Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 6 Maqolah 2 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 6
BAB 6 MAQOLAH 2

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 6 Maqolah 2

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةُ (قَالَ النَّبِيُّ ﷺ : سِتَّةٌ) مِنَ النَّاسِ (لَعَنْتُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللّٰهُ تَعالَى) دُعَاءٌ مِنْهُ ﷺ عَلَيْهِمْ

Maqolah yang ke dua (Telah bersabda Nabi ﷺ: Enam) Dari manusia (Aku melaknat mereka dan Allah ta'ala melaknat mereka) Ini adalah doa dari Nabi ﷺ kepada mereka.

(وَكُلُّ نَبِيٍّ مُجَابِ الدَّعَوَاتِ) وَفِى الْجَامِعِ الصَّغِيْرِ: مُجَابٌ بِحَذْفِ الْمُضَافِ إِلَيْهِ: أَيْ مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى وَمِنَ الْخَلْقِ، وَرُوِيَ بِيَاءِ تَحْتِيَةٍ بَدَلُ الْمِيْمِ. وَالْجُمْلَةُ مِنَ الْمُبْتَدَأِ وَالْخَبَرِ حَالٌ مِنْ فَاعِلِ لَعَنْتُهُمْ.

(Dan melaknat juga setiap Nabi yang diijabah doa-doanya) Dan dalam kitab Jami'us Shogir: Lafadz مُجَابٌ dengan membuang mudhof ilaih : Maksudnya dari Allah Ta'ala dan dari makhluk. Dan diriwayatkan dengan huruf ي yang bertitik di bawah sebagai badal dari huruf mim. Dan jumlah dari mubtada dan khobar itu menjadi hal dari fa'il yang ada pada lafadz لَعَنْتُهُمْ.

(الزَّائِدُ فِى كِتَابِ اللّٰهِ تَعَالَى) أَيْ مَنْ يُدْخِلُ فِيْهِ مَا لَيْسَ مِنْهُ وَيُؤَوِّلُهُ بِمَا لَا يَصِحُ

(Orang yang menambah-nambah pada kitab Allah Ta'ala) Maksudnya orang yang memasukkan ke dalam Al-Quran kalimat-kalimat yang bukan termasuk Al-quran dan mentakwil-takwil Al-Quran dengan takwilan yang tidak benar

(والْمُكَّذِّبُ بِقَدَرِ اللّٰهِ تَعالَى) وَهُوَ تَعَلُّقُ الْإِرَادَةِ الذَّاتِيَّةِ بِالْأَشْيَاءِ فِى أَوْقَاتِهَا الْخَاصَّةِ فَتَعْلِيْقُ كُلِّ حَالٍ مِنْ أَحْوَالِ الْأَعْيَانِ بِزَمَانٍ مُعَيَّنٍ وَسَبَبٍ مُعَيَّنٍ عِبَارَةٌ عَنِ الْقَدَرِ

(Dan orang yang mendustakan takdir Allah Ta'ala) Takdir adalah hubungan kehendak Allah dengan sesuatu pada waktu-waktunya yang telah ditentukan. Maka menggantungkan setiap keadaan dari keadaan keadaan suatu perkara dengan zaman yang telah ditentukan dan dengan sebab yang telah ditentukan itu adalah ibarat dari takdir.

(وَالْمُتَسَلِّطُ بِالْجَبَرُوْتِ) بِفَتْحِ الْبَاءِ أَيْ بِالْكِبَرِ وَالْقَهْرِ (فَيُعِزُّ) بِذٰلِكَ (مَنْ أَذَلَّهُ اللّٰهُ تعالَى) وَهُمْ أَهْلُ الْبَاطِلِ. (وَيُذِلُّ مَنْ أَعَزَّهُ اللهُ) وَهُمْ أَهْلُ الْحَقِّ، قَوْلُهُ: فَيُعِزُّ بِالْفَاءِ عَطْفُ تَفْسِيْرٍ وَفِى نُسْخَةٍ بِاللَّامِ

(Dan orang yang berkuasa dengan semana-mena) Dengan membaca fathah pada huruf ba Maksudnya dengan kesombongan dan memaksa (Maka ia memuliakan) Dengan kekuasaannya (Orang yang telah menghinakan kepadanya Allah Ta'ala) Dan mereka adalah orang-orang yang batil. (Dan ia merendahkan orang yang telah memuliakan kepadanya Allah) Dan mereka adalah orang-orang yang benar. Perkataan mushonnif : Lafadz فَيُعِزُّ dengan huruf ف adalah athof sebagai penjelas dan dalam suatu naskh dengan huruf ل.

(وَالْمُسْتَحِلُّ لِحَرَمِ اللّٰهِ تَعَالَى) بِفَتْحِ الْحَاءِ وَالرَّاءِ: أَيْ حَرَمِ مَكَّةَ وَهُوَ مَنْ فَعَلَ فِى الْحَرَمِ مَا يَحْرُمُ فِعْلُهُ

(Dan orang yang telah menghalalkan pada apa yang telah Allah Ta'ala haramkan) Dengan memfathahkan huruf ح dan ر : Maksudnya tanah suci mekkah dan ia adalah orang yang melakukan di tanah suci segala sesuatu yang haram dikerjakannya.

(وَالْمُسْتَحِلُّ مِنْ عِتْرَتِيْ) أَيْ ذُرِّيَّتِيْ وَقَرَابَتِيْ (مَا حَرَّمَ اللّٰهُ) وَهُوَ مَنْ فَعَلَ فِى ذُرِّيَّةِ رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ مَا يُحْرَمُ فِعْلُهُ مِنَ الْمَعَاصِي وَالْمَظَالِمِ

(Dan orang yang menghalalkan di antara keturunanku) Maksudnya keturunanku dan kerabat-kerabatku (apa-apa yang telah Allah haramkan) Yaitu orang yang melakukan pada keturunan Rasulullah ﷺ apa-apa yang haram mengerjakannya dari berbagai macam kemaksiatan dan berbagai macam kedzholiman.

(وَالتَّارِكُ لِسُنَّتِيْ) بِالْإٍعْرَاضِ عَنْهَا اِسْتِخْفَافًا (فَإِنَّ اللّٰهَ تَعَالَى لَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَظَرَ الرَّحْمَةِ) رَوَى هٰذَا الْحَدِيْثَ التُّرْمُذِيُّ وَالْحَاكِمُ عَنْ عَائِشَةَ وَالْحَاكِمُ عَنْ عَلِيٍ.

(Dan orang yang meninggalkan sunahku) Dengan berpaling dari sunahku karena meremehkan (Karena sesungguhnya Allah tidak memandang enam golongan itu pada hari kiamat dengan pandangan kasih sayang) Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Turmudi dan Imam Hakim dari Aisyah dan Imam hakim dari Ali.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan