(و) الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةُ (قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: عَشَرَةٌ) مِنَ الْخِصَالِ (لَا تَصْلُحُ بِغَيْرِ عَشَرَةٍ) تُقَارِنُهَا (لَا يَصْلُحُ الْعَقْلُ بِغَيْرِ وَرَعٍ) أَيْ اِجْتِنَابِ الْمَحْظُوْرَاتِ.
Maqolah yang ketiga (Telah berkata Umar Radhiallahu Anhu: Sepuluh) Dari sifat-sifat (Tidak akan menjadi baik tanpa sepuluh) Yang menyertainya (Tidak akan menjadi baik akal tanpa sifat wara') Maksudnya meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan.
قَالَ عَامِرُ بْنُ قَيْسٍ: إِذَا عَقَلَكَ عَقْلُكَ عَمَّا لَا يَنْبَغِي فَأَنْتَ عَاقِلٌ، وَرُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: [اَلْعَقْلُ نُوْرٌ فِى الْقَلْبِ يُفَرِّقُ بَيْنَ الْحَقِّ وَالْبَاطِلِ].
Telah berkata Amir bin Qois: Jika akalmu dapat mencegah dirimu dari perkara-perkara yang tidak pantas maka kamu adalah orang yang berakal. Dan diriwayatkan dari Nabi ﷺ sesungguhnya Nabi bersabda: [Akal adalah cahaya dalam hati yang bisa membedakan antara hak dan batil].
(وَلَا الْعَمَلُ بِغَيْرِ عِلْمٍ) رُوِيَ عَنْهُ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: [أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ الْعِلْمُ بِاللّٰهِ إنَّ الْعِلْمَ يَنْفَعُكَ مَعَهُ قَلِيْلُ الْعَمَلِ وَكَثِيرُهُ وَإِنَّ الْجَهْلَ لَا يَنْفَعُكَ مَعَهُ قَلِيْلُ الْعَمَلِ وَلَا كَثِيْرُهُ] رَوَاهُ الْحَاكِمُ.
(Dan tidak akan menjadi baik amal tanpa ilmu) Diriwayatkan dari Nabi ﷺ sesungguhnya Nabi bersabda: [Paling utamanya amal adalah pengetahuan tentang Allah. Sesungguhnya ilmu akan bermanfaat bagimu bersamanya, baik sedikitnya amal maupun banyaknya amal. Dan sesungguhnya kebodohan tidak akan bermanfaat bagimu bersamanya, baik sedikitnya amal maupun banyaknya amal]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Hakim
(وَلَا الْفَوْزُ بِغَيْرِ خَشْيَةٍ) أَيْ لَا يَصْلُحُ الظَّفَرُ بِالْمَطْلُوْبِ وَلَا النَّجَاةُ مِنَ الْهَلَاكِ بِغَيْرِ خَشْيَةِ اللّٰهِ تَعَالَى.
(Tidak akan menjadi baik keberuntungan tanpa rasa takut) Maksudnya Tidak akan menjadi baik mendapatkan sesuatu yang dicari dan tidak akan menjadi baik selamat dari kebinasaan tanpa rasa takut kepada Allah Ta'ala
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: [لَا يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ حَتَّى يَلِجَ اللَّبَنُ فِى الضَّرْعِ].
Dari Abu Huroiroh berkata: Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah hinga masuk susu ke dalam payaudara].
(وَلَا السُّلْطَانُ بِغَيْرِ عَدْلٍ) رُوِيَ أَنْهَ ﷺ قَالَ: [أَحَبُّ النَّاسِ إلَى اللّٰهِ تَعَالَى يَوَْمَ الْقِيَامَةِ وَأَذْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إمَامٌ عَادِلٌ، وَأَبْغَضُ النَّاسِ إلَى اللّٰهِ تَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَبْعَدُهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إمَامٌ جَائِرٌ] رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ.
(Dan tidak akan menjadi baik seorang raja tanpa sifat adil) Diriwayatkan sesungguhnya nabi ﷺ bersabda: [Manusia yang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan manusia yang paling dekat dari Allah tempat duduknya adalah imam yang adil. Dan manusia yang paling dibenci Allah pada hari kiamat dan manusia yang paling jauh dari Allah tempat duduknya adalah imam yang dzolim] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Imam at-Turmudzi
(وَلَا الْحَسَبُ) أَيْ اَلْمَنَاقِبُ كَالْعِلْمِ وَالشَّجَاعَةِ (بِغَيْرِ أَدَبٍ) قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: اَلْعِلْمُ شَرَفٌ لَا قِيْمَةَ لَهُ وَالْأَدَبُ مَالٌ لَا خَوْفَ عَلَيْهِ.
(Dan tidak akan menjadi baik derajat sosial) Maksudnya riwayat hidup seperti ilmu dan keberanian (Tanpa adab) Telah berkata sebagian dari orang-orang yang bijaksana: Ilmu itu adalah kemuliaan yang tidak ternilai harganya dan adab adalah harta yang tidak ada ketakutan atasnya.
(وَلَا السُّرُوْرُ بِغَيْرِ أَمْنٍ) أَيْ لَا تَصْلُحُ الْمَسَرَّةُ بِغَيْرِ سُكُوْنِ الْقَلْبِ
(Dan tidak akan menjadi baik kegembiraan tanpa ada keamanan) Maksudnya tidak akan menjadi baik kegembiraan tanpa ketenangan hati
(وَلَا الْغِنَى) بِالْمَالِ (بِغَيْرِ جُوْدٍ) قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ: [اَلسَّخِيُّ قَرِيْبٌ مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى قَرِيْبٌ مِنَ النَّاسِ قَرِيْبٌ مِنَ الْجَنَّةِ بَعِيْدٌ مِنَ النَّارِ، وَالْبَخِيْلُ بَعِيْدٌ مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى بَعِيْدٌ مِنَ النَّاسِ بَعِيْدٌ مِنَ الْجَنَّةِ قَرِيْبٌ مِنَ النَّارِ، وَالْجَاهِلُ السَّخِيُّ أَحَبُّ إلَى اللّٰهِ تَعَالَى مِنَ الْعَابِدِ الْبَخِيْلِ].
(Dan tidak akan menjadi baik kaya) Dengan harta (Tanpa kedermawanan) Telah bersabda Rassulullah ﷺ: [Orang yang dermawan itu dekat Allah dekat manusia dekat dekat surga jauh dari neraka sedangkan orang pelit itu jauh dari Allah jauh dari manusia jauh dari surga dekat dari neraka dan orang bodoh yang dermawan itu lebih disukai oleh Allah Ta'ala daripada seorang ahli ibadah yang pelit].
(وَلَا الْفَقْرَ بِغَيْرِ قَنَاعَةٍ) قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: [كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ، وَكُنْ قَنِعًا تَكُنْ أَشْكَرَ النَّاسِ، وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا، وَأَحْسِنْ مُجَاوَرَةَ مَنْ جَاوَرَك تَكُنْ مُسْلِمًا، وَأَقِلَّ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَ].
(Dan tidak akan menjadi baik kefakiran tanpa qona'ah) Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Jadilah kamu orang yang wara' maka kamu akan menjadi manusia yang paling beribadah, dan jadilah kamu orang yang qona'ah maka kamu akan menjadi manusia paling bersyukur, dan cintailah manusia dengan sesuatu yang engkau cintai sesuatu itu untuk dirimu sendiri maka kamu akan menjadi orang yang beriman, dan berbaik-baiklah kamu bertetangga dengan orang yang menjadi tetanggamu maka kamu akan menjadi orang muslim, dan sedikitkanlah olehmu tertawa karena sesungguhnya banyak tertawa itu bisa mematikan hati].
قَالَ عَبْدُ اللّٰهِ بْنُ الْمُبَارَكِ: إظْهَارُ الْغِنَى فِي الْفَقْرِ أَحْسَنُ مِنَ الْفَقْرِ.
Telah berkata Abdullah bin Mubarok: Menampakkan seakan-akan kaya dalam kefakiran itu lebih baik daripada kefakiran.
(وَلَا الرِّفْعَةُ) أَيْ فِى النَّسَبِ وَالْحَسَبِ (بِغَيْرِ تَوَاضُعٍ) وَهُوَ الْاِسْتِسْلَامُ لِلْحَقِّ وَتَرْكُ الْاِعْتِرَاضِ عَلَى الْحُكْمِ
(Dan tidak akan menjadi baik kemuliaan) Maksudnya kemuliaan dalam nasab dan status sosial (Tanpa kerendahan hati) Rendah hati adalah menyerahkan diri pada kebenaran dan meninggalkan penolakan terhadap hukum.
(وَلَا الْجِهَادُ) أَيْ اَلدُّعَاءُ إلَى الدِّيْنِ الْحَقِّ (بِغَيْرِ تَوْفِيْقٍ) وَهُوَ أَنْ يَكُوْنَ فِعْلُ الْعَبْدِ مُوَافِقًا لِمَا يُحِبُّهُ اللّٰهُ تَعَالَى وَيَرْضَاهُ.
(Dan tidak akan menjadi baik jihad) Maksudnya menyeru pada agama yang benar (Tanpa taufik) Taufik adalah terbuktinya perbuatan seorang hamba sesuai dengan perkara yang Allah Ta'ala cinta pada perkara tersebut dan ridho pada perkara tersebut.
رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ تُجَاهِدَ نَفْسَكَ وَهَوَاكَ فِى ذَاتِ اللّٰهِ] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ.
Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Paling utamanya jihad adalah kamu memerangi nafsumu dan keinginanmu karena Allah]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam ad-Dailami.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi