَالدَّيْبُوْبُ) بِفَتْحِ الدَّالِ وَسُكُوْنِ الْيَاءِ (وَالدَّيُّوْثُ وَصَاحِبُ الْعَرْطَبَةِ وَصَاحِبُ الْكُوْبَةِ وَالْعُتُلُّ وَالزَّنِيْمُ وَالْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ،
(al-Jayyūf,) dan dikatakan al-Jayyāf dengan memfathahkan huruf ج dan mentasydid huruf ي sebagaimana dalam kamus (al-Qattāt, ad-Daybūb,) dengan memfathahkan huruf د dan mentasydid huruf ي (ad-Dayyūts, pemilik al-Artabah, pemilik al-Kubah, al-‘Utul, az-Zanīm, anak yang durhaka kepada orang tuanya,
قِيْلَ) لِرَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ (يَا رَسُولَ اللّٰهِ مَا الْقَلَّاعُ ؟ قَالَ) :ﷺ (الَّذِيْ يَمْشِي بَيْنَ يَدَيْ الْأُمَرَاءِ) أَيْ وَهُوَ السَّاعِي إِلَيْهِمْ بِالْبَاطِلِ وَالْكَذِبِ
Dikatakan) kepada Rasulullah ﷺ: (Ya Rasulullah, siapa itu al-Qalla'? Kemudian bersabda) Nabi ﷺ: (Orang yang berjalan di depan para pemimpin) Maksudnya yaitu orang yang datang kepada pemimpin dengan kebatilan dan kebohongan
(وَقِيْلَ: مَا الْجَيُّوْفُ ؟ قَالَ) ﷺ: (اَلنَّبَّاشُ) أَيْ سَرَّاقُ الْأَكْفَانِ مِنَ الْقُبُوْرِ.
(Dan dikatakan: Siapa itu al-Jayyūf? Kemudian bersabda) Nabi ﷺ: (Pencuri kain kafan) Maksudnya orang yang mencuri kain kafan dari kuburan.
قَالَ بَعْضُ السَّلَفِ: كَانَ بِبَلَدِنَا نَبَّاشٌ وَكَانَ فِى الْبَلَدِ قَاضٍ صَالِحٍ فَلَمَّا قَرُبَتْ وَفَاتُهُ دَعَا ذٰلِكَ النَّبَّاشَ، وَقَالَ: لَقَدْ بَلَغَنِيْ أَنَّكَ تَسْرِقُ الْأَكْفَانَ وَقَدْ دَنَتْ وَفَاتِيْ وَقَدْ أَعْدَدْتُ قِيْمَةَ كَفَنِيْ فَخُذْهُ الْآنَ وَلَا تَهْتِكْنِيْ فِى قَبْرِيْ، فَأَجَابَهُ النَّبَّاشُ إلَى ذٰلِكَ.
Telah berkata sebagian dari salaf: Ada di negeri kami seorang pencuri kain kafan dan ada di negeri itu seorang hakim yang sholeh. Ketika sudah dekat ajalnya, hakim tersebut memanggil pencuri kain kafan, dan hakim berkata: "Benar-benar telah sampai kepadaku bahwa kamu mencuri kain kafan dan benar-benar telah dekat ajalku, aku telah menyiapkan uang senilai kain kafanku, maka ambillah sekarang dan jangan merusakku di dalam kuburku," lalu menyetujuinya si pencuri kain kafan itu pada permintaan hakim.
فَلَمَّا جَاءَ وَقْتُ مَوْتِهِ سَمِعَ النَّبَّاشُ النَّاعِيَ فَأَخْبَرَ زَوْجَتَهُ بِمَا وَقَعَ مَعَ الْقَاضِي فَقَالَتْ: اِحْذَرْهُ. فَلَمَّا دُفِنَ ثَارَ فِى نَفْسِهِ أَنْ يَسْرِقَ كَفَنَهُ، فَقَالَتْ زَوْجَتُهُ: لَا تَفْعَلْ، فَلَمْ يَلْتَفِتْ إلَى قَوْلِهَا،
Ketika tiba waktu kematiannya hakim, pencuri kain kafan mendengar kabar kematiannya lalu dia memberitahu kepada istrinya tentang kesepakatan yang terjadi bersama hakim itu. kemudian berkata Istrinya: Berhati-hatilah kamu. Ketika hakim itu dikuburkan, timbul dalam dirinya keinginan untuk mencuri kain kafan hakim tersebut, kemudian berkatalah istrinya: Jangan kau lakukan, tetapi dia tidak mendengarkan kata-katanya.
فَلَمَّا حَفَرَ الْقَبْرَ وَدَخَلَ فِيْهِ فَإِذَا الْمَيِّتُ قَدْ أُجْلِسَ، فَقَالَ أَحَدُ الْمَلَكَيْنِ لِلْآخَرِ: شُمَّ رِجْلَيْهِ فَشَمَّهُمَا وَقَالَ: لَيْسَ فِيْهِمَا شَيْءٌ إنَّهُ لَمْ يَسْعَ بِهِمَا فِى مَعْصِيَةٍ قَطُّ ،
Ketika dia menggali kuburn dan masuk ke dalamnya, maka tiba-tiba mayat itu benar-benar sudah didudukkan. lalu berkatalah salah satu dari dua malaikat kepada malaikat yang lain: Ciumlah / enduslah kedua kakinya, maka dia mencium kedua kaki hakim tersebut dan berkata: Tidak ada pada kedua kaki ini dosa apapun, sungguh dia tidak pernah berjalan dengan kedua kakinya untuk suatu kemaksiatan sama sekali,
فَقَالَ: شُمَّ يَدَيْهِ، فَشَمَّهُمَا وَقَالَ: لَمْ يَعْمَلْ بِهِمَا مَعْصِيَةً، قَالَ: شُمَّ عَيْنَيْهِ فَشَمَّهُمَا وَقَالَ: إنَّهُ لَمْ يَنْظُرْ بِهِمَا إلَى مُحَرَّمٍ قَطُّ، فَقَالَ: شُمَّ سَمْعَهُ فَشَمَّ أَحَدَ أُذُنَيْهِ فَلَمْ يَجِدْ شَيْئًا ثُمَّ شَمَّ الْأُخْرَى فَوَقَفَ فَقَالَ أَحَدُ الْمَلَكَيْنِ؛ مَا وَجَدْتَ ؟
Kemudian berkatalah salah satu dari kedua malaikat itu: "Ciumlah kedua tangannya," maka dia mencium kedua tangannya dan berkata: "Dia tidak pernah melakukan dengan kedua tangannya suatu kemaksiatan." Kemudian salah satu dari kedua malaikat itu berkata: "Ciumlah keuda matanya," maka dia mencium kedua matanya dan berkata: "Sungguh dia tidak pernah melihat dengan kedua matanya kepada yang haram sama sekali." Kemudian salah satu dari kedua malaikat itu berkata: "Ciumlah pendengarannya," maka dia mencium salah satu dari kedua telinganya dan dia tidak menemukan dosa apapun, kemudian dia mencium telinga yang lainnya kemudian dia berhenti, lalu bertanyalah salah satu malaikat: "Apa yang kamu temukan?"
قَالَ: بَعْضَ نَتْنٍ، قَالَ: أَتَدْرِي مَا هٰذِهِ النَّتْنَةُ ؟ إنَّهُ أَصْغَى بِإِحْدَى سَمْعَيْهِ إلَى أَحَدِ الْخَصْمَيْنِ أَكْثَرَ مِنَ الْآخَرِ فَانْفُخْ فِيْهِ فَلَمَّا نَفَخَ فِيْهِ خَرَجَتْ مِنْهُ نَارٌ اِمْتَلَأَ الْقَبْرُ مِنْهَا نَارًا فَلَحِقَ بَصَرَ النَّبَّاشِ فَعَمِيَ، كَذَا فِى قَمْعِ النُّفُوْسِ.
Dia berkata: "Aku menemukan sebagan bau busuk," lalu dikatakan: "Apakah kamu tahu apa bau busuk ini? sungguh dia telah mendengarkan dengan salah satu dari kedua pendengarannya kepada salah satu dari dua orang yang sedang berperkara lebih banyak daripada yang lain. tiuplah pada telinga yang bau. Ketika malaikat meniupnya keluar dari salah satu telinga itu api, menjadi penuh kuburan dari api tersebut dengan api, lalu api itu mengenai mata si pencuri kain kafan sehingga dia menjadi buta, demikian dalam kitab 'Qam' an-Nufus'.
(وَقِيْلَ) لِرَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ: (مَا الْقَتَّاتُ ؟ قَالَ) ﷺ: (اَلنَّمَّامُ) قَالَ مُعَاذٌ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: قُلْتُ [يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ أَرَأَيْتَ قَوْلَ اللّٰهِ تَعَالَى :﴿يَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ أَفْوَاجًا﴾ [النبأ: الآية ١٨]،
Dikatakan) kepada Rasulullah ﷺ: (Siapa itu al-Qattāt? Kemudian bersabda) Nabi ﷺ : (Orang yang mengadu domba) Berkata Mu'adz Radhiallahu Anhu: Aku berkata: [Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang firman Allah Ta'ala: ﴾Pada hari ditiupnya sangkakala maka kalian datang berbondong-bondong﴿ [Q.S an-Naba: Ayat 18],
فَقَالَ ﷺ: يَا مُعَاذُ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ شَيْءٍ عَظِيْمٍ، ثُمَّ أَرْسَلَ عَيْنَيْهِ الشَّرِيْفَتَيْنِ بِالْبُكَاءِ، ثُمَّ قَالَ ﷺ: يُحْشَرُ عَشَرَةُ أَصْنَافٍ مِنْ أُمَّتِيْ أَشْتَاتًا قَدْ مَيَّزَهُمُ اللّٰهُ مِنْ جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَيُبْدِي صُوَرَهُمْ،
Kemudian Nabi ﷺ bersabda: "Wahai Mu'adz, engkau telah bertanya tentang sesuatu yang sangat besar," kemudian Nabi ﷺ meneteskan air mata dari kedua matanya yang mulia dengan tangisan, lalu Nabi ﷺ bersabda: "Akan dikumpulkan sepuluh golongan dari umatku dalam keadaan berpisah-pisah, Benar-benar Allah telah memisahkan mereka dari kumpulan kaum muslimin dan Allah menampakkan rupa-rupa mereka,
فَمِنْهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْقِرَدَةِ، وَبَعْضُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْخَنَازِيْرِ، وَبَعْضُهُمْ مُنَكَّسُوْنَ بِأَرْجُلِهِمْ وَوُجُوْهِهِمْ يُسْحَبُوْنَ عَلَيْهَا،
Di antara mereka ada yang berwujud seperti kera, sebagian dari mereka berwujud seperti babi, sebagian dari mereka dengan kepala terbalik dan wajah mereka diseret di atas tanah,
وَبَعْضُهُمْ عُمْيٌ يَتَرَدَّدُوْنَ، وَبَعْضُهُمْ صُمٌّ بُكْمٌ لَا يَعْقِلُوْنَ، وَبَعْضُهُمْ يَمْضَغُوْنَ أَلْسِنَتَهُمْ مُتَدَلِّيَاتٍ عَلَى صُدُوْرِهِمْ يَسِيْلُ الْقَيْحُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ لُعَابًا يُقَذِّرُهُمْ أَهْلُ الْجَمْعِ،
Sebagian dari mereka buta dan mondar-mandir, sebagian dari mereka tuli dan bisu tidak berakal, sebagian dari mereka menggigit lidah mereka yang tergantung di dada mereka, mengalir nanah dari mulut mereka sebagai ludah yang menjadikan jijik kepada mereka orang-orang yang berkumpul di padang mahsyar,
وَبَعْضُهُمْ مُقَطَّعَةٌ أَيْدِيْهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ، وَبَعْضُهُمْ مُصَلَّبُوْنَ عَلَى جُذُوْعٍ مِنَ النَّارِ، وَبَعْضُهُمْ أَشَدُّ نَتْنًا مِنَ الْجِيَفِ، وَبَعْضُهُمْ يُكْسَوْنَ جَلَابِيْبَ سَابِغَةً مِنْ قَطِرَانٍ،
Sebagian dari mereka terpotong-potong tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka, sebagian dari mereka disalib di atas batang-batang pohin dari api, sebagian dari mereka lebih bau busuk daripada bangkai-bangkai, dan sebagian dari mereka dikenakan jubah-jubah yang sangat panjang yang terbuat dari ter,
فَأَمَّا الَّذِيْنَ عَلَى صُوْرَةِ الْقِرَدَةِ فَالْقَتَّاتُ بَيْنَ النَّاسِ، وَأَمَّا الَّذِيْنَ عَلَى صُوْرَةِ الْخَنَازِيْرِ فَأَكَلَةُ السُّحْتِ وَالْكَسْبِ الْحَرَامِ مِثْلُ الْمُكْسَةِ وَالرِّشَا، وَأَمَّا الْمُنَكَّسُوْنَ بِرُؤُوْسِهِمْ وَوُجُوْهِهِمْ فَأَكَلَةُ الرِّبَا،
Adapun orang-orang yang berwujud seperti kera adalah mereka yang suka mengadu domba di antara manusia, adapun orang-orang yang berwujud seperti babi adalah mereka yang memakan harta haram seperti harta hasil malak dan suap, adapun mereka yang kepalanya terbalik dan wajah mereka diseret adalah orang-orang yang memakan riba
وَأَمَّا الْعُمْيُ فَمَنْ يَجُوْرُ فِى الْحُكْمِ، وَأَمَّا الصُّمُّ الْبُكْمُ فَهُمُ الَّذِيْنَ يَعْجَبُوْنَ بِأَعْمَالِهِمْ، وَأَمَّا الَّذِيْنَ يَمْضَغُوْنَ أَلْسِنَتَهُمْ فَالْعُلَمَاءُ وَالْقُصَّاصُ الَّذِيْنَ يُخَالِفُ قَوْلُهُمْ عَمَلَهُمْ،
Adapun mereka yang buta adalah orang-orang yang berbuat curang dalam hukum, adapun mereka yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang membangga-banggakan amal perbuatan mereka, adapun orang-orang yang menggigit lidah mereka adalah para ulama dan penceramah yang bertentangan antara perkataan mereka dan perbuatan mereka,
وَأَمَّا الْمُقَطَّعَةُ أَيْدِيْهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ فَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْجِيْرَانَ، وَأَمَّا الْمُصَلَّبُوْنَ عَلَى جُذُوْعٍ مِنَ النَّارِ فَالسُّعَاةُ بِالنَّاسِ إلَى السُّلْطَانِ،
Adapun mereka yang dipotong tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka adalah orang-orang yang menyakiti tetangga-tetangga, adapun mereka yang disalib di atas batang-batang pohon dari api adalah mereka yang membawa berita bohong tentang manusia kepada penguasa,
وَأَمَّا الَّذِيْنَ هُمْ أَشَدُّ نَتْنًا مِنَ الْجِيَفِ فَالَّذِيْنَ يَتَمَتَّعُوْنَ بِالشَّهَوَاتِ وَاللَّذَّاتِ وَيَمْنَعُوْنَ حَقَّ اللّٰهِ تَعَالَى مِنْ أَمْوَالِهِمْ، وَأَمَّا الَّذِيْنَ يُكْسَوْنَ الْجَلَابِيْبَ فَأَهْلُ الْكِبْرِ وَالْخُيَلَاءِ وَالْفَخْرِ] كَذَا رَوَاهُ الْقُرْطُبِيُّ.
Adapun orang-orang yang lebih bau busuk daripada bangkai adalah mereka yang menikmati syahwat dan kenikmatan dan meolak hak Allah Ta'ala dari sebagian harta mereka, adapun mereka yang dikenakan jubah-jubah adalah orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri] Demikian telah meriwayatkan pada hadits ini Imam al-Qurtubi.
(وَقِيْلَ) لِرَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ: (مَا الدَّيْبُوْبُ ؟ قَالَ) ﷺ: (اَلَّذِيْ يَجْمَعُ فِى بَيْتِهِ الْفَتَيَاتِ) أَيْ اَلْإِمَاءَ (لِلْفُجُوْرِ) أَيْ اَلزِّنَا، أَيْ وَهُوَ الْجَامِعُ بَيْنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ
(Dan dikatakan) kepada Rasulullah ﷺ: (Siapa itu ad-Dayybūb? Bersabda) Nabi ﷺ: (Orang yang mengumpulkan gadis-gadis di dalam rumahnya) Maksudnya budak-budak perempuan (untuk berbuat zina) Maksudnya zina, yaitu orang yang mengumpulkan antara laki-laki dan perempuan.
(وَقِيْلَ) لِرَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ: (مَا الدَّيُّوْثُ ؟ قَالَ) ﷺ: (اَلَّذِيْ لَا يَغَارُ عَلَى أَهْلِهِ) أَيْ زَوْجَتِهِ وَبِنْتِهِ وَأُخْتِهِ. (وَقِيْلَ) لِرَسُولِ اللّٰهِ ﷺ: (مَا صَاحِبُ الْعَرْطَبَةِ ؟ قَالَ) ﷺ: (اَلَّذِيْ يَضْرِبُ بِالطَّبْلِ) وَهُوَ الْكُوْبَةُ الْكَبِيْرَةُ.
(Dan dikatakan) kepada Rasulullah ﷺ: (Siapa itu ad-Dayyūts? Bersabda) Nabi ﷺ: (Orang yang tidak cemburu kepada keluarganya) Maksudnya istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. (Dan dikatakan) kepada Rasulullah ﷺ: (Siapa itu pemilik al-‘Artabah? Bersabda) Nabi ﷺ: (Orang yang memukul drum) yaitu drum besar.
(وَقِيْلَ) لِرَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ: (مَا صَاحِبُ الْكُوبَةِ ؟ قَالَ) ﷺ: (اَلَّذِيْ يَضْرِبُ الطُّنْبُوْرَ) بِضَمِّ الطَّاءِ وَهُوَ الطَّبْلُ الصَّغِيْرُ.
(Dan dikatakan) kepada Rasulullah ﷺ: (Siapa itu pemilik al-Kubah? Bersabda) Nabi ﷺ: (Orang yang memukul tambur) dengan mendhammahkan ta' yaitu drum kecil.
(وَقِيْلَ) لِرَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ: (مَا الْعُتُلُّ ؟ قَالَ) ﷺ: (اَلَّذِيْ لَا يَعْفُوْ عَنِ الذَّنْبِ وَلَا يَقْبَلُ الْعُذْرَ) أَيْ وَهُوَ الْمُتَكَبِّرُ.
(Dan dikatakan) kepada Rasulullah ﷺ: (Siapa itu al-‘Utul? Bersabda) Nabi ﷺ: (Orang yang tidak memaafkan dosa dan tidak menerima permohonan maaf) Maksudnya orang yang sombong.
(وَقِيْلَ) لِرَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ: (مَا الزَّنِيْمُ ؟ قَالَ) ﷺ: (اَلَّذِيْ وُلِدَ مِنَ الزِّنَا) وَعُلِّقَ بِمَنْ لَيْسَ مِنْهُ (وَيَقْعُدُ عَلَى قَارِعَةِ الطَّرِيْقِ) أَيْ أَعْلَاهُ (فَيَغْتَابُ النَّاسَ) وَهُوَ ظَلُوْمٌ
(Dan dikatakan) kepada Rasulullah ﷺ: (Apa itu zanīm? Bersabda) Nabi ﷺ: (Orang yang dilahirkan dari zina) dan dinisbatkan kepada orang yang bukan ayahnya (dan dia duduk di tepi jalan) yaitu di tempat yang tinggi (lalu dia menggunjing orang lain) Sedangkan dia sendiri adalah orang yang zalim.
(وَالْعَاقُ]) مَشْهُوْرٌ ، وَضَابِطُ الْعُقُوْقِ هُوَ أَنْ يَصْدُرَ مِنَ الْوَلَدِ مَا يَتَأَذَّى الْوَالِدَانِ أَوْ أَحَدُهُمَا بِهِ إيْذَاءً لَيْسَ بِالْهَيِّنِ فِى الْعُرْفِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مُحَرَّمًا
(Dan durhaka) itu sudah dikenal banyak orang, dan definisi durhaka adalah apabila keluar dari anak sesuatu yang dapat menyakiti orang tua atau salah satu dari mereka dengan sesuatu tersebut dengan benar-benar menyakiti yang itu tidak ringan menurut adat, meskipun sesuatu itu bukan sesuatu yang diharamkan
لَوْ فَعَلَهُ مَعَ الْغَيْرِ كَأَنْ يَلْقَاهُ فَيَقْطَبُ فِى وَجْهِهِ أَوْ يَقْدِمَ عَلَيْهِ فِى مَلَأٍ فَلَا يَقُوْمُ لَهُ وَلَا يَعْبَأُ بِهِ، وَنَحْوِ ذٰلِكَ مِمَّا يَقْضِي أَهْلُ الْعَقْلِ وَالْمُرُوْءَةِ بِأَنَّهُ مُؤْذٍ إِيْذَاءً عَظِيْمًا.
Andai dia mengerjakannya dengan orang lain seperti dia bertemu dengan orang tua lalu dia merengut di depan orang tua atau dia datang kepada orang tua di hadapan orang banyak lalu dia tidak berdiri untuk menyambut orang tua dan dia tidak peduli pada orang tua, dan hal-hal semacam itu dari hal-hal yang dianggap oleh orang-orang berakal dan beradab bahwa hal-hal itu sebagai menyakiti dengan benar-benar menyakiti yang berdampak besar.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi