Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 8 Maqolah 1 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 8
BAB 8 MAQOLAH 1

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 8 Maqolah 1

 

اَلْمَقَالَةُ الْأُوْلَى (قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ السَّلَامُ: [ثَمَانِيةُ أَشْيَاءَ لَا تَشْبَعُ مِنْ ثَمَانِيَةٍ: اَلْعَيْنُ مِنَ النَّظَرِ، وَالْأَرْضُ مِنَ الْمَطَرِ، وَالْأُنْثَى مِنَ الذَّكَرِ، وَالْعَالِمُ مِنَ الْعِلْمِ)

Maqolah yang pertama (Telah bersabda Nabi Alaihis Salam: [Delapan perkara tidak akan merasa puas delapan perkara itu dari delapan perkara: Mata dari melihat dan bumi dari hujan dan wanita dari lelaki dan orang yang alim dari ilmu)

فَالشُّرُوْطُ الَّتِيْ يَتَوَفَّرُ بِهَا عِلْمُ الطَّالِبِ تِسْعَةٌ:

Maka syarat-syarat yang akan memenuhi dengannya ilmu seorang pelajar ada sembilan

أَحَدُهَا: اَلْعَقْلُ الَّذِيْ يُدْرِكُ بِهِ حَقَائِقَ الْأَشْيَاءِ. وَالثَّانِى: اَلْفَطَنَةُ الَّتِيْ يَتَصَوَّرُ بِهَا غَوَامِضَ الْعُلُوْمِ.

Yang pertama dari sembilan itu: Adalah akal yang bisa menangkap dengan akal itu hakikat segala sesuatu. Dan yang kedua: Adalah kecerdasan yang bisa menggambarkan dengan kecerdasan itu hal-hal yang tertutup dari ilmu pengetahuan

وَالثَّالِثُ: اَلذَّكَاءُ الَّذِيْ يَسْتَقِرُّ بِهِ حِفْظُ مَا يَتَصَوَّرُ وَفَهْمُ مَا عَلِمَهُ. وَالرَّابِعُ: اَلشَّهْوَةُ الَّتِيْ يَدُوْمُ بِهَا الطَّلَبُ وَلَا يَسْرَعُ إِلَيْهَا الْمَلَلُ.

Dan yang ketiga: Adalah kecerdasan yang dapat menetapkan dengannya perkara yang dia gambarkan dan memahami perkara yang telah ia ketahui. Dan yang keempat: Adalah keinginan kuat yang terus menerus dengan keinginan itu mencari ilmu dan tidak akan cepat karena keinginan itu merasa bosan.

وَالْخَامِسُ: اَلْاِكْتِفَاءُ بِمَادَّةٍ تُغْنِيْهِ عَنْ كُلَفِ الطَّلَبِ. وَالسَّادِسُ: اَلْفَرَاغُ الَّذِيْ يَكُوْنُ مَعَهُ التَّوَفُّرُ وَيَحْصُلُ بِهِ الْاِسْتِكْثَارُ.

Dan yang kelima: Adalah cukup dengan materi yang dapat mencukupi dia dari beban-beban mencari ilmu. Dan yang keenam: Adalah waktu luang yang ada serta waktu luang tersebut terpenuhinya ilmu dan akan bisa hasil dengan waktu luang tersebut banyak-banyak mencari ilmu

وَالسَّابِعُ: عَدَمُ الْقَوَاطِعِ الْمُذْهِلَةِ مِنْ هُمُوْمٍ وَأَمْرَاضٍ. وَالثَّامِنُ: طُوْلُ الْعُمُرِ وَاتِّسَاعُ الْمُدَّةِ لِيَنْتَهِى بِالْاِسْتِكْثَارِ إِلَى مَرَاتِبِ الْكَمَالِ.

Dan yang ketujuh: Adalah tidak ada penghalang-penghalang yang mengejutkan dari berbagai kesedihan dan berbagai penyakit. Dan yang kedelapan: Adalah panjang umur dan luasnya waktu agar dia bisa sampai dengan banyak mencari ilmu menuju berbagai tingkat kesempurnaan.

وَالتَّاسِعُ: اَلظَّفَرُ بِعَالِمٍ سَمَحَ بِعِلْمِهِ مُتَأَنٍّ فِى تَعْلِيْمِهِ. فَإِذَا اسْتَكْمَلَ هٰذِهِ الشُّرُوْطَ التِّسْعَةَ فَهُوَ أَسْعَدُ طَالِبٍ وَأَنْجَحُ مُتَعَلِّمٍ.

Dan yang kesembilan: Adalah mendapatkan orang berilmu yang dermawan dengan ilmunya dan pelan-pelan dalam mengajar. Maka apabila seseorang telah menyempurnakan sembilan syarat ini, dia adalah pelajar yang paling beruntung dan murid yang paling sukses.

وَقَدْ قَالَ الْإِسْكَنْْدَرُ: يَحْتَاجُ طَالِبُ الْعِلْمِ إِلَى أَرْبَعٍ: مُدَّةٍ وَجَدَّةٍ وَقَرِيْحَةٍ وَشَهْوَةٍ وَتَمَامُهَا فِى الْخَامِسَةِ مُعَلِّمٌ نَاصِحٌ.

Dan sungguh Iskandar telah berkata: Seorang penuntut ilmu membutuhkan empat perkara: Waktu, dan bekal dan kecerdasan dan keinginan dan kesempurnaan empat perkara itu ada pada yang kelima yaitu guru yang memberi nasihat.

(وَالسَّائِلُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَنْ فَتَحَ بَابَ مَسْأَلَةٍ فَتَحَ اللّٰهُ لَهُ بَابَ فَقْرٍ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ فَتَحَ بَابَ عَطِيَّةٍ اِبْتِغَاءً لِوَجْهِ اللّٰهِ تَعَالَى أَعْطَاهُ اللّٰهُ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ]. رَوَاهُ ابْنُ جَرِیْرِ.

(Dan seorang pengemis dari mengemis) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Barang siapa yang membuka pintu pengemisan maka pasti Allah akan membuka baginya pintu kemiskinan di dunia dan di akhirat. Dan barang siapa yang membuka pintu pemberian karena mengharap ridho Allah maka pasti Allah akan memberi kepadanya kebaikan di dunia dan di akhirat]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Jarir.

وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قال: [مَا فَتَحَ رَجُلٌ عَلَى نَفْسِهِ بَابَ مَسْأَلَةٍ يَسْأَلُ النَّاسَ إِلَّا فَتَحَ اللهُ عَلَيهِ بَابَ فَقْرٍ لِأَنَّ العِفَّةَ خَيْرٌ]. رَوَاهُ ابْنُ جَرِيْرِ.

Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Tidaklah seseorang membuka atas dirinya sendiri pada pintu mengemis yang dia meminta kepada manusia melainkan Allah akan membukakan atas orang tersebut pintu kefakiran karena sesungguhnya pantang itu lebih baik]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Jarir

(وَالْحَرِيْصُ) عَلَى الدُّنْيَا أَيْ اَلْمُجْتَهِدُ فِى طَلَبِهَا فَإِنَّهُ لَا يَشْبَعُ (مِنَ الْجَمْعِ) لَهَا. وَالدُّنْيَا عَلَى ثَلَاثِ طَبَقَاتٍ: فَدُنْيَا فِيْهَا الثَّوَابُ وَأُخْرَى فِيْهَا الْحِسَابُ وَثَالِثَةٌ فِيْهَا الْعَذَابُ،

(Dan orang yang rakus) Terhadap dunia maksudnya orang yang berusaha keras dalam mencari dunia karena sesungguhnya orang yang rakus tidak akan merasa kenyang (Dari mengumpulkan) Dunia. Dunia itu terdiri dari tiga tingkatan: Dunia yang di dalamnya pahala dan dunia yang lain yang di dalamnya hisab dan yang ketiga dunia yang di dalamnya adab

فَأَمَّا الَّتِيْ فِيْهَا الثَّوَابُ فَهِيَ الَّتِيْ تَصِلُ بِوَاسِطَتِهَا إِلَى الْخَيْرِ وَتَنْجُوْ بِهَا مِنَ الشَّرِّ وَهِيَ عَطِيَّةُ الْمُؤْمِنِ وَمَزْرَعَةُ الْآخِرَةِ وَهِيَ اَلْكَفَافُ مِنَ الْحَلَالِ،

Adapun dunia yang di dalamnya pahala merupakan dunia yang engkau akan sampai dengan perantaranya pada kebaikan dan engkau akan selamat dengan perantaranya dari keburukan. Dunia yang di dalamnya pahala adalah karunia bagi orang mu'min dan merupakan ladang akhirat dan dunia tersebut adalah kecukupan dari yang halal.

وَأَمَّا الَّتِيْ فِيْهَا الْحِسَابُ الطَّوِيْلُ فَهِيَ الَّتِيْ لَا تَشْتَغِلُ بِسَبَبِهَا عَنْ أَدَاءِ مَأْمُوْرٍ وَلَا تَرْتَكِبُ فِى طَلَبِهَا أَمْرًا مَحْظُوْرًا،

Dan adapun dunia yang di dalamnya hisab yang panjang adalah dunia yang engkau tidak sibuk dengan sebab dunia tersebut dari menunaikan perintah dan engkau tidak melakukan dalam mencari dunia pada perkara yang dilarang

وَأَمَّا الَّتِيْ فِيْهَا الْعَذَابُ فَهِيَ الَّتِيْ تَقْطَعُ عَنْ أَدَاءِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَتُوْقِعُ فِى ارْتِكَابِ الْمَحْظُوْرَاتِ.

Dan adapun dunia yang di dalamnya siksa adalah dunia yang membuatmu terputus dari menunaikan perintah-perintah agama dan menjerumuskanmu dalam melakukan perkara-perkara yang dilarang

وَاعْلَمْ أَنَّ طُلَّابَ الدُّنْيَا عَلَى أَنْوَاعٍ: فَمِنْهُمْ مَنْ يَطْلُبُهَا عَلَى نِيَّةِ صِلَةِ الْأَقْْرَبِيْنَ وَمُوَاسَاةِ الْمُقِلِّيْنَ وَهٰذَا يُعَدُّ مِنَ الْأَسْخِيَاءِ وَلَهُ ثَوَابٌ إِنْ وَافَقَ عَمَلُهُ نِيَّتَهُ وَلٰكِنَّهُ لَا حِكْمَةَ عِنْدَهُ لِأَنَّ الْحَكِيْمَ لَا يَطْلُبُ أَمْرًا لَا يَدْرِى مَاذَا يَكُوْنُ الْحَالُ عِنْدَ حُصُوْلِهِ،

Dan ketahuilah olehmu sesungguhnya orang-orang yang mengejar dunia itu bermacam-macam: Sebagian dari mereka adalah orang yang mengejar dunia atas niat berhubungan dengan para kerabat dan atas niat menolong orang-orang miskin. Ini dianggap dari golongan orang-orang yang dermawan dan baginya pahala jika sesuai amalnya dengan niatnya. Akan tetapi tidak ada kebijaksanaan di sisi orang itu karena sesungguhnya orang yang bijak sana tidak akan mencari sesuatu yang dia tidak tahu akan bagaimana jadinya keadaan ketika hasil sesuatu itu

وَمِنْهُمْ مَنْ يَطْلُبُهَا بِنِيَّةِ نَيْلِ الشَّهَوَاتِ وَنِيَّةِ التَّمَتُّعِ بِاللَّذَّاتِ وَهٰذَا يُعَدُّ فِى جُمْلَةِ الْبَهَائِمِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَطْلُبُهَا لِيُفَاخِرَ بِهَا وَيُكَاثِرَ بِهَا وَيُبَاهِيَ بِهَا وَهٰذَا مَعْدُوْدٌ مِنَ الْحَمْقَى الْمَغْرُوْرِيْنَ بَلْ مِنَ الْهَالِكِيْنَ. (وَالْبَحْرُ مِنْ الْمَاءِ، وَالنَّارُ مِنْ الْحَطَبِ].).

Dan sebagian dari mereka adalah orang yang mencari dunia dengan niat memperoleh syahwat dan dengan niat bersenang-senang dengan berbagai kenikmatan dan ini dianggap dalam golongan hewan. Dan sebagian dari mereka adalah orang yang mengejar dunia untuk berbangga-bangga dengan dunia dan untuk memperbanyak harta dengan dunia dan untuk pamer dengan dunia dan ini dianggap dari golongan orang-orang bodoh yang tertipu bahkan dari golongan orang-orang yang celaka. (Dan lautan dari air. Dan api dari kayu bakar])

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan