(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّامِنَةُ (عَنْ يَحْيٰى بْنِ مُعَاذٍ الرَّازِيِّ رَحِمَهُ اللّٰهُ: اَلْعِلْمُ دَلِيْلُ الْعَمَلِ) أَيْ مُرْشِدُهُ وَكاَشِفُهُ فَلَا يُوْجَدُ الْعَمَلُ بِدُوْنِ الْعِلْمِ
Maqolah yang ke delapan (Dari Yahya Bin Mu'adz Ar-Razi Rahimahullah: Ilmu adalah petunjuk amal) Maksudnya penunjuk amal dan pembuka amal maka tidak akan ditemukan suatu amal tanpa ilmu
(وَالْفَهْمُ وِعَاءُ الْعِلْمِ) فَلَا يُوْجَدُ الْعِلْمُ بِدُوْنِ تَصَوُّرِ مَعْنَى اللَّفْظِ
(Dan pemahaman adalah penampung ilmu) Maka tidak akan dapat ditemukan suatu ilmu tanpa menggambarkan makna lafadz
(وَالْعَقْلُ قَائِدٌ لِلْخَيْرِ) أَيْ حَامِلٌ لَهُ فَلَا يُوْجَدُ الْخَيْرُ إِلَّا بِالْعَقْلِ الدَّاعِى إِلَيْهِ
(Dan akal adalah pemimpin bagi kebaiakan) Maksudnya yang membawa pada kebaikan maka tidak akan dapat ditemukan suatu kebaikan kecuali dengan akal yang mengajak padanya
(وَالْهَوَى مَرْكَبٌ لِلذُّنُوْبِ) أَيْ مِثْلُ سَفِيْنَةٍ لَهَا فَلَا تُوْجَدُ الذُّنُوْبُ إِلَّا عَلَى الْهَوَى
(Dan hawa nafsu adalah kendaraan bagi dosa-dosa) Maksudnya seperti perahu bagi dosa-dosa maka tidak akan dapat ditemukan dosa-dosa kecuali menaiki hawa nafsu
(وَالْمَالُ رِدَاءُ الْمُتَكَبِّرِيْنَ) أَيْ مِثْلُ الرِّدَاءِ لَهُمْ
(Dan harta adalah selendangnya orang-orang yang sombong) Maksudnya seperti selendang bagi orang-orang sombong
(وَالدُّنْيَا سُوْقُ الْآخِرَةِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [مَنْ أَخَذَ مِنَ الدُّنْيَا مِنَ الْحَلَالِ حَاسَبَهُ اللّٰهُ، وَمَنْ أَخَذَ مِنَ الدُّنُيَا مِنَ الحَرَامِ عَذَّبَهُ اللّٰهُ] رَوَاهُ الْحَاكِمُ.
(Dan dunia adalah pasarnya akhirat) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Barang siapa yang mengambil dari dunia dari yang halal maka Allah akan menghisab padanya dan barang siapa yang mengambil dari dunia dari yang haram maka Allah akan mengadzab padanya] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Hakim
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [أيُّهَا النَّاسُ إِنَّ هٰذِهِ الدُّنْيَا دَارُ التِّوَاءِ لَا دَارُ اسْتِوَاءِ مَنْزِلُ تَرَحٍ لَا مَنْزِلُ فَرَحِ فَمَنْ عَرَفَهَا لَمْ يَفْرَحْ لِرَخَاءٍ وَلَمْ يَحْزَنْ لِشِدَّةٍ
Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ Bersabda: [Wahai manusia ingatlah sesungguhnya dunia ini adalah tempat yang terjal bukan tempat yang rata tempat susah bukan tempat bersenang-senang. Barang siapa yang mengenal pada dunia maka dia tidak akan bersenang-senang karena kemakmuran dan tidak akan bersedih karena kemelaratan.
أَلَا وَإِنَّ اللّٰهَ خَلَقَ الدُّنْيَا دَارَ بَلْوَى وَالْآخِرَةَ دَارَ عُقْبَى فَجَعَلَ بَلْوَى الدُّنْيَا لِثَوَابِ الْآخِرَةِ وثَوَابَ الْآخِرَةِ مِنْ بَلْوَى الدُّنْيَا عِوَضًا فَيَأْخُذُ لِيُعْطِى ويَبْتَلِى لِيَجْزِيَ فَاحْذَرُوْا حَلَاوَةَ رِضَاعِهَا لِمَرَارَةِ فِطَامِهَا
Dan ingatlah sesungguhnya Allah menciptakan dunia sebagai tempat ujian dan Allah menciptakan akhirat sebagai tempat pembalasan maka Allah menjadikan ujian dunia sebagai pahala akhirat dan Allah menjadikan pahala akhirat sebagai kompensasi dari ujian dunia karena Allah mengambil untuk memberi dan Allah menguji untuk memberi balasan maka waspadalah kalian semua terhadap manisnya menyusu pada dunia karena betapa pahitnya disapih dari dunia
وَاهْجُرُوْا لَذِيْذَ عَاجِلِهَا لِكَرِيْهِ اَجِلِهَا وَلَا تَسْعَوْا فِى عُمْرَانِ دَارٍ قَدْ قَضَى اللّٰهُ خَرَابَهَا وَلَا تُوَاصِلُوْهَا وَقَدْ أَرَادَ مِنْكُمْ اِجْتِنَابَهَا فَتَكُوْنُوْا لِسُخْطِهِ مُتَعَرِّضِيْنَ وَلِعُقُوْبَتِهِ مُسْتَحِقِّيْنَ] رَوَاهُ الدَّيْلِمِيُّ.
Dan tinggalkanlah kenikmatan-kenikmatan dunia karena pahitnya akhirat dan janganlah kalian berusaha untuk membangun kembali sebuah rumah yang telah Allah tetapkan kehancurannya, dan janganlah kamu melanjutkannya padahal Allah telah menghendaki dari kalian agar menjauhi dunia, Maka jadilah kalian semua terhadap murkanya Allah sebagai orang-orang yang menantang dan terhadap hukuman Allah sebagai orang-orang yang pantas mendapatkannya] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ad-Dailami.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi