Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 6 Maqolah 17 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 6
BAB 6 MAQOLAH 17

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 6 Maqolah 17

 

(و) الْمَقَالَةُ السَّابِعَةَ عَشْرَةَ ( قَالَ أَحْنَفُ بْنُ قَيْسٍ) رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى (حِيْنَ سُئِلَ مَا خَيْرُ مَا يُعْطَى الْعَبْدُ) قَالَ هُو(عَقْلٌ غَرِيْزِيٌ) أَى طَبِيْعِيٌ.

Maqolah yang ke tujuh belas: (Telah berkata Ahnaf Bin Qois) Rahimahullhahu Ta'ala (Ketika dia ditanya: Apa sebaik-baiknya anugrah yang diberikan kepada seorang hamba?) Ahnaf menjawab (Akal Ghorizi) Maksudnya watak.

رُوِيَ عَنِ النَّبِىِّ ﷺ أَنَّهُ قَال: [مَا اكْتَسَبَ الْمَرْءُ مِثْلَ عَقْلٍ يَهْدِى صَاحِبَهُ إلَى هُدًى أَوْ يَرَدُّهُ عَنْ رَدًى]

Diriwayatkan dari Nabi ﷺ sesungguhnya Nabi bersabda: [Tidaklah seseorang dapat berusaha seperti akal yang akan memnunjukkan kepada pemiliknnya petunjuk atau akan menolak kepada pemiliknya dari perkara yang buruk]

(قِيْلَ فَاِنْ لَمْ يَكُنْ)أَى لَمْ يُوجَدِ الْعَقْلُ (قَالَ أَدَبٌ صَالِحٌ) وَهُوَ مَعْرِفَةُ مَا يَحْتَرِزُ بِهِ عَنْ جَمِيْعِ أَنْوَاعِ الْخَطَأِ

(Dikatakan maka jika tidak ada) Maksudnya jika tidak ditemukan akal (Maka Ahnaf menjawab: Adab yang sholih) Yaitu mengetahui sesuatu yang dapat menjaganya sebab perkara itu dari berbagai macam kesalahan.

(قِيْلَ فَاِنْ لَمْ يَكُنْ) أَى لَمْ يُوْجَدْ ذٰلِكَ الْأَدَبُ (قَالَ صَاحِبٌ مُوَفِّقٌ)

(Dikatakan maka jika tidak ada) Maksudnya jika tidak ditemukan adzab yang sholih itu (Maka Ahnaf menjawab: Sahabat yang setia)

رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ [رَأْسُ الْعَقْلِ بَعْدَ الْإِيْمَانِ التَّوَدُّدُ إلَى النَّاسِ وَمَا يَسْتَغْنِى رَجُلٌ عَنْ مَشُوْرَةٍ وَإِنَّ أَهْلَ الْمَعْرُوْفِ فَى الدُّنْيَا هُمْ أَهْلُ الْمَعْرُوْفِ فِى الْآخِرَةِ وَأَهْلَ الْمُنْكَرِ فِى الدُّنْيَا هُمْ أَهْلُ الْمُنْكَرِ فِى الْآخِرَةِ] رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُ

Telah diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Pangkalnya akal sesudah iman adalah sayang kepada manusia. Dan tidaklah seseorang kaya dari pepatah dan sesungguhnya orang yang ahli dalam kebaikan di dunia mereka adalah orang yang ahli dalam kebaikan di akhirat dan orang yang ahli munkar di dunia mereka adalah orang yang ahli munkar di akhirat]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Al-Baihaqi

(قِيْلَ فَاِنْ لَمْ يَكُنْ) أَى لَمْ يُوْجَدْ ذٰلِكَ الصَّاحِبُ (قَالَ قَلْبٌ مُرَابِطٌ) أَى صَابِرٌ عَلَى أَذِيَّةِ الْخَلْقِ، رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [لَوْ كَانَ الْمُؤْمِنُ عَلَى قَصَبَةٍ فِى الْبَحْرِ لَقَيَّضَى اللّٰهُ لَهُ مَنْ يُؤْذِيْهِ] رَوَاهُ ابْنُ أَبِى شَيْبَةَ

(Dikatakan maka jika tidak ada)Maksudnya jika tidak ditemukan sahabat yang setia itu (Maka Ahnaf menjawab: Hati yang teguh) Maksudnya sabar terhadap gangguan makhluk. Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Seandainya seorang mukmin berada di atas rakit bambu di lautan, niscaya Allah akan menyiapkan baginya seseorang yang akan mengganggunya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Abi Syaibah

Catatan!

Maksud dari kalimat "Niscaya Allah akan menyiapkan baginya seseorang yang akan mengganggunya" adalah Untuk melipat gandakan pahalanya dan menaikan derajatnya

(فَاِنْ لَمْ يَكُنْ)بِأَنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى الصَّبْرِ (قَالَ طُوْلُ الصُّمْتِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ [لَا يَبْلُغُ الْعَبْدُ حَقِيْقَةَ الْإِيْمَانِ حَتَّى يَخْزُنَ لِسَانَهُ] رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ،

(Maka jika tidak ada) Karena tidak mampu untuk bersabar (Maka Ahnaf menjawab: Panjangnya diam) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Tidak akan sampai seorang hamba pada hakikat keimanan sampai dia menjaga lisannya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Thobroni

وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَال: [رَحِمَ اللّٰهُ مَنْ حَفِظَ لِسَانَهُ وَعَرَفَ زَمَانَهُ وَاسْتَقَامَتْ طَرِيقَتُهُ] رَوَاهُ أَبُو نُعَيْمٍ

Dan telah diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Allah merahmati orang yang menjaga lisannya dan mengetahui zamannya dan lurus jalannya] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Abu Nu'aim

(قِيْلَ فَاِنْ لَمْ يَكُنْ) بِأَنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى الصَّمْتِ وَلَمْ يُوجَدْ مِنْهُ وَاحِدٌ مِنْ تِلْكَ الْخَمْسَةِ (قَالَ مَوْتٌ حَاضِرٌ) أَى مَوْتًا خَيْرٌ مِنْ حَيَاتِهِ.

(Dikatakan maka jika tidak ada) Karena dia tidak mampu untuk diam dan tidak ditemukan dalam dirinya satupun dari kelima perkara itu (Maka Ahnaf menjawab: Mati yang hadir) Maksudnya kematian itu lebih baik dibandingkan hidupnya.

Catatan!

Maksud dari pernyataan "kematian lebih baik dibandingkan hidupnya" adalah untuk menegaskan bahwa nilai kehidupan seseorang yang tidak menemukan satupun dari lima perkara tersebut dianggap kurang berharga dibandingkan kematian, namun bukan berarti dianjurkan untuk mengambil tindakan bunuh diri ketika tidak menemukan satupun dari lima perkara itu karena bunuh diri merupakan perbuatan yang diharamkan oleh Allah Ta'ala.

 

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan