Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 7 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 10
BAB 10 MAQOLAH 7

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 7

 

(وَ) الْمَقَالَةُ السَّابِعَةُ (قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: [لَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ فِى السَّمَاءِ وَلَا فِى الْأَرْضِ مُؤْمِنًا حَتَّى يَكُوْنَ وَصُوْلًا) أَيْ مُتَلَطِّفًا لِلنَّاسِ

Maqolah yang ketujuh (Telah bersabda Nabi ﷺ: [Tidaklah menjadi seorang hamba baik di langit maupun di bumi benar-benar menjadi orang yang beriman hingga hamba tersebut benar-benar menyambung tali silaturrahmi) Maksudnya lemah lembut kepada manusia

(وَلَا يَكُوْنُ وَصُوْلًا حَتَّى يَكُوْنَ مُسْلِمًا) أَيْ مُنْقَادًا

(Dan tidaklah benar-benar menyambung tali silatur rahmi hingga dia benar benar menjadi muslim) Maksudnya patuh

(وَلَا يَكُوْنُ مُسْلِمًا حَتَّى يَسْلَمَ النَّاسُ مِنْ يَدِهِ وَلِسَانِهِ) أَيْ فَلَا يُؤْذِي النَّاسَ بِلِسَانِهِ وَلَا بِيَدِهِ

(Dan tidaklah benar-benar menjadi muslim hingga selamat manusia dari tangannya dan lidahnya) Makusdnya tidak menyakiti manusia dengan lidahnya dan tidak menyakiti manusia dengan tangannya

(وَلَا يَكُوْنُ مُسْلِمًا حَتَّى يَكُوْنَ عَالِمًا، وَلَا يَكُوْنُ عَالِمًا حَتَّى يَكُوْنَ بِالْعِلْمِ عَامِلًا، وَلَا يَكُوْنُ بِالْعِلْمِ عَامِلًا حَتَّى يَكُوْنَ زَاهِدًا) وَالزُّهْدُ تَرْكُ رَاحَةِ الدُّنْيَا طَلَبًا لِرَاحَةِ الْآخِرَةِ

(Dan tidaklah benar-benar menjadi muslim hinga dia benar-benar menjadi orang yang berilmu, dan tidaklah benar-benar menjadi orang yang berilmu hinga dia benar-benar mengamalkan, dan tidaklah benar-benar menjadi orang yang mengamalkan ilmu hingga dia benar-benar menjadi zuhud) Zuhud adalah meninggalkan kenyamanan-kenyamanan dunia karena mencari kenyamanan akhirat.

(وَلَا يَكُوْنُ زَاهِدًا حَتَّى يَكُوْنَ وَرِعًا) وَالْوَرَعُ مُلَازَمَةُ الْأَعْمَالِ الْجَمِيْلَةِ. قَالَ يَحْيَى بْنُ مُعَاذٍ الرَّازِيّ: كَيْفَ يَكُوْنُ زَاهِدًا مَنْ لَا وَرَعَ لَهُ، تَوَرَّعْ عَمَّا لَيْسَ لَكَ ثُمَّ ازْهَدْ فِيْمَا لَكَ. اهُ.

(Dan tidaklah benar-benar menjadi zuhud hingga dia benar-benar menjadi wara') Wara' adalah senantiasa melakukan amal-amal yang baik. Telah berkata Yahya bin Mu'ad Ar-Razi: Bagaimana mungkin menjadi zuhud orang yang tidak ada sifat wara' padanya. Berwira'ilah kamu dari apa-apa yang bukan milikmu kemudian zuhudlah kamu dalam harta yang menjadi milikmu.

(وَلَا يَكُوْنُ وَرِعًا حَتَّى يَكُوْنَ مُتَوَاضِعًا) عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ يَعُوْدُ الْمَرِيْضَ، وَيُشَيِّعُ الْجَنَائِزَ، وَيَرْكَبُ الْحِمَارَ، وَيُجِيْبُ دَعْوَةَ الْعَبْدِ.

(Dan tidaklah benar-benar menjadi wara' hingga dia benar-benar menjadi orang yang tawadhu') Dari Anas bin Malik berkata: Adalah Rasulullah ﷺ beliau menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, menunggangi himar, dan memenuhi undangan dari seorang budak.

وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَنْ كَانَ حَسَنَ الصُّوْرَةِ فِى حَسَبٍ لَا يَشِيْنُهُ مُتَوَاضِعًا كَانَ مِنْ خَالِصِ أَهْلِ اللّٰهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ] رَوَاهُ أَبُو نُعَيْمٍ.

Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Barang siapa yang bagus rupanya dalam derajat sosial, dia tidak menjatuhkan kehormatannya dan ia tetap rendah hati, maka jadilah ia termasuk yang khusus di antara wali-wali Allah pada hari kiamat] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Abu Nu'aim

(وَلَا يَكُوْنُ مُتَوَاضِعًا حَتَّى يَكُوْنَ عَارِفًا بِنَفْسِهِ) قَالَ الشَّاعِرُ:

(Dan tidaklah benar-benar menjadi tawadhu' hingga dia benar-benar menjadi orang yang mengerti tentang dirinya sendiri) Telah berkata seorang penya'ir:

عَلَيْكَ شَامِلَةٌ فَالْعُمْرُ مَعْدُوْدٌ * يَا ابْنَ آدَمَ لَا تَغْرُرْكَ عَافِيَةٌ
Wahai anak adam jangan sampai menipu kepadamu keadaan sehat * atas dirimu yang menyeluruh karena umur itu terhitung
لِكُلِّ شَيْءٍ مِنَ الْآفَاتِ مَقْصُوْدٌ * مَا أَنْتَ إلَّا كَزَرْعٍ عِنْدَ خُضْرَتِهِ
Tidaklah kamu melainkan seperti tanaman ketika hijaunya tanaman tersebut * bagi segala sesuatu dari berbagai penyakit dijadikan sasaran
فَأَنْتَ عِنْدَ كَمَالِ الْأَمْرِ مَحْصُوْدٌ * فَإِنْ سَلِمْتَ مِنَ الْآفَاتِ أَجْمَعِهَا
Jika kamu selamat dari berbagai penyakit seluruhnya * Maka kamu ketika sudah sempurna akan dipanen

(وَلَا يَكُوْنُ عَارِفًا بِنَفْسِهِ حَتَّى يَكُوْنَ عَاقِلًا فِى الْكَلَامِ]). قَالَ بِشْرُ بْنُ الْحَارِثِ: إِذَا أَعْجَبَكَ الْكَلَامُ فَاصْمُتْ، وَإِذَا أَعْجَبَكَ الصَّمْتُ فَتَكَلَّمْ.

(Dan tidaklah benar benar bisa menjadi orang yang mengerti tentang diri sendiri hingga dia benar-benar menjadi orang yang berakal dalam ucapannya) Telah berkata Bisyr bin Harits: Jika kamu merasa takjub untuk berbicara maka diamlah dan jika kamu merasa takjub untuk diam maka berbicaralah.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan