اَلْمَقَالَةُ الْأُوْلَى (قَالَ النَّبِيُّ) ﷺ (سِتَّةُ أَشْياءَ هُنَّ غَرِيْبَةٌ) أَيْ بَعِيْدَةٌ عَنِ الْمُنَاسَبَةِ (فِى سِتَّةِ مَوَاضِعَ: اَلْمَسْجِدُ غَرِيْبٌ) إِذَا كَانَ الْمَسْجِدُ مَبْنِيًّا (فِيْمَا بَيْنَ قَوْمٍ لَا يُصَلُّوْنَ فِيْهِ) أَيْ فِى ذٰلِكَ الْمَسْجِدِ
Maqolah yang pertama (Telah bersabda Nabi) ﷺ (Ada enam perkara, enam perkara itu adalah asing) Maksudnya jauh dari kesesuaian (Pada enam tempat: Masjid itu asing) jika terbukti masjid itu dibangun (Pada tempat di antara kaum yang mereka tidak sholat di dalamnya) Maksudnya di dalam masjid itu.
(وَالْمُصْحَفُ غَرِيْبٌ) إِذَا كَانَ الْمُصْحَفُ مَوْضُوْعًا (فِى مَنْزِلِ قَوْمٍ لَا يَقْرَؤُوْنَ فِيْهِ) أَيْ فِى ذٰلِكَ الْمُصْحَفِ (وَالْقُرْآنُ غَرِيْبٌ) إِذَا كَانَ مَحْفُوْظًا (فِى جَوْفِ الْفَاسِقِ) أَيْ فِى قَلْْبِ مَنْ اِعْتَقَدَهُ وَشَهِدَهُ وَلَمْ يَعْمَلْ بِمَا فِيْهِ
(Dan mushaf itu asing) Jika terbukti mushaf itu disimpan (Di rumah kaum yang mereka tidak membaca padanya) Maksudnya pada mushaf itu (Dan Al-Qur'an itu asing) Jika terbukti Al-quran itu dihafal (Di dalam hati orang yang fasik) Maksudnya dalam hati orang yang meyakininya dan bersaksi padanya dan ia tidak mengamalkan pada apa yang ada di dalamnya.
(وَالْمَرْأَةُ الْمُسْلِمَةُ الصَّالِحَةُ) أَيْ اَلْمُطِيْعَةُ لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ الْمُحْسِنَةُ لِلْأُمُوْرِ (غَرِيْبَةٌ فِى يَدِ رَجُلٍ ظَالِمٍ) أَيْ إِذَا كَانَتْ فِى عِصْمَةِ زَوْجٍ مُجَاوِزٍ عَنِ الْحَقِّ إِلَى الْبَاطِلِ (سَيِّئِ الْخُلُقِ) قَالَ النَّبِيُّ ﷺ : [أَحَبُّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا اَلْمُوَطِّئُوْنَ أَكْنَافًا الَّذِيْنَ يَأُلَفُوْنَ وَيُؤْلَفُوْنَ] اه.
(Dan seorang wanita muslimah yang sholihah) Maksudnya yang ta'at kepada Allah dan ta'at kepada Rasul yang bagus dalam berbagai hal (Itu asing di tangan seorang lelaki yang dzolim) Maksudnya Jika terbukti wanita sholihah itu dalam ikatan seorang suami yang melewati batas kebenaran melakukan kebatilan (Yang buruk akhlaknya) Telah bersabda Nabi ﷺ : [Orang yang paling dicintai di antara kalian olehku adalah orang yang paling baik di antara kalian akhlaknya yang menundukkan pundaknya yang mengakrabi dan diakrabi].
وَحُسْنُ الْخُلُقِ أَنْ يَكُوْنَ سَهْلَ الْعَرِيْكَةِ لَيِّنَ الْجَانِبِ طَلِيْقَ الْوَجْهِ قَلِيْلَ الْفَوْرِ طَيِّبَ الْكَلِمَةِ. قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ : [أَهْلُ الْجَنَّةِ كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ سَهْلٍ طَلْقٍ].
Akhlak yang baik adalah akhlak yang terbukti sederhana karakternya, lemah lembut sikapnya, ceria wajahnya, sedikit sifat kerasnya, bagus perkataannya. Telah bersabda Rasulullah ﷺ [Ahli surga adalah setiap orang yang tidak kaku perangainya, yang lemah lembut, yang entengan dan yang ceria].
(وَالرَّجُلُ الْمُسْلِمُ الصَّالِحُ غَرِيْبٌ فِى يَدِ امْرَأَةٍ رَدِيَّةٍ) أَيْ إِذَا كَانَ فِى مُعَاشَرَةِ امْرَأَةٍ وَضِيْعَةٍ فِى الْحَسَبِ حَقِيْرَةٍ فِى النَّسَبِ (سَيِّئَةِ الْخُلُقِ)
(Dan seorang lelaki muslim yang sholeh itu asing di tangan seorang wanita yang hina) Maksudnya jika terbukti lelaki sholih itu hidup bersama seorang wanita yang hilang garis keturunan leluhurnya dan rendah nasabnya (Yang jelek akhlaknya).
قَالَ بَعْضُ الْبُلَغَاءِ: اَلْحَسَنُ الْخُلُقِ مِنْ نَفْسِهِ فِى رَاحَةٍ وَالنَّاسُ مِنْهُ فِى سَلَامَةٍ، وَالسَّيِّئُ الْخُلُقِ مِنَ النَّاسِ مِنْهُ فِى بَلَاءٍ وَهُوَ مِنْ نَفْسِهِ فِى عَنَاءٍ (وَالْعَالِمُ غَرِيْبٌ) إِذَا كَانَ مُقِيْمًا (بَيْنَ قَوْمٍ لَا يَسْتَمِعُوْنَ إِلَيْهِ) أَيْ لَا يُلْقُوْنَ السَّمْعَ إِلَى حَدِيْثِهِ.
Sebagian ahli balaghoh berkata: Orang yang berakhlak baik dari dirinya sendiri itu ada dalam ketenangan dan manusia darinya itu dalam keselamatan sedangkan orang yang berakhlak buruk dari manusia karenanya itu dalam bencana dan dia karena dirinya itu dalam kesulitan (Dan orang yang alim itu terasing) Jika terbukti orang alim itu bermukim (Di antara kaum yang mereka tidak mau mendengarkan padanya) Maksudnya mereka tidak menerima untuk mendengar pada nasihatnya.
(ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: [إِنَّ اللّٰهَ تَعَالَى لَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ) أَيْ هٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ لَا يُصْغُوْنَ إِلَى كَلَامِ الْعَالِمِ (يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَظَرَ الرَّحْمَةِ])
(Kemudian Nabi Alaihis Sholatu Wassalam bersabda: [Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak melihat kepada mereka) Maksudnya kepada kaum ini yang mereka tidak mendengarkan pada perkataan orang yang alim (Pada hari kiamat dengan pandangan kasih sayang])
وَيُحْتَمِلُ أَنْ يَرْجِعَ الضَّمِيْرُ إِلَى الْمَذْكُوْرِيْنَ أَوَّلًا وَهُمُ الَّذِيْنَ لَمْ يُصَلُّوْا فِى ذٰلِكَ الْمَسْجِدِ وَلَمْ يَقْرَؤُوْا فِى ذٰلِكَ الْمُصْحَفِ، وَالْخَارِجُ عَنْ أَمْرِ اللّٰهِ وَالسَّيِّئُ الْخُلُقِ مِنَ الرَّجُلِ وَالْمَرْأَةِ وَمَنْ لَمْ يَتَّبِعْ كَلَامَ الْعَالِمِ.
Dan memungkinkan untuk merujuk dhomir pada orang-orang yang disebutkan di awal dan mereka adalah orang-orang yang tidak sholat di masjid itu dan mereka tidak membaca pada mushaf itu, dan mereka keluar dari perintah Allah dan orang yang buruk akhlaknya dari lelaki dan perempuan dan orang yang tidak mengikuti perkataan orang yang alim.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi