Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 4 Maqolah 13 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 4
BAB 4 MAQOLAH 13

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 4 Maqolah 13

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةَ عَشْرَةَ (عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَرْبَعَةٌ) مِنَ الْخِصَالِ (مِنْ ظُلْمَةِ الْقَلْبِ: بَطْنٌ شَبْعَانٌ مِنْ غَيْرِ مُبَالَاةٍ) بِأَنْ كَانَ الشِّبْعُ زَائِدًا عَنْ ثُلُثِ الْمَصَارِينَ الَّذِي هُوَ الشِّبْعُ الشَّرْعِيُّ (وَصُحْبَةُ الظَّالِمِينَ) أَيْ الْمُتَجَاوِزِينَ عَنِ الْحَقِّ إِلَى الْبَاطِلِ (وَنِسْيَانُ الذُّنُوبِ الْمَاضِيَةِ) بِأَنْ يَغْفُلَ عَنْهَا مِنْ غَيْرِ نَدَمٍ (وَطُولُ الْأَمَلِ) وَهُوَ تَرَقُّبُ مَا يُسْتَبْعَدُ حُصُولُهُ.

Maqolah yang ke tiga belas (Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu Anhu ia berkata: Empat) Dari perkara (Dari sebagian sebab gelapnya hati: Perut yang kenyang dari selain kepedulian) Dengan adanya perut itu kenyang melebihi sepertiga usus yang merupakan kenyang menurut syara (Dan bergaul bersama orang-orang dzolim) Maksudnya orang-orang yang saling melewati batas dari batas kebenaran menuju batas kebatilan (Dan lupa dari dosa-dosa yang telah lalu) Dengan cara lupa dari dosa itu dengan tanpa penyesalan (Dan panjang angan-angan) Yaitu mengharapkan perkara yang mustahil hasilnya perkara itu.

وَعَنْ عَلِيٍّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: [إِنَّ أَشَدَّ مَا أَتَخَوَّفُ عَلَيْكُمْ خِضْلَتَانِ: إِتْبَاعُ الْهَوَى وَطُولُ الْأَمَلِ، فَأَمَّا إتْبَاعُ الْهَوَى فَإِنَّهُ يَعْدِلُ عَنِ الْحَقِّ، وَأَمَّا طُولُ الْأَمَلِ فَالْحُبُّ لِلدُّنْيَا] رَوَاهُ ابْنُ أَبِي الدُّنْيَا.

Diriwayatkan dari Ali Sesungguhnya Rasulallah ﷺ bersabda: [Sesungguhnya paling beratnya perkara yang aku khawatir menimpa kalian semua adalah dua perkara: Mengikuti hawa nafsu dan panjang angan angan. Adapun mengikuti hawa nafsu karena sesungguhnya mengikuti hawa nafsu itu bisa memalingkan seseorang dari kebenaran dan adapun panjang angan-angan itu menjadi sebab cinta dunia] Telah meriwayatkan hadits ini Ibnu Abid-Dunia

(وَأَرْبَعَةٌ) مِنَ الْخِصَالِ (مِنْ نُورِ الْقَلْبِ: بَطْنٌ جَائِعٌ مِنْ حَذَرٍ) أَيْ لِأَجْلِ تَيَقُّظٍ وَتَأَهُّبٍ (وَصُحْبَةُ الصَّالِحِينَ) أَيْ الْخَالِصِينَ مِنْ كُلِّ فَسَادٍ (وَحِفْظُ الذُّنُوبِ الْمَاضِيَةِ) بِأَنْ يَتَذَكَّرَهَا مَعَ النَّدَمِ (وَقَصْرُ الْأَمَلِ) أَيْ حَبْسُهُ.

(Dan empat) Dari perkara (Dari sebagian sebab terangnya hati: Perut yang lapar karena berhati-hati) Maksudnya karena arah kewaspadaan dan siap-siap (Dan bersahabat bersama orang-orang sholeh) Maksudnya mereka yang murni dari setiap kerusakan (Dan mengingat dari dosa yang telah berlalu) Dengan cara mengingat dosa itu disertai penyesalan (Dan memendekkan angan-angan) Maksudnya menahan dari berangan-angan.

قَالَ أَبُو الطَّيِّبِ: مَنْ جَلَسَ مَعَ ثَمَانِيَةِ أَصْنَافٍ زَادَهُ اللَّهُ ثَمَانِيَةَ أَشْيَاءَ: مَنْ جَلَسَ مَعَ الْأَغْنِيَاءِ زَادَهُ اللَّهُ حُبَّ الدُّنْيَا وَالرَّغْبَةَ فِيْهَا، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُقَرَاءِ حَصَلَ لَهُ الشُّكْرُ وَالرِّضَا بِقِسْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ السُّلْطَانِ زَادَهُ اللَّهُ الْقَسْوَةَ وَالْكِبْرَ، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ النِّسَاءِ زَادَهُ اللَّهُ الْجَهْلَ وَالشَّهْوَةَ، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصِّبْيَانِ ازْدَادَ مِنْ اللَّهْوِ، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُسَّاقِ ازْدَادَ مِنْ الْجَرَاءَةِ عَلَى الذُّنُوبِ وَتَسْوِيفِ التَّوْبَةِ، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصَّالِحِينَ ازْدَادَ رَغْبَةً فِي الطَّاعَةِ، وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْعُلَمَاءِ ازْدَادَ مِنْ الْعِلْمِ وَالْعَمَلِ.

Telah berkata Abu Toyyib: Barang siapa yang duduk bersama delapan golongan maka pasti Allah akan menambah kepadanya delapan perkara: Barang siapa duduk bersama orang-orang kaya maka pasti Allah akan menambah kepadanya cinta dunia dan senang kepada dunia, dan barang siapa duduk bersama orang-orang fakir maka akan hasil kepadanya rasa syukur dan ridho atas bagian dari Allah Ta'ala, Dan barang siapa duduk bersama sultan maka pasti Allah akan menambah kepadanya kerasnya hati dan sombong, dan barang siapa duduk bersama perempuan maka pasti Allah akan menambahkan kepadanya kebodohan dan syahwat, dan barang siapa duduk bersama anak-anak kecil maka bertambah kepadanya dari bermain-main, dan barang siapa duduk bersama orang-orang fasik maka bertambah kepadanya dari berani melakukan pada dosa-dosa dan menunda-nunda taubat, dan barang siapa duduk bersama orang orang sholeh maka bertambah kepadanya rasa suka dalam ketaatan, dan barang siapa duduk bersama para ulama maka bertambah kepadanya dari ilmu dan amal

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan