Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 4 Maqolah 14 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 4
BAB 4 MAQOLAH 14

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 4 Maqolah 14

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةَ عَشْرَةَ (عَنْ حَاتِمٍ الْأَصَمِّ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ أَنَّهُ قَالَ: مَنِ ادَّعَى أَرْبَعَةً) مِنَ الصِّفَاتِ (بِلَا أَرْبَعَةٍ) مِنَ الْأَدِلَّةِ (فَدَعْوَاهُ كَاذِبَةٌ) فَلَا تُقْبَلُ كَمَا قَالَ بَعْضُهُمْ: [مِنْ بَحْرِ الْخَفِيفِ]

Maqolah yang ke empat belas (Dari Hatim Al-Ashom Rahmatullahi Alaihi sesungguhnya ia berkata: Barang siapa yang mengaku-ngaku atas empat) Dari sifat-sifat (Tanpa empat) Dari bukti-bukti (Maka pengakuan orang itu adalah dusta) Maka tidak diterima sebagaimana telah berkata sebagian ulama: [Dari Bahar Khofif]

َ أَوْ تَكُنْ شَاعِرًا فَكُنْ كَابْنِ هَانِي * إِنْ تَكُنْ فَارِسًا فَكُنْ كَعَلِيٍّ
كَذَّبَتْهُ شَوَاهِدُ الْاِمْتِحَانِ * كُلُّ مَنْ يَدَّعِي بِمَا لَيْسَ فِيهِ
ًJika terbukti kamu seorang penunggang kuda maka maka jadilah kamu seperti sayyidina Ali * Atau jika kamu terbukti seorang penyair maka jadilah kamu seperti Ibnu Hani
Setiap orang yang mengaku-ngaku atas perkara yang tidak ada dalam dirinya * Maka akan mendustakan kepadanya bukti-bukti ujian

(مَنِ ادَّعَی حُبَّ اللَّهِ وَلَمْ يَنْتَهِ عَنْ مَحَارِمِ اللَّهِ تَعَالَى فَدَعْوَاهُ كَذِبٌ) لِجَرَاءَتِهِ عَلَى قُرْبِ حَمَاهُ تَعَالَى (وَمَنِ ادَّعَى حُبَّ النَّبِيِّ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَكَرِهَ الْفُقَرَاءَ وَالْمَسَاكِينَ فَدَعْوَاهُ كَذِبٌ) لِأَنَّهُمْ أَحْبَابُهُ ﷺ (وَمَنِ ادَّعَى حُبَّ الْجَنَّةِ وَلَمْ يَتَصَدَّقْ) بِمَا تَيَسَّرَ لَهُ (فَدَعْوَاهُ كَذِبٌ، وَمَنِ ادَّعَی خَوْفَ النَّارِ وَلَمْ یَنْتَهِ عَنِ الذُّنُوبِ فَدَعْوَاهُ كَذِبٌ) قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: [حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ وَحُجِبَتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ] رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ.

(Barang siapa yang mengaku cinta kepada Allah sedangkan ia tidak menjauh dari larangan Allah Ta'ala maka pengakuan orang itu adalah dusta) Karena beraninya ia dalam mendekati batas larangan Allah (Dan barang siapa mengaku mencintai Nabi Alaihis Salam sedangkan ia benci kepada orang-orang fakir dan orang-orang miskin maka pengakuan orang itu adalah dusta) Karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang dicintai Nabi ﷺ (Dan barang siapa mengaku-ngaku cinta surga sedangkan ia tidak bersedekah) Atas perkara yang mudah baginya (Maka pengakuan orang itu adalah dusta, dan barang siapa mengaku-ngaku takut neraka sedangkan ia tidak menjauh dari perbuatan-perbuatan dosa maka pengakuan orang itu adalah dusta) Telah bersabda Nabi ﷺ: [Telah di kelilingi neraka dengan syahwat dan telah dikelilingi surga dengan perkara-perkara yang dibenci] Telah meriwayatkan hadits ini Imam Bukhori dan Imam Muslim Dari Abu Huroiroh.

وَهَذَا مِنْ جَوَامِعِ كَلِمِهِ ﷺ فِي ذَمِّ الشَّهَوَاتِ وَفِي الْحَضِّ عَلَى الطَّاعَاتِ، فَكَأَنَّهُ ﷺ قَالَ: لَا يُوصَلُ إِلَى الْجَنَّةِ إِلَّا بِارْتِكَابِ الْمَشَقَّاتِ وَلَا إِلَى النَّارِ إِلَّا بِتَعَاطِي الشَّهَوَاتِ، فَمَنْ خَرَقَ الْحِجَابَ دَخَلَ.

Dan ini adalah sebagian dari jawami'ul kalim Nabi ﷺ Dalam mencela syahwat dan dalam mendorong kepada keta'atan. Seakan-akan Nabi ﷺ bersabda: Tidak akan bisa sampai ke dalam surga kecuali melakukan perkara-perkara yang sulit dan tidak akan sampai ke dalam neraka kecuali dengan menuruti syahwat. Barang siapa menembus hijab maka pasti ia akan masuk.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan