Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 6 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 10
BAB 10 MAQOLAH 6

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 6

 

(وَ) الْمَقَالَةُ السَّادِسَةُ (قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: [عَشَرَةٌ مِنْ هٰذِهِ الْأُمَّةِ) الْمُحَمَّدِيَّةِ (هُمْ كُفَّارٌ بِاللّٰهِ الْعَظِيْمِ ويَظُنُّوْنَ أَنَّهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ:

Maqolah yang keenam (Telah bersabda Nabi Alaihis Sholatu Was-salam: [Ada sepuluh dari umat ini) Umat Muhammad (Mereka kafir kepada Allah yang maha agung dan mereka menyangka bahwa mereka adalah orang-orang beriman:

القَاتِلُ لِمُسْلِمٍ أَوْ ذَمِيٍّ بِغَيْرِ حَقٍّ، والسَّاحِرُ والدَّيُّوْثُ الَّذِيْ لَا يُغَارُ علَى أَهْلِهِ) أَيْ حُرَمِهِ مِنَ الزَّوْجَةِ وَالْبِنْتِ وَالْأُخْتِ.

Orang yang membunuh kepada orang muslim atau membunuh kepada kafir dzimmi tanpa hak, dan tukang sihir dan dayuts yang tidak cemburu terhadap keluarganya) Maksudnya orang-orang yang menjadi kehormatannya dari istri, anak perempuan dan saudara perempuan


 

1.

Kafir Dzimmi adalah orang-orang yang tertutup hatinya dari agama islam tapi mereka hidup rukun dan damai bersama orang-orang islam.

2.

Dayuts adalah seorang kepala rumah tangga yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap keluarganya. Dia membiarkan istri atau anak perempuannya atau saudara perempuannya bermaksiat dengan lelaki lain.

رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إِنَّ مِنَ الْغِيْرَةِ مَا يُحِبُّ اللّٰهُ وَمِنْهَا مَا يُبْغِضُ اللّٰهُ، وَإنَّ مِنَ الْخُيَلَاءِ مَا يُحِبُّ اللهُ وَمِنْهَا مَا يُبْغِضُ اللّٰهُ،

Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sesungguhnya di antara rasa cemburu ada rasa cemburu yang Allah sukai dan di antara rasa cemburu ada rasa cemburu yang Allah benci. Dan sesungguhnya di antara kesombongan ada kesombongan yang Allah sukai dan di antara kesombongan ada kesombongan yang Allah benci.

فَأَمَّا الْغَيْرَةُ الَّتِيْ يُحِبُّهَا اللّٰهُ فَالْغَيْرَةُ فِى الرِّيْبَةِ، وَأَمَّا الْغَيْرَةُ الَّتِيْ يُبْغِضُهَا اللّٰهُ فَالْغَيْرَةُ فِى غَيْرِ الرِّيْبَةِ،

Adapun rasa cemburu yang Allah menyukainya adalah rasa cemburu dalam hal yang mencurigakan. Dan adapun rasa cemburu yang Allah membencinya adalah rasa cemburu dalam selain hal yang mencurigakan

وَأَمَّا الْخُيَلَاءُ الَّتِيْ يُحبُّهَا اللهُ فَاخْتِيَالُ الرَّجُلِ فِى الْقِتَالِ وَاخْتِيَالُهُ عِنْدَ الصَّدَقَةِ، وَأَمَّا الْخُيَلَاءُ الَّتِيْ يُبْغِضُهَا اللّٰهُ فَاخْتِيَالُ الرَّجُلِ فِى الْبَغْيِ والْفَخْرِ] رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُوْ دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ.

Dan adapun kesombongan yang Allah menyukainya adalah sombongnya seseorang dalam peperangan dan sombongnya seseorang ketika bersedekah. Dan adapun kesombongan yang Allah membencinya adalah sombongnya seseorang dalam kedzoliman dan kebanggaan] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Imam Abu Daud dan Imam an-Nasai dan Imam Ibnu Hibban


 

1.

Yang dimaksud Allah menyukai orang yang sombong saat bersedekah adalah orang yang tidak ingin kalah dari orang lain ketika bersedekah. Ketika ada orang lain yang bersedekah lebih banyak dari yang dia sedekahkan maka dia berusaha untuk bersedekah lebih banyak lagi.

وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إِنَّ اللّٰهَ تَعالَى لَا يَقْبَلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الصَّقُوْرِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا، قِيْلَ: وَمَا الصَّقُوْرُ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ؟ قالَ: اَلَّذِيْ يُدْخِلُ عَلَى أَهْلِهِ الرِّجَالَ] رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.

Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan menerima pada hari kiamat dari seorang shoqur amalan sunnah dan amalan wajib. Ditanya: Apa shoqur itu wahai rasulallah? Nabi bersabda: Shoqur adalah orang yang memasukkan kepada keluarganya laki-laki lain] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Bukhari


 

1.

Di indonesia shoqur juga bisa dikatakan sebagai germo atau muncikari yaitu orang-orang yang menyediakan, menyalurkan dan memberikan akses pada sesuatu yang berkaitan dengan pelacuran. Hanya saja shoqur lebih dikhususkan ma'nanya pada seorang kepala keluarga yang menyewakan istrinya sendiri atau keluarganya untuk disetubuhi laki-laki lain.

(وَمَانِعُ الزَّكَاةِ) عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ: [مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وجَبِيْنُهُ وَظَهْرُهُ

(Dan orang yang menolak zakat) Dari Abu Huroiroh Radhiallahu Anhu berkata: Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Tidaklah dari orang yang mempunyai emas atau perak yang tidak menunaikan dari emas dan perak tersebut pada hak-hak kewajibannya melainkan ketika terjadi hari kiamat maka dibuatkan lempengan-lempengan bagi orang tersebut lempengan-lempengan besi dari api neraka kemudian dipanaskan lempengan-lempengan tersebut di neraka jahannam kemudian disetrika dengan lempengan tersebut lambungnya dan pelipisnya dan punggungnya

كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيْدَتْ لَهُ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيرَى سَبِيْلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ].

Setiap kali lempengan tersebut menjadi dingin maka di ulangi lagi untuknya dalam sehari. Ada kira-kiranya sehari itu adalah lima puluh ribu tahun hingga diselesaikan pengadilan antar hamba kemudian dia melihat jalannya bisa jadi ke surga dan bisa jadi ke neraka].

(وَشَارِبُ الْخَمْرِ) فِى الْحَدِيْثِ: [شَارِبُ الْخَمْرِ يُحْشَرُ والْكُوْزُ مُعَلَّقٌ فِى عُنقِهِ والْقَدَحُ فِى يَدِهِ وَهُوَ أَنْتَنُ مِنْ كُلِّ جِيْفَةٍ عَلَى الْأَرْضِ يَلْعَنُهُ كُلُّ مَنْ يَمُرُّ عَلَيْهِ مِنَ الْخَلْقِ].

(Dan orang yang meminum arak) Dalam sebuah hadits: [Orang yang meminum arak akan dikumpulkan dan bejana digantungkan pada lehernya dan gelas pada tangannya dan dia lebih busuk daripada setiap bangkai di bumi. Melaknat kepadanya setiap orang yang lewat padanya dari golongan manusia].

(وَمَنْ وَجَبَ عَلَيْهِ الْحَجُّ فَلَمْ يَحُجَّ) قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: ﴿وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ﴾ [آل عمرَان: الآية ٩٧] أَيْ وَمَنْ تَرَكَ اِعْتِقَادَ وُجُوْبِ الْحَجِّ فَإِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنْهُ.

(Dan orang yang telah wajib kepadanya haji kemudian dia tidak berhaji) Telah berfirman Allah Ta'ala: ﴾Barang siapa kufur maka sesungguhnya Allah maha tidak membutuhkan sesuatupun dari seluruh alam﴿ [Q.S Ali Imran: Ayat 97]. Maksudnya dan barang siapa yang meninggalkan keyakinan wajibnya haji maka sesungguhnya Allah maha tidak membutuhkan sesuatupun darinya

رُوِيَ عَنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ: [أَنَّهُ دَعَا لِأَمَّتِهِ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمْ، فَأَوْحَى اللّٰهُ إِلَيْهِ: إِنِّيْ قَدْ غَفَرْتُ لَهُم مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَهُمْ، وَلَمْ أَغْفِرْ لَهُمْ ظُلْمَهُمْ بَعْضَهُمْ لِبَعْضٍ.

Diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ: [Sesungguhnya Rasul mendoakan untuk umatnya di sore hari di padang arofah dan nabi memintakan ampunan untuk umatnya kemudian Allah memberi wahyu kepada Rasul: Sungguh aku benar-benar telah memberikan ampunan bagi umatmu dosa antara aku dan umatmu dan aku tidak memberikan ampunan bagi umat kedzoliman mereka sebagian dari mereka dzolim kepada yang lain.

فَزَادَ فِى الْاِسْتِغْفَارِ وَقَالَ: إنَّكَ قَادِرٌ أَنْ تُرْضِيَ خُصُوْمَهُمْ، فَلَمْ يُجِبْهُ تِلْكَ اللَّیْلَةَ، فَلَمَّا كَانَ غَدَاةُ الْمُزْدَلِفَةِ أَوْحَى اللّٰهُ إِلَيْهِ بِالْإِجَابَةِ فَتَبَسَّمَهُ وَقَالَ: عَجِبْتُ مِنْ عَدُوِّ اللّٰهِ إِبْلِيْسَ لَمَّا أَجَابَ اللّٰهُ لِيْ دُعَائِيْ صَاحَ بِالْوَيْلِ وَالثُّبُوْرِ وَوَضَعَ التُّرَابَ عَلَى ڕَأْسِهِ].

Kemudian Rasul menambah dalam beristigfar dan berdoa: Sesungguhnya engkau dzat yang mampu untuk membuat ridho orang yang menuntut mereka. kemudian Allah tidak menjawab Rasul pada malam itu. Kemudian ketika terjadi pagi hari di muzdalifah Allah memberi wahyu kepada Rasul dengan pengkabualn doa kemudian Rasul tersenyum dan bersabda: Aku heran kepada musuh Allah yakni Iblis ketika Allah mengabulkan doaku dia berteriak celaka dan binasa dan menaruh tanah di atas kepalanya].

(وَالسَّاعِي فِى الْفِتَنِ) أَيْ اَلْعَامِلُ فِى أَسْبَابِ الْفِتَنِ (وَبَائِعُ السِّلَاحِ) وَهِيَ كُلُّ عِدَّةٍ لِلْحَرْبِ (مِنْ أَهْلِ الْحَرْبِ) وَمِنْ بِمَعْنَى اللَّامِ

(Dan orang yang kesana kemari menyebar fitnah) Maksudnya orang yang membuat-buat sebab-sebab terjadinya fitnah (Dan orang yang menjual senjata) Yaitu segala persiapan untuk perang (Untuk kafir harbi) Dan huruf مِنْ bermakna ل

(وَنَاكِحُ الْمَرْأَةِ) أَيْ اَلزَّوْجَةِ (فِى دُبُرِهَا، وَنَاكِحُ ذَاتِ رَحِمٍ مَحْرَمٍ) أَيْ وَاطِىءُ ذِيْ قَرَابَةٍ مَحْرَمٍ بِمِلْكٍ أَوْ غَيْرِهِ (إِنْ عَلِمَ) أَيْ ظَنَّ (هٰذِهِ الْأَفْعَالَ حَلَالًا كَفَرَ) أَمَّا إِذَا اعْتَقَدَ أَنَّهَا حَرَامٌ فَلَا يَكْفُرُ.

(Dan orang yang menikahi wanita) Maksudnya istrinya (Pada dzuburnya, dan orang yang menikahi saudara mahramnya) Maksudnya orang yang menjimak kerabatnya yang menjadi mahrom karena hubungan budak atau yang lain (Jika ia mengetahui) Maksudnya menduga kuat (Perbuatan-perbuatan ini halal maka dia kafir) Adapun jika ia meyakini sesungguhnya perbuatan-perbuatan ini haram maka dia tidak kafir.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan