(وَ) الْمَقَالَةُ السَّادِسَةَ عَشْرَةَ (قَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى: بَيْنَمَا أَطُوْفُ يَوْمًا فِى أَزِقَّةِ الْبَصْرَةِ) أَيْ أَدُوْرُ بِهَا
Maqolah yang keenam belas (Telah berkata Hasan al-Basri rahimahullah Ta'ala: Ketika aku sedang berkeliling di gang-gang Basrah) Maksudnya berkeliling di dalamnya
(وَفِى أَسْوَاقِهَا مَعَ شَابٍّ عَابٍدٍ فَإِذَا أَنَا بِطَبِيْبٍ وَهُوَ جَالِسٌ عَلَى الْكُرْسِيِّ وَبَيْنَ يَدَيْهِ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ وَصِبْيَانٌ بِأَيْدِيهِمْ قَوَارِيْرُ فِيْهَا مَاءٌ وَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ يَسْتَوْصِفُ دَوَاءً) أَيْ يَطْلُبُ مِنْ ذٰلِكَ الطَّبِيْبِ أَنْ يَذْكُرَ صِفَاتِ دَوَاءٍ (لِدَائِهِ) أَيْ كُلِّ وَاحِدٍ
(Dan di pasar-pasarnya dengan seorang pemuda yang rajin ibadah, tiba-tiba aku melihat seorang dokter dia sedang duduk di atas kursi dan di depannya ada pria, wanita, dan anak-anak, di tangan mereka ada botol yang berisi air dan setiap orang meminta resep obat) Maksudnya meminta kepada dokter tersebut untuk menyebutkan sifat-sifat obat (untuk penyakitnya) Maksudnya masing-masing orang.
(فَقَالَ) أَيْ اَلْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ (فَتَقَدَّمَ الشَّابُّ) أَيْ الْعَابِدُ (إلَى الطَّبِيْبِ فَقَالَ) أَيْ ذٰلِكَ الشَّابُّ (أَيُّهَا الطَّبِيْبُ هَلْ عِنْدَكَ دَوَاءٌ يَغْسِلُ الذُّنُوْبَ وَيَشْفِي مَرَضَ الْقُلُوْبِ ، فَقَالَ) أَيْ اَلطَّبِيْبُ (نَعَمْ) أَيْ ذٰلِكَ عِنْدِي
(Kemudian berkata) Maksudnya Hasan al-Basri (Kemudian pemuda tersebut maju) Maksudnya pemuda yang rajin beribadah (kepada dokter dan berkata) Maksudnya pemuda tersebut (Wahai dokter, apakah Anda memiliki obat yang dapat membersihkan dosa dan menyembuhkan penyakit hati? Maka dia berkata) Maksudnya dokter (Ya) Maksudnya itu ada padaku
(فَقَالَ) أَيْ الشَّابُّ (هَاتِ) أَيْ أَحْضِرْ ذٰلِكَ الدَّوَاءَ لِى (فَقَالَ) أَيْ الطَّبِيْبُ (خُذْ مِنِّيْ عَشَرَةَ أَشْيَاءَ) مِنَ الْعَقَاقِيْرِ، قَالَ: (خُذْ عُرُوْقَ شَجَرَةِ الْفَقْرِ مَعَ عُرُوْقِ شَجَرَةِ التَّوَاضُعِ) شَبَّهَ الْفَقْرَ وَالتَّوَاضُعَ بِالشَّجَرَةِ فِى كَوْنِ كُلٍّ مُرْتَفِعًا وَالْعُرُوْقَ سَبَبٌ لِحَيَاةِ تِلْكَ الشَّجَرَةِ.
(Kemudian dia berkata) Maksudnya pemuda (Berikanlah kepadaku) Maksudnya berikanlah obat itu kepadaku (Lalu dia berkata) Maksudnya doketer (Ambillah dariku sepuluh jenis obat) dari berbagai ramuan, dia berkata: (Ambillah akar pohon kemiskinan bersama dengan akar pohon kerendahan hati) Dia menyamakan kemiskinan dan kerendahan hati dengan pohon karena keduanya tinggi dan akar adalah penyebab kehidupan pohon tersebut.
وَالْمَعْنَى خُذِ الْعُرُوْقَ الَّتِي هِيَ مِنْ أَسْبَابِ وُجُوْدِ حَقِيْقَةِ الْفَقْرِ وَالتَّوَاضُعِ الْمُشَبَّهَيْنِ بِالشَّجَرَةِ الْعَالِيَةِ لِارْتِفَاعِهِمَا عِنْدَ اللّٰهِ تَعَالَى.
Maknanya, ambillah akar yang akar itu merupakan sebab adanya hakikat kemiskinan dan kerendahan hati yang disamakan keduanya dengan pohon yang tinggi karena keduanya mulia di sisi Allah Ta'ala.
قَالَ ابْنُ عَطَاءٍ: التَّوَاضُعُ قَبُوْلُ الْحَقِّ مِمَّنْ كَانَ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: مِنَ التَّوَاضُعِ أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ مِنْ سُؤْرِ أَخِيْهِ.
Telah berkata Ibnu 'Atho: Kerendahan hati adalah menerima kebenaran dari siapapun. Dan telah berkata Ibnu Abbas: Sebagian dari kerendahan hati adalah bahwa seseorang meminum dari sisa minuman saudaranya.
وَقَالَ الْقُشَيْرِيُّ: وَالْفَقْرُ شِعَارُ الْأَوْلِيَاءِ وَحُلْيَةُ الْأَصْفِيَاءِ وَاخْتِيَارُ اللّٰهِ تَعَالَى لِخَوَاصِّهِ مِنَ الْأَتْقِيَاءِ وَالْأَنْبِيَاءِ.
Dan Telah berkata al-Qusyairi: Kemiskinan adalah lambang para wali dan perhiasan orang-orang pilihan, serta pilihan Allah Ta'ala untuk orang-orang yang istimewa bagi Allah dari golongan orang-orang yang bertakwa dan golongan para nabi.
(وَاجْعَلْ فِيْهَا) أَيْ فِى تِلْكَ الْعُرُوْقِ (إِهْلِيْلَجَ التَّوْبَةِ) هٰذَا مِنْ إِضَافَةِ الْمُشَبَّهِ بِهِ لِلْمُشَبَّهِ ، أَيْ اِجْعَلِ التَّوْبَةَ الْمُشَبَّهَةَ بِالْإِهْلِيْلَجِ فِى أَنَّ كُلًّا يُذْهِبُ الْوَسَخَ فَالْإِهْلِيْلَجُ يُذْهِبُ وَسَخَ الْبَطْنِ وَالتَّوْبَةُ تُذْهِبُ الذُّنُوْبَ.
(Dan jadikanlah olehmu padanya) Maksudnya pada akar-akar tersebut (Bratawali tobat) Lafadz Ini adalah memudhofkan musyabbah bih pada musyabbah, Maksudnya jadikanlah olehmu tobat yang disamakan dengan Bratawali dalam hal bahwa masing masing dari Bratawali dan tobat itu dapat menghilangkan kotoran, Bratawali itu dapat menghilangkan kotoran perut, dan tobat itu dapat menghilangkan dosa.
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: [اَلتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ]. وَإِذَا أَحَبَّ اللّٰهُ عَبْدًا لَمْ يَضُرَّهُ ذَنْبٌ (وَاطْرَحْهُ) أَيْ الْإِهْلِيْلَِجَ مَعَ تِلْكَ الْعُرُوْقِ (فِى هَاوُنِ الرِّضَا) أَيْ فِى الرِّضَا الشَّبِيْهِ بِالْمِهْرَاسِ فِى أَنَّ كُلًّا يُدَقُّ فِيْهِ.
Telah bersabda Nabi ﷺ: [Orang yang bertobat dari dosa itu seperti orang yang tidak memiliki dosa]. Dan jika Allah mencintai seorang hamba, tidak akan membahayakannya suatu dosa (Dan jadikanlah itu) Maksudnya Batrawali itu bersama akar-akar tersebut (Di dalam lumpang keridhaan) Maksudnya dalam keridhaan yang disamakan dengan lumpang karena sesungguhnya masing-masing dari keduanya itu ditumbuk di dalamnya.
قَالَ النَّوَوِيُّ: اَلرِّضَا سُرُوْرُ الْقَلْبِ بِمُرِّ الْقَضَاءِ. وَقَالَ الْمُحَاسِبِيُّ: الرِّضَا سُكُوْنُ الْقَلْبِ تَحْتَ مَجَارِي الْأَحْكَامِ . وَقَالَ رُوَيْمٌ: اَلرِّضَا اِسْتِقْبَالُ الْأَحْكَامِ بِالْفَرَحِ
Telah berkata imam An-Nawawi: Keridhaan adalah kegembiraan hati dengan pahitnya takdir. Dan telah berkata al-Muhasibi: Keridhaan adalah ketenangan hati di bawah berjalannya hukum-hukum. Telah berkata ar-Ruwaim: Keridhaan adalah menerima hukum-hukum dengan sukacita
(وَاسْحَقْهُ) أَيْ ذٰلِكَ الْمَجْمُوْعَ مِنَ الْفَقْرِ وَالتَّوَاضُعِ وَالتَّوْبَةِ وَالرِّضَا (بِمِنْجَارِ الْقَنَاعَةِ) أَيْ بِالْقَنَاعَةِ الشَّبِيْهَةِ بِالْمِدَقَّةِ.
(Dan lumatkanlah itu) Maksudnya gabungan dari kemiskinan, kerendahan hati, tobat, dan keridhaan (Dengan alu qonaah) Maksudnya dengan qonaah yang disamakan dengan alu.
قَالَ بَعْضُهُمْ: اَلْقَنَاعَةُ تَرْكُ التَّشَوُّفِ إِلَى الْمَفْقُوْدِ وَالْاِسْتِغْنَاءُ بِالْمَوْجُوْدِ. وَقَالَ أَبُو سُلَيْمَانَ الدَّارَانِيُّ: اَلْقَنَاعَةُ مِنَ الرِّضَا بِمَنْزِلَةِ الْوَرَعِ مِنَ الزُّهْدِ فَالْقَنَاعَةُ أَوَّلُ الرِّضَا وَالْوَرَعُ أَوَّلُ الزُّهْدِ.
Telah berkata sebagian dari ulama: Qona'ah adalah meninggalkan keinginan terhadap yang tidak ada dan merasa cukup dengan yang ada. Dan telah berkata Abu Sulaiman ad-Darani: Qonaah dari keridhaan seperti kedudukan wara’ dari kezuhudan, maka qona'ah adalah awal keridhaan dan wara’ adalah awal kezuhudan.
(وَاجْعَلْهُ) أَيْ الْمَذْكُوْرَ مِنَ الْقَنَاعَةِ وَمَا قَبْلَهَا (فِى قِدْرِ التُّقَى) قَالَ أَبُو عَبْدِ اللّٰهِ الرَّوْزَبَادِيُّ: التَّقْوَى مُجَانَبَةُ مَا يُبْعِدُكَ عَنِ اللّٰهِ،
(Dan jadikanlah itu) Maksudnya hal yang telah disebutkan dari qonaah dan apa yang sebelumnya (ke dalam kuali taqwa) Telah berkata Abu Abdillah ar-Rauzabadi: Taqwa adalah menjauhi apa yang menjauhkanmu dari Allah.
وَقَالَ ابْنُ عَطَاءٍ: لِلتَّقْوَى ظَاهِرٌ وَبَاطِنٌ فَظَاهِرُهُ مُحَافَظَةُ الْحُدُوْدِ وَبَاطِنُهُ النِّيَّةُ وَالْإِخْلَاصُ
Telah berkata Ibnu Atha: Taqwa itu ada yang lahir dan batin, yang lahir dari takwa adalah menjaga batasan-batasan hukum, dan yang batin dari takwa adalah niat dan keikhlasan.
(وَصُبَّ عَلَيْهِ) أَيْ اَلْمَجْمُوْعُ مِنَ التُّقَى وَمَا قَبْلَهَا (مَاءُ الْحَيَاءِ) وَقَالَ الْجُنَيْدُ: اَلْحَيَاءُ حَالَةٌ تَنْشَأُ مِنْ رُؤْيَةِ النِّعَمِ وَرُؤْيَةِ التَّقْصِيرِ. وَقَالَ ذُو النُّوْنِ الْمِصْرِيُّ: الْحَيَاءُ وُجُوْدُ الْهَيْبَةِ فِى الْقَلْبِ مَعَ وَحْشَةِ مَا سَبَقَ مِنْكَ إلَى رَبِّكَ،
(Dan tuangkanlah di atasnya) Maksudnya gabungan dari taqwa dan apa yang sebelumnya (Air malu) Telah berkata al-Junaid: Malu adalah keadaan yang muncul dari melihat nikmat dan melihat kekurangan. Telah berkata Dzu an-Nun al-Mishri: Malu adalah adanya rasa takut dalam hati bersama kesepian dari apa yang telah berlalu darimu kepada Tuhanmu.
(وَاغْلِهِ) أَيْ اَغْلِ مَا فِى الْقِدْرِ مِنَ الْمَاءِ وَمَا مَعَهُ (بِنَارِ الْمَحَبَّةِ) قَالَ أَبُو يَزِيْدِ الْبُسْطَامِيُّ: الْمَحَبَّةُ اسْتِقْلَالُ الْكَثِيْرِ مِنْ نَفْسِكَ وَاسْتِكْثَارُ الْقَلِيْلِ مِنْ حَبِيْبِكَ، وَقَالَ أَبُو عَبْدِ اللّٰهِ الْقُرَشِيُّ: حَقِيْقَةُ الْمَحَبَّةِ أَنْ تَهَبَ كُلَّكَ لِمَنْ أَحْبَبْتَ فَلَا يَبْقَى لَكَ مِنْكَ شَيْءٌ
(Dan didihkanlah itu) Maksudnya didihkanlah apa yang ada di dalam kuali dari air dan apa yang bersamanya (Dengan api cinta) Telah berkata Abu Yazid al-Bustomi: Cinta adalah menganggap sedikit sesuatu yang banyak dari dirimu dan menganggap banyak sesuatu yang sedikit dari kekasihmu. Telah berkata Abu Abdillah al-Qurasyi: Hakikat cinta adalah engkau memberikan seluruh dirimu kepada yang kau cintai sehingga tidak tersisa untukmu dari dirimu suatu apapun.
(وَاجْعَلْهُ) أَيْ الْمَحَبَّةُ وَمَا يُغْلَى بِهَا (فِى قَدْحِ الشُّكْرِ) وَهُوَ الْاِعْتِرَافُ بِنِعْمَةِ الْمُنْعِمِ عَلَى وَجْهِ الْخُضُوْعِ
(Dan jadikanlah itu) Maksudnya cinta dan apa yang dididihkan dengannya (Ke dalam cawan syukur) Syukur adalah pengakuan tulus atas nikmat dari sang pemberi nikmat dengan kerendahan hati.
(وَرُوِّحْهُ) أَيْ مَا فِى الْقَدْحِ (بِمِرْوَحَةِ الرَّجَاءِ) قَالَ أَبُو عَبْدِ اللّٰهِ بْنُ خَفِيْفٍ: اَلرَّجَاءُ هُوَ اسْتِبْشَارٌ بِوُجُوْدِ فَضْلِهِ تَعَالَى ، وَقِيْلَ هُوَ النَّظَرُ إلَى سَعَةِ رَحْمَةِ اللّٰهِ تَعَالَى
(Dan segarkanlah itu) Maksudnya apa yang ada di dalam cawan (Dengan kipas roja) Telah berkata Abu Abdillah Ibnu Khafif: Roja adalah menyambut gembira dengan adanya karunia Allah Ta'ala. Dan dikatakan roja adalah memandang pada keluasan rahmat Allah Ta'ala.
(وَاشْرَبْهُ) أَيْ مَا فِي الْإِنَاءِ (بِمِلْعَقَةِ الْحَمْدِ) أَيْ اَلثَّنَاءِ عَلَى اللّٰهِ تَعَالَى مَعَ التَّعْظِيْمِ لَهُ وَالْمِلْعَقَةُ بِكَسْرِ الْمِيْمِ وَسُكُوْنِ اللَّامِ وَفَتْحِ الْعَيْنِ، وَيُقَالُ: مِعْلَقَةٌ بِكَسْرِ الْمِيْمِ وَسُكُوْنِ الْعَيْنِ وَفَتْحِ اللَّامِ
(Dan minumlah itu) Maksudnya apa yang ada di dalam wadah (Dengan sendok pujian) yaitu memuji Allah Ta'ala dengan pengagungan kepada-Nya. Lafadz مِلْعَقَةٌ dengan harokat kasrah pada huruf mim, sukun pada huruf lam, dan fathah pada huruf ain. Juga dikatakan: مِعْلَقَةٌ dengan harokat kasrah pada huruf mim, sukun pada huruf ain, dan fathah pada huruf lam.
(فَإِنَّكَ إنْ فَعَلْتَ ذٰلِكَ) أَيْ الْمَذْكُوْرَ كُلَّهُ مِنَ الْعَشَرَةِ (فَإِنَّهُ يَنْفَعُكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَبَلَاءٍ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ).
(Maka sesungguhnya jika kamu melakukan itu) Maksudnya semua yang telah disebutkan dari sepuluh (Maka itu akan bermanfaat bagimu dari segala penyakit dan musibah di dunia dan akhirat).
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi