(وَ) الْمَقَالَةُ السَّابِعَةُ وَالْعِشْرُوْنَ (قَالَ يَحْيَى بْنُ مُعَاذٍ اَلرَّازِيُّ رَحِمَهُ اللّٰهُ فِى الْمُنَاجَاةِ: إِلٰهِيْ لَا يَطِيْبُ اللَّيْلُ إِلَّا بِمُنَاجَاتِكَ) قَالَ عَلِيٌّ كَرَّمَ اللّٰهُ وَجْهَهُ وَرَضِيَ عَنْهُ فِى مُنَاجَاتِهِ مِنْ بَحْرِ الْوَافِرِ:
Maqolah yang ke dua puluh tujuh (Telah berkata Yahya bin Muadz Ar-Razi Rahimahullah dalam munajatnya: Wahai tuhanku tidaklah indah suatu malam kecuali dengan bermunajat kepadamu) Telah berkata Ali Karramallahu Wajhahu Wa Radhiallahu Anhu dalam munajatnya dari Bahar Wafir:
| دُعَاءَ مَنْ ضَعِيْفٍ مُبْتَلَاءٍ | * | أَلَمْ تَسْمَعْ بِفَضْلِكَ يَا مُنَائِيْ |
| Tidakkah engkau mendengar dengan anugrahmu wahai dzat yang jauh | * | Doa orang yang lemah yang terkena musibah |
| أَسِيْرٍ بِالذُّنُوْبِ وَبِالْخَطَاءِ | * | غَرِيْقٍ فِى بِحَارِ الْهَمِّ حُزْنًا |
| Yang tenggelam dalam lautan sumpek karena sedih | * | Terpenjara karena dosa-dosanya dan karena kesalahannya |
| مُجِدًّا بِالتَّبَهُّلِ وَالدُّعَاءِ | * | أُنَادِيْ بِالتَّضَرُّعِ كُلَّ يَوْمٍ |
| Aku menyeru dengan merendah setiap hari | * | Sambil mengagung-agungkan dengan merendah dan berdoa |
| وَأَهْلُ الْأَرْضِ مَا عَرَفُوْا دَوَائِيْ | * | لَقَدْ ضَاقَتْ عَلَيَّ الْأَرْضُ طُرًّا |
| Dan benar-benar sempit atasku bumi semuanya | * | Sedangkan penduduk bumi mereka tidak mengetahui obatku |
| بِعَفْوِكَ يَا عَظِيْمُ وَيَا رَجَائِيْ | * | فَخُذْ بِيَدِيْ فَإِنِّيْ مُسْتَجِيْرٌ |
| Maka raihlah tanganku sungguh aku memohon perlindungan | * | Dengan sifat maafmu wahai dzat yang maha agung dan wahai dzat yang menjadi harapanku |
| حَيَاءً مِنْكَ أَكْثَرُ مِنْ خَطَائِيْ | * | أَتَيْتُكَ بَاكِيًا فَارْحَمْ بُكَائِيْ |
| Aku datang menghadapmu sambil menangis maka kasihanilah tangisanku | * | Karena malu olehmu yang lebih banyak tangisan itu dibandingkan kesalahanku |
| وَلِيْ دَاءٌ وَأَنْتَ دَوَاءُ دَائِيْ | * | وَلِيْ هَمٌّ وَأَنْتَ لِكَشْفِ هَمِّيْ |
| Dan bagiku ada kesumpekan dan Engkau dapat menghilangkan kesumpekanku | * | Dan bagiku ada penyakit dan engkau adalah obat dari penyakitku |
| رَجَائِيْ أَنْ تُحَقِّقَ لِيْ رَجَائِيْ | * | وَأَيْقَظَنِيْ الرَّجَاءُ فَقُلْتُ رَبِّيْ |
| Telah membangunkan aku harapan sehingga aku berkata Yaa Rabbii | * | Harapanku adalah Engkau wujudkan untukku harapanku |
| أَلُوْذُ بِحُسْنٍ مِنْكَ يَا رَجَائِيْ | * | جَزَائِيْ أَنْ تُعَذِّبَنِيْ وَلَكِنْ |
| Balasan untuk ku adalah Engkau mengadzabku akan tetapi | * | Aku berlindung dengan kebaikan darimu wahai pengharapanku |
| فَإِنِّيْ فِى بَلَاءٍ مُبْتَلَائِيْ | * | تَفَضَّلْ سَيِّدِيْ بِالْعَفْوِ عَنِّيْ |
| Silahkan wahai tuanku untuk memaafkan aku | * | Karena sesungguhnya aku berada dalam musibah yang menimpaku |
(وَلَا يَطِيْبُ النَّهَارُ إِلَّا بِطَاعَتِكَ) أَيْ بِمُوَافَقَةِ أَمْرِكَ (وَلَا تَطِيْبُ الدُّنْيَا إِلَّا بِذِكْرِكَ) رُوِيَ أَنَّهُ قَالَ [إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُوْنَةٌ مَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَا إِلاَّ ذِكْرَ اللهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمًا وَمُتَعَلِّمًا] رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه
(Dan tidaklah indah siang hari kecuali dengan ta'at kepadamu) Maksudnya dengan setuju pada perintahmu (Dan tidaklah indah dunia kecuali dengan berdzikir kepadamu).Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sesungguhnya dunia itu terlaknat. Terlaknat apa yang ada di dalamnya kecuali mengingat kepada Allah dan perkara yang berhubungan padanya dan orang yang berilmu dan orang yang mencari ilmu]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam An-Nasai dan Imam Ibnu Majah
(وَلَا تَطِيْبُ الْآخِرَةُ إِلَّا بِعَفْوِكَ وَلَا تَطِيْبُ الْجَنَّةُ إِلَّا بِرُؤْيَتِكَ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ [لَمَّا اَهْبَطَ اللهُ آدَمَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى اْلأَرْضِ حَزِنَ عَلَيْهِ كُلُّ شَيْئٍ جَاوَرَهُ إِلاَّ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ فَأَوْحَى اللهُ إِلَيْهِمَا:
(Dan tidaklah indah akhirat kecuali dengan ampunanmu dan tidaklah indah surga kecuali dengan melihatmu) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Ketika Allah menurunkan Nabi Adam dari surga ke bumi maka menangis karenanya segala sesuatu yang dekat dengannya kecuali emas dan perak kemudian Allah mewahyukan kepada emas dan perak:
إِنَّيْ جَاوَرْتُكُمَا بِعَبْدٍ مِنْ عَبِيْدِيْ ثُمَّ أَهْبَطْتُّهُ مِنْ جِوَارِكُمَا فَحَزِنَ عَلَيْهِ كُلُّ شَيْئٍ جَاوَرَهُ إِلاَّ أَنْتُمَا
Sesungguhnya aku telah menjadikan kalian berdua dekat dengan seorang hamba dari hamba-hambaku kemudian aku menurunkan hamba itu dari lingkungan kalian berdua kemudian sedih karenanya setiap perkara yang dekat dengannya kecuali kalian berdua
فَقَالاَ إِلٰهَنَا وَسَيِّدَنَا أَنْتَ أَعْلَمُ أَنَّكَ جَاوَرْتَنَا بِهِ وَهُوَ لَكَ مُطِيْعٌ فَلَمَّا عَصَاكَ لَمْ نَحْزَنْ عَلَيْهِ
Kemudian emas dan perak berkata: Wahai tuhan kami dan tuan kami anda adalah yang lebih mengetahui sesungguhnya anda menjadikan kami berdua dekat dengannya dan ia taat kepadamu maka ketika ia bermaksiat kepadamu maka kami tidak sedih karenanya
فَأَوْحَى اللّٰهُ إِلَيْهِمَا وَعِزَّتِيْ وَجَلَالِيْ لَأُعِزَّنَّكُمَا حَتَّى لاَ يُنَالَ كُلُّ شَيٍ إِلاَّ بِكُمَا] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ
Kemudian Allah mewahyukan kepada emas dan perak: Demi keagunganku dan demi kemuliaan ku sungguh aku akan menjadikan kalian berdua agung sehingga tidak bisa diraih setiap perkara kecuali melalui kalian berdua]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ad-Dailami
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi