Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 4 Maqolah 16 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 4
BAB 4 MAQOLAH 16

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 4 Maqolah 16

 

(وَ) الْمَقَالَةُ السَّادِسَةَ عَشْرَةَ (عَنْ بَعْضِ الْحُكَمَاءِ: أَنَّ شَعَائِرَ الْإِيمَانِ) أَيْ أَعْلَامُهُ (أَرْبَعَةٌ) مِنَ الْأَعْمَالِ (التَّقْوَى) وَهُوَ فِي الطَّاعَةِ يُرَادُ بِهِ الْإِخْلَاصُ، وَفِي الْمَعْصِيَةِ يُرَادُ بِهِ التَّرْكُ وَالْحَذَرُ. وَقِيلَ: هُوَ مُحَافَظَةُ آدَابِ الشَّرِيعَةِ، وَقِيلَ: هُوَ الْاِقْتِدَاءُ بِالنَّبِيِّ ﷺ قَوْلًا وَفِعْلًا (وَالْحَيَاءُ) وَهُوَ نَوْعَانِ: نَفْسَانِيٌّ وَهُوَ الَّذِي خَلَقَهُ اللَّهُ تَعَالَى فِي النُّفُوسِ كُلِّهَا كَالْحَيَاءِ مِنْ كَشْفِ الْعَوْرَةِ وَالْجِمَاعِ بَيْنَ النَّاسِ، وَإِيمَانِي وَهُوَ أَنْ يَمْنَعَ الْمُؤْمِنُ مِنْ فِعْلِ الْمَعَاصِي خَوْفًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى (وَالشُّكْرِ) وَهُوَ الثَّنَاءُ عَلَى الْمُحْسِنِ بِذِكْرِ إحْسَانِهِ فَالْعَبْدُ يَشْكُرُ اللَّهَ أَيْ يُثْنِي عَلَيْهِ بِذِكْرِ إحْسَانِهِ الَّذِي هُوَ نِعْمَةٌ (وَالصَّبْرُ) وَهُوَ تَرْكُ الشَّكْوَى مِنْ أَلَمِ الْبَلْوَى لِغَيْرِ اللَّهِ تَعَالَى.

Maqolah yang ke enam belas (Dari sebagian orang-orang yang bijaksana: Sesungguhnya Syiar simbol-simbol iman) Maksudnya simbol-simbol iman (Itu ada empat) Dari amalan-amalan (Takwa) Takwa dalam keta'atan adalah yang dimaksud dengannya ikhlas dan dalam maksiat adalah yang dimaksud dengannya meninggalkan maksiat dan waspada. Dan dikatakan: Takwa adalah menjaga adab-adab syari'at, dan dikatakan: Takwa adalah mengikuti kepada Nabi ﷺ dalam ucapan dan perbuatan (Dan malu) Malu itu ada dua macam: Malu Nafsani. Malu Nafsani adalah sifat malu yang telah menciptakannya Allah Ta'ala dalam setiap jiwa seluruhnya seperi malu sebab terbukanya aurat dan berjima di hadapan manusia. Dan malu Imani. Malu Imani adalah yang mencegahnya seorang mu'min dari perbuatan maksiat karena takut kepada Allah Ta'ala (Dan syukur) Syukur adalah memuji-muji kepada orang yang memberikan kebaikan dengan cara menyebut kebaikan-kebaikannya. Seorang hamba itu bersyukur kepada Allah maksudnya ia memuji kepada Allah dengan menyebut kebaikan-kebaikan Allah yang kebaikan itu merupakan kenikmatan (Dan sabar) Sabar adalah meninggalkan mengeluh dari pedihnya cobaan kepada selain Allah Ta'ala.

وَيَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَدْعُوَ بِدُعَاءِ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ ابْنِ حَبِيبٍ الَّذِي عَلَّمَهُ إِيَّاهُ سَيِّدُنَا الْخَضِرُ عَلَيْهِ السَّلَامُ عِنْدَ رُجُوعِهِ مِنَ الْأَرْضِ السُّفْلَى بِسَبَبِ أَخْذِ الْجِنِّ إِيَّاهُ إِلَى الْمَدِينَةِ الشَّرِيفَةِ وَهُوَ هَذَا: اَللَّهُمَّ قَنِّعْنَا بِمَا رَزَقْتَنَا وَاعْصِمْنَا مِنْ حَيْثُ نَهَيْتَنَا وَلَا تُحْوِجْنَا إِلَى مَنْ أَغْنَيْتَهُ عَنَّا وَاحْشُرْنَا فِي زُمْرَةِ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ وَبِكَأْسِهِ فَاسْقِنَا وَمِنْ مَعَاصِيْكَ جَنِّبْنَا وَعَلَى التَّقْوَى أَمِّتْنَا وَلِلذِّكْرِ أَلْهِمْنَا وَمِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ فَاجْعَلْنَا وَأَسْعِدْنَا وَلَا تُشْقِنَا يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. وَرُوِيَ أَنَّهُ قُلْ قَالَ: [ذِرْوَةُ الْإِيمَانِ أَرْبَعُ خِلَالٍ: الصَّبْرُ لِلْحُكْمِ وَالرِّضَا بِالْقَدْرِ وَالْإِخْلَاصُ لِلتَّوَكُّلِ وَالْإِسْتِسْلَامُ لِلرَّبِّ] رَوَاهُ أَبُو نُعَيْمٍ.

Patut kepada kita supaya kita berdoa dengan doanya Tamim Ad-Dari bin Habib yang telah mengajarkan doa itu kepadanya Sayyiduna Khodir Alaihis Salam ketika pulangnya ia di bumi bawah sebab jin membawa dirinya menuju kota Madinah yang mulia. Doa itu adalah ini : Ya Allah semoga engkau memberikan sifat qona'ah kepada kami pada perkara yang telah engkau berikan rizki kepada kami dan semoga engkau menjaga kami dari sekiranya perkara yang telah engkau larang kepada kami dan janganlah enkau menjadikan butuh kami kepada orang yang telah engkau jadikan kaya kepadanya dari kami dan semoga engkau mengumpulkan kami pada golongan umat Nabi Muhammad ﷺ dan dengan gelasnya Nabi semoga engkau memberikan minum kami semua dan dari kemaksiatan-kemaksiatan kepadamu semoga engkau menjauhkan kami semua dan di atas taqwa semoga engkau mematikan kami semua dan karena dzikir semoga engkau mengilhamkan kepada kami semua dan dari golongan orang-orang yang akan mewarisi surga na'im semoga engkau menjadikannya kepada kami dan semoga engkau membahagiakan kami semua dan semoga engkau tidak mencelakakan kami semua wahai dzat yang mempunyai kemaha agungan dan kemaha muliaan. Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Puncak iman itu ada empat perkara: Sabar kepada hukum Allah dan ridho kepada takdir dan ikhlas karena bertawakkal dan berserah diri kepada Allah ] Telah meriwayatkan hadits ini Abu Nu'aim.

 

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan