(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ (عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ) وَكَرَّمَ وَجْهَهُ (اَلْبُكَاءُ عَلَى ثَلَاثَةِ أَوْجُهٍ:
Maqolah yang kelima (Dari Ali Radhiallahu Anhu) Wakarrama Wajhahu (Tangisan itu ada pada tiga bagian:
أَحَدُهَا: مِنْ خَوْفِ عَذَابِ اللّٰهِ تَعَالَى، وَالثَّانِى: مِنْ رَهْبَةِ السُّخْطِ) أَيْ مِنْ خَوْفِ غَضَبِ اللّٰهِ تَعَالَى
Yang pertama dari tiga bagian itu: Adalah karena takut dari adzab Allah Ta'ala. Dan yang kedua: Adalah karena takut murkanya Allah) Maksudnya karena takut kemarahan Allah Ta'ala
(وَالثَّالِثُ: مِنْ خَشْيَةِ الْقَطِيْعَةِ) أَيْ مِنْ خَوْفِ الْبُعْدِ عَنِ اللّٰهِ وَإِعْرَاضِهِ تَعَالَى عَنْهُ
(Yang ketiga: Adalah karena takut terputus) Maksudnya karena takut jauh dari Allah dan karena takut berpalingnya Allah Ta'ala dari orang tersebut
(فَأَمَّا الْأَوَّلُ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لِلذُّنُوْبِ، وَأَمَّا الثَّانِى فَهُوَ طَهَارَةٌ لِلْعُيُوْبِ) وَهِيَ مَا تَنْقُصُ مَرْتَبَةً
(Adapun yang pertama maka tangisan yang pertama itu adalah penghapus bagi dosa-dosa dan adapun yang kedua maka tangisan yang kedua itu adalah penyucian bagi aib-aib) Aib adalah sesuatu yang dapat mengurangi martabat.
(وَأَمَّا الثَّالِثُ فَهُوَ الْوِلَايَةُ) أَيْ فَنَاءُ الْبَاكِى عَنْ نَفْسِهِ لِقِيَامِهِ عِنْدَ رَبِّهِ (مَعَ رِضَا الْمَحْبُوبِ) وَهُوَ اللَّهُ تَعَالَى
(Dan adapun yang ketiga maka tangisan yang ketiga itu adalah tangis kewalian) Maksudnya lenyapnya tangisan dari dirinya karena berdiri di hadapan tuhannya (Serta keridhoan sang kekasih) Yaitu Allah Ta'ala.
(فَثَمْرَةُ كَفَّارَةِ الذُّنُوْبِ النَّجَاةُ مِنَ الْعُقُوْبَاتِ) فِي الْآخِرَةِ
(Maka buah dari terhapusnya dosa-dosa adalah selamat dari berbagai siksa) Di akhirat
(وَثَمْرَةُ طَهَارَةِ الْعُيُوْبِ النَّعِيْمُ الْمُقِيْمُ) أَيْ الدَّائِمُ (وَالدَّرَجَاتُ الْعُلَى) فِى الْجَنَّةِ
(Dan buah dari penyusian aib-aib adalah kenikmatan yang abadi) Maksudnya yang terus-menerus (Dan derajat yang tinggi) Di surga
(وَثَمْرَةُ الْوِلَايَةِ مَعَ رِضَا الْمَحْبُوْبِ حُسْنُ الْبِشَارَةِ) أَيْ الْخَبَرِ الَّذِى يَتَغَيَّرُ بِهِ بِشْرُ الْوَجْهِ مِنْ أَجْلِ الْفَرَحِ (مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى بِالرِّضَا) أَيْ بِحُصُوْلِ رِضَاهُ تَعَالَى عَنْهُ (وَبِالرُّؤْيَةِ) لِذَاتِهِ تَعَالَى مِنْ غَيْرِ مُقَابَلَةٍ (وَزِيَارَةِ الْمَلَائِكَةِ) إيَّاهُ (وَزِيَادَةِ الْفَضِيلَةِ) أَيْ الْخَيْرِ.
(Dan buah dari kewalian serta keridhoan sang kekasih adalah bagusnya kabar kebaikan) Maksudnya sebuah kabar yang menjadi berubah sebab kabar tersebut kegembiraan wajah karena bahagia (Dari Allah Ta'ala dan dengan ridho) Maksudnya dengan sampainya ridho Allah Ta'ala kepadanya (Dan dengan penglihatan) Terhadap Dzat Allah Ta'ala tanpa saling berhadapan (Dan berkunjungnya para malaikat) kepada orang tersebut (Dan bertambahnya karunia) Maksudnya kebaikan.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi