Akan datang ....
(وَ)الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةَ عَشْرَةَ (سُئِلَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ) أَيْ الَّذِيْنَ جَرَّبُوْا الْأُمُوْرَ(هَلْ يَعْرِفُ الْعَبْدُ إِذَا تَابَ أَنَّ تَوْبَتَهُ قُبِلَتْ أَمْ رُدَّتْ، قَالَ: لَا أَحْكُمُ فِى ذٰلِكَ) أَيْ فِى كَوْنِ تَوْبَةِ الْعَبْدِ مَقْبُوْلَةً أَوْ مَرْدُودَةً (وَلٰكِنْ لِذٰلِكَ) أَيْ لِقَبُوْلِ التَّوْبَةِ (عَلَامَاتٌ) سِتَّةٌ
Maqolah yang ke lima belas (Telah ditanya sebagian dari orang-orang yang bijaksana) Maksudnya orang-orang yang telah membuktikan berbagai hal (Apakah seorang hamba dapat mengetahui ketika bertaubat bahwa sesungguhnya taubatnya telah diterima atau ditolak? Maka sebagian dari orang-orang bijak itu berkata: Saya tidak bisa memastikan tentang hal itu) Maksudnya tentang keadaan taubatnya seorang hamba diterima atau ditolak (Akan tetapi bagi hal itu) Maksudnya bagi diterimanya taubat (Ada tanda-tanda) yang enam
إِحْدَاهَا (أَنْ يَرَى) أَنْ يَعْرِفَ (نَفْسَهُ غَيْرَ مَعْصُوْمَةٍ مِنَ الْمَعْصِيَةِ) فَيُجَوِّزُ وُقُوْعُهَا فِيهَا. (وَ) الثَّانِيَةُ (يَرَى فِى قَلْبِهِ الْفَرَحَ غَائِبًا) أَيْ بَعِيدًا عَنْهُ (وَالْحُزْنَ شَاهِدًا) أَيْ حَاضِرًا عِنْدَهُ.
Salah satu dari yang enam itu (Hendaknya ia mengetahui) Hendaknya ia mengetahui (Pada dirinya sendiri tidak dima'sum dari kemaksiatan) Sehingga memperkenankan dirinya terjerumus ke dalam kemaksiatan (Dan) Yang kedua (Dia melihat dalam dirinya terhadap rasa bahagia tidak ada) Maksudnya jauh dari kebahagiaan (Dan terhadap rasa sedih hadir) Maksudnya hadir di dalam hatinya.
(وَ)الثَّالِثَةُ (يَقْرُبُ أَهْلَ الْخَيْرِ وَيُبَاعِدُ أَهْلَ الشَّرِّ) خَوْفًا مِنَ الْوُقُوْعِ فِى الْمَعْصِيَةِ. (وَ) الرَّابِعَةُ (يَرَى الْقَلِيْلَ مِنَ الدُّنْيَا كَثِيرًا) فَيَأْخُذُ مِنْهَا بِقَدْرِ ضَرُوْرَتِهِ (وَيَرَى الْكَثِيْرَ مِنْ عَمَلِ الْآخِرَةِ قَلِيلًا) فَيَطْلُبُ الزِّيَادَةَ عَلَيْهِ
(Dan) Yang ke tiga (Dia mendekati orang yang baik dan menjauhi orang yang buruk) Karena takut terjerumus ke dalam kemaksiatan (Dan) Yang ke empat (Dia melihat sedikit dari dunia sebagai banyak) Sehingga dia mengambil dari dunia itu dengan ukuran kebutuhannya (Dan dia melihat banyak dari amal akhirat sebagai sedikit) Sehingga ia mencari tambahan atas amalnya.
(وَ) الْخَامِسَةُ (يَرَى قَلْبَهُ مُشْتَغِلًا بِمَا ضُمِنَ) أَيْ اُلْتُزِمَ (مِنَ اللّٰهِ تَعَالِيَ) مِنْ أَنْوَاعِ التَّكَالِيْفِ (فَارِغًا) أَيْ خَالِيًا (عَمَّا ضَمِنَ) أَيْ كَفَلَ (اللّٰهُ) تَعَالَى (مِنْهُ) أَيْ لَهُ بِهِ مِنَ الرِّزْقِ.
(Dan) Yang ke lima (Dia melihat hatinya sibuk dengan sesuatu yang diwajibkan) Maksudnya di wajibkan (Dari Allah Ta'ala) Dari segala macam kewajiban-kewajiban. (Hatinya kosong) Maksudnya kosong (Dari sesuatu yang telah menjamin) Maksudnya memastikan (Allah) Ta'ala (Padanya) Maksudnya menjamin padanya dengan sesuatu itu dari rizki.
(وَ) السَّادِسَةُ (يَكُوْنُ حَافِظَ اللِّسَانِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللّٰهِ حِفْظُ اللِّسَانِ] رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ، وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ ذُنُوْبًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ كَلَامًا فِيْمَا لَا يَعْنِيْهِ] رَوَاهُ ابْنُ نَصْرٍ
(Dan) Yang keenam (Terbukti dia menjaga lisan) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi bersabda: [Amalan-amalan yang paling dicintai Allah adalah menjaga lisan] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Al-Baihaqi. Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sesungguhnya manusia yang paling banyak dosanya pada hari kiamat adalah yang paling banyak diantara mereka berbicara dalam perkara yang tidak bermanfaat untuknya] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Nasr
(دَاءِمَ الْفِكْرَةِ)فِي عَظَمَةِ اللّٰهِ وَجَنَّتِهِ وَنَارِهِ، وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [اَلتَّفَكُّرُ فِى عَظَمَةِ اللّٰهِ وَجَنَّتِهِ وَنَارِهِ سَاعَةً خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ] وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [تَفَكَّرُوْا فِى خَلْقِ اللّٰهِ وَلَا تَفَكَّرُوْا فِى اللّٰهِ فَتَهْلَكُوْا]، (لَازِمَ الْغَمِّ وَالنَّدَامَةِ) عَلَى مَا فَعَلَ مِنَ الْمَعَاصِيْ.
(Kekalnya pemikiran) Dalam memikirkan keagungan Allah dan surganya Allah dan nerakanya Allah. Telah diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Tafakur dalam memikirkan keagungan Allah dan surganya dan nerakanya satu waktu itu lebih baik daripada mendirikan sholat malam]. Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Bertafakurlah kalian semua dalam memikirkan ciptaan Allah dan janganlah bertafakur kalian semua dalam memikirkan dzatnya Allah sehingga kalian binasa]. (Senantiasa bingung dan sedih) Atas perkara yang telah dia lakukan dari kemaksiatan.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi