(وَ) الْمَقَالَةُ الْحَادِيَةَ عَشْرَةَ (عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: إِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ:) أَيْ اِفْعَلْ خَمْسَةَ أَشْيَاءَ قَبْلَ حُصُولِ خَمْسِ حَالَاتٍ (شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ) بِفَتْحَتَيْنِ: أَيْ اِفْعَلِ الطَّاعَةَ حَالَ قُدْرَتِكَ قَبْلَ هُجُومِ الْكِبَرِ عَلَيْكَ.
Maqolah yang ke sebelas (Dari Nabi ﷺ: Manfaatkanlah olehmu lima perkara sebelum lima perkara:) Maksudnya kerjakanlah olehmu lima perkara sebelum sampai lima keadaan (Masa mudamu sebelum masa tuamu) Lafadz هَرَمِكَ dengan membaca fathah keduanya: Maksudnya kerjakanlah olehmu keta'atan dalam keadaan kamu mampu sebelum masa tua menyergap kepadamu
(وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ) أَيْ اِفْعَلِ الْعَمَلَ الصَّالِحَ حَالَ صِحَّتِكَ قَبْلَ حُصُولِ مَانِعٍ كَمَرَضٍ، وَيَجُوزُ قِرَاءَةُ سَقَمِكَ بِالْوَجْهَيْنِ بِفَتْحَتَيْنِ أَوْ بِضَمٍّ فَسُكُونٍ لِأَنَّ الرِّوَايَةَ لَمْ تُعْلَمْ وَالِاحْتِيَاطُ أَنْ يَقْرَأَ بِهِمَا عَلَى الْبَدَلِ لِيُصَادِفَ الرِّوَايَةَ.
(Dan sehatmu sebelum sakitmu) Maksudnya kerjakanlah amal sholih dalam keadaan sehatmu sebelum sampainya perkara yang menghalangi keta'atan seperti sakit. Dan boleh membaca lafadz سَقَمِكَ dengan dua cara dengan difathahkan keduanya سَقَمِكَ atau dengan cara mendhommahkan kemudian mensukunkan سُقْمِكَ karena sesungguhnya riwayat itu tidak diketahui dan lebih berhati-hati adalah dengan membaca pada keduanya dengan bergantian supaya bisa bertemu dengan riwayat.
(وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ) أَيْ اِفْعَلِ التَّصَدُّقَ بِمَا فَضَلَ عَنْ حَاجَةِ مَنْ تَلْزَمُكَ نَفَقَتُهُ قَبْلَ عُرُوضٍ جَائِحَةٍ تُتْلِفُ مَالَكَ فَتَصِيرُ فَقِيرًا فِي الدَّارَيْنِ.
(Dan kayamu sebelum fakirmu) Maksudnya kerjakanlah olehmu sedekah dengan perkara yang dapat memenuhi kebutuhan orang yang wajib atasmu menafkahinya sebelum baru terjadi musibah yang bisa menghancurkan hartamu sehingga engkau menjadi fakir di dunia dan di akhirat.
(وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ) أَيْ اِغْتَنِمْ مَا تَلْقَى نَفْعَهُ بَعْدَ مَوْتِكَ فَإِنَّ مَنْ مَاتَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ.
(Dan hidupmu sebelum matimu) Maksudnya manfaatkanlah olehmu perkara yang engkau akan menerima manfaatnya sesudah matimu karena sesungguhnya orang yang telah mati terputus amalnya.
(وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ) بِفَتْحِ الشِّينِ: أَيْ اغْتَنِمْ فَرَاغَك فِي هَذِهِ الدَّارِ قَبْلَ شُغْلِكَ بِأَهْوَالِ الْقِيَامَةِ الَّتِي أَوَّلُ مَنَازِلِهَا الْقَبْرُ، كَذَا نَقَلَهُ الْعَزِيزِيُّ عَنْ الْمُنَاوِيِّ.
(Dan waktu luangmu sebelum waktu sibukmu) Lafadz شَغْلِكَ dengan menfathahkan ش: Maksudnya manfaatkanlah olehmu waktu luangmu di dunia ini sebelum waktu sibukmu dengan menghadapi kengerian-kengerian kiamat yang awal tempatnya adalah alam qubur. Demikian telah menukil padanya Imam Azizi dari Imam Manawi.
فَهَذِهِ الْخَمْسَةُ لَا يُعْرَفُ قَدْرُهَا إلَّا بَعْدَ زَوَالِهَا. رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ الْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ، رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَأَبُو نُعَيْمٍ وَالْبَيْهَقِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ.
Lima perkara ini tidak diketahui nilainya kecuali sesudah hilangnya. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Hakim dan Imam Baihaqi dari Ibnu Abbas dengan sanad yang Hasan, Telah meriwwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Abu Nu'aim dan Imam Baihaqi dari Amr bin Maimun.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi