Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 12 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 10
BAB 10 MAQOLAH 12

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 12

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةَ عَشْرَةَ (قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ) ثَارَّانِ (يَا بُنَيَّ) تَصْغِيْرُ مَحَبَّةٍ (إنَّ الْحِكْمَةَ أَنْ تَعْمَلَ عَشْرَ خِصَالٍ: تُحْيِي الْقَلْبَ الْمَيِّتَ، وَتُجَالِسُ الْمَسَاكِينَ، وَتَتَّقِي) أَيْ تَتَجَنَّبُ

Maqolah yang ke dua belas (Telah berkata Luqmanul Hakim kepada anaknya) Tsarron (Wahai anakku sayang) Lafadz بُنَيَّ yang asalnya اِبْنٌ ditashgir karena cinta (Sesungguhnya kebijaksanaan itu hendaknya kamu mengamalkan sepuluh perkara: Kamu menghidupkan hati yang mati, duduk bersama orang-orang miskin, menghindari) Maksudnya menjauhi

(مَجَالِسَ الْمُلُوْكِ، وَتُشَرِّفُ الْوَضِيْعَ) أَيْ تَرْفَعُ السَّاقِطَ الَّذِي لَا قِيمَةَ لَهُ (وَتُحَرِّرُ الْعَبِيْدَ، وَتُؤْوِي الْغَرِيْبَ) أَيْ تُنَزِّلُ مَنْ بَعُدَ مِنْ بَلَدِهِ فِى مَنْزِلِكَ

(Majelis para raja, Memuliakan orang yang rendah,) Maksudnya kamu mengangkat derajat orang yang jatuh yang tidak memiliki nilai (Memerdekakan para budak, Melindungi orang asing) Maksudnya kamu memberi tempat pada orang yang jauh dari negaranya ke dalam rumahmu

(وَتُعِيْنُ الْفَقِيْرَ) أَيْ بِمَالِكَ (وَتَزِيْدُ لِأَهْلِ الشَّرَفِ شَرَفًا) بِأَنْ تَأْلَفَهُمْ (وَلِلسَّيِّدِ سُؤْدَدًا) بِأَنْ تُكْرِمَهُ.

(Menolong orang fakir,) Maksudnya dengan hartamu (Menambah kepada orang yang mulia dengan kemuliaan,) Dengan mengakrabi mereka (Kepada pemimpin menghomati) Dengan cara memuliakannya

حُكِيَ أَنَّهُ اجْتَمَعَ الْكِسَائِيُّ وَالزَّيْدِيُّ عِنْدَ الرَّشِيْدِ فَصَلَّى الْكِسَائِيُّ الْمَغْرِبَ فَارْتَجَّ عَلَيْهِ فِى ﴿قُلْ يَآأَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ﴾ [الكافرون: الآية ١] ، فَقَالَ الزَّيْدِيُّ بَعْدَ السَّلَامِ: قَارِئُ أَهْلِ الْكُوْفَةِ يَرْتَجُّ عَلَيْهِ فِى الْكَافِرُوْنَ.

Dihikayatkan sesungguhnya pernah berkumpul imam Al-Kisai dan Imam Az-Zaidi di hadapan kholifah Harun Ar-Rasyid lalu imam Al-Kisai shalat maghrib kemudian mendapati kesulitan atasnya dalam membaca surat ﴾قُلْ يَآأَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ﴿ [Q.S Al-Kafirun: Ayat 1]. Kemudian berkatalah Imam Az-Zaidi setelah salam: Seorang ahli qiroat kufah mengalami kesulitan dalam surat Al-Kafirun.

ثُمَّ صَلَّى الزَّيْدِيُّ الْعِشَاءَ فَارْتَجَّ عَلَيْهِ فِى سُوْرَةِ الْحَمْدِ فَلَمَّا سَلَّمَ قَالَ الْكِسَائِيُّ مِنْ بَحْرِ الْكَامِلِ:

Kemudian Imam Az-Zaidi shalat Isya kemudian mendapati kesulitan atasnya dalam membaca surat Al-Fatihah maka ketika salam berkatalah Imam Al-Kisai dari bahar kamil:

إِنَّ الْبَلَاءَ مُوَكَّلٌ بِالْمَنْطِقِ * اِحْفَظْ لِسَانَكَ أَنْ تَقُوْلَ فَتُبْتَلَى
Jagalah lisanmu saat berucap sebab kamu akan terkena musibah * Sesungguhnya musibah itu bergantung pada ucapan

(وَهِيَ) أَيْ اَلْعَشَرَةُ خِصَالٍ (أَفْضَلُ مِنَ الْمَالِ وَحِرْزٌ) أَيْ حِصْنٌ (مِنَ الْخَوْفِ وَعُدَّةٌ) بِضَمِّ الْعَيْنِ أَيْ أُهْبَةٌ (فِى الْحَرْبِ) أَيْ اَلْمُقَاتَلَةِ

(Yaitu) Maksudnya sepuluh perkara (Itu lebih utama daripada harta, benteng) Maksudnya benteng (Dari ketakutan, persiapan) Lafadz عدة dengan mendhommahkan huruf ع maksudnya perlengkapan (Untuk pertempuran) Maksudnya perang


 

1.

Pada maqolah ke dua belas ini, Sayyidina Luqmanul Hakim memberikan sepuluh nasihat kebijaksanaan kepada anaknya tercinta, yaitu Tsarron. Namun, setelah saya menghitungnya dalam kitab yang saya miliki, ternyata hanya ada sembilan nasihat. Saya menduga ini mungkin akibat kesalahan cetak dalam kitab yang saya gunakan. Jika ada di antara pembaca yang memiliki versi cetakan lain dengan sepuluh nasihat dalam maqolah ini, mohon kiranya dapat berbagi informasi di kolom komentar agar tulisan ini dapat saya sempurnakan.

(وَبِضَاعَةٌ حِيْنَ يَرْبَحُ، وَهِيَ) أَيْ تِلْكَ الْعَشَرَةُ (شَفِيْعَةٌ حِيْنَ يَعْتَرِيْهِ الْهَوْلُ) أَيْ نَافِعَةٌ حِيْنَ تُصِيْبُهُ الْأُمُوْرُ الْمُفْزِعَةُ (وَهِيَ دَلِيْلَةٌ حِيْنَ يَنْتَهِي بِهِ الْيَقِيْنُ) أَيْ اَلْمَوْتُ (إِلَى النَّفْسِ ، وَهِيَ سُتْرَةٌ حِيْنَ لَا يَسْتُرُهُ ثَوْبٌ) وَذٰلِكَ فِى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

(Dan modal ketika mengharapkan keuntungan. Dan itu) Maksudnya sepuluh perkara itu (Menjadi pertolongan ketika menimpa kepadanya kengerian) Maksudnya berguna ketika menimpa kepadanya perkara-perkara yang menakutkan (Dan sepuluh perkara itu menjadi petunjuk ketika telah sampai kepadanya kepastian) Maksudnya kematian (Sampai kepada dirinya, dan sepuluh perkara itu akan menjadi penutup ketika sudah tidak dapat menutup kepadanya baju) Dan itu pada hari kiamat

قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ: [تُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً عِطَاشًا سُكَارَى حَيَارَى مِنْ أَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا يَعْلَمُ الرَّجُلُ بِالْمَرْأَةِ وَلَا تَعْلَمُ الْمَرْأَةُ بِالرَّجُلِ].

Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Akan dikumpulkan manusia pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, haus, mabuk, bingung karena kengerian-kengerian hari kiamat. Tidaklah tau seorang laki-laki kepada seorang perempuan dan tidak tahu seorang perempuan kepada seorang laki-laki].

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan