(وَ) الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةَ عَشْرَةَ (قَالَ أَنَسٌ) خَادِمُ رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ (ابْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: إنَّ الْأَرْضَ تُنَادِي كُلَّ يَوْمٍ) إيَّانَا (بِعَشْرِ كَلِمَاتٍ وَتَقُولُ:) أَيْ الْأَرْضُ الَّتِي نَحْنُ عَلَيْهَا
Maqolah yang keempat belas (Telah berkata Anas) Pembantu Rasulullah ﷺ (Putranya Malik Radhiallahu Anhu: Sesungguhnya bumi menyeru setiap hari) Kepada kita (Dengan sepuluh kalimat, bumi berkata:) Maksudnya bumi yang kita berada di atasnya
(يَا ابْنَ آدَمَ تَسْعَى) أَيْ تَجْرِي إلَى كُلِّ جِهَةٍ حَالَ كَوْنِكَ (عَلَى ظَهْرِيْ وَمَصِيْرُكَ فِى بَطِْنِيْ) أَيْ مَرْجِعُكَ فِى بَطْنِيْ
(Wahai Anak Adam kamu berjalan) Maksudnya kamu berjalan ke setiap arah ketika itu kamu berada (Di atas punggungku dan akhir takdirmu adalah di dalam perutku,) Maksudnya tempat kembalimu kedalam perutku
(وَتَعْصِي) خَالِقَكَ (عَلَى ظَهْرِيْ وَتُعَذَّبُ) غَدًا إذَا كُنْتَ (فِي بَطْنِي، وَتَضْحَكُ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَبْكِي فِى بَطْنِيْ)
(Kamu bermaksiat) Kepada penciptamu (Di atas punggungku dan kamu akan diadzab) Besok ketika kamu berada (Di dalam perutku, kamu tertawa di atas punggungku dan kamu akan menangis di dalam perutku,)
قَالَ عَلِيٌّ كَرَّمَ اللّٰهُ وَجْهَهُ: إذَا ضَحِكَ الْعَالِمُ ضَحْكَةً مَجَّ مِنَ الْعِلْمِ مَجَّةً.
Telah berkata Ali Karromallahu Wajhah: Jika tertawa seorang alim satu kali tertawa maka dia telah melepehkan sebagian ilmu satu kali lepehan
(وَتَفْرَحُ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَحْزَنُ فِى بَطْنِيْ) وَالْفَرَحُ يُسْتَعْمَلُ فِي مَعَانٍ أَحَدُهَا الْبَطَرُ، وَعَلَيْهِ قَوْلُهُ تَعَالَى:﴿إنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِيْنَ﴾ [الْقَصَصِ: الآية ٧٦] .
(Kamu senang di atas punggungku dan kamu akan bersedih di dalam perutku,) Lafadz اَلْفَرَحُ digunakan untuk beberapa makna salah satunya adalah bermakna kesombongan, hal ini berdasarkan firman Allah: ﴾Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbangga diri﴿ [Q.S Al-Qosos: Ayat 76].
وَالثَّانِي الرِّضَا وَعَلَيْهِ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ﴾ [المؤمنون: الآية ٥٣]
Dan yang kedua adalah bermakna ridho, hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala: ﴾Setiap golongan ridho dengan apa yang ada pada mereka﴿ [Q.S Al-Mu'minun: Ayat 53].
وَالثَّالِثُ: السُّرُوْرُ وَعَلَيْهِ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿فَرِحِيْنَ بِمَآ ءَاتَـٰهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهِ﴾ [آل عمران: الآية ١٧٠].
Dan yang ketiga adalah bermakna gembira, hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala: ﴾Mereka bergembira dengan apa apa yang telah Allah anugrahkan kepada mereka dari anugrah-Nya﴿ [Q.S Ali Imran: Ayat 170].
وَالرَّابِعُ: لَذَّةُ الْقَلْبِ بِنَيْلِ مَا يَشْتَهِى، يُقَالُ: فَرِحَ بِشَجَاعَتِهِ وَنِعْمَةِ اللّٰهِ عَلَيْهِ وَبِمُصِيْبَةِ عَدُوِّهِ.
Dan yang keempat adalah bermakna kenikmatan hati dengan memperoleh apa yang dia inginkan, dikatakan: Orang bergembira karena keberaniannya dan orang bergembira karena nikmat Allah kepadanya dan orang bergembira karena musibah yang menimpa musuhnya.
(وَتَجْمَعُ الْمَالَ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَنْدَمُ) عَلَى ذٰلِكَ (فِي بَطْنِي) وَلَمْ تُنْفِقْهُ فِى طَاعَةِ اللّٰهِ تَعَالَى
(Kamu mengumpulkan harta di atas punggungku dan kamu akan menyesal) Karena mengumpulkan harta (Di dalam perutku,) dan kamu tidak menginfakkan harta tersebut dalam keta'atan kepada Allah
(وَتَأْكُلُ الْحَرَامَ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَأْكُلُكَ الدِّيدَانُ فِى بَطْنِيْ ، وَتَخْتَالُ) أَيْ تَتَكَبَّرُ وَتُعْجِبُ بِنَفْسِكَ مَرَحًا (عَلَى ظَهْرِيْ وَتَذِلُّ) أَيْ تَصِيْرُ ذَلِيْلًا (فِى بَطْنِيْ)
(Kamu memakan makanan haram di atas punggungku dan akan memakan dirimu ulat-ulat tanah di dalam perutku, kamu bersombong-sombong) Maksudnya bersombong-sombong dan mengagung-agungkan dirimu sendiri dengan angkuh (Di atas punggungku dan kamu akan menjadi hina) Maksudnya menjadi rendah (Di dalam perutku,)
رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّ إسْبَالَ الْإِزَارِ مِنَ الْمَخِيْلَةِ وَلَا يُحِبُّهَا اللّٰهُ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِأَمْرٍ هُوَ فِيْكَ فَلَا تُعَيِّرْهُ بِأَمْرٍ هُوَ فِيْهِ وَدَعْهُ يَكُوْنُ وَبَالُهُ عَلَيْهِ وَأَجْرُهُ لَكَ وَلَا تَسُبَّنَّ أَحَدًا] رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ.
Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Hindarilah olehmu memanjangkan kain di bawah mata kaki karena sesungguhnya memanjangkan kain di bawah mata kaki adalah bagian dari kesombongan, Dan Allah tidak menyukai kesombongan. Jika seseorang mencacimu dan mencelamu dengan sesuatu yang sesuatu itu ada pada dirimu maka janganlah kamu mencelanya dengan sesuatu yang sesuatu itu ada padanya. Biarkan hal itu, akan ada akibatnya atas orang tersebut dan pahalanya menjadi milikmu dan janganlah sekali-kali kamu memaki-maki kepada siapapun] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Hibban
(وَتَمْشِي) مَسْرُوْرًا (عَلَى ظَهْرِيْ وَتَقَعُ) أَيْ تَنْزِلُ (حَزِيْنًا فِى بَطْنِيْ، وَتَمْشِي فِي نُورِ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ وَالسِّرَاجِ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَقَعُ) أَيْ تَصِيرُ (فِى الظُّلُمَاتِ فِى بَطْنِيْ،
(Kamu berjalan) Dengan gembira (Di atas punggungku dan engkau akan jatuh) Maksudnya turun (Dengan rasa sedih di dalam perutku, Kamu berjalan dengan penerangan cahaya matahari, rembulan dan lampu di atas punggungku dan kamu akan jatuh) Maksudnya kamu akan menjadi (Dalam kegelapan di dalam perutku,)
وَتَمْشِي إِلَى الْمَجَامِعِ) أَيْ إلَى مَوَاضِعِ اجْتِمَاعِ النَّاسِ (عَلَى ظَهْرِيْ وَتَقَعُ) أَيْ تَصِيْرُ (وَحِيْدًا) أَيْ مُنْفَرِدًا (فِي بَطْنِيْ).
Dan kamu berjalan di depan orang banyak) Maksudnya menuju tempat-tempat berkumpulnya manusia (Di atas punggungku dan kamu akan jatuh) Maksudnya menjadi (Sendirian) Maksudnya sendirian (Di dalam perutku).
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi