(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ (عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ مَوْقُوفًا عَلَيْهِ أَوْ مَرْفُوعًا إِلَى النَّبِيِّ ﷺ) فَالْمَوْقُوفُ مَا رُوِيَ عَنِ الصَّحَابَةِ وَلَا يَتَجَاوَزُ بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَالْمَرْفُوعُ مَا أَخْبَرَ بِهِ الصَّحَابِيُّ عَنْ قَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ (لَوْلَا ادِّعَاءُ الْغَيْبِ لَشَهِدْتُ عَلَى خَمْسِ نَفَرٍ أَنَّهُمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ) أَيْ لَوْلَا مَخَافَةُ ادِّعَاءِ عِلْمِ الْغَيْبِ مَانِعٌ لَقُلْتُ: شَهِدْتُ عَلَى خَمْسِ جَمَاعَةٍ أَنَّهُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ (الْفَقِيرُ صَاحِبُ الْعِيَالِ) وَهُوَ مَنْ يَسْكُنُ مَعَهُ وَتَجِبُ نَفَقَتُهُ عَلَيْهِ كَعَبْدِهِ وَامْرَأَتِهِ وَوَلَدِهِ الصَّغِيرِ (وَالْمَرْأَةُ الرَّاضِي عَنْهَا زَوْجُهَا، وَ) الْمَرْأَةُ (الْمُتَصَدِّقَةُ بِمَهْرِهَا عَلَى زَوْجِهَا وَ) الشَّخْصُ (الرَّاضِي عَنْهُ أَبَوَاهُ، وَالتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ) رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ] رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ.
Maqolah yang ke lima (Dari Umar Radhiallahu Anhu sesungguhnya Umar berkata dengan Hadits mauquf atau marfu langsung kepada Nabi ﷺ) Mauquf adalah hadits yang diriwayatkan dari para sohabat dan tidak melawati hadits itu sampai Rasulullah ﷺ. Dan marfu adalah hadits yang telah mengabarkannya atas hadits itu para sahabat dari sabda Nabi ﷺ (Andai tidak khawatir mengaku-ngaku perkarar ghoib maka pasti aku bersaksi atas lima golongan sesungguhnya mereka adalah ahli surga) Maksudnya andai tidak khawatir mengaku-ngaku ilmu ghoib menghalangi maka pasti aku berkata: Aku bersaksi atas lima golongan sesungguhnya mereka termasuk ahli surga (Orang fakir yang memiliki keluarga) الْعِيَالِ adalah orang yang tinggal bersama dia dan ia wajib menafkahi padanya seperti hamba sahayanya dan seperti istrinya dan seperti anaknya yang masih kecil (Dan Istri yang ridho padanya suaminya dan) istri (Yang mengsedekahkan maharnya kepada suaminya dan) orang (Yang ridho kepadanya kedua orang tuanya, dan orang yang bertaubat dari dosa) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda [Orang yang bertaubat dari dosa itu seperti orang yang tidak ada dosa baginya] Telah meriwaayatkan pada hadits ini Imam Al-Baihaqi.
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ] رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ، وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [اَللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ التَّائِبِ مِنَ الْظَمْآنِ الْوَارِدِ وَمِنَ الْعَقِيمِ الْوَالِدِ وَمِنَ الضَّالِّ الْوَاجِدِ، فَمَنْ تَابَ إلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا أَنْسَى اللَّهُ حَافِظَيْهِ وَجَوَارِحَهُ وَبِقَاعَ الْأَرْضِ كُلَّهَا خَطَايَاهُ وَذُنُوبَهُ] رَوَاهُ أَبُو الْعَبَّاسِ.
Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Setiap anak Adam itu berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang-orang yang bertobat.] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi. Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Allah itu lebih gembira dengan taubatnya seorang hamba yang bertaubat daripada gembiranya orang yang kehausan yang menemukan air, dan daripada gembiranya orang yang mandul yang beranak, dan daripada gembiranya orang yang tersesat yang menemukan jalan. Maka barangsiapa yang bertaubat kepada Allah dengan tobat nasuha, Maka pasti akan menjadikan lupa oleh Allah pada dua malaikat yang mencatat amal dan pada anggota badannya dan tempatnya di bumi semuanya atas kesalahan-kesalahannya dan dosa-dosanya.] Telah meriwayatkan pada hadits ini Abul Abbas.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi