(وَ) الْمَقَالَةُ الْعَاشِرَةُ (عَنِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ رَحِمَهُ اللّٰهُ: لَوْلَا الْأَبْدَالُ لَخَسَفَتِ الْأَرْضُ وَمَا فِيْهَا)
Maqolah yang ke sepuluh (Dari Hasan Al-Basri Rahimahullah: Andai tidak ada wali Abdal maka pasti bumi akan lenyap dan apa yang ada di dalamnya)
رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [اَلْأَبْدَالُ أَرْبَعُوْنَ رجُلاً اِثْنَانِ وَعِشْرُوْنَ بِالشَّامِ وَثَمَانِيَةَ عَشَرَ بِالْعِرَاقِ كُلَّمَا مَاتَ مِنْهُمْ وَاحِدٌ أَبْدَلَ اللّٰهُ مَكَانَهُ فَإِذَا جَاءَ الْأَمْرُ قُبِضُوْا كُلُّهُمْ فَعِنْدَ ذٰلِكَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ] رَوَاهُ الْحَاكِمُ.
Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Wali abdal itu ada empat puluh lelaki dua puluh dua di Syam dan delapan belas di Irak setiap kali mati salah seorang dari mereka maka Allah mengganti tempat orang itu dan ketika telah datang hari kiamat maka nyawa mereka dicabut semuanya dan ketika nyawa mereka telah dicabut maka akan datang hari kiamat] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Hakim
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [لَنْ تَخْلُوَ الْأَرْضُ عَنْ أَرْبَعِيْنَ رَجُلًا مِثْلَ خَلِيْلِ الرَّحْمٰنِ فَبِهِمْ يُسْقَوْنَ وَبِهِمْ يُنْصَرُوْنَ مَا مَاتَ مِنْهُمْ أَحَدٌ إِلَّا أَبْدَلَ اللّٰهُ مَكَانَهُ آخَرَ] رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ.
Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Tidaklah bumi kosong dari empat puluh lelaki yang seperti kekasih Ar-Rahman. Maka sebab mereka di beri riziki makhluk di dunia dan sebab mereka ditolong makhluk di dunia tidaklah mati salah seorang dari mereka melainkan Allah akan mengganti tempat orang itu dengan yang lain]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Thabrani
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ فَهُوَ مِنَ الْأَبْدَالِ: اَلرِّضَا بالقَضَاءِ وَالصَّبْرُ عَنْ مَحَارِمِ اللّٰهِ وَالْغَضَبُ فِى ذَاتِ اللّٰهِ] رَوَاهُ اِبْنُ عَدِيُّ.
Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Tiga perkara barang siapa yang ada pada tiga perkara ini maka ia termasuk wali Abdal: Ridho atas ketentuan Allah dan sabar menjauhi larangan-larangan Allah dan marah karna Allah] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Adi
(وَلَوْلَا الصَّالِحُوْنَ) أَيْ اَلْقَائِمُوْنَ بِمَا عَلَيْهِمْ مِنْ حُقُوْقِ اللّٰهِ وَحُقُوْقِ الْعِبَادِ (لَهَلَكَ الطَّالِحُوْنَ) أَيْ اَلْفَاسِدُوْنَ بِإِتْيَانِ الْمَعَاصِى
(Dan andai tidak ada orang-orang sholeh) Maksudnya orang-orang yang senantiasa melaksanakan apa saja yang menjadi kewajiban mereka dari hak-hak kepada Allah dan hak-hak kepada sesama hamba (Maka pasti hancur orang-orang yang tidak sholeh) Maksudnya orang-orang yang rusak dengan melakukan berbagai kemaksiatan
(وَلَوْلَا الْعُلَمَاءُ لَصَارَ النَّاسُ كُلُّهُمْ كَالْبَهَائِمِ). قَالَ أَبُوْ اللَّيْثِ: مَنْ جَلَسَ عِنْدَ عَالِمٍ وَلَمْ يَقْدِرْ عَلَى حِفْظِ شَيْءٍ مِنَ الْعِلْمِ نَالَ سَبْعَ كَرَامَاتٍ:
(Dan andai tidak ada ulama pasti manusia semuanya akan menjadi seperti binatang) Telah berkata Imam Abu Laits: Barang siapa yang duduk disamping ulama dan ia tidak mampu menghafal sedikitpun dari ilmu maka dia tetap akan memperoleh tujuh kemuliaan:
فَضْلَ الْمُتَعَلِّمِيْنَ وَحَبْسَهُ عَنِ الذُّنُوْبِ وَنُزُوْلَ الرَّحْمَةِ عَلَيْهِ حَالَ خُرُوْجِهِ مِنْ بَيْتِهِ وَإِذَا نَزَلَتِ الرَّحْمَةُ عَلَى أَهْلِ الْحَلَقَةِ حَصَلَ لَهُ نَصِيْبٌ وَيُكْتَبُ لَهُ طَاعَةً مَا دَامَ مُسْتَمِعًا
Mendapat keutamaan orang-orang yang mengaji dan ditahannya orang itu dari berbuat dosa dan turun rahmat kepadanya ketika dia keluar dari rumah orang alim dan ketika rahmat turun kepada jamaah pengajian pasti hasil baginya pahala dan dicatat baginya sebagai ketaatan selama dia mendengarkan
وَإِذَا ضَاقَ قَلْبُهُ لِعَدَمِ الْفَهْمِ صَارَ غَمُّهُ وَسِيْلَةً إِلَى حَضْرَةِ اللّٰهِ تَعَالَى وَيَرَى عِزَّ الْعَالِمِ وَذِلَّ الْفَاسِقِ فَيَمِيْلُ طَبْعُهُ إِلَى الْعِلْمِ وَيَرُدَّ قَلْبَهُ عَنِ الْفِسْقِ.
Dan ketika terasa sesak hatinya karena tidak paham maka jadilah kesusahannya sebagai wasilah menuju kehadirat Allah dan ia melihat kemuliaan ulama dan hinanya orang fasik sehingga condong tabiatnya kepada ilmu dan ia dapat menolak hatinya dari kefasikkan.
(وَلَوْلَا السُّلْطَانُ لَأَهْلَكَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا) بِالْقَتْلِ وَالْغَصْبِ وَغَيْرِ ذٰلِكَ
(Dan andai tidak ada Sultan maka akan saling membinasakan sebagian orang dengan sebagian yang lain) Dengan cara membunuh dan dengan cara merampas harta dan dengan cara yang selain itu.
(وَلَوْلَا الْحَمْقَى) أَيْ اَلَّذِيْنَ فَسَدَتْ عُقُوْلُهُمْ (لَخَرَبَتِ الدُّنْيَا) أَيْ لَفَسَدَتِ الْبِلَادُ وَالْمَنَازِلُ
(Dan andai tidak ada orang-orang bodoh) Maksudnya orang-orang yang rusak akalnya (Maka pasti akan menjadi rusak alam dunia) Maksudnya pasti akan rusak suatu negara dan rumh-rumah.
(وَلَوْلَا الرِّيْحُ لَأَنْتَنَّ كُلُّ شَيْءٍ) بِسَبَبِ الْجِيْفِ.
(Andai tidak ada angin pasti akan busuk segala sesuatu) Dengan sebab bangkai-bangkai.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi