Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 7 Maqolah 10 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 7
BAB 7 MAQOLAH 10

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 7 Maqolah 10

 

(وَ) الْمَقَالَةُ الْعَاشِرَةُ (عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا: حَقٌّ عَلَى الْعَاقِلِ أَنْ يَخْتَارَ سَبْعًا) مِنَ الصِّفَاتِ (عَلَى سَبْعٍ) مِنَ الصِّفَاتِ الَّتِيْ تُقَابِلُ تِلْكَ الصِّفَاتِ

Maqolah yang ke sepuluh (Dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma: Wajib atas orang yang berakal untuk memilih tujuh) Dari sifat-sifat (Di atas tujuh sifat) Dari sifat-sifat yang berlawanan dengan sifat tersebut

(اَلْفَقْرَ عَلَى الْغِنَى) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [اَلفَقْرُ شَيْنٌ عِنْدَ النَّاسِ وَزَيْنٌ عِنْدَ اللّٰهِ] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ. وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [يَا مَعْشَرَ الْفُقَرَاءِ أَعْطُوْا اللّٰهَ الرِّضَا مِنْ قُلُوْبِكُمْ تَظْفَرُوْا بِثَوَابِ فَقْرِكُمْ وَإِلَّا فَلَا].

(Memilih fakir daripada kaya) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Kefakiran adalah aib di sisi manusia dan hiasan di sisi Allah] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ad-Dailami. Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Wahai sekalian kaum fakir berikanlah oleh kalian kepada Allah kerelaan dari hati kalian maka kalian akan bisa meraih pahala kefakiran kalian dan jika kalian tidak rela maka kalian tidak akan bisa meraihnya]

(وَالذُّلَّ عَلَى الْعِزِّ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [اَلْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يُخَالِطُ النَّاسَ ويَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَفْضَلُ مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ] رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالْبُخَارِيُّ.

(Dan memilih kehinaan daripada kemuliaan) Di riwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Orang mu'min yang berbaur dengan manusia dan dia sabar atas gangguan dari mereka itu lebih utama daripada seorang mu'min yang tidak berbaur dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguan mereka] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Imam Bukhari

(وَالتَّوَاضُعَ عَلَى الْكِبْرِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَنْ تَوَاضَعَ تَخَشُّعًا لِلّٰهِ رَفَعَهُ اللّٰهُ وَمَنْ تَطَاوَلَ تَعَاظُمًا وَضَعَهُ اللّٰهُ] وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَا مِنْ رَجُلٍ يَتَعَاظُمُ فِى نَفْسِهِ وَيَخْتَالُ فِى مِشْيَتِهِ إِلَّا لَقِيَ اللّٰهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ] رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْبُخَارِيُّ وَالْحَاكِمُ.

(Dan memilih tawadu' daripada kesombongan) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Barang siapa tawadu' karena tunduk kepada Allah maka Allah akan mengangkat derajatnya dan barang siapa bersombong sombong karena merasa agung maka Allah akan merendahkannya]. Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Tiada seorangpun yang merasa agung dalam dirinya dan angkuh dalam cara berjalannya melainkan dia pasti akan bertemu Allah sementara Allah kepadanya murka]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Imam Bukhari dan Imam Hakim

(وَالْجُوْعَ عَلَى الشِّبْعِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إِذَا أَقَلَّ الرَّجُلُ الطُّعْمَ مَلَأَ اللّٰهُ جَوْفَهُ نُوْرًا] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ، وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [أَحَبُّكُمْ إِلَى اللّٰه أَقَلُّكُمْ طُعْمًا وَأَخَفُّكُمْ بَدَنًا] وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [إِنَّ مِنَ السَّرَفِ أَنْ تَأْكُلَ كُلَّ مَا اشْتَهَيْتَ] رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه.

(Dan memilih lapar daripada kenyang) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Ketika seseorang mensedikitkan makan maka Allah akan menerangi hatinya dengan cahaya]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ad-Dailami. Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda [Orang yang paling dicintai di antara kalian oleh Allah adalah orang yang paling sedikit di antara kalian makannya dan paling ringan di antara kalian badannya]. Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Sesungguhnya diantara berlebih-lebihan adalah anda memakan setiap perkara yang engkau senangi]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Majah

(وَالْغَمَّ عَلَى السُّرُوْرِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [عَلَيْكُم بِالْحُزْنِ فَإِنَّهُ مِفْتَاحُ الْقَلْبِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ وَكَيْفَ الْحُزْنُ؟ قَالَ: أَجِيْعُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَظْمِنُوْهًا].

(Dan memilih sedih daripada bahagia) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Wajib atas kalian semua bersedih karena sesungguhnya sedih adalah kunci hati. para sahabat berkata: Wahai rasulallah bagaimana cara bersedih? Laparkanlah diri kalian dan hauskanlah diri kalian].

(وَالدُّوْنَ عَلَى الْمُرْتَفِعِ) رُوِيَ عَنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ قَالَ: [إِنَّ التَّوَاضُعَ بِالدُّونِ مِنْ شَرَفِ الْمَجَالِسِ] رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ.

(Dan memilih posisi yang rendah daripada yang tinggi) Diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ bersabda: [Sesungguhnya tawadu' dengan perkara rendah adalah sebagian dari kemuliaan-kemuliaan majelis]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Thabrani dan Imam Ibnu Majah

وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَنْ رَفَعَ نَفْسَهُ فِى الدُّنْيَا قَمَعَهُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ تَوَاضَعَ لِلّٰهِ فِى الدُّنْيَا يَبْعَثُ اللّٰهُ إِلَيْهِ مَلَكًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَنْشَطَهُ مِنْ بَيْنَ الْجَمْعِ فَقَال: أَيُّهَا الْعَبْدُ الصَّالِحُ يَقُوْلُ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَيَّ إِلَيَّ فَإِنَّكَ مِمَّنْ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ] رَوَاهُ ابْنُ عَسَاكِرَ.

Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Barang siapa meninggikan dirinya di dunia maka Allah akan merendahkannya pada hari kiamat. Dan barang siapa tawadhu' karena Allah di dunia maka Allah akan mengutus kepadanya seorang malaikat pada hari kiamat kemudian malaikat itu akan memberikan semangat kepadanya di antara kerumunan dan berkata: Wahai hamba yang sholeh, Allah Azza Wajalla berfirman: Kemarilah, kemarilah, karena sesungguhnya engkau termasuk dari golongan orang-orang yang tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati]. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Asakir

(وَالْمَوْتَ عَلَى الْحَيَاةِ) بِأَنْ يَصْرِفَ أَمْوَالَهُ فِى طَاعَةِ اللّٰهِ تَعَالَى فَإِنْ قَدَّمَ أَمْوَالَهُ قَبْلَ أَنْ يَمُوْتَ أَحَبَّ أَنْ يَلْحَقَهَا وَإِنْ أَخَرَهَا أَحَبَّ أَنْ يَتَأَخَّرَ عَنْهَا.

(Dan memilih mati daripada hidup) Dengan cara mentashorufkan harta kekayaannya dalam rangka taat kepada Allah. Jika dia lebih dulu mendermakan hartanya sebelum dia mati maka dia lebih suka untuk mendapatkan hartanya dan jika dia menunda hartanya maka dia lebih suka untuk tertinggal darinya.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan