Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 10 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 10
BAB 10 MAQOLAH 10

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 10

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الْعَاشِرَةُ (قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: [اَلْعَافِيَةُ عَلَى عَشَرَةِ أَوْجُهٍ، خَمْسَةٌ فِى الدُّنْيَا وَخَمْسَةٌ فِى الْآخِرَةِ. فَأَمَّا الَّتِي فِى الدُّنْيَا) فَهِيَ (اَلْعِلْمُ وَالْعِبَادَةُ وَالرِّزْقُ مِنَ الْحَلَالِ) فِى الْمَطَاعِمِ وَالْمَلَابِسِ

Maqolah yang kesepuluh (Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Kesejahteraan itu ada sepuluh macam. Lima di dunia dan lima di akhirat. Adapun yang di dunia) Yaitu (Ilmu, ibadah, rizki dari yang halal,) Pada makanan dan pakaian

(وَالصَّبْرُ عَلَى الشِّدَّةِ). سُئِلَ الْجُنَيْدُ قَدَّسَ سِرَّهُ عَنِ الصَّبْرِ فَقَالَ: تَجَرُّعُ الْمِرَارَةَ مِنْ غَيْرِ تَعْبِيْسٍ، وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ كَرَّمَ اللّٰهُ وَجْهَهُ: الصَّبْرُ مِنَ الْإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ.

(Sabar atas musibah) Ditanya Imam Junaid Qoddasa Sirrohu tentang sabar. Maka dia berkata: Sabar adalah menelan kepahitan tanpa menunjukkan wajah yang masam. Dan berkata Ali bin Abi Tholib Karromallahu Wajhah: Sabar dalam iman itu seperti kedudukan kepala pada jasad

(وَالشُّكْرُ عَلَى النِّعْمَةِ) وَشُكْرُ الْعَبْدِ عَلَى الْحَقِيْقَةِ إنَّمَا هُوَ نُطْقُ اللِّسَانِ وَإِقْرَارُ الْقَلْبِ بِإِنْعَامِ اللّٰهِ تَعَالَى

(Dan bersyukur atas kenikmatan) Syukur seorang hamba pada hakikatnya hanyalah merupakan ucapan lisan dan pengakuan hati atas nikmat-nikmat dari Allah Ta'ala.

(وَأَمَّا الَّتِيْ فِى الْآخِرَةِ فَإِنَّهُ يَأْتِيْهِ مَلَكُ الْمَوْتِ بِالرَّحْمَةِ وَاللُّطْفِ) أَيْ الرِّفْقِ عِنْدَ نَزْعِ رُوْحِهِ،

(Dan adapun yang di akhirat maka sesungguhnya lima kesejahtraan itu adalah datang kepadanya malaikat maut dengan kasih sayang dan kelembutan,) Maksudnya dengan kelembutan saat mencabut ruhnya.

وَالثَّانِي (لَا يُرَوِّعُهُ) أَيْ لَا يُفْزِعُهُ (مُنْكَرٌ) بِفَتْحِ الْكَافِ (وَنَكِيْرٌ فِى الْقَبْرِ) بَلْ يُؤْنِسُهُ ،

Dan yang kedua adalah (Tidak membuatnya takut) Maksudnya tidak membuatnya kaget (Malaikat Munkar) Lafadz منكر Dengan memfathahkan huruf ك (Dan Malaikat Nakir di dalam kubur,) Tetapi justru menhiburnya

وَمَجِيْءُ مَلِكٍ عِنْدَ الْقَبْضِ لَيْسَ مِنَ الْآخِرَةِ بَلْ مِنَ الدُّنْيَا وَكَذَا الْمَيِّتُ فِى الْقَبْرِ فإِنَّ الْقَبْرَ يُقَالُ لَهُ بَرْزَخٌ لَكِنْ لَمَّا كَانَ وَقْتُ الْمَوْتِ يَقْرُبُ مِنْ أَحْوَالِ الْآخِرَةِ يُقَالُ لَهُ الْآخِرَةُ فَكُلُّ مَا قَارَبَ شَيْئًا يُعْطَى حُكْمُهُ.

Dan datangnya malaikat saat pencabutan nyawa itu bukan termasuk akhirat, melainkan masih bagian dari dunia dan begitu juga orang yang mati di dalam kubur karena sesungguhnya kubur disebut baginya sebagai alam barzakh namun karena waktu kematian dekat dari keadaan akhirat maka dikatakan namanya akhirat. Segala sesuatu yang mendekati sesuatu diberi hukum yang serupa dengannya

وَالثَّالِثُ (يَكُوْنُ آمِنًا) أَيْ غَيْرَ خَائِفٍ (فِى) وَقْتِ (الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ) وَهُوَ حِيْنَ يُؤْمَرُ بِالْكَافِرِ بِالذَّهَابِ إلَى النَّارِ وَحِيْنَ تُغْلَقُ النَّارُ عَلَى أَهْلِهَا وَيَيْأَسُوْنَ مِنَ الْخُرُوْجِ مِنْهَا وَحِيْنَ يُذْبَحُ الْمَوْتُ فِى صُوْرَةِ كَبْشٍ أَمْلَحَ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا أَهْلَ النَّارِ خُلُوْدٌ بِلَا مَوْتٍ فَيَيْأَسُ أَهْلُ النَّارِ مِنَ الْخُرُوْجِ مِنْهَا.

Dan yang ketiga adalah (Dia dalam keadaan aman) Maksudnya tidak takut (Pada) Waktu (Ketakutan terbesar,) Yaitu ketika diperintah kepada orang-orang kafir untuk pergi ke neraka dan ketika dikunci neraka pada penghuninya dan mereka putus asa untuk bisa keluar dari neraka dan ketika kematian disembelih dalam bentuk domba berwarna putih di antara surga dan neraka dan menyeru malaikat yang menjadi juru penyeru: Wahai ahli neraka kekekalan tanpa kematian sehingga berputus asa para penduduk neraka untuk keluar dari neraka.

وَالرَّابِعُ (تُمْحَى سَيِّئَآتُهُ وَتُقْبَلُ حَسَنَاتُهُ) .

Dan yang keempat adalah (Dihapus dosa-dosanya dan diterima kebaikan-kebaikannya)

وَالْخَامِسُ (يَمُرُّ عَلَى الصِّرَاطِ كَالْبَرْقِ اللَّامِعِ فَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ فِى السَّلَامَةِ) مِنْ كَلَالِيْبِ الصِّرَاطِ وَغَيْرِهَا مِنْ أَهْوَالِ ذٰلِكَ الْيَوْمِ.

Dan yang kelima adalah (Dia melewat di atas jembatan shirot seperti petir yang menyambar sehingga dia masuk surga dalam keadaan selamat) Dari besi-besi pengait shirot dan selainnya dari ancaman-ancaman pada hari itu.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan