Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 1 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 10
BAB 10 MAQOLAH 1

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 10 Maqolah 1

 

الْمَقَالَةُ الْأُولَى (قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: عَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ) أَيْ الْزَمُوْهُ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَفِى كُلِّ حَالٍ (فَإِنَّ فِيهِ عَشْرَ خِصَالٍ) مَحْمُودَةٍ

Maqolah yang pertama (Telah bersabda Rasulullah ﷺ: Hendaklah kalian bersiwak) Maksudnya biasakanlah bersiwak pada setiap waktu dan pada setiap keadaan (Karena sesungguhnya dalam bersiwak itu ada sepuluh sifat) Yang terpuji

(يُطَهِّرُ الْفَمَ) بِزَوَالِ الرَّائِحَةِ الْكَرِيْهَةِ (وَيُرْضِى الرَّبَّ) أَيْ يُثِيْبُ عَلَيْهِ

(Dapat membersihkan mulut) Dengan menghilangkan bau-bau yang tidak sedap (Dan mendatangkan keridhaan Allah) Maksudnya Allah memberikan pahala atasnya.

(وَيُسْخِطُ الشَّيْطَانَ وَيُحِبُّهُ الرَّحْمٰنُ وَالْحَفَظَةُ) أَيْ الْمَلَائِكَةُ الَّذِيْنَ يَحْفَظُوْنَ الْعَبْدَ بِكِتَابَةِ أَعْمَالِهِ وَغَيْرِهِ

(Dan membuat marah setan, dan Allah akan mencintainya serta para malaikat hafadzoh) Yaitu malaikat-malaikat yang menjaga hamba dengan mencatat amal-amalnya dan lainnya.

(وَيَشُدُّ اللِّثَةَ) بِكَسْرِ اللَّامِ وَهُوَ لَحْمُ الْأَسْنَانِ (وَيَقْطَعُ الْبَلْغَمَ) أَيْ يَنْزِعُهُ (وَيُطَيِّبُ النَّكْهَةَ) أَيْ النَّفَسَ مِنَ الْأَنْفِ

(Dan dapat menguatkan gusi) Lafadz اللثة dengan mengkasrahkan huruf ل, Yaitu daging pada gigi (Dan dapat memutus dahak) Maksudnya menghilangkannya (Dan memperbaiki aroma) Yaitu napas dari hidung.

(وَيُطْفِئُ الْمِرَّةَ) بِكَسْرِ الْمِيْمِ، وَهُوَ خَلَطٌ مِنْ أَخْلَاطِ الْبَدَنِ كَالصُّفَرَاءِ وَالسَّوْدَاءِ وَالدَّمِ وَالْبَلْغَمِ وَفِى رِوَايَةٍ وَيُصْلِحُ الْمَعِدَةَ

(Dan memadamkan al-mirrah) Dengan mengkasrahkan huruf م, yaitu cairan dari cairan-cairan tubuh seperti empedu kuning, empedu hitam, darah, dan dahak. Dan dalam satu riwayat: Dan memperbaiki lambung.

(وَيُجْلِى الْبَصَرَ) أَيْ يَكْشِفُ ظُلْمَتَهُ (وَيُذْهِبُ الْبَخْرَ) أَيْ نَتْنَ رَائِحَةِ الْفَمِ (وَهُوَ) أَيْ السِّوَاكُ (مِنَ السُّنَّةِ) أَيْ الطَّرِيْقَةِ الْمُحَمَّدِيَّةِ كَانَ ﷺ يُدَاوِمُ عَلَيْهَا.

(Dan mencerahkan penglihatan) Maksudnya menghilangkan kegelapannya. (Dan menghilangkan bau mulut) Busuknya aroma mulut. (Dan ia) Maksudnya siwak (Itu termasuk sunnah) Yaitu metode yang terpuji, terbukti Nabi ﷺ itu mendawamkan bersiwak.

(ثَمَّ قَالَ ﷺ: [اَلصَّلَاةُ بِالسِّوَاكِ أَفْضَلُ مِنْ سَبْعِيْنَ صَلَاةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ]) وَهٰذَا لَايَدُلُّ عَلَى أَفْضَلِيَّةِ السِّوَاكِ عَلَى الْجَمَاعَةِ الَّتِي هِيَ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ. لِأَنَّ دَرَجَةً مِنْ هٰذِهِ قَدْ تَعْدِلُ كَثِيرًا مِنْ تِلْكَ السَّبْعِينَ.

(Kemudian Nabi ﷺ bersabda: [Shalat dengan siwak itu lebih utama dari pada tujuh puluh sholat tanpa siwak]). Dan hal ini tidak menunjukkan keutamaan siwak atas shalat berjamaah, yang pahalanya adalah dua puluh tujuh derajat, karena satu derajat dari sholat berjamaah terkadang dapat menyamai lebih banyak dari tujuh puluh shalat tersebut.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan