اَلْمَقَالَةُ الْأُوْلَى (عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: سَبْعَةُ نَفَرٍ يُظِلُّهُمُ اللّٰهُ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ) أَيْ يَحْمِيْهِمُ اللّٰهُ فِى الْمَوْقِفِ مِنَ الْمَكَارِهِ
Maqolah yang pertama (Dari Abu Huroiroh Radhiallahu Anhu dari Nabi ﷺ: Ada tujuh golongan yang mereka akan diberi naungan oleh Allah di bawah naungan 'Arsy-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya) Maksudnnya Allah akan melindungi mereka di padang mahsyar dari kesulitan-kesulitan.
(إِمَامٌ عَادِلٌ) وَهُوَ كُلُّ مَنْ نَظَرَ فِى شَيْءٍ مِنْ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنَ الْوُلَاةِ وَالْحُكَّامِ
(Imam yang adil) Imam yang adil adalah setiap orang yang mempertimbangkan sesuatu dari urusan orang-orang Islam dari kalangan penguasa dan pemerintah.
(وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ اللّٰهِ تَعَالَى) أَيْ اِبْتَدَأَ عُمُرَهُ فِيهَا وَمُتَلَبِّسًا بِهَا وَخُصَّ الشَّابُّ لِأَنَّهُ مَحَلُّ الشَّهْوَةِ
(Dan pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah) Maksudnya dia mengawali umurnya dalam beribadah kepada Allah dan terlibat dengan ibadah dan dikhusukan menyebut pemuda karena sesungguhnya pemuda adalah tempatnya syahwat.
(وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللّٰهَ) بِلِسَانِهِ أَوْ قَلْبِه (خَالِيًا) مِنَ النَّاسِ أَوْ مِنَ الْاِلْتِفَاتِ لِمَا سِوَى اللّٰهِ ( فَفَاضَتْ) أَيْ سَالَتْ (عَيْنَاهُ دَمْعًا مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ تَعَالَى، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُتَعَلِّقٌ بِالْمَسْجِدِ إذَا خَرَجَ) مِنْهُ (حَتَّى يَعُوْدَ إلَيْهِ) أَيْ قَلْبُهُ شَدِيْدُ الْحُبِّ لَهُ وَلِمُلَازَمَةِ الْجَمَاعَةِ فِيْهِ
(Dan lelaki yang yang berdzikir kepada Allah) Dengan lisannya atau dengan hatinya (Dalam keadaan sepi) Dari manusia atau dari berpaling kepada selain Allah (Sehingga berlinanglah) Maksudnya mengalir (Kedua matanya dengan air mata karena takut kepada Allah Ta'ala. Dan seorang laki-laki yang hatinya terkait dengan masjid ketika dia keluar) Dari masjid (Hingga dia kembali ke masjid) Maksudnya hatinya sangat cinta pada masjid dan cinta untuk berjamaah di dalam masjid.
(وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ) أَيْ صَدَقَةِ التَّطَوُّعِ (فَأَخْفَاهَا) أَيْ كَتَمَهَا عَنِ النَّاسِ (فَلَمْ تَعْلَمْ شِمَالُهُ مَا صَنَعَتْ يَمِيْنُهُ) أَيْ لَوْ قُدِّرَتِ الشِّمَالُ رَجُلًا مُسْتَيْقِظًا مَا عَلِمَ صَدَقَةَ الْيَمِيْنِ لِلْإِخْفَاءِ، وَقِيْلَ الْمُرَادُ عَنْ يَمِيْنِهِ وَشِمَالِهِ مِنَ النَّاسِ
(Dan seorang laki-laki yang bersedekah dengan suatu sedekah) Maksudnya sedekah sunnah (Kemudian dia menyembunyikannya) Maksudnya merahasiakannya dari manusia (Sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan tangan kanannya) Maksudnya andai tangan kiri dianggap sebagai seseorang yang terjaga maka ia tidak akan mengetahui sedekahnya tangan kanan karena kerahasiaannya. Dan dikatakan yang dimaksud dari tangan kanannya dan tangan kirinya adalah manusia
(وَرَجُلَانِ تَحَابَّا) أَيْ أَحَبَّ كُلٌّ مِنْهُمَا صَاحِبَهُ (فِي اللّٰهِ) أَيْ لِطَلَبِ رِضَا اللّٰهِ لَا لِغَرَضٍ دُنْيَوِيٍّ (فَاجْتَمَعَا عَلَى ذٰلِكَ) الْحُبِّ (وَافْتَرَقَا عَلَيْهِ) أَيْ اِسْتَمَرَّا عَلَى مَحَبَّتِهِمَا حَتَّى فَرَّقَ بَيْنَهُمَا الْمَوْتُ
(Dua orang yang saling mencintai) Maksudnya mencintai masing-masing dari keduanya pada pasangannya (Karena Allah) Maksudnya karena mengharapkan ridho Allah bukan karena tujuan duniawi (Kemudian mereka berkumpul karena itu) Cinta (Dan mereka berpisah karena cinta tersebut) Maksudnya mereka tetap dalam cinta mereka sampai kematian memisahkan keduanya
(وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ جَمَالٍ إلَى نَفْسِهَا فَأَبَى) أَيْ اِمْتَنَعَ (وَقَالَ) بِلِسَانِهِ أَوْ بِقَلْبِهِ زَاجِرًا لَهَا عَنِ الْفَاحِشَةِ (إنِّيْ أَخَافُ اللّٰهَ تَعَالَى) وَقَدْ نَظَمَ هٰذِهِ السَّبْعَةَ أَبُو شَامَةٍ مِنْ الْبَحْرِ الطَّوِيلِ فَقَالَ:
(Dan seorang lelaki yang mengajak kepadanya seorang wanita yang memiliki paras cantik kepada diri wanita itu kemudian dia menolak) Maksudnya menolak (Dan dia berkata) Dengan lisannya atau dengan hatinya sambil mencegah wanita itu dari perbuatan zinah (Sesungguhnya aku takut kepada Allah Ta'ala) Dan benar-benar telah menadzomkan tujuh golongan ini oleh Abu Syamah dari bahar towil:
| يُظِلُّهُمُ اللّٰهُ الْعَظِيْمُ بِظِلِّهِ | * | وَقَالَ النَّبِيُّ الْمُصْطَفَى إِنَّ سَبْعَةً |
| Dan telah bersabda Nabi Musthofa sesungguhnya ada tujuh golongan | * | Yang mereka akan diberi naungan oleh Allah yang maha agung dengan naungannya |
| وَبَاكٍ مُصَلٍّ وَالْإِمَامُ بِعَدْلِهِ | * | مُحِبٌّ عَفِیْفٌ نَاشِیءٌ مُتَصَدِّقٌ |
| Orang yang cinta karena Allah, Orang yang menjaga dirinya dari perbuatan zinah, Orang yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, Orang yang bersedekah sembunyi-sembunyi | * | Orang yang menangis ketika berdzikir kepada Allah, Orang yang sholat dan imam karena sifat adilnya |
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi